CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 35 Fira lagi Fira lagi


__ADS_3

Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼


Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕


...***...


Sebelum mengikuti Bayu ke halaman depan padepokan, Maya mohon maaf terlebih dahulu kepada kedua gurunya dan juga Ki Narto, meskipun itu semua bukanlah salahnya.


"Saya mohon maaf, Ki Sopo, Nyi Yanti dan Ki Narto. Mohon maaf karena keberadaan saya di perguruan ini menimbulkan masalah. Saya harap Ki Narto tidak mempermasalahkan ini lebih lanjut, saya akan berusaha mencari siapa dalang di balik ini semua. Namun saya mohon jangan usir saya dari perguruan Macan Emas, saya masih ingin belajar pada Ki Sopo dan Nyi Yanti" Maya menunduk memberi hormat, berharap kedua gurunya itu tidak mengusirnya.


"Ini bukan salahmu, Maya!" Bayu hendak bicara, namun seketika ia diam saat melihat Ki Sopo menatapnya.


"Memangnya siapa yang mau mengusir kamu?" Sahut Nyi Yanti, sambil menatap Ki Sopo.


"Tidak ada yang mau mengusir mu. Kamu tidak bersalah, untuk apa diusir. Tapi aku ingatkan padamu! Aku kesal tiap hari istriku membicarakan mu terus menerus. Bahkan sekarang dia lebih perhatian padamu." Ki Sopo jelas tak akan mengusir Maya karena sebenarnya dia tahu Bayu mulai memperhatikan Maya.


"Itu tandanya kamu harus punya anak lagi dan harus perempuan, Sopo! Atau kita jodohkan Bayu dengan anak perempuan ku, jadi Yanti bisa merasakan punya anak perempuan." Ki Narto mulai mengusulkan perjodohan lagi.


"Maaf, Ki, bukan maksud saya lancang, tapi saya sangat keberatan dengan perjodohan. Saat ini saya juga sedang tertarik dengan perempuan lain." Bayu buru-buru menyahut karena takut bapak dan ibunya menyetujui usulan Ki Narto.


"Aku tidak akan menjodohkan anakku! Aku sudah bilang sejak tadi kan! Jadi jangan bahas itu lagi!" Nyi Yanti kesal dengan Ki Narto, mungkin teringat masa-masa dulu saat Ki Narto ngotot menyukainya padahal Nyi Yanti tidak menyukai Ki Narto.


"Hahaha... Kamu masih galak seperti dulu!" Ki Narto memang terlalu nyantai pembawaannya.


Bayu lega karena ibunya dengan tegas juga menolak usulan perjodohan itu. Namun Bayu sedikit khawatir karena melihat perubahan raut wajah Maya saat dia bilang bahwa dia sedang tertarik dengan seorang perempuan.


"Kalau saja kamu belum punya pacar, aku akan terus terang kalau aku tertarik padamu, Maya." Ungkap Bayu dalam hati.


Dalam hati Bayu mulai bernyanyi, lagu galau karena mencintai pacar orang lain. "I won't lie to you. I know he's just not right for you. And you can tell me if I'm off. But I see it on your face. When you say that he's the one that you want. And you're spending all your time in this wrong situation. And anytime you want it to stop. I know I can treat you better than he can. And any girl like you deserves a gentleman. Tell me why are we wasting time! On all your wasted crying. When you should be with me instead. I know I can treat you better. Better than he can."


Terjemahan lagu. "Padamu ku takkan berdusta. Aku tahu dia tak cocok untukmu. Dan kau boleh menyanggah andai aku salah. Tapi kulihat di wajahmu. Saat kau bilang dialah yang kau inginkan. Dan kau habiskan semua waktumu di situasi salah ini. Dan seringkali kau ingin semua ini berhenti. Aku tahu aku bisa memperlakukanmu lebih baik darinya. Dan gadis sepertimu layak dapatkan pria sejati. Katakan padaku mengapa kau membuang-buang waktu! Membuang-buang air mata. Saat harusnya kau bersamaku. Aku tahu aku bisa memperlakukanmu lebih baik. Lebih baik darinya."


Sebenarnya Bayu sudah tahu hubungan Maya dan Randy, ibunya juga pernah cerita padanya mengenai Maya yang ingin putus dari pacarnya yang ternyata tidak baik untuk masa depannya. Bayu pun sudah tahu bagaimana kelakuan Randy sebenarnya.

__ADS_1


"Semoga kesempatan untukku segera tiba. Aku juga perlu memastikan perasaan ku ini, kita baru sebulan bertemu, ku harap ini bukan ketertarikan sementara." Ucap Randy dalam hati.


"Bayu!" Tegur Nyi Yanti.


"Iya, Mi." Bayu kaget saat ibunya memanggil.


"Jangan melamun! Mimi tidak akan menjodohkan kamu dengan siapapun kalau kamu tidak suka. Kamu boleh pilih pasangan mu sendiri tapi dia harus lulus seleksi dariku. Pilih lah dengan hati dan penuh tanggungjawab, jangan asal milih dan salah mencintai!" Ucapan Nyi Yanti membuat Bayu lega dan tidak khawatir lagi.


"Apa dia juga harus bisa silat, Nyi?" Tanya putri penasaran.


"Kamu anak kecil baru SMP jangan macam-macam! Kamu dengar kan, kalau Bayu sedang menyukai perempuan lain." Semprot Nyi Yanti.


"Ma-maaf, Nyi." Putri jadi malu, terlihat dia tertarik dengan Bayu.


"Sudah jangan bicarakan itu lagi. Cepat sana cari tahu apakah yang menyerang mu adalah salah satu murid ku!" Perintah Ki Sopo.


"Kamu yang urus ya, Yu!" Titah Ki Sopo pada putranya itu.


Sesampainya Bayu di depan, dia langsung menyuruh Putri untuk melihat setiap murid perempuan dari dekat. Putri meminta semua murid perempuan untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan 1 telapak tangan. Putri ingin mengenali penyerangnya yang waktu itu memakai masker.


"Harusnya dia tidak mengenaliku, bahkan aku sudah memotong rambutku sedikit lebih pendek." Batin Fira.


Maya melihat Fira gelisah langsung mencoba memancing Fira untuk bicara.


"Oh iya, teman-teman, aku ucapkan terima kasih banyak pada kalian yang percaya padaku. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih secara khusus pada Mas Bayu yang selalu berada di pihak ku. Terima kasih ya, Mas." Maya sedikit bergeser berdiri begitu dekat dengan Bayu hingga membuat Bayu tersenyum lembut, ada rona malu-malu di wajahnya hingga membuat Fira kesal.


"Kalau bukan kamu, terus siapa pelakunya? Cuma kamu yang bernama Maya di sini! Pasti kamu kecentilan menggoda Mas Bayu hingga Mas Bayu mau membela mu." Sergah Fira.


"Kamu 👉!" Putri menunjuk ke arah Fira.


"Kamu yang menyerang ku, kamu pakai masker agar aku tidak bisa langsung mengenalimu. Tapi aku masih ingat jelas suara mu!" Putri dengan cepat berjalan ke arah Bayu.


"Dia perempuan yang menyerang ku, Mas." Lapor Putri.

__ADS_1


"Apa kamu yakin?" Bayu ingin memastikan, meskipun dia sudah bisa menebak kemungkinan bahwa Fira lah pelakunya.


"Sangat yakin, Mas. Aku akan lapor pada Ki Narto dulu." Putri berlari ke dalam padepokan dan suasana di halaman depan padepokan menjadi gaduh setelah mendengar pengakuan Putri.


"Fira!" Sorot mata tajam Bayu begitu menghujam, baru kali ini Bayu menunjukkan kemarahannya.


"Aku sungguh tidak menyangka kamu tidak instropeksi diri malah justru semakin berbuat salah."


"Kamu sudah mengancam perdamaian antara Macan Emas dan Mawar Hitam!" Bayu berbicara dengan nada tinggi, bukan seperti Bayu yang biasanya. Bayu sebenarnya juga kesal karena Fira mengkambinghitamkan Maya.


"Ayo ikut ke dalam dan jelaskan semuanya!" Suara Bayu yang tegas dan keras membuat semua orang kaget, pasalnya mereka belum pernah melihat Bayu ketika semarah itu. Tentu saja calon pemimpin baru perusahaan jasa bodyguard tidak mungkin gemulai. Sudah jelas Ki Sopo menyuruh Bayu menyelesaikan masalah ini karena ingin sedikit demi sedikit menyerahkan tanggung jawab pucuk pimpinan perguruan Macan Emas pada Bayu juga.


Deg... Deg... Deg...


"Meskipun sedang marah, dia tetap tampan dan terlihat berwibawa, pantas saja banyak penggemarnya. Mas Bayu." Mata Maya memandang Bayu dengan kagum.


"Tapi belum tentu aku pelakunya, Mas! Kenapa menyuruhku ke dalam?" Fira masih menyangkal.


"Katakan di depan para ketua di dalam!" Sahut Bayu.


"Aku tidak mau, pasti anak itu salah mengenaliku!" Fira masih kekeh tidak mau mengakuinya.


"Dewi, bawa dia ke dalam! Kalau tidak mau seret saja. Kalau benar dia tidak bersalah, harusnya dia tidak takut bertemu dengan para ketua dan memberi penjelasan." Bayu benar-benar sudah muak dengan Fira, Bayu menyadari pasti ini semua berkaitan dengannya juga.


"Maya, maaf karena aku jadi membuat mu kena masalah sampai seperti ini. Sungguh beruntung murid-murid Mawar Hitam tidak emosi dan menyerang mu di luar padepokan untuk balas dendam." Bayu menatap Maya yang sejak tadi di sampingnya.


"Aku tidak masalah, Mas, yang penting Mas Bayu percaya pada ku dan sudah terbukti bukan aku pelakunya." Kenapa ucapan Maya terdengar seperti ucapan seorang kekasih pada pacarnya. Murid-murid lain jadi baper sendiri melihat Bayu dan Maya.


...***...


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2