
Kata orang hasrat orang yang lagi hamil itu lebih menggebu-gebu. Bawaannya pengen nempel mulu. Sama tuh kayak Dara. Kalau biasanya papi yang selalu nempel, peluk dari belakang. Sekarang gantian, mami jadi lebih aktif dan lebih sering mandang suaminya lama.
Apalagi tiap lihat yayang gondrong habis mandi. Penampakan Bagas keluar hanya dengan handuk yang melilit di pinggang, terus naik lihat perut kotak-kotak suaminya yang bikin ngiler para perempuan, naik lagi lihat wajah tampan dengan rambut gondrong setengah basah yang dibiarkan tergerai. Papi, mami bergejolak!
Nyai jadi berkedut-kedut manja pengen ngajak Jeki meeting. Tapi kali ini papi lagi sibuk di ruangan kerjanya di dalam rumah megah itu. Pintunya tertutup tanda papi lagi serius ngerjain sesuatu. Rupanya papi lagi sibuk periksa berkas dokumen lewat laptop. Hari ini papi gak masuk kerja, karena mami baru aja keluar dari rumah sakit kemarin jadi pengen temenin istrinya itu.
Pekerjaan jadi dia handle di ruang kerjanya yang penuh berkas dokumen juga. Interior ruangan itu dibuat seperti ruangannya di kantor. Bersih, mewah dan elegan.
Dengar pintu diketuk, bikin papi gak menghentikan keseriusannya menghadap layar laptop tapi dia tetap mempersilahkan Dara yang lagi ngetuk pintu buat masuk.
"Masuk aja, gak dikunci kok." ujar Bagas sambil terus menatap layar laptop.
"Mas, lagi sibuk ya?" Suara itu akhirnya membuat Bagas mengangkat wajahnya. Dia terpanah lihat pemandangan indah di depan mata. Istrinya lagi pake lingerie hitam yang menerawang dan tembus pandang. Yang bulat terpampang begitu aja, papi jadi pengen main analog. Walaupun perut mami gede tapi istrinya malah kelihatan tambah seksi.
Bagas dikasih penampakan begituan harusnya langsung on. Tapi kali ini dia pengen istrinya yang mulai duluan. Sebenarnya dia udah gemas, udah gregetan pengen nerkam, pemandangan ini meresahkan! Bagas jadi menahan sesuatu yang sudah terbakar mati-matian.
"Ngapain Sayang?" tanya Bagas pura-pur gak peka. Dia kembali menghadap laptop.
Dara mendekat, lingerienya melambai-lambai seolah lagi menguji Jeki yang udah mulai bangun. Sumpah, ini meresahkan!
Tapi Bagas tetap pasang gaya cool biar mami makin aktif menggoda dirinya.
"Gak papa, aku kangen aja." bisik Dara lembut. Meremang bulu roma jadinya. Bagas memaksa dirinya tetap fokus walaupun yang di bawah sana sudah berdiri tegak.
"Ketemu padahal udah tiap hari loh." goda Bagas masih dengan mode pura-pura enggak peka.
"Bukan kangen yang itu." Dara udah di belakang, peluk suaminya yang lagi duduk. Kepalanya menyeruak di leher suaminya. Hangat nafas Dara memancing Bagas untuk bergerak tapi dia masih ingin menggoda istrinya lebih lama.
"Jadi kangen yang mana? coba kasih tau."
"Ehmmmmm, kangen itu."
"Yang mana, jelas-jelas dong Sayang."
__ADS_1
"Mas ..."
Dara masih malu-malu bilang kalau dia lagi pengen.
"Ayo, kasih tahu kangen ngapain?" pancing Bagas lagi sambil terus menatap laptop.
"Mas Bagas, begitu deh. Suka banget godain aku begini." Dara mencebik sambil memainkan dada suaminya dengan gerakan sensual.
Bagas memutar kursinya. Lalu menghadap Dara.
"Duduk sini!" perintah Bagas. Dara memandang kedua paha yang sudah siap menahan beban tubuhnya itu. "Gak papa, suami kamu ini kuat. Udah biasa angkat beban."
Dara akhirnya mendaratkan pantatnya ke atas pangkuan Bagas. Tangannya Bagas udah asik aja ngelus bagian belakang istrinya yang semakin padat itu.
"Mami pengen itu ya?" goda Bagas sambil menatap Dara lembut.
Dara mengangguk malu. Bagas mengecup bibir istrinya lalu melum*atnya perlahan.
"Mau di sini atau di kamar?" tanya Bagas serak. Udah mulai serius.
Udah deh traveling.
Suasana sore ini semakin indah dengan suara erangan mesra Dara. Bagas memacu istrinya dengan lembut, tidak mau bayi apem yang lagi tiduran manja di dalam perut terlalu terguncang kuat.
Dara Mencengkram suaminya, mengimbangi setiap gerakan dengan perlahan tapi tetap membuat keduanya semakin dekat dengan puncak kenikmatan.
Sementara di luar sana Ondrong sama Neon lagi sibuk main bola bareng Pak Mamat. Tuti dan Keke lagi di dapur, masak buat makan malam.
Oh iya singkong sama keju kemarin masih ada loh. Jadi setelah selesai masak buat makan malam nanti, Tuti udah sibuk kupas kulit singkong. Mau direbus lagi biar jadi temennya main bola Neon sama gondrong dan kedua security mereka.
Pak Totok lagi metik rambutan di belakang, permintaan Neon yang kepengen.
"Ye udah jadi nih singkong rebus ikan asin sama keju parutnya."
__ADS_1
Ondrong dan Neon udah rebutan. Mereka mengajak kedua security mereka makan bareng. Terasa lagi pinggir sawah, mereka makan singkong bareng.
"Mami sama papi mana sih?" tanya Ondrong.
"Tau. Biarin aja. Papi lagi banyak kerja." sahut Neon dengan mulut penuh singkong rebus.
Abis makan singkong Neon udah makan rambutan. Padahal asem tapi Neon tahan loh. Pak Totok dan Pak Mamat aja gak mau makan itu rambutan asem.
"Nanti sakit perut loh Neon." Ondrong mengingatkan sambil memasukan keju ke mulutnya.
"Gak papa, Neon emang susah eek."
sahut Neon polos.
"Ayo main bola lagi yok."
"Tar Ondrong ajak papi main bola juga Tunggu ya." Ondrong udah naik tangga.
Ondrong turun lagi, tanpa papi juga mami.
"Lho, mana papinya bang?" tanya pak Mamat dan Pak Totok barengan.
"Gak ada, tadi Ondrong udah cari ke kamar mami, tapi papi gak ada. Mami juga gak ada."
Para pekerja itu kompak saling berpandangan sambil cengar cengir gak jelas. Ya jelas gak ketemu Ondrong, Mami sama Papi lagi sibuk banget di ruangan kerjanya papi.
Udah, main bola sana sama pak satpam aja. Papi lagi gak sempat main bola kaki. Papi lagi sibuk main bola yang lain. Bola yang ini istimewa karena kalau disentuh langsung keluar paduan suara. Nadanya gak beraturan, tergantung kuat atau tidaknya tingkat perabaan.
Udah tujuh bulanan Mami semakin menantang ya. Kalo kata Mas gondrong ini tuh itung-itung buat persiapan puasa empat puluh hari nanti. Jadi kesempatan ini gak boleh terlewatkan. Biar kata mata ngantuk langsung melek kalo disodorin beginian sama Mami. Lagi demam bisa bikin papi cepat sehat karena teknik penyembuhannya lebih dari sekedar skin to skin.
"Makasih ya Mas." ujar Dara setelah selesai mencapai klimaks kesekian kali sore ini.
Bantal sofa udah berjatuhan, lingerie mami udah nyangkut di laptopnya papi. Permainan sore ini menyenangkan sekali. Bagas memeluk istrinya sebelum mereka pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Sering-sering begini ya Sayang. Biar aku kuat puasa nanti." bisik Bagas mesra. Dara cuma mesem-mesem menatap suaminya.
Mesum sama kamu aku nagih, Mas. Desis Dara. Hareudang ey, pengen minum yang dingin-dingin jadinya. Betul-betul meresahkan!