CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Mabok Rindu


__ADS_3

Jadi dengan pasrah papi menyerahkan tugas pemanasan kepada mami yang lagi dimabuk rindu. Tadinya dia kira istrinya itu tak akan seagresif ini dan bakal bikin dia usaha ekstra untuk bisa melepas kangen dengan beryiha-yiha meski harus sedikit memaksa dulu. Dipikirnya Bagas, Dara yang udah tidur responnya gak akan seaktif ini. Ternyata eh ternyata kekuatan rindu mampu membuat mami menjadi lebih peka dari yang dia bayangkan sebelumnya.


Ini bukan mami yang surprise tapi papi yang terkejut manja jadinya. Sepanjang malam keduanya udah saling paduan suara setiap kali Jeki menyentuh Nyai hingga bagian terdalamnya.


Nyai yang berkedut-kedut hebat itu membuat Bagas merem melek di tengah ranjang bersama Dara yang masih memimpin permainan.


"Iya begitu Sayang, terus!" desis Bagas sambil menatap istrinya yang jadi cantik berkali-kali lipat saat lagi dikuasai hasrat.


Bagas gak mau istrinya aja yang aktif, dia mulai mengambil alih pimpinan. Gerakan menyamping bikin suasana makin panas juga romantis. Romansa indah malam ini semakin sempurna kala hujan mulai turun, menguar aroma basah bikin keduanya makin menggila.


Dengan tubuh sudah menegang hebat, Dara mencengkram seprai kala ia mendapatkan klimaksnya. Bagas pun begitu. Erangan puas keduanya membuat percintaan malam ini semakin mengukuhkan ikatan cinta. Udah Mirip judul sinetron yang lagi hits sekarang. Yang bikin emak-emak pengen getok tipi pake palu kalo tokoh jahat bernama Ela berhasil jahatin tokoh baik istrinya abang tampan. Eh, Ela atau Elsa sih? gak tahu lah pokoknya itu film lagi naek daun setahun belakangan.


Balik lagi ke romansa mabok rindu karena ditinggal berminggu-minggu, sekarang Bagas sama Dara lagi ngatur nafas yang masih terengah-engah. Sangking kuatnya percintaan, Dara gak sadar itu sekujur badannya udah penuh stempel. Tinggal kasih materai terus tanda tangan, udah deh, sah itu badan bohay mami cuma milik papi gondrong.


"Capek?" tanya Bagas sambil membelai rambut panjang istrinya yang jatuh terurai di tepi ranjang.


"He-eh." Jawaban yang masih terdengar sedikit mendesah itu bikin Bagas tersenyum.

__ADS_1


"Kamu jago banget loh sekarang." puji Bagas pada istrinya lagi. Dara cuma ketawa kecil.


"Emang kamu aja yang bisa?"


"Aku jadi pengen kasih kamu bunga sekebon."


"Gak mau bunga."


"Maunya apa?"


"Ehmmmmm mau kamu aja tetap disini, jangan pergi-pergi lagi."


"Kenapa sih gak bilang kalo kamu pulang hari ini?" tanya Dara.


"Sengaja, pengen kasih kejutan eh malah aku yang terkejut." sahut Bagas menggoda. Dara jadi tersenyum malu. Dia balik badan, pura-pura gak ngerti maksud Bagas barusan.


"Aku suka lihat kamu begitu. Jadi tambah cantik." bisik Bagas sambil memeluk Dara dari belakang. Eh, tangannya tuh tolong dikondisikan, udah mulai lagi pelintir itu pelintir ini bikin mami mulai memejamkan mata, menikmati sentuhan nakal itu sambil buka paha. Loh kok buka paha? lah iya, kan Jeki udah mulai bangun lagi karena tadi sempat pingsan karena muntah.

__ADS_1


"Kamu udah mulai rutin minum obat?" tanya Bagas. Dara mengangguk sambil terus memberi izin Bagas mau ngapain aja. Hajar aja pi mumpung lampu masih ijo.


"Iya, cukup tiga ya Mas." sahut Dara masih dengan mode merem melek usap perut lalu Jeki.


Bagas gak nyahut, tapi kayaknya dia setuju tuh. Udah aja kali ya bikin dedeknya. Kasihan juga kan mami mesti melembung terus. Belum lagi nanti dia mesti diet segala macem.


"Iya Sayang, kebahagiaan aku udah lengkap kok." kata Bagas akhirnya.


Belom selesai nih ceritanya Jeki meeting sama Nyai. Mau gas berapa ronde sih? Semau yang papi mau kalo kata mami. Lagian, malam ini betul-betul mendukung.


Turun hujan, anak pada anteng semua. Gak ada adegan dede Apem nangis. Apalagi sekarang papi udah pasang musik klasik buat menambah cita rasa penyatuan malam ini.


"Aku keingetan kamu terus selama di luar negeri." bisik Bagas di telinga Dara bikin geli-geli.


"Aku juga, sepi gak ada kamu."


"Jadi, lagi ya?" goda Bagas, minta izin buat partai selanjutnya setelah melakukan pemanasan kedua kalinya. Dara memandang suaminya lalu mengangguk.

__ADS_1


Mulai dari ciuman mesra sampe ciuman gila. Hajar aja Pi. Dunia memang milik kalian berdua saat ini. Kita cuma bisa traveling doang!


__ADS_2