
Memasuki usia kehamilan yang ke delapan bulan, Dara semakin mempersiapkan diri untuk melahirkan bulan depan. Ada yang membuat Dara bertanya-tanya pada kehamilannya kali ini. Masalah pergerakan bayi apem yang yang dirasa gak terlalu kuat seperti kembar kemarin
Pada pemeriksaan kali ini, Dara yang masih berbaring dengan dokter yang sedang serius memeriksa perutnya, Dara memberanikan diri untuk bertanya tentang hal itu.
"Dokter."
"Iya, Ibu Dara. Tanya saja yang mengganjal?" Dokter seolah tahu apa bahwa pasien langganannya itu sedang gelisah.
"Ini loh Bu Dok, kenapa ya bayi apem gak selincah bayi gondrong kemarin?" tanya Dara gundah.
Dokter tertawa kecil lalu menyelesaikan proses pemeriksaan dan meminta Dara untuk turun dari ranjang. Kembali, Dara udah mau kejangkang lagi waktu mau berangkat. Bikin Bagas hampir bengek takut Mami kejengkang beneran terus terguling-guling kayak bola bowling.
"Pelan-pelan Bu." perawat asistennya dokter langsung sigap membantu. Bagas jadi bernafas lega atas bawah. Pengen kentut dia lihat Dara hampir kejengkang, tapi dia tahan dulu takut dokter kebauan terus pingsan.
"Kemarin sempat terpeleset loh istri saya, dok." ujar Bagas sama dokter yang udah ketawa.
"Ya Pak Bagas, kan saya juga yang periksa kemarin."
"Oh iya Dok, lupa saya." sahut Bagas malu hati.
"Jadi kenapa Dok?"
Dara yang udah ikutan duduk setelah hampir kejengkang, bertanya lagi tentang hal yang tadi mengganjal dan belum mendapat jawaban. Dokter, tolong jangan ajak mami main tebak-tebakan, mami lagi gak mood, pengennya sekarang cari kolak pisang. Ya ampun, kolak pisang campur batu es sedikit ya kan. Pasti seger. Mami udah mau ngences ngebayangin kolak pisang. Bukan pisang yang satunya ya, yang itu udah mau tiap malem duet sama semangka. Beda aliran beda juga rasanya. Nano-nano rame rasanya.
"Begini Bu, jadi kalau pergerakan bayi laki-laki dan perempuan itu terkadang memang mengalami beberapa perbedaan. Kalau pada bayi laki-laki, anaknya memang lebih aktif. Apalagi pada kehamilan pertama kemarin, Bu Dara hamilnya anak kembar jadi wajar gerakannya lebih terasa dan sering. Kalau ini bayi perempuan, gerakannya memang lebih pelan, lebih kalem begitu."
"Berarti gak ada masalah kan Dok?"
"Enggak, sehat banget anaknya. Nampaknya gendut loh anaknya. Mami pasti kebanyakan makan yang manis ya?" goda dokter.
Dara ketawa Bagas langsung mengangguk dan menyebutkan sederetan makanan manis yang udah masuk ke perut istrinya selama hamil kedua ini.
__ADS_1
"Wajar kalau begitu. Usahakan jangan terlalu banyak minum air es yang berasa juga ya Bu."
"Tuh denger loh Mami. Kalo Papi yang bilang pasti gak percaya." sambung Bagas.
Dara cuma senyum-senyum aja.
Selesai dari check up hari ini, Bagas dan Dara pergi keluar. Saat di mobil baru Dara bilang kalau dia lagi kepengen kolak pisang. Tuh kan baru juga diingetin. Tapi mau gimana dong? kan bayi apem kepengen. Kalo bayi apem ileran gimana? Salah, mami yang ileran ntar, karena itu keinginan mami bukan bayik apem. Bayik apem udah kesel keseringan kena fitnah Mami. Nih bayik apem mau kibas-kibas rambut di dalam perut mami biar mami tau rasa!
"Gatel banget, sama kayak bayi gondrong kemarin." Beneran tuh, mami udah garuk-garuk perutnya yang tertutup dress.
"Jangan digarukin begitu Yang. Sini aku elus-elus aja." Bagas mulai mengusap-usap perut Dara dengan lembut. "Kata ibuk nanti perutnya jadi gurat-gurat item, kamu mau?" sambung Bagas lagi sambil terus mengusap-usap perut Dara. Dara menggeleng terus kasih senyum manis buat suaminya yang perhatian itu.
"Makasih ya Mas. Udah enakkan kok." Dara gantian mengusap kepala suaminya penuh cinta.
"Sekarang mau kemana?"
"Mau kolak pisang tadi."
Bagas mulai menjalankan mobilnya dengan santai. Muter-muter di dalam mobil nyariin kolak pisang. Udah jauh banget muter baru ketemu warung kecil yang jual aneka bubur. Dari bubur kacang hijau sampai bubur ayam. Tapi ada kolak labu sama kolak pisang juga. Pas banget.
Dara udah semangat banget, turun dari mobil dengan sedikit berlari kecil, mami hampir kesandung batu kalo gak ditahan papi dengan segera. Please dong mi, kolak pisang belum nyampe perut mami udah kesandung lagi aja!
"Pelan-pelan ya Sayang, kolak pisangnya gak bakal lari. Nanti aku beli sebaskom." ujar Bagas setelah sambil menuntun sang permata hati masuk ke dalam warung.
Serasa ada artis masuk warung, semua yang ada di warung pada terpesona ... aku terpesona ... memandang, memandang wajahmu yang manis. Moon maap jadi latah.
Jadi kedatangan Bagas sama Dara bikin warung yang tadinya gak terlalu rame sekarang jadi padat sama manusia-manusia yang tiba-tiba kepengen makan bubur sama kolak.
"Kak Bagas!" Suara perempuan remaja membuat Bagas yang lagi menyantap bubur kacang merah, menoleh.
"Saya fans berat Trio Bengek loh. Boleh minta foto gak?" kata gadis abege itu malu-malu.
__ADS_1
"Boleh kok, siniin hape nya biar saya yang fotoin." Dara yang menjawab. Ia tersenyum menatap gadis remaja itu. Yang lain udah pada berdiri, kayaknya bakal terjadi sesi foto-foto bareng selebgram yang emang udah booming dari tahun kemarin.
"Makasih ya mbak Dara. Oh iya aku mau foto bareng Mbak Dara juga dong sama Kak Bagas juga."
Dara dengan senang hati menuruti permintaan gadis remaja itu. Tampak ia begitu sumringah setelah berhasil foto bareng idola.
Dara dan Bagas melanjutkan acara makan bubur kacang sama kolak pisang dengan riang.
"Aku gak bisa bayangin kalo gak ada aku, kamu pasti udah dikerubungi cewek-cewek." ujar Dara sambil tertawa.
"Gak usah dibayangin Sayang, nanti kamu sakit hati loh." goda Bagas.
Dara jadi mencubit gemas perut suaminya itu.
"Itu maunya kamu aja. Awas ya kalo genit gak ada aku." ancam Dara pakai dengan sendok terarah di depan wajah suaminya.
"Mau genit sama siapa? kamu aja satu aku gak habis-habis." bisik Bagas bikin Dara tersenyum senang.
"Papi sih kegantengan, kan jadi banyak yang suka."
"Kan Papi sukanya sama Mami Dara aja." goda Bagas bikin Dara mesem-mesem.
Terasa ada gerakan perlahan dari perut Dara. Dara segera menarik pelan tangan Bagas dan meletakkannya di atas perutnya.
"Bayik Apemnya gerak waktu papi bilang suka sama Mami Dara aja." kata Dara lembut sambil tersenyum manis.
Bagas mengelus perlahan perut istrinya yang membuncit itu.
"Dede Apem aja tahu, Papi jujur ngomongnya." timpal Bagas dengan senyum yang sama. Hangat dan menenangkan Dara yang melihatnya.
Moon maap yang di belakang udah pada baper. Makan bubur kacang sama kolak doang di warung sederhana siang ini rasanya nikmat banget. Mungkin karena makannya bareng orang terkasih, rasanya jadi lebih nikmat dan lebih terasa berbeda saja. Hal sederhana jadi lebih indah dan bermakna kalau berdua. Cie berdua ...
__ADS_1