CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
CGIS S2 - Oma Opa Gaul!


__ADS_3

Kumpul-Kumpul Time.


Sore ini, Tuti, Keke sama mami lagi sibuk-sibuknya di dapur. Mereka lagi bikin masakan-masakan istimewa untuk acara kumpul keluarga malam ini. Semenjak semua anaknya udah pada nikah dan pindah mereka jadi jarang bertemu.


Bagas sama Dara sih ngerti, namanya juga pengantin baru. Tempat paling akrab ya ranjang sama kamar mandi. Secara, mereka juga pernah mengalami masa-masa itu, masa-masa indah dengan saling gak pake baju.


"Gak terasa ya Nyah, anak-anak udah pada gede. Tuti jadi kangen sama abang-abang dan dede Apem. Sering keinget gimana dulu mereka kecil-kecil pada lucu." Tuti berkata sambil ngulek cabe.


Dasar Tuti emang suka nyusahin diri sendiri, udah Dara minta pake blender aja biar dia gak repot tapi katanya rasa bumbu yang diulek sama yang diblender itu beda, gak ada seni-seninya sama sekali.


Sampai sekarang Dara gak nemuin perbedaan signifikan, yang beda cuma kalo ngulek pake cobek sama blender jelas lebih capek pake cobek dan lebih halus bumbu yang diblender.


"Iya, Keke juga inget dulu abang Neon botak rambutnya gak tumbuh-tumbuh sampe dia sering minta dibeliin wig sama Nyonya." Keke terkekeh geli mengenang itu.


"Terus kalian inget gak dede Apem badannya gendut banget, kalo mau lari aku takut dia jadi kejengkang sampe guling-guling." timpal Dara sambil memotong wortel.


Ketiganya tertawa mengenang nostalgia lucu dan indahnya masa-masa dulu saat anak-anak masih lucu.


"Sekarang gak terasa ya Ke, Ti. Mereka udah pada nikah, mungkin sebentar lagi aku udah mau punya cucu." Dara tertawa geli.


"Udah ngomongin cucu aja nih."


Suara papi terdengar mendekat. Suaminya baru aja selesai berenang sore itu. Tubuh papi masih terawat, bareng kedua anak kembarnya dia sering nge gym bareng.


"Iya dong, Pi. Kamu ganti baju gih, nanti aku nyusul ke kamar."

__ADS_1


"Sekarang aja yuk."


Opa gaul lagi pengen sesuatu. Dara akhirnya menyerahkan tugas kepada Tuti dan Keke. Keduanya berjalan santai menuju lantai atas dengan saling bergandengan tangan.


"Anak-anak mau ke sini tar malem."


"Bagus dong Sayang." sahut Bagas sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Kamu inget gak sih Mas dulu kalau kita mau gituan pasti ada aja. Kalo enggak abang kembar, dede Apem yang ngerecokin." Dara tertawa kecil.


"Iya, aku suka ketawa sendiri tiap inget itu." sahut Bagas menimpali.


"Kadang jadi kangen banget masa-masa itu, masa gregetan tiap lihat kamu gak jadi nembak."


Keduanya tertawa. Lalu Bagas mengecup kening dan bibirnya mesra.


"Aku jadi terharu." balas Dara lalu memeluk suaminya yang belum juga ganti baju.


"Mengulang masa itu yuk!" ajak Bagas dengan kerlingan matanya.


Kembali mengulang masa itu, keduanya udah saling menempel satu sama lain. Udah paduan suara juga ganti-ganti gaya. Kali ini biarpun lagi mengulang masa lalu, mereka enggak bakal khawatir bakal keganggu karena yang suka gangguin dulunya juga sekarang lagi sibuk bikin cucu buat mereka.


Malamnya tepat jam tujuh, anak-anak datang bersamaan dengan pasangan masing-masing. Dede Apem dan kedua kakak ipar nampak cantik dengan baju dress sederhana tapi tetap elegan di tubuh mereka. Abang kembar dan bang botak juga nampak tampan sekali malam ini.


"Kalian udah datang, ayo masuk semuanya."

__ADS_1


Mami dan papi menyambut mereka suka cita. Aroma makanan yang sudah disajikan di atas meja begitu menggugah selera.


"Neon ada berita bahagia buat semua yang ada di sini." Neon membuka obrolan dengan menggenggam jemari Cheryl.


"Apa, Sayang?" tanya mami gak sabaran.


"Cheryl udah hamil."


Bagas dan Dara saling berpandangan dan tersenyum. Benar kan pembahasan dia sama Tuti dan Keke sore tadi.


"Wah selamat ya Nak. Papi dan Mami ikut bahagia." ujar Bagas penuh kebanggaan.


"Dede sama abang botak sepakat menunda Mi."


"Iya gak papa kok, Sayang. Mami ngerti."


"Ondrong?"


"Masih proses Mi, Pi." Ondrong terkekeh sambil menggenggam jemari Tiwi erat.


"Gak papa, gak perlu terburu-buru, nanti Tuhan kasih." Mami juga berusaha menghibur Tiwi.


Tiwi tersenyum juga akhirnya. Mereka menghabiskan setengah dari malam ini untuk saling bercerita di ruang keluarga setelah acara makan malam.


Papi dan mami bahagia banget, mereka bakal segera menimang cucu. Mereka yang masih nampak tampan dan cantik itu akan segera menjadi oma dan opa, oma dan opa gahol tentunya.

__ADS_1


Opa gondrong berharap penerusnya nanti akan gondrong juga karena pria tampan dari kalangan orang gondrong harus tetap dilestarikan. Tapi kalau anak bang Neon antara dua ya, kalau gak gondrong ya botak kayak cilok.


__ADS_2