CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 10 Patah Hati Duluan


__ADS_3

"Maaf, Ki, apakah anda akan mengijinkan saya menjadi murid Nyi Yanti?" Maya meminta ijin terlebih dahulu pada sang empunya perguruan.


Ki Sopo sejenak terdiam, merasakan ada yang berbeda dengan Maya. Namun beliau masih belum yakin dengan apa yang beliau pikirkan. Beliau pun bertanya pada Maya, "Siapa nama lengkapmu?"


"Nama lengkap saya Maya Hadi Suwarno, Ki." Jawab Maya.


"Istriku sendiri yang menawarimu untuk menjadi muridnya, aku juga tidak bisa membantah. Tapi, apa kamu siap? Itu akan menjadi hal sulit dan lebih sulit dari pada menjadi muridku." Terang Ki Sopo sedikit khawatir, jelas saja beliau sangat tahu karakter istrinya itu.


"Saya siap, Ki. Seberat apapun akan saya jalani untuk menjadi lebih kuat. Sebagai seorang ibu, pasti Nyi Yanti juga penuh kasih dan tidak mungkin memberikan beban yang sangat berat pada saya." Maya sangat antusias dan ingin menjadi murid Nyi Yanti.


"Hahaha… Kamu memang pandai bicara. Aku tidak akan bersikap lembut padamu. Pikirkan saja dulu! Jika kamu siap menjadi muridku, besok datanglah kemari dan temui aku di halaman belakang. Minta Bayu untuk mengantarmu." Nyi Yanti memberikan waktu agar Maya bisa mempertimbangkan keputusannya dulu.


"Apa tidak bisa orang lain saja, Nyi?" Maya dengan cepat menolak.


"Hanya dia yang diperbolehkan masuk sampai halaman belakang. Apa sebegitu bencinya kamu pada Bayu anakku?" Nyi Yanti menunjukkan raut wajah yang tidak suka.


"Bukan! Bukan begitu maksud saya, Nyi. Saya cuma tidak mau dikira mendekati Mas Bayu lagi, apalagi fansnya juga banyak, saya malas berurusan dengan para fans Mas Bayu yang begitu julid dan pedas mulutnya." Maya membela diri.


"Atau kamu takut dengan para fans Bayu?" Nyi Yanti mulai memancing Maya.


"Saya tidak takut, bukankah lebih baik menghindari perdebatan atau perkelahian yang tidak berarti?" Maya bertanya balik.


"Lalu apa yang kamu lakukan barusan? Bukankah juga karena Bayu?" Nyi Yanti sebenarnya berharap kalau Maya ada rasa dengan Bayu. Entah mengapa Nyi Yanti merasa senang jika Maya yang bersama Bayu putra satu-satunya.


"Bukan Nyi, lebih karena saya tidak terima karena direndahkan dan dianggap tidak pantas menjadi murid Ki Sopo. Fokus saya saat ini hanya ingin menjadi lebih kuat dan mengapai masa depan yang lebih baik. Saya tidak ingin memikirkan tentang pria atau pasangan."


"Ya sudah, sekarang pun kamu tidak perlu ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh para fans Bayu. Bukankah kamu ke sini murni untuk belajar? Tidak perlu memusingkan komentar orang lain, karena selama masih hidup pasti kita tidak luput dari penilaian orang lain." Nyi Yanti paham dengan maksud Maya.

__ADS_1


"Baik, Nyi. Saya akan pikirkan terlebih dahulu. Besok saya akan ke sini lagi. Terima kasih karena berkenan menerima saya sebagai murid." Maya menunduk memberi hormat pada Nyi Yanti.


"Iya, tidak perlu basa-basi, kamu boleh memanggilku Mimi, tidak perlu sungkan pada siapapun! Karena aku yang menyuruhmu. Iya kan, Pak?" Nyi Yanti meminta pendapat dari sang suami.


"Iya, Ratu." Jawab Ki Sopo tersenyum cerah kepada istrinya.


"Aduh, Mimi, jangan buat kami iri!" Maya bercanda dengan menutup kedua matanya melihat tatapan penuh cinta antara Ki Sopo dan Nyi Yanti.


"Hahaha… Begitulah kalau kamu menemukan pria yang tepat, kamu akan diperlakukan seperti ratu sekaligus teman hidup yang saling melengkapi. Jadi jangan biarkan kegagalan di masa lalu menghambat kita untuk menemukan cinta sejati!" Tanpa sengaja ucapan Nyi Yanti begitu tepat sasaran mengenai hati Maya.


"Terima kasih atas ilmunya, Mimi." Sahut Maya.


Maya termenung dan tenggelam dalam pemikirannya sendiri. "Apa mungkin yang dimaksud Ki Sopo adalah menghilangkan dendam? Aku salah jika menjadikan dendam sebagai alasanku belajar silat karena silat untuk membela diri dan menegakkan keadilan, bukan untuk membalas dendam."


"Baiklah, semuanya lanjut latihan seperti biasa!" Ki Sopo memberi perintah dan semua murid bersiap untuk berlatih seperti biasa di bawah pimpinan Bayu, Angga dan Dewi.


"Benarkah? Apa Nyi Yanti juga lebih hebat dari Ki Sopo?" Maya penasaran.


"Nyi Yanti sama hebatnya dengan Ki Sopo. Tapi sebagai wanita Nyi Yanti lebih telaten dan keras dalam mendidik muridnya. Pasti banyak murid cewek-cewek yang iri padamu, kamu bisa dilatih calon mertua. Hahaha..." Rizal ikut nimbrung lagi.


"Jangan sembarangan kalau ngomong! Niatku ke sini hanya belajar bela diri, bukan mencari jodoh!" Maya kesal dengan candaan Rizal, kalau fans Bayu mendengar, bisa-bisa mereka salah paham dan menggosip tentang Maya lagi.


"Eiiit... Jangan galak-galak dong! Kami juga sudah dengar tadi. By the way, emang kamu benaran nggak tertarik sama Mas Bayu? Dia pinter, baik dan cakep loh!" Rizal masih berniat menggoda Maya, mengetes sejauh mana pendirian Maya.


"Aduh, namamu sapa Mas? Kenapa kepo banget sih! Urus aja urusanmu sendiri!" Maya hendak pergi dari area latihan karena semua sudah bersiap untuk berlatih, seperti biasa Maya hanya akan berlatih dari kejauhan dan tidak membaur dengan murid yang lain.


"Namaku Rizal dan ini Santi, sayangku. Kita bisa berteman loh!" Rizal menawarkan pertemanan.

__ADS_1


"Terima kasih karena sudah berkenan menjadi temanku. Tapi aku harap jangan kepo tentang perasaanku, yang jelas saat ini aku sudah dan masih punya pacar yang nggak kalah ganteng dari Mas Bayu. Bye kak... Selamat latihan." Maya meninggalkan mereka berlatih dengan yang lain. Bayu yang tadi ingin menghampiri mereka bertiga menghentikan langkah kakinya, dia tidak menyangka jika Maya sudah memiliki pacar.


"Padahal baru kali ini aku merasa tertarik pada seorang cewek, tapi belum apa-apa aku sudah patah hati duluan. Memangnya seperti apa laki-laki yang sudah memikat cewek seperti Maya. Haaah... Kalau saja aku tidak terlalu kasar saat pertama bertemu dengannya, kalau saja dia bertemu denganku lebih dulu sebelum ketemu dengan pacarnya sekarang. Tapi ya sudah lah, aku tidak akan melanjutkan rasa tertarik ini." Pikiran Bayu sudah kacau karena Maya.


Para murid mulai berlatih dan Ki Sopo menghampiri Maya yang berlatih dari tepi lapangan atau halaman erguruan. "Kamu belum pulang, Maya?"


"Belum, Ki." Maya berhenti mengikuti latihan.


"Meskipun istriku memilihmu untuk menjadi muridnya, bukan berarti kamu bebas dari tuntutan dariku. Kamu harus mengubah niatmu belajar, jika tidak! Maka aku akan meminta istriku untuk tidak mengajarimu sampai ahli." Ki Sopo masih kekeh dengan pendiriannya.


"Lalu kenapa tadi Ki Sopo mengijinkan saya menjadi murid Nyi Yanti?" Maya tidak terima.


"Pikirkan baik-baik, harusnya kamu sudah mengerti dari kejadian hari ini. Pikirkan pendangan murid-murid yang lain tentangmu! Terutama pandangan dari Bayu dan Fira."


"Dan pikirkan! Apakah tindakanmu hari ini sudah benar? Jangan hanya melihat dari sudut pandang mu, tapi dari sudut pandang orang lain juga. Meskipun kita tidak boleh dikontrol oleh omongan atau pendapat orang-orang yang tiada habisnya, namun bukan berarti kita tidak mendengarkan nasihat yang baik. Kita harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan sampai salah langkah dan semuanya menjadi hancur."


"Jika kamu berhasil merubah niatmu, aku pun akan mengangkat mu sebagai muridku juga. Aku tahu kamu cukup berbakat dan ada yang tersembunyi dalam dirimu!" Ki Sopo berjanji.


"Terima kasih atas bimbingannya, Ki. Jika saya telah menemukan jawabannya, saya akan segera menemui Ki Sopo." Maya bertekad segera mencari jawaban yang memuaskan untuk Ki Sopo. Sebuah keberuntungan jika bisa menjadi murid dua pendiri perguruan Macan Emas.


...***...


Apa yang tersembunyi pada diri Maya?


Akankah dia merubah niatnya belajar bela diri silat?


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…

__ADS_1


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2