
Selamat membaca ekstra part, reader...
...***...
Ini Mas Bayu dan Maya kemarin ya guys, anggap Maya lagi sibuk cek ponsel Mas Bayu.
Bayu mulai membuka semuanya dan dilemparkannya sembarangan, hanya tertinggal kain segi-3 saja. Ia pun langsung datang menyerbu kedua bong-kahan susu murni yang sangat ranum dan segar siap dipanen.
Dise-sapnya kedua susu murni itu bergantian, sambil mere-masnya seakan-akan susu murni itu akan benar-benar keluar. Li-dah pink milik Bayu terjulur sempurna dan menyapu puncak susu murni rasa pink strawberry. Maya mengeluarkan suara-suara kecil yang membuat Bayu semakin semangat dan semakin rakus menghi-sap dan meme-ras, seakan ingin menghabiskan susu murni itu dalam satu tegukan.
Tangan kiri yang na-kal tak bisa dihentikan lagi, ia mulai menyusur sampai ke balik segi-3 bermuda, mencoba membe-lainya dengan lembut untuk berkenalan. First time untuk Maya dan Bayu, selama ini mereka hanya sebatas berpe-lukan dan berci-uman saja.
Dengan lembut dan perlahan je-mari Bayu menyusuri setiap inchi bunga pink milik Maya di balik segi-3 bermuda, Maya membuka kedua kakinya lebar-lebar, memberikan akses untuk serangan dari je-mari Bayu. Lama semakin lama bunga pink itu semakin ba-sah dan licin, hingga membuat Bayu penasaran untuk menyerang lembah nan gelap dan licin itu dengan je-marinya. Namun, tiba-tiba tangan Maya menggenggam tangan Bayu untuk menghentikan serangan itu.
"Mas, maafkan aku."
"Maaf… Hiks…Hik… Hiks…" Maya tiba-tiba menangis.
"Harusnya aku yang minta maaf, May. Harusnya aku tidak bertindak sejauh ini."
"Maaf karena aku tidak bisa menjagamu dari diriku sendiri." Je-mari tangan kanan Bayu menyeka tangisan Maya.
Bayu menghentikan serangannya lalu menyelimuti Maya. Melihat tangisan Maya membuat senjata yang sudah siap tempur ambruk begitu saja. Bayu hendak pergi, namun Maya melarangnya.
"Jangan pergi, Mas!" Larang Maya.
"Apa Mas Bayu marah?" Maya takut Bayu marah karena dia menghentikannya di tengah jalan.
"Aku tidak marah, sayang. Justru aku marah pada diriku sendiri karena tidak mampu menunggu sebentar lagi. Kamu tidak akan membatalkan rencana pernikahan kita kan?" Kini terbalik, Bayu yang khawatir.
"Kamu sudah menyentuh bagian paling rahasia, kamu harus tanggung jawab!"Sahut Maya.
"Baru menyentuh, baru kenalan, kan senjataku belum menyerang masuk?" Canda Bayu.
Bugh…
Maya memukul lengan Bayu dengan keras, "Terus Mas Bayu nggak mau tanggung jawab?"
__ADS_1
"Ampun, sayang! Aku kan cuma bercanda. Justru kalau kamu nggak mau menikah denganku, aku akan memaksa." Jelas Bayu.
"Entah kenapa, tapi senjataku yang di bawah sana hanya bereaksi denganmu saja." Meme-luk Maya di bawah selimut.
"Aku katakan dengan jujur, tapi please jangan marah." Pinta Bayu, namun Maya hanya diam.
Bayu pun akhirnya menceritakan bahwa selama dua tahun ini, ada beberapa perempuan yang datang menggodanya, termasuk Priska. Meskipun mereka datang dengan penampilan se-ksi, namun tidak bisa membuat senjata Bayu bereaksi. Senjata itu akan bereaksi hanya dengan Maya saja, bahkan hanya dengan melihat fotonya saja bisa membuatnya bereaksi.
"Kalau dengan perempuan manapun bisa bereaksi, itu berarti hewan kan?" Bayu menutup ceritanya.
"Kenapa baru jujur sekarang, Mas? Bagaimana kalau aku tidak percaya pada Mas Bayu?"
"Bisa saja Mas Bayu pernah melakukannya dengan perempuan lain." Sanggah Maya.
Maya mengingat kembali perselingkuhan Randy dan Priska, bahkan mereka melakukannya di taman yang sepi, melakukan hal yang baru saja dia lakukan dengan Bayu. Randy terlalu berani, di taman sekolah pun dia sering meminta jatah minum susu murni, bukan hanya pada Priska tapi juga dengan beberapa selingkuhannya yang lain.
"Setiap malam aku tidur di rumah, penjagaan ketat, apalagi Mimi dan Bapak selalu mengawasi. Di kantor juga banyak yang mengawasi."
"Para perempuan yang menggodaku itu, berani mendatangiku saat aku berada di luar kantor. Seperti Priska yang mencoba mendekatiku di depan sekolah, sehabis aku mengantarmu."
"Semua keberadaan ku bisa terdeteksi dan kamu cek, Maya sayang." Mengelus puncak kepala Maya.
Bayangan kehidupan yang kelam, dimana Maya menjadi budak cinta seorang Randy penikmat naf-su dunia. Randy yang tega merenggut kehormatannya, menjadikan pacarnya sendiri sebagai bahan taruhan lalu membagi kehangatan sang pacar pada teman-teman satu gengnya.
Rasanya sakit sekali bagi Maya, apalagi ketika mengingat dirinya menjadi piala bergilir bagi anggota geng Don Juan. Bayangan yang membuat Maya merasa jijik pada dirinya sendiri, merasa kotor karena tu-buhnya dijamah oleh 3 anggota geng Don Juan, yaitu Ferdy, Bobby dan Vino. Apalagi setelah itu Maya hamil dan Randy tidak mengakuinya.
Maya pun juga menceritakan alasannya mengapa dia langsung menerimanya Bayu menjadi kekasihnya, saat dia belum lama putus dari Randy. Maya melihat gambaran pernikahannya dengan Bayu, hingga dia yakin untuk menerima cinta Bayu.
"Maaf, kalau aku tahu masalah ini dari awal, aku tidak akan melakukan yang seperti tadi." Menci-um kening Maya.
"Pasti kamu takut jika kita melakukannya sekarang, bisa saja kamu hamil di luar nikah."
"Tidurlah, aku akan tetap disini menjagamu. Aku janji tidak akan macam-macam lagi sebelum janur kuning melengkung, sebelum ada kata-kata sah dari penghulu dan para saksi." Mengelus kening dan puncak kepala Maya.
"Terima kasih, sudah mencintaiku dan menerimaku dengan semua kurang lebih ku, Mas." Masih sempat bicara meskipun matanya mulai terpejam karena sikap lembut dari Bayu.
Maya terbangun lagi lalu meminta Bayu mengambilkan dress dan bungkus susu murni yang tercecer di sofa. Maya merapikan kembali dress-nya dan Bayu juga merapikan bajunya di toilet. Malam ini mereka berada di atas ran-jang yang sama, namun tanpa kegiatan yang memacu adrenalin.
Pagi hari Maya terbangun lebih dulu, agak sedikit kaget saat dia melihat dirinya berada dalam pelukan Bayu.
__ADS_1
"Ganteng banget sih Mas Bayu-ku ini." Batin Maya girang.
Bayu menggeliat tanda-tanda akan bangun dari tidurnya, Maya pun pura-pura masih tidur dan memejamkan matanya lagi, ia tidak mau kedapatan sedang memandangi wajah Bayu. Sesaat Bayu merasa badannya sedikit pegal dan terasa aneh karena begitu membuka mata, dia melihat Maya dalam pelukannya.
"Pagi sayangku…"
Cup… Bayu mengecup kening Maya lalu Maya pura-pura terbangun.
"Seneng banget di hari-hari ke depan, aku akan melihat mu dalam pelu-kan-ku setiap pagi." Bayu tersenyum.
"Apa bodyguard yang lain tidak akan melapor pada Mimi dan Ki Sopo, Mas?" Tanya Maya khawatir.
"Tidak akan, sayang. Kemarin mereka sudah bilang tidak akan menganggu kita atau melaporkan kita pada Bapak atau Mimi."
"Mereka akan melapor kalau aku bersama perempuan lain. Kalau bersamamu, mereka hanya akan diam saja. Mereka tahu siapa Nyonya-nya Andrepati dan Macan Emas." Bayu menyeringai.
"Jadi sebenarnya kita bisa saja bebas dari dulu? Karena para bodyguard sudah tunduk sama Mas Bayu." Selidik Maya.
"Iya, betul." Sahut Bayu.
"Tapi selama ini Mas Bayu tetap tidak menggunakan kesempatan itu untuk bermesraan denganku?" Maya menyahut dengan cepat.
Sejenak Bayu terdiam. "Apa kamu kecewa?"
"Aku cuma takut kebablasan seperti tadi malam, aku ini binatang buas dan kamu mangsanya." Imbuh Bayu.
Alih-alih menjawab, Maya malah meme-luk Bayu dan bersembunyi di dalam pelukan Bayu.
"Aku sangat sayang padamu, Mas."
"Emmm… Sangat mencintaimu." Tutur Maya malu-malu.
"Duh… Gemes banget sih…!" Bayu meme-luk Maya dengan erat.
"Jadi nggak sabar pulang terus nikah. Biar bisa uwu-uwuan terus tiap hari." Bayu tersenyum bahagia.
...***...
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕