CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Romansa Hujan


__ADS_3

Setelah perkara telor mata sapi selesai dengan ditandai Dara yang udah teler karena kepedasan, Bagas bisa bernafas lega juga akhirnya. Mienya Dara yang udah ngembang tadi jadi dia yang makan. Rasanya sih tetap enak ya, cuma jadi lebih susah di telan aja karena ukurannya yang mengembang lebih besar dari seharusnya.


Dan telor dadar yang tadi jadi sumber masalah akhirnya jadi dia juga yang makan. Tapi syukurnya telor dadar itu ditolak Dara duluan karena rasanya ternyata bikin hipertensi naik. Asin banget bikin Bagas pengen muntah tapi tetap pasang gaya cool sambil secepat mungkin ngabisin telornya tanpa ketahuan. Ada untungnya juga Dara minta ganti wujud telor tadinya.


Sekarang Bagas lihat Dara lagi rebahan, habis makan terus cuci piring terus gosok gigi. Rebahannya di sofa, meringkuk kayak anak kucing. Memang malam ini dingin, apalagi Bagas gak matiin AC yang nyala terus-terusan.


"Dingin ... " ujar Dara pelan sambil memejamkan mata.


Wah kode nih. Bagas pasang gaya cool, ngedeketin Dara sambil mijit kaki jenjang istrinya yang mulus tanpa bulu. Dara tersenyum mendapat perlakuan manis yang tumben-tumbenan dari suaminya.


"Enak loh, Yang, dipijitin gini." ujar Dara sambil merem melek. Bagas cuma ketawa kecil.


Tapi makin lama, pijitannya malah makin naik level, dari yang tadinya di betis sekarang udah sedikit di atas lutut, naik lagi dan udah nangkring manja di atas paha.


"Kamu kalo jadi model pasti bakal punya jam terbang tinggi, Yang." puji Bagas sambil terus memijit paha Dara. Lalu turun lagi ke betis.


"Alah, kamu bahas model-modelan, aku mau jadi model produk pembesar dada aja kamu sewot loh." sahut Dara sebal. Bagas hanya terkekeh mendengar kekesalan istrinya itu.


"Iya yah, berarti gak bagus." kata Bagas akhirnya.


"Besok pengen beli es krim." kata Dara sambil merem. Bagas udah mulai ketar ketir, takutnya Dar minta es krim yang macem-macem.


"Boleh, sekalian jalan-jalan ya."


"Tapi pengen eskrim pelangi, merah kuning hijau di langit yang biru."

__ADS_1


Nah kan udah ketebak. Dimana pula mau cari eskrim rainbow? Bagas belum pernah lihat ada yang jual, apalagi sama langitnya yang biru.


Mulai deh puyeng kepala Bagas. Bagas yang senewen jadi rebahan di atas Dara yang lagi meringkuk. Tangannya melingkar di kaki Dara sementara kepalanya berada di atas pantat sintal istrinya. Empuknya ngalahin bantal yang ada di kamar. Dara biarin aja Bagas dengan posisi begitu, tapi kalau dia kentut Bagas harus siap aja cium baunya yang lumayan bikin kepala pening. Paham deh yang habis makan telor ceplok. Gas yang bakal dihasilkan pasti jadi lebih beracun.


"Yang, kamu jangan kentut ya." ujar Bagas memperingatkan. Dara cuma ngangguk tapi gak bisa janji sebab perutnya udah agak mules.


"Mas, kecilin AC nya. Aku kedinginan." ujar Dara akhirnya, sebab dinginnya mesin pendingin ruangan kini beradu dengan dingin yang dihasilkan hujan.


Bagas meraih remot lalu mengecilkan AC. Bagas ini memang tipikal yang gak tahan panas jad mesin pendingin ruangannya akan selalu hidup meski kini sedang hujan sekalipun.


Sambil berbaring dengan kepala berada di atas pantat istrinya yang sedang baring menyamping di atas sofa, Bagas mengulurkan tangan, mengusap lembut perut Dara yang belum buncit.


"Jangan diusap terus, aku jadi geli." protes Dara tapi ia tetap membiarkan Bagas mengusap perutnya. Tapi tangan itu semakin naik, bikin Dara melotot menatap suaminya yang jadi terkekeh geli.


"Aku lagi sakit perut Mas, beneran di bagian sini." Dara menarik lagi tangan Bagas yang sempat tobat melakukan penjelajahan sesaat barusan.


Semakin bingung saat Dara meletakkan telapak tangannya di bawah perut sebelah kiri. Tepat di atas Nyai.


"Sakit perut gimana? mau eek gitu?" tanya Bagas yang sama sekali tidak mengerti gejala-gejala hamil.


"Enggak, sakitnya lain. Apa karena aku lagi hamil ya?" tanya Dara masih sambil terpejam. Bagas gak tahu mau jawab apa. Dia cuma ngerti sakit yang juga enak. Bukan sakit yang lain.


Tapi, kemudian Bagas turun, ia memandang perut Dara yang sakit itu, menyibak baju kaus yang sedang Dara pakai lalu mengecupnya lembut.


Seperti tersengat ikan lele, Dara jadi sedikit menggelinjang. Geli-geli gimana gitu. Geli tapi bikin ia tersenyum diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Udah enakan?" tanya Bagas lembut. Dara mengangguk.


Hujan di luar masih belum berhenti, menambah suasana romantis bagi pasangan suami istri yang lagi jatuh cinta itu. Walau kadang Dara menyebalkan, tapi Bagas udah sayang banget terus cintanya udah mentok gak bisa belok-belok.


"Kamar yuk." ajak Bagas pada Dara yang udah diam. Bagas mengangkat kepala dan melihat istrinya sudah tidur pulas. Ia jadi gak tega buat bangunin, apalagi buat minta jatah. Kayak gak ada lain waktu aja.


Bagas akhirnya menggendong istrinya ke dalam kamar, sesekali mencium bibir mungil Dara diikuti tatapan rese Jordi yang sekarang udah kebangun. Lihat Bagas mesra banget sama Dara bikin dia jadi keki. Ini kan namanya sudah menghina para jomblo ngenes secara tidak langsung.


Jordi jadi kepikiran apa ada beo betina yang mau sama dia, mengingat mulutnya yang bawel dan suka ngomong seenak jidat. Kayaknya enggak ada.


Bagas menyelimuti Dara yang sudah terlelap dengan sempurna. Harapannya malam ini, Betty jangan mimpi yang aneh-aneh lagi. Apalagi mimpi dia berubah jadi monokorobo.


Malam ini lagi gak mendukung buat basah-basahan. Jadi jangan sampai ia jadi korban mimpi buruk istrinya lagi. Bagas ikut tidur sambil memeluk istrinya. Semenjak menikah, Bagas gak pernah lagi ke club malam, awal pernikahan masih sering tapi sekarang udah enggak lagi. Dara bisa ngamuk sambil berubah jadi Catwoman yang siap nyakar dia kalau itu sampai terjadi.


Bagas motoin Dara lagi dan posting masih dengan stiker monokorobo. Tapi, sekarang Bagas jadi lebih jahil sebab satu mata Dara sengaja dibiarin kelihatan.


Captionnya : selamat bobo emaknya dede gondrong. Mimpi basah ya, eh, mimpi indah maksud gue.


Postingannya langsung ramai dong. Tapi Bagas gak mau balas semua komentar para fansnya yang juga ada para karyawannya di sana. Belum lagi direct messenger-nya yang udah pada ngantri minta penjelasan.


Kalau udah gitu, akun Doni dan Kevin akan diserang para fans trio bengek karena Bagas gak balas DM mereka. Bikin Doni udah darah tinggi karena keganggu banget sama notifikasi yang terus terusan masuk, gak tahu apa dia lagi sibuk video call sama pacar orang.


Karmila dan Doni udah deket banget kayak cicak sama dinding, tapi ya itu tadi, Karmila masih bingung mau pilih Doni atau Deni. Kayaknya Doni mesti minta petunjuk Bagas sama Kevin besok. Kevin sendiri udah pengen mutilasi ponselnya dari tadi. Kesal parah dia sama gangguan fans yang udah benar-benar kesurupan karena lihat postingan si Bagas.


Yang diributin lagi asik bobo sambil meluk istrinya. Nasib gak punya istri yang gini. Doni sama Kevin saling memeluk guling biar gak terlalu ngenes karena gak ada yang bisa dipeluk. Bagas emang gak ada akhlak, bikin repot kedua sahabatnya yang masih menyandang gelar joteng, jomblo ganteng, kurang tepat, jomblo gendeng. Nah itu lebih pas.

__ADS_1


__ADS_2