CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 21 Bisikan Sang Bayu


__ADS_3

Kaki diikat dengan pemberat hingga lajunya semakin berat. Peluh bercucuran padahal baru 10 putaran mengelilingi halaman belakang padepokan.


"Nggak kuat? Kalau nggak kuat ikut latihan murid yang lain saja! Jangan membuang waktuku." Tegur Ki Sopo dengan keras, saat melihat Maya istirahat sejenak.


"Saya masih kuat, Ki." Maya lanjut lari mengelilingi lapangan. Kalau kakinya tidak diberi pemberat, mungkin tidak akan seberat ini.


"Pak, aku pusing melihat cewek-cewek berkeliaran di sampingku, mereka selalu ada cara buat deket dan ngajak ngobrol. Padahal aku pusing ngurus skripsi ku sendiri dan mikir PT Andrepati." Tiba-tiba terdengar suara Bayu.


Sungguh tak diduga tiba-tiba Ki Sopo menyerang Bayu, mereka seperti bertanding tanpa aturan atau tanding gaya bebas. Kekuatan bapak dan anak hampir imbang hingga akhirnya Bayu menyerah. "Ampun, Pak, Bayu belum bisa melampaui Bapak."


"Terkadang kamu harus menutup mata siapa lawanmu, karena yang menjadi lawan mu bisa jadi teman, kerabat atau saudara mu sendiri. Bisa jadi orang yang kamu cintai." Ki Sopo selalu menggembleng Bayu di setiap kesempatan.


Maya sepintas mendengar percakapan mereka. "Apa aku sanggup melawan Mas Randy, bagaimanapun juga di hati ini masih ada rasa untuknya. Apa aku salah jika berharap dia berubah?" Pikiran Maya berkecamuk hingga dia tidak sadar bahwa dia terus berlari perlahan tapi pasti.


"Anak itu mulai melamun dan tenggelam dalam pikirannya. Serang dia, Yu!" Ki Sopo memberi perintah pada Bayu untuk menyerang Maya.


"Tapi, Pak!" Bayu keberatan jika harus menyerang Maya.


"Ini hanya latihan, apa kamu sudah tidak tega? Jangan bilang kamu tidak melawan wanita! Di dunia ini ada banyak hal yang tidak terduga, bisa jadi kita akan bertemu lawan wanita saat bertugas."


"Ingat kamu yang akan jadi pimpinan PT Andrepati selanjutnya!" Ki Sopo memperingatkan.


"Bapak nih maunya pensiun muda biar bisa berduaan sama Mimi terus! Kalau gitu bagianku kapan dong, Pak!" Bayu gemes dengan bapaknya.


Ki Sopo menoel kepala Bayu. "Memangnya kamu sudah punya calon? Pacar aja nggak punya kan! Pilih salah satu jangan membuat para fans mu terus berharap karena kamu masih single terus!"


Bayu malah menatap Maya yang sedang lari keliling halaman. "Bapak kenapa menerima perempuan untuk dijadikan murid khusus? Biasanya murid khusus kan laki-laki, terus bisa kita rekrut jadi team Andrepati."


"Kamu malah mengalihkan pembicaraan, calon mu mana?" Ki Sopo tanya lagi.


"Calonnya masih jadi milik orang lain, Pak!" Masih terus memperhatikan Maya.


"Sakit, Pak, ampun!" Teriak Bayu saat Ki Sopo menjewer telinganya.


"Apa kamu mau jadi perebut istri orang atau perebut pacar orang? Kenapa tidak pilih salah satu dari wanita-wanita yang ada di dekatmu? Tentu harus yang masih single." Ki Sopo memarahi Bayu.

__ADS_1


"Bukan begitu, Pak! Aku tertarik dengan seseorang tapi ternyata orang itu sudah punya pacar." Masih memperhatikan Maya.


"Hahaha... Bayu! Bayu! Benar kata Maya, kamu jangan terlalu sombong, sekarang kamu kena karmanya." Ki Sopo malah senang meledek anak laki-lakinya itu.


"Cepat sana serang, Maya! Atau aku sendiri saja yang serang lah." Ki Sopo hendak mencegat Maya yang berlari sambil melamun, pikirannya menerawang kemana-mana.


"Jangan, Pak! Biar aku saja." Bayu seperti tidak rela jika Ki Sopo menyerang Maya dengan keras.


Bayu berlari mencegat Maya lalu menyerangnya dengan tendangan yang bertubi-tubi. Maya reflek menangkis tendangan itu dengan tangannya. Pikiran Maya yang menerawang jauh membuatnya tidak fokus dan menyerang balik pada Bayu. Maya mengarahkan tendangan dan kombinasi pukulan, namun setiap serangannya gagal mengenai Bayu, hingga Bayu mampu menyapu kuda-kuda Maya hingga dia limbung. Bayu reflek segera menangkap Maya yang hendak jatuh, rasanya dia tidak tega jika Maya harus terhempas ke tanah.


"May, apa kamu tidak apa-apa? Maaf kalau aku terlalu keras dan membuatmu jatuh." Bayu khawatir pada Maya.



(Itu Mas Bayu ya guys, gimana menurut kalian? Keren nggak?)


Maya terpesona menatap Bayu yang menolongnya. "Bukan aku tak mau pergi atau berhenti berlari. Namun luka hati ini membelenggu ku di sini. Hampa tiada rasa percaya pada dunia. Namun sang bayu datang berbisik mesra. Dunia ini indah jika kau masih percaya. Bisikan sang bayu tak sanggup ku pungkiri. Membuatku ingin berlari lagi dan lagi tanpa henti. Akan ada pelangi setelah hujan, percayalah akan ada kebahagiaan setelah kesedihan." Hati Maya berdebar-debar dan dalam hatinya seperti ada bisikan sebuah puisi indah.


"May?" Bayu mengguncang tubuh Maya.


"Kamu mau berlatih atau melamun, Maya!" Tegur Ki Sopo dengan keras.


"Kamu melamun sambil berlari, makanya aku menyuruh Bayu menyerangmu untuk uji coba. Tak ku sangka kamu menyerang dengan penuh emosi dan kalap. Beruntung Bayu tidak ikut emosi dan masih melihatmu sebagai juniornya." Ki Sopo benar-benar keras.


"Maaf, Ki. Saya yang salah karena tidak fokus dan memikirkan yang macam-macam." Maya mengakui kesalahannya dan minta maaf.


"Apa kamu kira minta maaf itu cukup? Kalau kamu seperti ini, tidak dapat mengendalikan emosi dan pikiran mu, aku yakin kamu tidak akan bisa mengubah apa yang ingin kamu ubah. Kamu akan tetap kalah."


Deg... Deg... Deg...


"Kenapa Ki Sopo seolah-olah tahu apa tujuan ku sebenarnya?" Maya berpikir keras, dari mana Ki Sopo bisa tahu atau mungkin hanya menebak-nebak saja.


"Kamu masih sempat melamun lagi?" Teriak Ki Sopo.


"Sepertinya aku salah menerima mu menjadi muridku, aku terlalu gegabah dalam menilaimu. Sebaiknya kamu ikut murid yang lain saja." Ki Sopo kesal sekali.

__ADS_1


"Maaf, Ki, tolong beri saya kesempatan lagi! Saya janji akan berusaha tidak membuat kesalahan." Maya memohon pada Ki Sopo.


"Tolong, beri Maya kesempatan, Pak! Dia sungguh-sungguh ingin belajar dan memperbaiki kesalahannya. Jika dia membuat salah lagi, biar Bayu yang mengajari dia." Bayu membela Maya dan kini Maya hanya terdiam menerima bantuan dari Bayu.


"Aku kira dia akan se-angkuh dulu dan tidak mau menerima bantuan Bayu." Batin Ki Sopo.


"Baiklah, menimbang dari kesungguhan mu belajar, kamu tetap menjadi muridku. Tapi seperti yang Bayu bilang, kalau kamu membuat salah lagi, mau tidak mau Bayu yang akan menjadi gurumu." Ki Sopo sebenarnya tidak benar-benar ingin memberhentikan Maya.


"Terima kasih, Ki. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Anda berikan." Maya menunduk memberi hormat.


"Satu hal yang kamu harus ingat! Jika kamu ingin menjadi hebat, kamu harus bisa mengendalikan emosi dan pikiran mu. Jika kamu sudah mencapai level ikhlas, kekuatan dari dalam dirimu itu baru akan muncul. Jika kamu tidak bisa mengendalikannya, kamu hanya akan menjadi seorang wanita jahat yang penuh dendam dan amarah." Tegas Ki Sopo.


Maya tidak paham dengan ucapan Ki Sopo, apa maksud dari kekuatan dari dalam diri.


"Lanjutkan latihannya! Setelah keliling halaman 50 kali, istirahat dulu terus lanjut nimba air. Kamu harus mengisi bak mandi yang di sana sampai penuh!" Telunjuk Ki Sopo mengarah ke sumur tua tanpa pompa air.


"Baik, Ki, siap laksanakan." Maya menuruti perintah gurunya tanpa membantah. Ki Sopo pun pergi meninggalkan Maya.


"Kamu jangan marah kalau bapak seperti itu! Apa yang bapak suruh pasti ada tujuannya." Bayu ingin menenangkan Maya.


"Aku paham kok, Mas Bayu. Terima kasih sudah meminta kesempatan untuk ku. Maaf kalau selama ini aku terlalu sombong dan selalu membuat mu jengkel." Dengan tulus Maya meminta maaf.


"Aku juga minta maaf karena dulu aku juga terlalu kasar sama kamu. Bahkan aku terlalu narsis dan mengira kamu ingin mendekati aku." Bayu menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Ya, aku tahu rasanya jadi Mas Bayu. Mungkin Mas Bayu benar-benar lelah menghadapi para fans. Aku saja sudah kesal dengan 1 fansmu itu." Yang di maksud adalah Fira.


"Ya, aku minta maaf karena aku, kamu jadi diserang oleh Fira. Sudah dua kali, semoga saja tidak ada yang ke tiga kalinya. Lanjutkan latihannya, aku mau balik ke depan." Bayu pergi meninggalkan Maya.


"Bapak curang banget nih, belum jadi curhat malah ditinggalin. Awas aja nanti Mimi aku umpetin." Bayu ngedumel sendiri karena kesal, Maya hanya geleng-geleng kepala mendengarnya dan lanjut latihannya.


...***...


Kekuatan apa yang Ki Sopo maksud?


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…

__ADS_1


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2