
Habis makan somay batagor, Dara terpaksa ikut Bagas pulang pake mobil dia padahal Dara tadi bawa mobil buat sekalian jemput abang kembar. Mobil Dara sekarang udah nangkring cantik di bagasi rumah karena Bagas minta salah satu security perusahaannya buat datang ke mall terus nganter mobilnya pulang ke rumah.
Dara masih diem-dieman waktu udah masuk ke dalam mobil. Dengan dede Apem yang udah tidur dengan mulut sedikit menganga, ia sibuk main handphone. Bagas udah berdeham beberapa kali demi menarik perhatian maminya anak-anak. Dia kira Mami udahan ngambeknya, ternyata masih juga berlanjut.
Bagas udah kesal sendiri tapi gak mau marah-marah lagi. Ini aja belum jelas mami mau marahan sampe berapa episode, nanti malah nambah lagi. Takutnya sampe kodok ikutan lebaran mereka bakal diem-dieman kayak lagi sakit gigi.
"Yang, kamu tahu gak, ada restoran baru buka loh gak jauh dari daerah rumah Mama."
"Hemmmmmm."
"Kata Doni, makanan di sana enak."
"Hemmmmmm."
"Kita ke sana ya tar malem, anak-anak titip aja sama Tuti."
"Gak mau, aku lagi males kemana-mana." sahut Dara jutek.
"Loh, kok males sih? ini kamu abis keluar loh tanpa aku lagi." protes Bagas pelan.
"Gak papa, Mas. Aku beneran udah males."
"Begitu banget sih kamu."
Dara diem lagi, dia malah asyik main handphone lagi terus ketawa pelan setiap ada yang lucu dan membuat dia terkikik sendiri.
"Lagi liatin apa sih, ketawa tuh bagi-bagi Yang." Masih mode gak mau nyerah, Bagas terus pepet istrinya.
"Apaan sih Mas, mau tahu aja." cuek mami bikin Bagas jadi nyeri hati nyeri Jeki.
"Kamu asyik sendiri, aku dikacangin." desis Bagas.
Sumpah ya, Bagas mendingan Dara lagi ngidam yang bawelnya sampai ke tulang-tulang kalo kepengennya belum terpenuhi dibandingkan dicuekin begini. Rasanya gak enak, bikin dia pengen mukul sasak tinju sekarang juga.
__ADS_1
Jadi sekarang Bagas malah mukul-mukul setir mobil sangking kesalnya sama situasi dan diri sendiri. Mau kesal sama mami sama aja nambah perkara baru lagi.
Dara yang lihat Bagas lagi mukul-mukul setir jadi berkerut dahi.
"Kenapa sih Mas? kok mukul-mukul setir begitu? kamu kesal sama aku?" tanya Dara sambil meletakkan ponselnya di dashboard mobil.
"Eh enggak, enggak Mi. Bukan kesal sama kamu suer." Bagas segera fokus lagi menyetir sementara Dara kembali mengalihkan pandangannya ke arah depan.
Tak lama kemudian, mereka sampai di depan sekolahnya kembar. Tampak kedua anaknya itu sedang menunggu dengan tenang.
"Eh itu Papi."
Keduanya segera berlari, mendekati Bagas yang udah keluar dari mobil terus bukain pintu.
"Tadi katanya Mami sama dede Apem aja yang jemput." ujar bang Ondrong setelah mereka sudah di dalam perjalanan.
"Sssttt, jangan berisik Bang. Mami sama dede udah bobo tuh."
Kembar langsung menutup mulut dengan lucu. Keduanya jadi diam sepanjang perjalanan. Papi lihat mami udah tidur cantik sambil peluk dede Apem, jadi gemes pengen peluk mami juga.
"Yang, mana cilok Neon?" Abang Neon langsung tagih janji Keke yang katanya mau bawa cilok segerobak.
"Beres Bang, ada kok."
"Segerobak?" tanya Ondrong juga.
"Enggak Bang, sewajan doang." sahut Keke sambil membawa tas kedua majikan kembarnya itu.
"Ah, Yayang boong, katanya mau bawa segerobak."
"Siapa yang mau makan Bang? udah yuk, Keke juga punya mainan baru buat abang-abang."
"Asyik, ayo Ke cepetan."
__ADS_1
Sementara Tuti sendiri sudah membawa dede Apem masuk ke dalam kamarnya. Tinggal lah Dara dan Bagas di dalam mobil.
Bagas sengaja belum bangunin istrinya yang masih asyik tidur itu. Bagas menelan ludah melihat tonjolan di balik dress macan yang dikenakan istrinya.
"Udahan dong ngambeknya, aku jadi kering kalo kamu ngambekan terus." desah Bagas sambil menahan nyeri pusakanya yang mulai tegak berdiri.
Bagas menatap istrinya lekat, semakin ke sini, istrinya makin menarik. Meski dengan kacamata tipisnya, tetap saja tidak mengurangi kecantikan yang Dara miliki.
Bagas mengulurkan telunjuknya terus mengusap bibir Dara perlahan. Gak tahan, dia mulai memajukan diri, dengan pelan dan penuh perasaan, dikecup dan dilum*atnya bibir ranum milik istrinya itu.
Bagas yang menyadari Dara mulai gelisah langsung melepaskan ciumannya. Dia pura-pura lihat ponsel dengan Dara yang sudah membuka mata sambil memandang sekitarnya bingung.
"Udah sampe ya Mas?"
"Eh, udah kok Yang. Kamu tidur tadi, aku jadi gak tega buat bangunin." sahut Bagas seolah dia gak ngapa-ngapain tadi.
"Anak-anak mana?" tanya Dara lagi.
"Udah di dalem."
"Ya udah, aku masuk ya."
Bagas juga segera keluar dari mobil. Dia ikutan naik ke atas, menahan hasrat yang tiba-tiba naik lagi. Pusing kepala Jeki jadinya.
Dara masuk ke dalam kamar terus buka baju. Cobaan lagi. Saat lihat istrinya udah tinggal berbikini manja, Bagas secepatnya buka baju juga. Dara mandang dia sambil berkerut kening. Bagas menatap dia berkerut semuanya atas bawah.
"Aku mau ikutan mandi."
Dara gak jawab apapun tapi dia biarkan suaminya ikutan masuk. Di dalam kamar mandi cuma ada suara air yang memancar. Bagas udah pusing dicuekin tambah pusing sama sesuatu yang butuh dijinakkan dengan segera.
"Mau ngapain?" tanya Dara sambil menutup dirinya dengan tangan.
Alah persetan abis ini mau ngambek sampe berapa episode Kek, dirayu gak mempan, dibaikin malah makin jadi, mungkin dikasih kejut dari belut listrik baru dia tau rasa.
__ADS_1
Beneran terkejut sampai mendesah jadinya.