
Keluarga adalah harta yang paling berharga. Rasanya kata-kata ini udah paling umum, paling tenar dan paling sering dipakai untuk menggambarkan makna hubungan keluarga secara garis besar.
Cerita ini akhirnya sampai di episode terakhir, sempat gak tega mau mengakhiri namun harus ku akhiri. Karena mas gondrong lah yang telah mendekatkan kita ( Author dan Readers), mendekat aku dan kamu. Kamu? Iya kamu. Yang masih setia bersama Author.
Jadi akhir dari cerita ini sudah pasti happy dan bengek ending. Dimana keluarga papi Bagas sudah sangat-sangat lengkap. Papi sekarang udah punya cucu, yang tiap hari kerjaan cucunya ngajakin ke Indomaret sama Alfamart mulu.
Cucu papi udah pada gede, papi tetap jadi kakek kece yang rambutnya always gondrong walaupun udah ada sedikit uban tapi dia tetap tampan, masih bisa bikin mami Dara bergoyang sampai lupa daratan.
Kehidupan keluarga papi sangat bahagia. Opa gondrong dan mami semangka sekarang menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya di rumah. Perusahaan udah sepenuhnya dikelola oleh Papi Aarash. Papa Neon sekarang udah naik pangkat. Dia tetap jadi pak pici yang punya senyum memikat. Bikin pare cabe-cabean lupa diri dan suka godain.
Mommy Apem sekarang udah resmi jadi mama muda. Dia udah masuk kuliah setelah sempat menganggur dua tahun. Umurnya masih sembilan belas tahun tapi dia udah jadi mommy di usia yang masih sangat muda, kehidupannya lengkap selain karena Daddy botak juga karena kehadiran anak mereka yang tak kalah tampan, biarpun baru dua tahun tapi paling suka ajakin opa gondrong ke indomaret buat beli Kinderjoy.
__ADS_1
Dua cucu cantik dan kembar anaknya mama Cheryl dan Papa Neon juga suka ke rumah oma dan opa. Keduanya jadi primadona karena mereka cantik-cantik, paling suka ajakin Oma Dara ke mall buat beli barbie tapi pas sampe di rumah barbienya malah kena mutilasi. Entah tangannya yang lepas entah kepalanya yang udah ganti badan.
Yang paling nakal anaknya papi Ondrong, dia paling suka godain kakak-kakak cantik di Alfamart. Turunan papi Ondrong memang terlahir bakal jadi Cassanova nantinya ketika dewasa.
"Cucu-cucu udah pada gede ya, Pi." ujar Dara sambil memandang cucu-cucunya yang lagi lari-larian di taman belakang mereka.
Dengan dua gelas teh hangat menemani di sore yang sejuk, Oma dan Opa duduk di taman menemani para cucu yang lagi kesana kemari. Tuti dan Keke jadi yang paling repot, mereka senang tapi bisa membersamai kehidupan bos gondrong sampai mereka punya cucu begini.
"Mi, kita akan selalu bersama, sampai hanya maut yang misahin." Opa gondrong menggenggam erat tangan Oma Dara.
"Opa, ayo ke Indomaret."
__ADS_1
"Ke Alfamart aja Opa!"
"Ke emol Oma."
Pusing kepala opa oma kalo udah begini. Tapi mereka tetap melangkah, bersama para cucu kesayangan beli apa aja yang mereka mau.
Tuti dan Keke selalu setia bantuin jaga cucu mereka. Kadang sering haru mengingat dulu mereka mengasuh dua anak kembar opa dan dede Apem dan sekarang mereka juga kebagian mengasuh cucu mereka.
Waktu sudah berlalu begitu lama, tapi Opa Bagas tetap jadi orang yang sama. Dia sangat bersyukur bisa dinikahkan dengan Dara dahulu kala, walau awalnya mereka terpaksa, lama-lama mereka jadi cinta.
Kalau cinta udah melekat tai kucing gak bakalan jadi cokelat. Tolong ingat, itu teori sesat. Akhir kata semoga cerita ini bisa menjadi alternatif kalian buat menghilangkan stress. Tapi Author sangsi, kayaknya kalian malah tambah stress baca karya Author yang nyeleneh ini.
__ADS_1
Oh iya jangan lupa terus kasih vote ya buat Gondrong, karena give away masih jalan dan akan ada pulsa 50 ribu untuk empat orang vote terbanyak.
Semoga kita bisa berjumpa di novel Author yang lain ya. Besok Miss Kara udah launching jangan lupa baca ya . See u, with Love Juliez ❤️