CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Balada Daster Bau Bawang


__ADS_3

Karena daster bau bawang, sekretaris cantik jadi bahan tertawaan para paparazi perusahaan. Mana jam kerja masih panjang, bikin Dara kesel setengah mampus setiap ngadepin diri di depan cermin.


Bagas yang tak mau Dara terus-terusan ngambek, akhirnya pergi keluar bareng Duo Tarzan ke mall terdekat. Niatnya mau cari kemeja kerja tapi gak dapat yang cocok.


Akhirnya mereka masuk ke dalam sebuah toko baju kerja dengan model dress selutut. Doni dan Kevin langsung semangat nunjuk baju seksi yang bikin mereka jadi adu debat.


"Yang merah aja, menurut penglihatan gue yang udah biasa lihat cewek seksi, Dara paling pas pake baju merah. Pasti jadi lebih seksi." ujar Doni sambil menunjuk sebuah dress kerja lengkap dengan blazer.


"Enggak, menurut penerawangan dan pembayangan gue, Dara lebih cocok pake baju putih yang itu, karena lebih manis dan modelnya juga mirip sama yang pernah dipake sekretaris-sekretaris seksi di film-film yang pernah gue tonton." Kevin menunjuk baju putih yang lengkap dengan blazer pula.


Mbak-mbak yang jagain toko jadi pusing sebab entah sudah berapa kali ia menaikturunkan baju-baju yang ditunjuk Doni dan Kevin. Bagas juga tak kalah pusing, yang punya istri dia, tapi yang semangat 45 buat milihin baju para duo Tarzan ini.


"Udah-udah, lo berdua ini! gue yang punya bini, tapi kalian berdua yang ribet. Udah Mbak, ambil dress selutut yang lebar dadanya gede kalo ada yang motif blazer nya kotak-kotak kayak gitu ya." Bagas menunjuk sebuah dress agak longgar berwarna hitam lengkap dengan blazer bermotif kotak-kotak.


Mbak pelayan pun langsung mencari baju sesuai pesanan Bagas dan kembali dengan pakaian yang sesuai keinginan Bagas. Harganya cukup mahal sebab mereka berada di dalam toko dengan kualitas kualitas pertama.


Bagas memandang puas baju itu. Sementara Doni dan Kevin sekarang lagi sibuk godain Mbak pelayan lain yang kebetulan mukanya mirip sama salah satu artis gak terkenal. Tapi punya body mirip Kim Kardashian.


"Woi, kunyuk! ayo cepetan!" teriak Bagas pada mereka membuat keduanya berdecak kesal lalu mendekat.


"Gak bisa lihat orang senang lo, Gas." decak Doni sambil menoyor kepala Bagas.


Bagas hanya tertawa. Mereka kemudian masuk ke dalam sebuah kafe yang ada di mall dan memesan empat makanan untuk dibawa pulang. Rencananya, mereka bakal makan bareng Dara nanti.


Sampainya di dalam ruangan, mereka disajikan pemandangan baru. Dara dengan daster kuning bau bawang sedang asyik menimang-nimang seekor anak kucing berwarna Oren.


Melihat kucing kecil dengan Dara yang pake daster, mengingatkan mereka dengan emak-emak berdaster yang sering gendong anak di pinggir gang.

__ADS_1


"Loh, dapat dari mana, Yang, kucingnya?" tanya Bagas heran, sebab setahunya, perusahaan mereka gak menerima karyawan beda spesies seperti ini apalagi yang warnanya Oren dan sudah dipastikan pasti akan bar-bar kelak ketika dewasa. Bikin Bagas was-was, teringat Jordi yang lucu waktu masih kecil dan jadi gak tahu diri ketika besar.


"Tadi aku dapat di besment, Mas. Kasihan, mana mukanya melas. Aku keinget kamu kalo gak dikasih jatah waktu lihat mukanya." sahut Dara membuat Doni dan Kevin sudah terjungkal karena tertawa.


"Muka lo, Gas, disamain sama kucing." ujar Kevin yang sudah tertawa sampai terbatuk-batuk.


"Buang aja deh, Yang. Nanti dia buang air besar sembarangan." kata Bagas kembali membujuk Dara.


"Gak mau, nanti aku ajari eek di toilet." tolak Dara cepat.


Bagas menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia menoleh pada kedua temannya, bermaksud meminta bantuan. Tapi, mereka malah angkat bahu.


"Biarin aja lah, Gas. Lagian lucu juga kok." ujar Doni.


Akhirnya Bagas mengalah lagi. Ia segera memberikan setelan kerja yang tadi ia beli untuk Dara. Dara menerimanya dengan sumringah. Ia segera melepaskan Oren turun dan masuk kamar untuk berganti baju.


"Wah, beautiful." komentar Kevin dengan semangat. Disambut jitakan dari Bagas yang tak terima karena Kevin memandang Dara lebih dari lima detik.


Sementara Doni sedang bermain-main dengan Oren. Keduanya sudah nampak cocok. Doni menimang-nimang Oren bikin mereka udah kayak bapak sama anak.


Tapi satu tragedi terjadi pada Doni. Oren berulah, baju kerja Doni jadi mirip kandang kucing yang lupa dibersihin. Oren gak tahan nahan berak, jadinya ia buang air besar sembarangan.


Doni memandang Oren dengan tatapan membunuh. Karena bajunya udah bau semua, bikin ketiga orang lain yang ada di sana jadi tertawa terpingkal-pingkal.


"Sialan nih Oren, gue diberakin, mana ini kemeja andalan gue!" decak Doni kesal sambil memandang Oren yang sudah sembunyi di belakang Kevin meminta perlindungan.


"Muka lo sih, Don, gak ada beda sama toilet." sahut Kevin dengan mata memerah menahan tawa.

__ADS_1


"Udah, ganti baju sana. Buang kemeja lo, mandi di kamar mandi gue. Bau gitu." Bagas menutup hidung dengan gerakan tangan mengibas.


Doni segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, tidak lupa ia juga membuang bajunya langsung ke tong sampah.


"Gue pake apaan, Gas?" terdengar Doni berteriak dari dalam.


Bagas dan Kevin saling pandang. Benar juga ya, kalau bajunya udah dibuang, itu kakak angkatnya Jordi mau pakai apa?


"Aha, gue tahu." Bagas segera masuk ke dalam kamar lalu memberi kan benda itu kepada Doni yang segera berteriak setelah menerimanya.


"Udah pake aja, daripada lo malu, tuh cap merah di badan lo banyak begitu." tunjuk Bagas pada tubuh Doni yang penuh cap bibir.


Doni akhirnya mau tidak mau menerima juga benda itu. Ia keluar disambut gelak tawa Bagas, Kevin juga Dara. Dan Oren juga tentunya.


Bagas jadi gemas dan langsung membidik kamera pada Doni yang sudah mirip emak-emak berdaster.


"Maaf pak Bagas, mana baju yang mesti dibuang?" suara Ibu Tukiyem menyadarkan mereka. Tadi Bagas memang menelepon OB untuk membawa baju kotor itu keluar.


Dan alangkah tercengang juga terpanah nya Ibu Tukiyem saat melihat daster bau bawang berwarna kuning kini sudah bertengger cantik di tubuh atletis milik Doni.


"Wah, selain emak berdaster, ternyata ada bapak berdaster juga ya." celetuk Ibu Tukiyem sambil jalan keluar membawa sampah.


Doni mematut penampilannya di cermin, dengan daster bau bawang berwarna kuning cerah juga sepatu pantofel kerjanya yang mahal. Tampak tak seirama, tapi ya sudahlah. Tidak membuat ia kehilangan ketampanan. Hanya membuatnya jadi sedikit aneh.


Saat melangkah keluar untuk makan di kantin dengan makanan yang sudah mereka beli tadi, Doni jadi pusat perhatian para karyawan. Ada yang sudah cekikikan sambil jongkok, ada yang mulas lagi perutnya karena nungguin Bu Tukiyem yang belum kelar bersihin kamar mandi.


Seisi kantin jadi heboh, lihat penampakan langka, dimana cowok ganteng personel trio Bengek lagi makan dengan santai pake baju daster.

__ADS_1


Dara sendiri sudah merasa terguncang dari tadi karena tertawa. Matanya sampai berair menyaksikan pemandangan Doni dengan daster kuning juga sepatu kerja, di mana daster itu tadi sempat juga nangkring di tubuhnya.


__ADS_2