
Benar kan, acara dari rekan bisnis Bagas bukan cuma di resto tapi juga di sebuah club malam terkenal di Jakarta. Bagas melangkahkan kaki menuju room dimana teman-teman bisnisnya sudah menunggu. Ia menahan nafas saat dilihatnya sudah ada banyak perempuan berpakaian mini kekurangan bahan yang juga berada di sana.
"Bagas, thanks ya lo udah dateng. Gue kirain lo gak bakal dateng." Si tuan acara langsung menyambutnya.
"Tapi gue gak bisa lama ya. Biasa ..." sahut Bagas seolah mengisyaratkan bahwa ia pergi hanya untuk menghormati tuan acara bukan sengaja untuk bersenang-senang.
"Nyantai aja, Gas. Gue ngerti kok."
Bagas kemudian duduk di salah satu sofa berjauhan dengan para perempuan seksi. Beberapa di antara mereka mendekati tapi Bagas dengan sigap menahan dengan gerakan tangannya. Para perempuan itu tampak kecewa.
"Cewek yang nemenin gue lagi ke toilet. Bentar lagi gue kenalin." ujar lelaki itu lagi.
Bagas gak terlalu peduli. Dia cuma sibuk menenggak minuman, itu juga dia tahan biar gak mabuk. Waktu lagi asyik ngobrol, pintu room terbuka lagi. Kali ini seorang perempuan cantik dan seksi yang masuk. Saat Bagas dan perempuan itu saling melihat mereka sama-sama terdiam.
"Bagas?" Suara perempuan itu terdengar kaget.
Bagas gak ngomong apapun cuma senyum sedikit lalu minum lagi.
"Gas, ini cewek gue. Kenalan dulu."
"Aku udah kenal dia kok, Ndrew." ujar perempuan itu sambil tersenyum.
"Serius, Gas?"
"Iya." sahut Bagas singkat. Dia lagi gak pengen basa basi. Apalagi sama perempuan yang pernah bikin onar di kantornya dahulu.
"Angel ini calon istri gue loh, Gas. Dia lulusan Amerika."
Gak usah lo jelasin juga gue tahu. Kata Bagas dalam hati.
"Gue balik ya." ujar Bagas udah males.
"Buru-buru banget sih, bentar lagi aja Gas. Seru-seruan dulu kita."
Seru-seruan pala lo. Kalo Dara tahu, bisa abis Jeki dimutilasi! semprot Bagas dalam hati.
__ADS_1
Ia jadi menyesali kedatangannya ke tempat ini. Apalagi dia secara gak langsung udah bohong sama istrinya. Walaupun dia gak ngapa-ngapain di tempat itu sih. Tapi kan tetap aja, dia gak bilang kalau acara berlanjut ke club malam, dan sekarang malah mempertemukan dia sama Angel.
"Mas Bagas kok belum pulang?"
Tuh kan, mami jadi khawatir, dia jadi gak bisa tidur. Suaminya gak ada, tidur juga gak tenang. Jadi Dara sekarang lagi nunggu di bawah. Duduk sambil nonton televisi. Tapi abis itu dia ngantuk, jadi ketiduran dengan televisi yang masih menyala. Televisi yang nonton Dara bukan sebaliknya.
Sampai mobil Bagas masuk ke dalam, Dara juga jadi gak tahu. Baru aja Bagas mau naik tangga, dia tersentak lihat Dara lagi tidur dengan posisi duduk di depan televisi. Pasti istrinya nungguin dia dari tadi. Duh, Bagas jadi ngerasa bersalah.
"Kamu sampe ketiduran di sini nungguin aku." bisik Bagas sama Dara yang gak bisa dengar karena sekarang dia udah masuk ke alam mimpi. Mimpi Dara indah malam ini, dia mimpi udah hamil lagi. Jadi dia sama sekali gak tahu dan gak kebangun waktu Bagas angkat dia dan bawa ke atas menuju kamar mereka.
"Mas ... ?"
"Iya, aku udah pulang. Kamu tidur lagi ya." Udah sampe kamar Dara setengah terbangun, tapi dia udah ngantuk berat. Jadi dia mengangguk saja lalu kembali tidur dengan tubuh udah di atas ranjang dan ditutupin selimut.
Bagas kecup kening istrinya mesra, dia juga udah ngantuk. Alkohol yang dia minum tadi gak sampe bikin dia mabuk tapi sukses bikin ngantuk.
Bagas jadi lempar bajunya sembarangan, terus jatuh terjerembab ke atas ranjang lalu peluk Dara yang udah tidur duluan.
Bagas gak sadar besok bakal ada perang dunia ketiga belas sama Dara. Sebab bajunya ada noda lipstik juga akun sosmed Dara ada yang kirim foto Bagas lagi di room.
Duh Bagas, siap-siap besok Dara bakal ngambek. Siap-siap juga Jeki puasa lama. Jordi yang udah punya firasat gak baik jadi kebangun, dia jadi keinget Bagas terus batuk-batuk gak jelas. Kimung lihat dia males banget. Dasar beo tua, jam segini bukannya tidur malah matuk-matuk sangkar. Lo juga mau ngapain, Mung? udah malem bukannya tidur malah asyik makan. Badan udah obesitas begitu juga.
Besok pagi semua masih berjalan normal sampai Dara yang udah bangun duluan lihat kemeja suaminya di atas kursi. Noda merah tapi bukan darah, apalagi darah perawan, menarik perhatiannya.
"Kok ada lipstik?" tanya Dara lebih ke diri sendiri. Dia udah mulai panas. Tapi gak mau marah-marah dulu, padahal jantungnya udah berdebar keras.
"Bau alkohol lagi." Dara yang udah deketin suaminya yang masih tidur mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari suaminya itu.
Dara menarik nafas kesal. Dia duduk di balkon sambil bawa kemeja itu. Dara menatap benda itu dengan pandangan nanar. Selama pernikahan mereka, baru kali ini Bagas bohong.
"Sayang ... " Suara Bagas yang masih setengah mengantuk terdengar. Dara mandang dia datar aja kayak jalan tol yang udah mulai rame sama kendaraan pagi ini.
Selain kemeja, Dara juga lagi serius lihat ponsel. Dia terkejut waktu lihat ada dirrect mesengger dari akun Angelica melalui permintaan pesan. Sebuah foto Bagas lagi asyik minum di dalam club malam dengan juga foto Angel yang sengaja ngarahin kamera ke arah mereka. Tapi Bagas gak lihat waktu Angel ngambil foto mereka dari samping.
"Kamu kemana semalem?" tanya Dara masih berusaha tenang.
__ADS_1
"E-ng ya ketemu teman, Yang." jawab Bagas mencoba tenang juga padahal dia udah deg-degan parah.
"Ketemu teman atau ketemu mantan? Karena beda-beda tipis." desis Dara. Sama sekali gak ada senyum di wajah cantik istrinya itu.
"Gak, ketemu temen beneran."
Dara berdiri dari duduknya sambil peluk kemeja Bagas terus nyodorin benda itu sama Bagas.
"Ketemu teman sampe nempel begini?"
Bagas terbelalak lihat kemeja yang sekarang udah ada di tangannya. Dara udah masuk sambil nahan airmata biar gak nangis.
"Aku bisa jelasin." Bagas buru-buru nyamperin Dara yang udah masuk ke dalam kamar mandi dan ngunci pintu. Jangan harap Jeki bakal ketemu Nyai! Dara udah menutup akses Bagas buat ke sana.
"Aku gak suka ngomong sama pembohong. Sekali kamu bohong, selamanya kamu bakal bohong." Dara keluar dengan rambut setengah basah dan paka handuk lilit di tubuhnya. Tampak duo semangka menonjol sempurna tapi Bagas lagi gak bisa nyentuh sebab Dara wajahnya lagi angker.
"Sayang, aku bisa jelasin. Beneran semalem aku gak macem-macem. Pasti ada yang sengaja nyoletin lipstik ke sana.
"Siapa? Angel?" tanya Dara sinis.
"Sayang aku beneran gak ngapa-ngapain. Kita bisa bicara baik-baik."
"Mas udah ya, aku lagi pengen sendiri. Aku gak bisa ikut kamu ke kantor hari ini. Aku izin pulang ke Malang."
"Aku ikut!"
"Aku gak mau kamu ikut dulu. Aku bawa anak-anak, Kakek Neneknya kangen."
Dara udah pake baju rapi. Bagas gak jadi cepat-cepat masuk kamar mandi. Dia gak mau Dara ninggalin dia sendiri.
"Abang Aarash sama dede Aariz kita ke rumah Nenek ya."
Udah deh Dara beneran ngambek. Dia udah tancap gas ninggalin Bagas yang masih di kamar mandi. Dara gak langsung ke bandara, dia ajak anak-anaknya keliling dulu.
Tinggal Bagas merana, salah sendiri bohong. Kalau udah nikah lelaki bakal jadi pembohong yang buruk. Jadi jangan coba-coba buat bohong sama istri. Sementara biarkan Dara menenangkan diri dulu ya pemirsah.
__ADS_1