CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Dress Dan Tirai Bunga-Bunga


__ADS_3

Di hari jumat pada minggu pertama bulan itu setelah para karyawan habis gajian, dengan berpakaian batik yang bikin para staff perempuan jadi kelihatan cantik, Dara mendapat sebuah hadiah dari sebuah toko online shop tempat ia berlangganan baju.


Kurir expedisi yang nganter paket nampak tersenyum riang lihat Dara yang cantik sekali hari ini. Bagas udah melotot sampai biji matanya mau loncat karena kurir lihat istrinya lebih dari lima detik. Si kurir buru-buru nunduk, takut nanti bos besar ini ngamuk terus berubah jadi monokorobo yang siap menyerang dirinya kapan saja.


Jadi setelah berbasa basi sedikit dengan Dara, si kurir yang ternyata ompong ngasih senyum close up tanda perpisahan. Bagas jadi pengin tahu apa isi dari paket itu. Ia masih curiga Dara masih berhubungan sama owner krim pembesar semangka. Takut kalau itu isi paketnya ternyata bra khusus buat foto bareng krim abal-abal.


"Apaan tuh?" tanya Bagas sambil menjulurkan kepala sejauh mungkin agar bisa melihat isi dari paket yang sedang Dara buka.


"Gak tahu nih Mas, tapi kalau di memo nya sih di sini tertulis hadiah."


Bagas jadi tertarik, sepertinya memang bukan dari olshop krim pembesar semangka. Buaya gondrong jadi bisa bernafas lega setelah tadi sempat sesak nafas yang mengakibatkan bengek sesaat.


"Wah, baju, Mas. Nih lihat, cantik ya." ujar Dara sumringah. Sebuah dress berwarna putih dengan motif bunga-bunga hitam dan merah.


"Waduh, ketat banget itu pasti, Yang." Bagas mulai protes, Dara sudah ancang-ancang menyelamatkan dress cantik itu dari tangan Bagas yang mulai rese.


"Enggak loh ini, Mas. Sayang loh, ini hadiah karena aku udah langganan di toko ini." Dara keukeh mempertahankan dress cantik itu.


"Mau di pake kemana emangnya dress itu. Aku gak mau loh ya kamu jadi bahan pelototan orang." protes Bagas lagi.


"Enggak Mas, coba lihat panjangnya aja lewat lutut, modelnya gak press body loh. Lagian kamu lupa kita ada undangannya Mas Doni, acara peresmian rumah baru dia?"


"Oh iya, aku sampai lupa. Ya udah lah gak papa, lagian padahal aku baru mau ajak kamu beli baju baru." pancing Bagas lagi.


"Gak usah, aku pake ini aja ya. Jadi uangnya bisa disimpan."


Bagas garuk-garuk kepala, percuma berdebat sama Dara, tensinya bisa naik dan keluar jalur. Jadi untuk menghindari serangan stroke mendadak karena istrinya itu, akhirnya Bagas mengalah saja.


"Tapi temenin aku yuk, ke mall. Aku pengen beli kemeja baru."


Tanpa pikir panjang, Dara langsung mengiyakan. Jam kerja mereka memang sudah berakhir setengah jam yang lalu. Jadi sekarang Bagas dan Dara sudah berada di mall.

__ADS_1


Karena sudah keluar dari perusahaan, keduanya jadi leluasa bermesraan. Bagas dengan gagah menggandeng tangan istrinya membawa keliling mall dengan diikuti banyak tatapan para cabe-cabean yang lagi nyari mangsa.


Setiba di toko yang menjual pakaian pria dewasa, Dara dan Bagas mulai disibukkan dengan banyak kemeja yang ditawarkan kan para mbak-mbak penjaga toko. Para mbak-mbak dengan berbagai macam bentuk dan rupa itu jadi semangat banget milihin Bagas baju baru, bikin Dara yang ngelihat jadi keki dan pengen ajak duel mereka satu-satu.


Apalagi ada satu Mbak yang sengaja sok-sokan ngukur baju ke badannya Bagas, bikin Dara pengen berubah jadi Catwoman sekarang juga biar bisa cakar muka itu Mbak yang kecentilan.


Bagas udah ketar ketir bakal ada perang dunia ke sebelas karena lihat Dara persis sapinya pak Dadang yang lagi ngeluarin asap di kedua telinga dan lubang hidung.


"Yang ini aja, Mas." Dara segera mengalihkan perhatian Bagas pada pilihan istrinya. Ia mengambil kemeja itu lalu mencobanya di fitting room.


Mbak yang tadi sudah mundur teratur, gak mau Dara makin sensi terus ngasih bogem mentah yang bisa buat dia jatuh tersungkur.


"Gimana, Yang? cocok gak?" tanya Bagas lalu berpose sok seksi dengan tiga kancing sengaja dibuka. Dara mengacungkan kedua jempol melihat kemeja yang udah melekat sempurna di tubuh suaminya.


Setelah membayar, Dara buru-buru ngajak Bagas keluar dari toko. Atmosfernya udah beda, karena pelayan toko yang rata-rata pakai rok mini jadi makin mini setelah kedatangan Bagas hari ini.


Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, Bagas mengajak Dara untuk makan dulu di salah satu kafe yang ada di sana.


"Nggak usah Mas, lain kali aja. Lagian aku udah gak sabar pengen pake baju tadi." Dara mengenang dress cantik tadi dengan pandangan berbinar.


Bagas hanya bisa menuruti kemauan istrinya itu, lagipula kalau dilihat-lihat modelnya memang bagus juga tidak terlalu ketat, tapi entah di bagian atas mengingat Dara punya size yang jumbo itu.


Malamnya mereka bersiap untuk pergi ke acara Doni. Dara udah dandan cantik sekali, Rambutnya dibuat curly bikin Jordi bersiul dan Kimung mengeong karena gemas.


Bagas sendiri terpanah melihat sang istri yang sekarang menjelma bak Cinderella tanpa sepatu kaca. Ia jadi berdecak kagum melihat Dara jadi cantik dan mempesona.


Tapi yang sudah Bagas duga, baju itu memang sedikit ketat di bagian atas. Namun, untuk kali ini Bagas membiarkan saja, daripada Nyai ngambek dan gak jadi pergi.


Ketika mereka sampai di halaman rumah baru Doni yang megah, sahabat kentalnya itu telah menunggu di depan rumah. Ada Kevin juga yang sudah nampak gagah dengan setelan kemeja, rumah Doni sekarang sudah rame banget kayak pasar malem. Apalagi banyak keponakan Doni yang masih pada kecil sedang berlari ke sana kemari.


"Cantik banget bini orang." ujar Doni terkekeh geli lalu langsung memalingkan muka. Karena sesuai kesepakatan mereka gak boleh mandang Dara lebih dari lima detik.

__ADS_1


"Tapi gue tuh kayak pernah lihat baju Dara ini deh." timpal Kevin.


"Iya ya Kev, dimana ya kira-kira?" tanya Doni sambil berpikir.


Dara dan Bagas jadi berpandangan.


"Ya jelaslah, lo lihat pasti toko online shop kan. Dara nih dapat gift karena udah langganan." jelas Bagas, Dara tersenyum sumringah menyetujui.


"Enggak baru aja perasaan gue tengok. Dimana ya?" Doni masih keukeh dengan keheranannya.


"Udahlah masuk yuk, tamu istimewa udah dateng, saatnya makan." Kevin mengajak mereka semua masuk, Dara jadi bingung ini acaranya Doni atau Kevin sih?


Saat sudah masuk, semua mata terpanah pada Dara. Bikin Dara jadi kesemsem, apalagi banyak yang berbisik dengan senyum pula. Bikin Dara jadi ngerasa istimewa.


Sampai akhirnya keponakan Doni yang berambut botak, menghampiri mereka.


"Tante, Tante." Bocah botak menarik-narik pelan dress yang sedang dikenakan Dara.


"Iya ganteng ada apa? wah kamu lucu sekali rambutnya botak kayak lampu neon." Dara malah ngebanyol.


"Tante bajunya kok kembaran sama tirainya Oom Doni." Bocah botak menunjuk sekeliling ruangan luas tempat tirai persis dress yang kini dipakai Dara sedang bertengger dengan manis.


Dara jadi bengek, bernafas jadi susah. Bagas, Kevin dan Doni jadi gelagapan. Mereka semua melihat tirai yang melambai-lambai seakan mengajak Dara untuk bergantungan di sana juga.


Bagas akhirnya membawa Dara secepat mungkin ke belakang, dimana Onah sudah memekik terkejut.


"Mas Bagas, kenapa Mbak Dara pake tirainya Mas Doni? segitunya Mas Bagas gak beliin Mbak Dara baju baru." omel Onah bikin tensi Bagas udah keluar jalur.


Dara udah bengek beneran, ia pengen manggil bu Tukiyem, mau pinjem daster bau bawang aja. Itu lebih baik daripada dikira ia nyolong tirai Doni buat dijadiin baju pesta! apes.


Kalau ada Kimung dan Jordi, mereka udah paduan suara. Meski beda bahasa, tapi makna nya sama, tetap ketawain Dara sampe sakit perut.

__ADS_1


Kevin dan Doni udah ngerasa bersalah aja, gak nyangka tirai sama baju Dara ternyata satu spesies. Gak! yang salah Onah, dia yang beli tirai ini kemarin.


__ADS_2