CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Hancurnya Prasetyo Wibowo


__ADS_3

Tolong mampir ke karya baru author ya guys ya 😊🙏🏽🙏🏽🙏🏽


Klik profile author lalu klik Karya dengan judul Dendam Mantan Kekasih Sang CEO


Terima Kasih


...***...


Malam panas yang menggelora bagi pasangan pengantin baru. Bayu mempercayakan urusan gossip itu pada bapaknya, karena ia tahu betul bapaknya akan lebih kejam daripada dirinya, apalagi gossip itu sudah menyinggung kesucian Maya sebagai menantunya. Meskipun ada sedikit kegelisahan, takut jika Maya terluka karena gossip itu, namun setidaknya first night mereka berjalan lancar.


Di rumah bagian depan, Ki Sopo mulai bergerak menghubungi anggota Andrepati yang bisa mengurusi masalah IT. Mereka membagi tugas ke 3 orang IT andalan Andrepati, dalam waktu 1 jam data pelaku penyebaran gossip itu sudah ditemukan. Pelaku utama yang menyebar gossip itu adalah suruhan Randy Presetyo Wibowo.


Nyi Yanti pun tidak tinggal diam, beliau menghubungi pengacara keluarga mereka untuk menuntut si penyebar gossip dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tidak hanya itu, Ki Sopo pun menyuruh pihak-pihak yang dirugikan oleh Tuan Andy Prasetyo Wibowo untuk membuat laporan kejahatan Tuan Andy.


Awalnya mereka menolak untuk melaporkan tindak korupsi dan penerimaan suap yang dilakukan Tuan Andy. Mereka tahu bahwa Tuan Andy mendapat beberapa dukungan dari pejabat lain dan juga pihak berwajib. Setelah dibicarakan untung ruginya, mereka akhirnya mau menuntut Andy Prasetyo Wibowo, karena Andrepati dan Macan Emas berjanji akan memberikan perlindungan dan juga memberikan bukti kejahatan Andy Prasetyo Wibowo. Beruntung Andrepati memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Prasetyo Wibowo.


Ki Sopo menelepon Tuan Andy.


"Halo, Ki… Tumben sekali menghubungiku?" Jawab Tuan Andy dari seberang sana.


 "Hahaha… Tidak perlu basa-basi lagi, kamu tahu kan apa yang dilakukan anakmu dua tahun lalu? Yang dilakukan anakmu terhadap menantuku Maya Hadi Suwarno?"


"Maksudnya apa, Ki? Kenapa membahas masalah lama? Bukankah masalah itu sudah selesai dan anakku juga tidak lagi mengusik Maya dan anakmu?" Terdengar suara cemas Tuan Andy.


"Sial! Apa yang dilakukan anak bodoh itu? Mengapa Ki Sopo sampai menghubungi aku di malam hari seperti ini?" Batin Tuan Andy.


"Kamu sungguh hanya gila harta dan jabatan hingga tak tahu tentang anakmu sendiri!" Sinis Ki Sopo.


"Bukankah anda juga gila harta, Ki? Anda juga menerima job dari beberapa pejabat bermasalah tanpa peduli dengan kejahatan yang mereka lakukan!" Tuan Andy tidak mau kalah.


"Hahaha…Hahaha… Kamu itu bodoh atau apa?"


"Sudah jelas Andrepati bekerja secara professional. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga keamanan acara-acara besar tanpa mencampuri urusan pribadi client."

__ADS_1


"Jangan samakan kami dengan dirimu yang jelas-jelas melakukan korupsi dan suap! Kamu itu lucu sekali, kamu dan aku tidak bisa dibandingkan apple to apple!" Ki Sopo tertawa menghina Tuan Andy.


"Apa tujuan Ki Sopo menelepon saya malam-malam begini? Tidak mungkin hanya untuk berdebat tidak jelas seperti ini!" Tuan Andi mulai geram.


"Kamu tak pantas geram atau marah padaku! Lebih baik kamu simpan amarahmu itu untuk anak semata wayangmu yang goblok itu!" Hardik Ki Sopo.


"Anda jangan keterlaluan, Ki! Saya masih menghormati anda sebagai pemilik Andrepati dan Macan Emas." Tuan Andi melunak kembali.


"Hahaha… Sayangnya CEO Andrepati dan Ketua Perguruan Macan Emas yang sekarang adalah Bayu Soponyono. Dan kamu mau tahu siapa wakilnya?"


"Wakilnya adalah Maya Hadi Suwarno, cucu kandung Ki Haryo Kamandanu. Apa kamu ingat siapa Ki Haryo Kamandanu?" Ki Sopo puas dapat mempermainkan emosi Tuan Andy.


"Mak-maksudnya Ki Haryo- Ki Haryo Kamandanu pendiri dan ketua Perguruan Macan Langit?" Tuan Andy mulai panik.


"Hahaha… Baguslah kalau kamu ingat, selamat bertemu di pengadilan! Dulu aku tak punya bukti untuk menjebloskanmu ke penjara, karena ulahmu guruku harus mengasingkan diri dan menjadi orang biasa. Aku yakin setelah ini Ki Haryo Kamandanu akan tenang di alam penantian sana."


Ki Sopo puas sekali karena sekarang benar-benar waktu yang tepat untuk menghukum kejahatan Tuan Andy Prasetyo Wibowo. Meskipun tidak dihukum karena kejahatannya yang memfitnah Ki Haryo Kamandanu dan Perguruan Macan Langit hingga menyebabkan kekacauan antar perguruan silat, setidaknya dia harus dihukum karena kejahatannya yang terus korupsi dan menerima suap.


"Tunggu, Ki! Semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, aku akan menghukum dan menasehati anakku. Tolong maafkan kesalahannya! Dia masih anak kecil!" Tuan Andy tahu benar, jika Ki Sopo bertindak tidak mungkin dia akan selamat.


"Saya mohon, Ki! Kami pasti akan merekomendasikan dan mengunakan jasa Andrepati jika masalah ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan." Tuan Andy memohon.


"Bahkan kamu belum tahu masalah apa yang dibuat oleh anakmu, kamu terlalu main-main dan ngasal untuk menyelesaikan masalah. Mana kesombonganmu tadi?" Tutur Ki Sopo sinis.


"Maafkan saya, Ki." Sahut Tuan Andy.


"Sudah terlambat! Anakmu menyinggung CEO dan juga ketua serta wakil Perguruan Macan Emas. Terima saja nasibmu yang sebentar lagi menua di penjara! Aku pastikan para pendukungmu akan hancur bersamamu!"


"Harusnya kamu mendidik anakmu dengan benar! Kamu selalu menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan dan uang, padahal jelas anakmu bersalah tapi masih terus dimanja dan kamu bela dengan harta dan kekuasanmu."


"Kamu sudah menyinggung orang yang salah, aku tidak takut padamu! Diamku selama ini bukan karena aku tidak mampu menghancurkanmu, aku hanya menunggu waktu yang tepat."


"Hahaha… Hahaha…" Ki Sopo langsung menutup teleponnya.

__ADS_1


Bugh… Nyi Yanti memukul lengan Ki Sopo.


"Kenapa, Mi?" Ki Sopo bingung.


"Mau cium malu, Pak! Masih ada yang lain." Bisik Nyi Yanti.


"Bapak sudah menyiapkan semua bukti-bukti kejahatan keluarga Prasetyo Wibowo? Apa bapak tahu akan terjadi hal seperti ini?" Nyi Yanti heran.


"Sudah sejak kamu menerima Maya sebagai muridmu, aku sudah mencari tahu tentang dirinya yang ternyata adalah pacar Randy Prasetyo Wibowo. Apalagi setelah tahu kalau ternyata Maya ingin putus dari Randy."


"Kemarin-kemarin belum ada kesempatan untuk menyerang balik, sekarang mumpung ada kesempatan harus segera serang balik sampai habis tanpa sisa. Aku tidak akan membiarkan orang lain meragukan menantu dan anakku." Tutur Ki Sopo.


"Bukankah bapak yang menyuruh Maya menghilangkan api dendam di hatinya? Sekarang malah bapak sendiri yang balas dendam." Sahut Nyi Yanti.


"Ini tidak murni dendam, Mi! Aku hanya tidak ingin kejahatan Prasetyo Wibowo meraja lela. Apalagi tuntutan di pengadilan nanti hanya tentang kasus korupsi dan suap yang dilakukan oleh Andy Prasetyo Wibowo."


"Tuntutan pencemaran nama baik yang kamu layangkan pada penyebar gossip itu, cukup untuk memberikan hukuman atau cambukan pada Randy si anak kurang ajar itu. Biar dia rasakan bagaimana dia harus membayar kejahatannya jika pendukungnya sendiri terjerat hukum!"


Pikiran Ki Sopo menerawang, sebenarnya dia juga tak tega terhadap Randy, apalagi dia masih kuliah. Didikan yang salah membuat Randy terus melakukan kesalahan.


"Jangan ragu, Ki! Yang salah memang harus diadili! Yang jahat harus mendapatkan hukuman!" Kerabat yang lain memberikan dukungan.


"Iya, benar Ki! Kalau hanya memikirkan kasihan anaknya, maka kejahatan Andy Prasetyo Wibowo hanya akan terus merajalela. Apalagi sebentar lagi ada pemilihan umum untuk calon pemimpin provinsi, akan jadi apa provinsi ini jika sampai Andy yang jadi pemimpinnya." Kerabat yang lain ikut ambil suara.


"Randy sudah 20 tahun dan dewasa, kalau masih anak-anak, mana mungkin dia sampai bisa menyebarkan gossip lewat berbagai akun di sosial media! Kemungkinan besar dia tidak rela Maya menikah dengan Bayu, bisa jadi dia masih mencintai Maya." Ucap Nyi Yanti.


"Benar juga, Mi. Kalau menurut ku, dia pasti tidak menemukan cinta yang tulus seperti Maya. Lalu dia baru menyesali kesalahannya yang sudah selingkuh dan mempermainkan Maya."


"Wanita itu untuk dicintai, bukan dikhianati! Pria memberi cinta, wanita memberikan dunianya pada sang pria. Pria yang memberi pengkhianatan, hanya akan menyesal ketika pengkhianatan-nya menghancurkan hidupnya."


"Biarkan saja keluarga Prasetyo Wibowo menanggung hukuman atas kejahatan mereka. Biar tidak ada lagi orang yang mereka rugikan." Tutup Ki Sopo.


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2