CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 63 Suka Perempuan Lain???


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


...***...


Maya menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya ditambah dengan kerupuk orange kecil, kerupuk khas untuk nasi goreng dan juga ketoprak atau kupat tahu.


"Eeemmm... Enak..." Maya sangat menikmati, sedari tadi sebenarnya dia lapar tapi terus ditahan.


"Rasanya tadi dada ini benar-benar sesak melihat Mas Randy dan Priska. Aku masih tidak habis pikir kenapa Priska setega itu, padahal aku selalu berusaha baik padanya." Tak terasa menitikkan air mata lagi.


"May, nanti kalau nasi gorengnya berubah jadi asin gimana?" Menyeka air mata Maya dengan jemarinya.


"Mas Bayuuu... " Maya jadi malu sekaligus gemas sekali karena Bayu menggodanya seperti itu.


"Menangisnya jangan terlalu lama! Bersyukurlah kamu terbebas dari hubungan yang toxic dan penuh kebohongan itu. Meskipun akan sulit melupakan pacar pertama dan cinta pertama. Tapi kamu tetap harus bangkit karena masih banyak teman yang mendukung mu. Masih banyak yang menyayangimu." Tatapannya penuh kehangatan, orang lain yang melihat juga bisa tahu Bayu menyayangi Maya.


"Aku takut kalau Mas Randy justru menyerang teman-temanku, setahuku dia akan mengeluarkan siswa yang mengusik urusannya." Maya mengungkapkan ketakutannya.


"Tenang saja! Apapun urusan yang bersangkutan dengan Andi Prasetyo Wibowo, pasti Andrepati dan Macan Emas akan membantu. Jadi kamu tidak perlu khawatir! Jangan takut lagi! 'Kan ada aku!" Tersenyum menggoda.


"Ih... Sejak kapan Mas Bayu berubah jadi kaya gini?" Maya aneh melihat Bayu yang sedikit bersikap seperti perayu.


"Berubah seperti apa?" Sahut Bayu.


"Seperti merayu... " Lirih Maya.


Bayu tertawa kecil dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya yang masih memegang sendok.


"Maaf kalau terdengar seperti merayu, tapi aku tidak ada niat merayu. Aku serius! Aku pasti melindungi kamu dan akan bantu kamu serta teman-teman kamu kalau sampai Randy mengusik kalian." Janji Bayu.


"Ya, maaf. Karena Mas Randy suka merayu, jadi aku agak takut kalau mendengar kalimat yang mengandung rayuan begitu." Maya tertunduk.


"Hey...! Kamu tidak perlu minta maaf, aku tahu kamu pasti mengalami trauma dan trust issues karena Priska dan Randy. Pelan-pelan saja, nanti hatimu pasti akan sembuh juga. Kalau tidak ada orang lain yang bisa kamu percaya, kamu bisa mencoba percaya pada ku. Kalau aku melakukan hal yang menurut mu kurang baik, kamu bisa langsung lapor sama Mimi." Saran Bayu sekalian modus.


"Iya, aku percaya sama Mas Bayu, meskipun masih ada sedikit ketakutan. Aku percaya karena ada Mimi dan Ki Sopo." Imbuh Maya, meskipun dalam hati dia sebenarnya mulai percaya sama Bayu.

__ADS_1


"Oh iya! Tadi kenapa Mas Bayu menyebut Kak Bobby? Dan apa yang terjadi sama Kak Bobby dan keluarganya?" Penasaran apa yang dilakukan Bobby hingga membuat Bayu marah seperti itu.


Bayu meletakkan sendoknya, menatap Maya dan berbicara serius. "Sebelumnya aku minta maaf, May. Aku harus jujur dari awal biar kamu nggak salah paham. Bukan maksud hati ingin menganggu privasi mu, tapi aku khawatir akan keselamatan mu, makanya aku menyuruh 2 orang Andrepati untuk mengawal mu dari jauh."


Deg... Deg... Deg...


Jantung Bayu berdebar dengan cepat takut kalau Maya marah.


"Lanjutkan ceritanya, Mas!" Pinta Maya.


"Orang yang membuntuti dan menyerang mu kemarin memang suruhan Bobby sama seperti yang dibilang Fira tadi." Bayu mulai menjelaskan dan Maya hanya diam memperhatikan dengan seksama.


"Sebelum kamu pulang kemarin itu, aku dapat kabar ada 2 orang membuntuti kamu, padahal hari-hari sebelumnya hanya 1 orang yang membuntuti. Aku khawatir kamu kenapa-kenapa, makanya aku langsung tancap gas mengikuti kamu pulang, untung kekejar meskipun agak sedikit terlambat. Maaf karena aku kurang sigap, lain kali nggak akan kecolongan lagi."


Tatapan mata penuh ketulusan, membuat orang lain kagum sekaligus bisa iri. Terlihat jelas Bayu benar-benar khawatir dan sayang terhadap Maya.


"Mbak Maya, beruntung banget ya diperhatiin sama Mas Bayu, padahal biasanya si Bos anti cewek loh! Sampai di kawal sendiri pula." Celetuk Vero yang makan di meja sebelah.


"Hushhh... Diem! Laporin sama bapak nih!" Bayu malu-malu karena ucapan Vero.


"Kemarin tiba-tiba datang menolong ku, aku sempat curiga kalau orang yang menyerang ku adalah suruhan mu, Mas. Aku takut kamu seperti Mas Randy yang pura-pura menolong ku agar aku jatuh cinta. Tapi ternyata dalangnya adalah Priska dan Kak Bobby. Bahkan malam ini kamu menolong ku lagi, entah apa yang akan terjadi padaku jika malam ini tidak ada kamu. Aku pasti takut menghadapi Mas Randy." Maya melamun dan menatap Bayu yang sedang makan di depannya.


"May, kok malah melamun? Kamu marah ya?" Tanya Bayu khawatir.


"Nggak! Nggak marah kok, Mas. Justru aku sangat berterima kasih karena Mas Bayu sangat peduli pada keselamatan ku. Kalau nggak ada Mas Bayu, mungkin hari ini aku tidak akan bisa seberani ini mutusin Mas Randy dan bahkan seperti mempermalukannya di depan umum."


"Kalau aku marah karena perlindungan yang kamu berikan, sama aja aku orang yang tidak tahu terima kasih, Mas. Aku sungguh beruntung, padahal awal pertemuan kita bertengkar tapi nggak nyangka sekarang malah gini." Pikir Maya.


"Syukurlah kalau tidak marah." Bayu mengelus dadanya karena merasa lega.


"Cie... Lampu hijau nih Mas Bayu." Goda Vero.


"Hushhh... Diem ngapa sih! Nih anak dari tadi nyamber terus kaya bensin!" Bayu jadi salah tingkah.


"Mbak Vero jangan godain Mas Bayu mulu! Aku laporin ke Mimi nih?" Canda Maya.

__ADS_1


"Wah, Mbak Maya panggil Nyi Miyanti dengan sebutan Mimi? Ini fix calon mantu sih!" Vero tambah menggoda.


"Ihhh... Mbak Vero! Aku masih anak kecil baru kelas 1 SMA." Maya ikut salah tingkah.


"Iya bener tuh! Maya harus fokus sekolah dulu, paham nggak!" Bayu menyerang Vero.


"Bisa pacaran dulu kali, Mas! Daripada diambil orang!" Seloroh Vero. Bener-bener tukang kompor si Vero.


"Aku sih belum kepikiran pacaran lagi, Mbak. Sepertinya masih butuh waktu lama untuk menyembuhkan hati yang luka." Sahut Maya.


"Ya, entar hatimu yang luka bakal diobatin sama Mas Bayu!"


"Kikkk... Kikkk... Kikkk... "


Para bodyguard lainnya menahan tawa bahagia karena Vero yang begitu berani mengusili Bayu dan Maya.


"Kami sih setuju-setuju aja kalau Mbak Maya jadi calon Nyonya kami mendampingi Mas Bos Bayu." Para bodyguard lain ikut nimbrung.


"Kalian bisa diem nggak nih! Kalau gangguin Maya lagi, kalian bayar sendiri tuh nasi goreng!" Bayu becanda dengan mengancam mereka karena sudah nggak kuat digodain mulu.


"Ampun Mas Bos! Over protective banget nih sama calon Nyonya Muda Andrepati." Jawab bodyguard yang lain.


"Hushhh... Diam ahh! Aku mau ngomong serius nih sama Maya, kalian gangguin aja!" Bayu menegur dengan serius hingga mereka semua terdiam.


Maya yang melihat keakraban Bayu dan para bawahannya hanya tersenyum dan makin terpesona melihat Bayu yang low profile.


"May, kamu harus siap-siap ya! Maaf banget tanpa minta persetujuan kamu, aku meminta temanku yang ada di Bibir Gossip dan Berita Pos untuk mem-posting berita tentang kamu, aku, Randy, dan Priska. Aku harap kamu tidak marah karena aku melakukannya demi kebaikan kamu. Aku tidak mau Priska atau Randy menebar fitnah dan balik menuduh kamu yang berselingkuh." Bayu menjelaskan dengan pelan-pelan, ngeri-ngeri sedap, takut Maya marah dan membencinya.


"Aku tahu Mas Bayu cuma mau melindungi aku. Terima kasih, Mas. Aku nggak tahu mesti membalas dengan apa. Mas Bayu, Ki Sopo, dan Mimi terlalu baik padaku." Di luar dugaan Bayu, Maya sama sekali tidak marah.


"Ya, namanya juga calon mantu, Mbak! Pasti dilindungi dengan segenap jiwa dan raga." Vero menyahut lagi.


"Ha... Ha... Ha... Mbak Vero bisa aja, Mas Bayu 'kan lagi suka sama perempuan lain." Maya mengingat ucapan Bayu saat Ki Narto ingin menjodohkan dia dengan anaknya.


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2