CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Janur Kuning


__ADS_3

Happy Wedding Mas Bayu dan Maya 😊


...***...


Janur kuning melengkung di depan rumah Pak Margono. Bagaikan sebuah mimpi, hari ini Pak Margono akan menikahkan anak semata wayangnya. Seperti baru kemarin dia lahir di dunia ini, sekarang beliau harus melepasnya untuk dipinang oleh Bayu. Ada tangis haru di sana, meskipun sang putri tidak akan pergi jauh, tapi kini putrinya akan menjadi tanggung jawab Bayu.


Sesuai permintaan Pak Margono, resepsi di rumah mempelai wanita dilakukan di gedung serbaguna desa. Meskipun Ki Sopo siap untuk memberikan pernikahan mewah, namun Pak Margono menolaknya. Ki Sopo pun hanya bisa menuruti calon besannya itu.


Tamu yang hadir begitu banyak, semua kasak-kusuk membicarakan Maya yang nikah muda. Beberapa tetangga yang kurang suka alias iri karena calon suami Maya adalah Bayu sang CEO Andrepati dan Ketua Perguruan Macan Emas saat ini. Bahkan ada yang mengira kalau Maya telah berbadan dua atau married by accident.


Mulut tetangga memang setajam silet, Maya pun sempat mendengar ada beberapa tetangganya yang berpikir negative tentangnya. Mereka semua tahu kalau Maya dan Bayu telah bertunangan terlebih dahulu. Banyak gossip yang beredar bahwa Maya lah yang sengaja belajar silat ke Perguruan Macan Emas demi menggaet Bayu dengan kecantikkannya dan body goals-nya.


Namun semua kabar miring itu tidaklah menjadi beban pikiran bagi Maya dan Bayu. Ki Sopo pun hanya menjawab dengan bijak, kalau sudah saling cinta dan cukup umur ya dinikahkan saja daripada zina. Kata-kata Ki Sopo tidak dapat membungkam semua mulut orang yang nyinyir, tapi setidaknya support dari orang tua akan menguatkan anak-anaknya. Orang juga akan tahu, nanti setelah menikah beberapa bulan apakah terlihat perut Maya membesar atau biasa-biasa saja.


Acara pernikahan berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Meskipun dibalik itu semua, Bayu mengerahkan para bodyguard Andrepati untuk mengamankan secara terang-terangan dan secara sembunyi-sembunyi.



(Author seneng banget sama lagu India, terutama soundtrack dari film Om Shahrukh Khan. The King Khan yang tiada duanya, paling ganteng di dunia, apalagi kalau pas brewokan. Kalau dengerin lagu ini bawaannya pengen peluk ayang, bagi yang punya ayang tentunya. Kalau nggak punya ayang, ikut halu sama author aja, bayangin Maya dan Mas Bayu lagi mesra banget.)

__ADS_1


Di tengah-tengah acara jamuan makan, terdengar alunan lagu. (Yang tahu lagunya ayo langsung baca sambil nyanyi. Ini author ngetik juga sambil nyanyi.)



Maya, "Manwa laage, ooo manwa laage. Laage re sanware, laage re sanware. Le tera hua jiya ka, jiya ka, jiya ka ye gaanv re." (Terjemahan: Hatiku terpikat, oooh hatiku terpikat. Terpikat padamu oh sayangku, terpikat padamu oh sayangku. Lihat, hatiku ini telah menjadi milikmu.)


Maya, " Manwa laage, ooo manwa laage. Laage re sanware, laage re sanware. Le khela maine jiya ka, jiya ka, jiya ka hai daav re." (Terjemahan: Hatiku terpikat, oooh hatiku terpikat. Terpikat padamu oh sayangku, terpikat padamu oh sayangku.)


Bayu, "Musaafir hoon main door ka. Deewana hoon main dhoop ka. Mujhe na bhaye, na bhaye, na bhaye chaanv re." (Terjemahan: Aku adalah seorang musafir dari tempat yang jauh. Aku adalah seorang pecinta sinar matahari. Aku tidak suka tempat teduh.)


Maya, "Mann ke dhaage, ooo mann ke dhaage. Dhaage pe sanware, dhaage pe sanware. Hai likha maine tera hi tera hi tera hi to naam re. (Terjemahan: Benang hati, oooh benang hati. Pada benang hati oh sayangku. Aku telah menulis hanya ada namamu.)


Bayu, "Tune baat kholi kacche dhaago me piro li. Baaton ki rangoli se na khelun aise holi. main na tera." (Terjemahan: Kau telah memulai cerita ini dan merajutnya dengan benang yang rapuh. Aku tidak bermain Holi dengan kata-kata indah yang berwarna. Aku bukanlah milikmu.)


Maya, "Ooo… Kisi ka toh hoga hi tu. Kyun na tujhe main hi jeetun?" (Terjemahan: Kau akhirnya pasti akan menjadi milik orang. Mengapa tidak aku saja yang memenangkanmu?)


Bayu, "Khule khabon me jeete hain, jeete hain baawre." (Terjemahan: Hanya orang gila yang hidup dan menang dalam impian.)


Bayu menatap Maya dengen penuh cinta.

__ADS_1


Maya, "Ras bundiya nayan piya raas rache. Dil dhad dhad dhadke shor mache. Yun dekh sek sa lag jaaye. Main jal jaaun bas pyaar bache." (Terjemahan: Dengan mata penuh kelembutan. Hati berdetak dan membuat banyak suara. Kau melihatku seperti itu membuatku merasa gerah. Aku akan terbakar, hanya cinta yang menyelamatkan.)


Bayu, "Aise dore daale kaala jaadu naina kaale. Tere main hawaale hua seene se laga le. Aa… Main tera." (Terjemahan: Rangkaian sihir hitam terpancar dari bola mata hitam. Aku telah berserah diri padamu, peluklah aku. Datanglah aku milikmu. )


Bayu, "Ooo... Dono dheeme dheeme jalein. Aaja dono aise milein. Zameen pe laage, na tere, na mere paanv re." (Terjemahan: Keduanya perlahan-lahan terbakar api cinta. Mari pertemukan mereka berdua seperti ini. Bumi serasa tak lagi terjejak oleh kaki mu dan kaki ku (melayang).)


Pesta pernikahan tidak hanya dilakukan di satu tempat, hari berikutnya pesta pernikahan dilakukan di rumah Ki Sopo. Setelah sah menjadi suami istri, Bayu dan Maya belum sempat mempersatukan cinta mereka, karena terlalu lelah dengan acara pernikahan yang dihadiri banyak tamu.


Pesta pernikahan di rumah Ki Sopo, gentian Bayu yang mulai bernyanyi terlebih dahulu. (Sebenarnya lagunya agak panjang, tapi author skip/pilih yang pas liriknya aja. Nyanyi lagi yukkk….)


Bayu, "Bhoori bhoori aankhein teri kankhiyon se tez teer kitne chhode re. Dhaani dhaani baatein teri udte phirte panchhiyon ke rukh bhi mode." (Terjemahan: Kedua mata mu yang kecoklatan melepaskan begitu banyak panah tajam dari tiap kedipannya. Tutur kata mu yang lembut membuat burung-burung yang terbang melintas pun berbalik arah.)


Maya, "Adhoori thi zara si. Main poori ho rahi hoon. Teri saadgi mein hoke choor. Ban ke titli dil uda, uda, uda hai kahin door. Chalke khushboo se juda, juda, juda hai kahin door." (Terjemahan: Sebelumnya aku sedikit tak sempurna. Namun aku sedang menyempurnakan diri. Setelah hancur berkeping-keping karena pesona kesederhanaan mu. Bagaikan kupu-kupu hati ku terbang ke suatu tempat yang jauh. Terbang melayang menyatu dengan keharuman di suatu tempat yang jauh.)


Bayu, "Raatein ginke, neendein bunke. Cheez kya hai khwaabdaari humne jaani. Tere sur ka saaz banke. Hote kya hain raagdaari humne jaani." (Terjemahan: Setelah menghitung malam dan merajut lelap ku. Kini telah ku pahami arti pentingnya memiliki impian. Setelah menjadi nada dari alat musik mu. Kini telah ku pahami arti keindahan sebuah lagu.)


...***...


Maaf guys isinya lagu cinta, lagu India 🎶

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2