
Satu bulan kemudian akhirnya Dara balik lagi jadi sekretaris Bagas. Pagi ini dia udah cantik dengan rok selutut dengan kemeja putih seperti biasa. Rambutnya tergerai indah dilengkapi kacamata tipis di matanya.
Bagas yang baru selesai mandi serasa dilihat bidadari baru turun surga. Gak jelas Bagas udah pernah lihat bidadari atau belum sebelumnya. Yang pasti mami pagi ini sungguh anggun sekali pagi ini bikin Jeki jadi tegak kanan tegak kiri.
"Nih bajunya, Mas." Dara mendekat sambil membawa setelan kerja suaminya yang udah rapi. Di bawah sana terdengar Keke lagi kejar-kejaran sama abang kembar yang lagi gak mau makan maunya main doang. Sementara dede Apem udah cekikikan lihat pengasuh sama kedua abangnya yang lagi kejar-kejaran.
Setelah selesai pasang baju seperti biasa Bagas bakal duduk di kursi rias Dara. Dengan lembut Dara mulai menguncir rambut gondrong suaminya itu dengan rapi. Harum aroma istrinya membuat Bagas merem melek gak karuan. Pengen mulai lagi tapi hari masih pagi terus mereka juga udah rapi.
Tunda aja dulu ya papi, nanti mami ngambek loh bajunya kusut karena dikasih raba-raba manja secara dadakan tak terduga.
"Sini aku pasangin dasinya." ujar Dara lagi sambil mengambil posisi di depan Bagas yang udah berdiri lagi.
Bagas perhatiin istrinya yang lagi pasang dasi dengan senyum. Tidak menyangka, gadis jelmaan Betty Lapea dulunya itu kini telah hampir tujuh tahun menjadi istrinya.
"Mi, nanti anniversary kita mau aku kasih kado apa?" tanya Bagas sambil menyibak rambut istrinya yang jatuh di pipi.
"Gak usah Mas, aku udah banyak dapat hadiah dari kamu." sahut Dara halus.
"Gak papa, kamu mau minta apa aja aku bakal beliin."
Dara tampak berpikir kemudian ia tertawa kecil.
"Gak usah Sayang. Aku sendiri udah bingung banget mau minta kado apa. Semuanya udah kamu kasih." tolak Dara lagi.
Bagas menarik nafas panjang tapi akhirnya ia mengangguk juga. Benar, entah apa yang belum ia berikan kepada istrinya itu. Kalau materi jangan ditanya lagi.
__ADS_1
"Akhirnya kamu balik lagi ke perusahaan. Staff juga udah pada kangen sama kamu, apalagi Tina, dia gak punya teman buat diajak dongeng." Bagas terkekeh.
Dara ikut tertawa mendengarnya. Kemudian dengan dirangkul Bagas, ia melangkah turun ke bawah. Dede Apem yang lagi makan disuapin Keke langsung bergerak senang melihat mami papinya turun dan udah rapi pake pakaian kerja.
"Kembar berangkat ya." Abang kembar pamitan sama kedua orangtuanya terus salaman.
Mereka celingukan gak lihat Tuti setelah selesai salaman sama mampi papi juga Keke.
"Yayang Tuti mana sih?" tanya abang Neon sambil kerut kening. Rambut abang udah bisa dikuncir walaupun gak sebanyak rambut bang Aarash.
"Tuti di belakang Bang." Suara Tuti terdengar dari arah dapur.
Kembar langsung berlari riang menuju Tuti yang lagi sibuk ngiris bawang. Abis salaman cium tangan Tuti Neon sama Ondrong langsung memekik.
"Bau bawang Yang!" seru keduanya sambil mengusap hidung.
"Dadah, kembar berangkat ya." Bagas dan Dara melepas kembar yang sudah menuju pak Mamat di depan.
Mereka sendiri setelah itu ikut berangkat ke perusahaan. Tinggal lah dede Apem beserta kedua pengasuhnya di rumah itu.
Sampai di perusahaan, kedatangan mami disambut ceria para karyawan. Tina bahkan sampe peluk Dara erat sampe Dara udah mau kehabisan nafas karena duo semangka udah ketekan aja, untung gak pecah kan itu buah favorit papi.
"Bu Dara, kita kangen banget."
"Aku juga kangen loh sama kalian."
__ADS_1
"Duh, Bu Dar, lama gak ketemu makin cetar membahana badai ulala." puji Tina.
"Kamu juga, lama gak ketemu makin bawel."
Bagas membiarkan istrinya reunian dengan para karyawan sementara dia udah masuk duluan ke ruangannya. Cuma Bagas udah ingetin, sesi tanya jawab gak boleh lebih dari lima belas menit karena kalau lebih dari itu akan mengakibatkan ghibah berjamaah. Belum lagi kalo permen loli udah jadi teman ngobrol. Acara basa basi malah jadi berubah nongki cantik ala warung kopi.
Jadilah setelah puas berbincang santai dengan para karyawan yang udah pada kepo, Dara masuk lagi ke dalam ruangan dimana Bagas sudah menunggu dirinya.
"Sini." panggil Bagas lembut.
Dara samperin suaminya terus menyender di meja kerja Bagas.
"Jangan cuti-cuti lagi ya."
"Kenapa sih kan ada Tina yang bisa gantiin aku."
"Gak mau, aku mau kamu terus jadi sekertaris
Dara membelai lembut kepala suaminya yang lagi rebahan manja dengan lengan melingkar di pinggang rampingnya.
"Iya, aku bakal temenin kamu terus ya."
Bagas ngangguk-ngangguk. Bermesraan sama istri dimana aja gak salah kok pi, tapi mesti inget ya, satu jam lagi ada meeting tuh sama perusahaan penting. Jangan sampai lupa waktu sama lupa berpijak ya karena udah asyik terbang tinggi sama mami.
Selesai memberi pelukan hangat untuk suaminya cukup lama akhirnya Dara kembali ke meja kerjanya. Menyiapkan berkas juga menyiapkan diri untuk kembali menemani Bagas sepanjang menjadi sekretaris suaminya lagi.
__ADS_1
Betty Lapea sekretaris papi kembali lagi!