CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
CGIS S2 - Cemburu Berat


__ADS_3

Sampai di rumah orangtuanya, Cheryl langsung masuk kamar. Kevin yang lihat anaknya cemberut jadi meminta Ratih untuk mengintrogasi putri mereka itu.


Sebagai emak yang sayang banget sama anak perempuannya itu, bunda jadi sedih dong lihat anaknya yang sekarang lagi hamil tiba-tiba pulang dalam keadaan sudah berantakan dan enggak enak dilihat roman mukanya.


Tok tok tok


"Sayang, Bunda boleh masuk?"


Cheryl yang abis ganti baju langsung mengangguk. Ketok lagi pintunya karena gak ada jawaban, bunda mana bisa lihat Cheryl mengangguk. Kacau banget sih orang lagi cemburu.


"Masuk aja, Bun."


Bunda masuk, lihat putrinya lagi duduk termenung di tepi ranjang.


"Kenapa, Nak?" tanya bunda lembut.


"Enggak papa, Bun."


Senyum kepaksa, mirip elo pas lagi enak stalking medsos terus di suruh emak beli telor sebiji ke warung.


"Cerita sama Bunda."


Bunda memeluk putrinya yang bentar lagi bakal jadi mama muda itu. Cheryl menggeleng lagi.


"Marahan ya sama Neon?" tebak bunda. Cheryl diam terus mengangguk pelan.

__ADS_1


"Masalah rumah tangga, kesalahpahaman antara suami istri, itu hal biasa kok, Nak. Harus dibicarakan baik-baik. Gak boleh dengan menghindar kayak gini." Bunda nasehatin lembut banget. Cheryl jadi paham kenapa ayahnya yang mantan playboy itu sayang setengah mampus sama bundanya.


"Bunda sama Ayah, sering begini juga gak?"


"Awal-awal pernikahan dulu, hampir tiap hari berantem. Ayah kamu kan ganteng, mantannya banyak yang suka juga antri. Bunda suka cemburu, tapi makin dewasa usia pernikahan, makin dewasa juga cara kami menyikapi semua permasalahan. Satu kuncinya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Harus jujur dan harus komitmen setelah itu."


Cheryl diam, pas lagi merenungi kata-kata bunda barusan, pintu kamarnya diketuk lagi. Ternyata ayah.


"Bun, keluar yuk cari angin."


"Angin kok dicari, Yah." Bunda ketawa terus lihat seseorang nongol di belakang ayah, bunda jadi paham maksud ayah barusan.


"Bener juga, yuk Yah, kita cari angin aja bunda juga pengen banget ke lamongan, makan bebek goreng."


Bunda sama ayah beneran pergi keluar. Pengertian banget mertua.


"Maafin aku ya." Neon ambil posisi duduk di samping Cheryl yang udah pake dress tidurnya. Nampak cantik bikin ular naga panjangnya bukan kepalang perlahan bangun.


Nah lo Cheryl, abang Neon lihat Melanie pake baju ketat gak ada itu Jerry bangun, gilirian lihat istrinya cuma pake daster mau tidur, bangun langsung. Gimana gak istimewanya dirimu, wahai adinda Cheryl.


"Ngapain sih kamu ke sini? Aku lagi gak pengen lihat kamu."


Masih ngambek juga ternyata.


"Kamu boleh ngambek sama aku, tapi kamu harus percaya kalo apa yang kamu pikirin tadi sama sekali gak bener."

__ADS_1


"Aku cemburu loh! Kamu gak mikir gimana rasanya jadi aku."


"Aku ngerti, tapi itu semua emang cuma salah paham."


"Udahlah, aku udah maafin kamu tapi aku lagi gak mau diganggu! Aku mau tidur. Capek seharian nangis!"


Cheryl mengambil posisi baring menyamping. Bang Neon jadi garuk-garuk kepala. Perempuan kalo ngambek jadi ribet banget. Padahal udah dimaafin tapi gak boleh disentuh.


"Ya udah, aku minta maaf sekali lagi. Aku pulang kalo gitu."


Baru aja mau berdiri, suara Cheryl terdengar lagi.


"Selangkah aja kamu pergi dari sini, aku gak bakal balik ke apartemen selama-lamanya."


"Ya kamu kan gak mau diganggu."


"Kamu bisa tidur disini maksud aku kamu jangan colek-colek dulu."


Bang Neon tersenyum akhirnya. Dia buka baju terus ikut rebahan di samping istrinya.


Malam ini gak ada adegan kelonan, tapi pas udah larut malem bang Neon bisa peluk bumil tanpa ketahuan.


"Begini amat sih bini marah. Enyak dulu kayak gini juga gak ya sama Babeh kalo ngambek."


Neon jadi ngomong sendiri.

__ADS_1


"Tidur!"


Ealah dikirain udah mimpi sampe ke samudera Hindia, rupanya Cheryl belum tidur juga. Gayanya aja jangan colek-colek, ini malah ngerapet biar bisa dipeluk Neon. Dasar gak konsisten, lamaan dikit napa marahnya?!


__ADS_2