CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Gara-Gara Endorse!


__ADS_3

Masalah antara Dara dan Bagas ini ada-ada saja. Kalau selama ini Bagas sering ngambekan sama Dara karena fitnah Jordi, sekarang karena hal yang lebih sensitif lagi.


Jadi ceritanya karena seringnya si Dara ini foto bareng Tina, ada salah satu toko online shop yang tertarik buat ngajak Dara kerja sama. Dara jadi kebanjiran followers juga kebanjiran tawaran untuk jadi brand ambassador sebuah produk pembesar payudara.


Bagas yang sekarang aktif jadi mata-matanya Dara langsung panas dingin lihat salah satu komentar toko olshop yang isinya begini:


Mbak, jadi kan terima penawaran saya kemarin?


Bagas yang langsung pasang kode siaga satu, langsung bergerak menuju akun yang tadi ngomentarin postingan foto istrinya pas lagi di pantai waktu itu. Mata Bagas langsung membulat sempurna karena melihat begitu banyak perempuan dengan dua bola besar sedang promosikan produk pembesar semangka dengan bermacam pose.


Jadi Bagas langsung ambil langkah cepat mencari istrinya yang lagi asyik maen ponsel di dalam kamar. Ia langsung bersidekap di depan Dara yang bingung, gak ada angin gak ada hujan, si buaya gondrong nampak kusut menatapnya.


"Batalin!" ujar Bagas sambil menunjuk ponsel Dara yang emang lagi buka aplikasi belanja online. Mukanya Dara udah ikutan masam karena ia gagal paham, dikiranya buaya gondrong minta ia batalkan pesanan barang yang mau ia beli.


"Kenapa, Mas? aku pengen banget loh ini." sahut Dara dengan wajah sedih. Ia masih mengira Bagas memintanya membatalkan pesanan yang udah masuk keranjang belanja.


"Segitunya kamu pengen itu. Kamu gak mikirin aku?" Bagas masih keukeh pengen Dara batalkan kerjasama Endorse dari toko online shop pembesar semangka.


"Ya ampun, Mas. Cuma gini aja kamu gak izinin?"


"Jelas aku gak izinin, kamu pikir dong gimana kalo kamu jadi bahan khayalan orang lain!" ujar Bagas masih dengan mode mencak-mencak tidak terima.


"Apanya yang bakal jadi khayalan, orang aku beli ini!" Dara segera menunjukkan pesanannya, sebuah piyama couple bermotif monokorobo kesukaan Bagas.


Bagas jadi menepuk jidat. Ia salah sangka, ia kira tadi Dara lagi asyik berbalas pesan dengan toko online shop khusu buat gedein semangka.


"Bukan ini maksud aku loh."


"Terus apa? kamu dateng-dateng minta aku batalin belanja aku. Padahal ini harganya gak sampe dua ratus ribu satu baju. Segitunya ya kamu. Udah ah aku males sama kamu, masa gara-gara piyama monokorobo kamu jadi gini." Dara yang sudah terlanjur sakit hati langsung memilih ke dapur, ngambil cemilan terus nonton televisi.


Bagas jadi ngeri lihat Dara yang lagi keki, sebab cemilan yang baru saja ia ambil dari kulkas sekarang sudah habis dan bikin Dara jadi buka lagi bungkus cemilan yang baru.

__ADS_1


Perempuan kalau ngambek jiwa mukbangnya luar biasa ya. Kayak Dara ini, makan udah kayak orang kesurupan. Gak pake minum, apa gak seret itu tenggorokan?


Bagas ngambil posisi duduk di depan Dara yang lagi keki. Ia bertopang dagu, memandang istrinya yang merajuk karena pesanan piyama couple motif monokorobo udah batal gak jadi beli.


"Duuh, laper banget kalo lagi ngambek." ujar Bagas masih dengan bertopang dagu sambil memandang Dara yang lagi kesurupan sambil makan snack.


"Jangan berisik!" sahut singa galak.


"Aku bukan ngelarang kamu beli piyama itu, Yang."


"Jelas-jelas tadi kamu minta aku batalin." balas Dara dengan masih ngambek.


"Bukan batalin yang itu!"


"Terus apa?" sahut Dara sambil meletakkan snacknya di atas meja.


"Aku gak mau kamu terima tawaran dari online shop yang nawarin kamu buat jadi salah satu orang yang promosi produk pembesar itu." jelas Bagas.


"Gak bisa, aku udah terima tawarannya. Malah besok aku mau foto di studio langsung."


Bagas langsung mencak-mencak. Ia segera mendekati Dara.


"Aku gak izinin ya kamu foto pake bra doang. Gak mau aku pokoknya batalin sekarang juga!"


"Gimana bisa batalin, aku udah dikirimin uangnya, Mas. Foto aku juga berjangka waktu, bakal muncul setiap tiga jam sekali." Dara masih semangat memanas-manasi Bagas yang sekarang udah mirip cacing di kasih garam.


"Tiga jam sekali?! Wah ini benar-benar gak bisa dibiarin! Aku balikin uangnya. Pokoknya batalin! mana nomor rekening orang yang punya olshop, aku transfer sekarang juga." desak Bagas.


Dara berdiri lalu pergi mengitari ruangan dengan Bagas yang masih setia mengekor kemanapun Dara melangkah.


Jordi dan Kimung jadi berpandangan. Mereka keheranan sendiri lihat Bagas dan Dara yang muter-muter ruangan gak jelas.

__ADS_1


"Ra, cepat batalin. Kalo gak kamu batalin sekarang juga, aku bakal datengin itu orangnya!" ancam Bagas.


Dara masuk ke kamar lalu membuka lemari. Ia menarik satu bra merah lalu menggoda Bagas yang masih ngotot minta Dara membatalkan perjanjian promosi.


Dara yang udah membuka baju dan memakai bra merah menyala itu langsung berpose di depan Bagas yang akhirnya membuat buaya gondrong terbuai dengan pemandangan indah di depannya. Tapi seketika ia menggeleng, ia tidak boleh terlena oleh semangka yang terancam jadi konsumsi publik itu.


"Gimana Mas Bagas, udah cocok belum?" tanya Dara masih dengan mode menggoda Bagas yang sudah ketar ketir sendiri.


"Gak cocok! aku gak mau! pokoknya gak mau!"


"Tapi kata orang yang punya toko, aku cocok loh."


"Gak boleh pokoknya gak boleh!" Bagas sudah kesal setengah mati sambil memukul-mukul ranjangnya. Dara tertawa melihat tingkah suaminya itu.


Ia segera mendekat, melihat Dara yang sekarang cuma pake bra dengan celana pendek bikin kepalanya jadi pusing tujuh keliling. Apalagi harum bedak dan parfum bayi yang Dara pakai tercium mengusik indera penciumannya saat ini.


"Jangan mendekat, aku lagi gak mau kamu ngerayu biar aku ngijinin kamu." Bagas bersidekap, mencoba membuat benteng pertahanan agar Jeki yang udah mulai naik pelan-pelan gak tergod terlalu dalam.


"Duh segitunya, biasanya aku langsung dimangsa." goda Dara dengan semakin menuju ke arah Bagas dan Jeki yang udah megap-megap kayak ikan lele peliharaan bapak yang kekurangan air.


Bagas masih memalingkan muka. Walaupun si Jeki udah keram banget sekarang.


"Nih, lihat." Dara menyodorkan ponselnya yang berisi chat penolakan terhadap online shop itu. Bagas meraih ponsel secepatnya, ia tersenyum senang saat membaca pesan Dara yang telah menolak tawaran itu sejak kemarin.


"Jadi kamu sengaja?" Bagas memasang mode galak. Dara segera lari ke arah kamar mandi dan mengunci pintu.


"Gak mau kan tadi?" teriak Dara dari dalam membuat Bagas menghentak-hentakkan kaki.


"Awas kamu ya, aku gak kasih ampun nanti." sahut Bagas penuh dendam.


Gara-gara endorse pembesar semangka, Bagas jadi salah paham sama Dara yang berujung Jeki gak dapat jatah. Jordi udah ketawa cekikikan melihat kesialan Bagas hari ini.

__ADS_1


"Berisik! gak gue kasih makan lo hari ini lihat aja!" ancam Bagas pada Jordi yang masih juga cekikikan. Dia gak takut tuh gak dikasih makan, orang dia udah kenyang makan nasi padang dikasih Dara tadi.


__ADS_2