CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 53 Penguntit


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


...***...


Ponsel Bayu tiba-tiba berbunyi.


"Lapor, Mas. Sepertinya dua orang yang kemarin memang mengikuti Mbak Maya setiap pulang sekolah. Sepertinya sekarang mereka juga menunggu Mbak Maya pulang latihan."


"Awasi terus! Jangan sampai kecolongan!" Bayu membalas pesan dari body guard yang dia suruh mengawal Maya dari jauh.


Body guard yang mengawal Maya mengirimkan foto motor dan 2 orang pria yang mereka curigai membuntuti Maya sejak 3 hari kemarin.


"Itu foto mereka dan motornya, Mas. Tapi motornya tiap hari berubah, mungkin sengaja untuk mengecoh agar Mbak Maya tidak merasa dibuntuti."


"Kenapa sekarang mereka pakai motor raja?" Gumam Bayu.


(Kalian tahu 'kan maksudnya motor raja? Yang biasanya 1 atau 2 motor suara knalpotnya sudah memenuhi jalan.)


"Apa sebelumnya mereka juga menggunakan motor seperti itu?" Bayu merasa ada yang janggal.


"Nggak, Mas! Biasanya pakai motor matic biasa. Kalau motor raja kan berisik, bisa ketahuan kalau lagi membuntuti." Balas sang body guard.


"Awasi terus! Segera ikuti Maya begitu dia keluar dari perguruan!" Titah Bayu.


...***...


Zwiiing... Zwiiing... Zwiiing...


Perlahan Maya meninggalkan perguruan Macan Emas. Lelah latihan membuat Maya tidak waspada, perhatiannya hanya lurus ke depan. Bayu melihat Maya telah keluar dari perguruan, ia pun segera mengeluarkan motornya berniat mengikuti Maya untuk memastikan dia aman.


Di jalanan yang ramai Maya mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, begitu motornya berbelok ke arah jalan yang agak sepi dia mulai menambah kecepatan motornya. Kanan kiri jalan hanya ada sawah, kira-kira 2 sampai 3 km panjangnya.


Ngeeeng... Ngeeeng... Ngeeeng...


Sang penguntit yang semula hanya 2 orang kini bertambah menjadi 4 orang, mereka berboncengan dan menggunakan motor raja.


"Berhenti loe!" Salah satu penguntit meneriaki Maya agar berhenti.


Maya kaget dan langsung menambah kecepatan motornya hingga semaksimal mungkin.


"Tuhan tolong hamba, siapa mereka semua." Gumam Maya.


"Berhenti loe!" Teriak si penguntit.


"Bodoh! Mana mau dia berhenti! Cepat kejar, gas pol!" Penguntit yang lain memberi perintah.


"Mas Bayu." Ucap Maya hampir menangis, tanpa sadar dia menyebut nama Bayu.

__ADS_1


Bayu melihat orang-orang itu kebut-kebutan mengejar Maya, ia pun segera gas pol motornya untuk mengejar. Dua body guard dari Andrepati ikut ngebut dan mengejar Maya.


"Ah... Kita kecolongan! Pasti Mas Bayu bakal marah besar." Ucap salah satu body guard.


Di depan para penguntit sudah berhasil menyusul motor Maya dan menyudutkan Maya hingga ke pinggir jalan.


"Tendang aja motornya! Biar dia jatuh." Teriak salah satu penguntit.


Bugh...


Salah satu penguntit menendang motor Maya dan menyenggolnya dengan ban motornya. Motor Maya oleng hingga ia tidak bisa menguasai laju motornya.


Braaakkk...


"Aaaaaa..." Maya teriak begitu kencang.


Maya jatuh ke tepi jalan yang berpasir, beruntung Maya selalu memakai helm.


"Mayaaa... " Teriak Bayu sangat khawatir.



(Itu Mas Bayu anggap aja lagi menghadang para penguntit ya, guys. Mas Bayu keren nggak nih?)


Bayu berhasil menyusul lalu menghadang para penguntit itu, dari arah belakang body guard Andrepati ikut mengepung. Body guard suruhan Bayu sengaja menabrak motor penguntit itu dari belakang. Pertarungan pun tidak bisa dihindari, 3 lawan empat. Bayu menghadapi 2 penguntit dan kedua body guard masing-masing melawan 1 penguntit. Kekuatan Bayu dan body guard-nya jauh di atas para penguntit itu, Bayu pun dengan mudah dapat mengalahkan lawannya.


"Hiks... Hiks... Hiks... " Terdengar Maya menangis hingga Bayu tersadar.


Bayu langsung menghampiri Maya dan mengecek apakah Maya mengalami luka-luka. Hanya tangannya saja yang sedikit lecet-lecet dan pasti kakinya juga sakit karena tertimpa motor. Bayu mendirikan motor Maya lalu membantu Maya untuk berdiri. Bayu spontan langsung memeluk Maya.


"Maaf aku telat datang. Kalau aku bertindak lebih cepat, kamu tidak akan terluka."


Para body guard malah baper melihat Bayu yang memeluk Maya hingga mereka tidak sadar para penguntit itu diam-diam menggeber motornya untuk melarikan diri.


"Cepat kejar!" Teriak Bayu.


Bayu tidak melepas Maya dari pelukannya. Ia menelepon body guard Andrepati yang lain untuk segera datang membantu mengejar para penguntit yang belum diketahui siapa bosnya dan mengapa mereka menyerang Maya.


"Tenanglah! Kamu sudah aman bersamaku." Ucap Bayu lembut sembari mengelus puncak kepala Maya.


"Aku akan mengantarmu ke rumah sakit, kamu perlu diobati!" Saran Bayu.


"Nggak mau, Mas! Aku nggak mau ke rumah sakit. Sepertinya aku nggak apa-apa, cuma sedikit lecet aja." Maya menolak.


"Yakin tidak ada yang sakit?" Bayu menangkup kedua pipi Maya, ia khawatir kalau Maya terluka.


"Aku nggak apa-apa." Jawab Maya dengan sedikit gugup. Maya merasa gugup karena melihat sorot mata Bayu yang penuh cinta sedang mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


"Kamu pasti kaget karena tiba-tiba diserang. Kalau nggak mau ke rumah sakit, biar aku antar kamu pulang!"


"Aku harus memastikan kamu selamat sampai rumah dan nggak ada luka yang serius. Ini perintah, jadi kamu tidak boleh menolak!" Titah Bayu.


"Tapi motor ku?" Maya menunjuk motornya, spionnya patah dan body motornya jadi sedikit lecet-lecet.


"Sebentar lagi temanku datang, dia yang akan membawa motormu. Aku yang akan boncengin kamu sampai rumah." Bayu menjelaskan.


Tidak berapa lama body guard Andrepati ada yang datang menghampiri Bayu.


"Lapor, Mas. Ada 6 anggota yang menyusul mengejar musuh. Kami berdua yang bertugas mengawal di sini." Salah satu anggota Andrepati melapor pada Bayu.


"Baiklah, kalian bawa motor Maya ke bengkel dan perbaiki! Biar aku sendiri yang mengantar Maya." Bayu memberi instruksi.


"Tapi, Mas. Kami harus mengawal anda dulu." Jawab salah satu body guard.


"Tidak perlu! Aku yakin tidak ada yang akan menyerang lagi. Aku sendirian saja yang mengantar Maya pulang, aku nggak mau kalau bapak dan ibu Maya jadi khawatir."


"Kalian hubungi teman-teman yang mengejar para penguntit itu! Mereka setidaknya harus menangkap salah satu dari mereka. Suruh Frans melacak plat nomor mereka juga. Aku mau malam ini semuanya sudah terungkap." Bayu terus memberi perintah.


"Satu lagi, jangan lapor polisi! Kita tangani mereka sendiri dulu." Imbuh Bayu.


"Baik, Mas, siap laksanakan."


Dua body guard Andrepati membawa motor Maya ke bengkel dan meninggalkan Bayu dan Maya berduaan.


"Apa kamu bisa naik sendiri?" Tanya Bayu.


"Bisa, Mas. Nggak terlalu sakit." Sahut Maya.


"Nanti sampai rumah dikompres air es ya! Biar rasa sakit dan memarnya hilang. Kamu kuat 'kan?"


"Kuat, dong! Aku kan muridnya Nyi Yanti dan Ki Sopo." Jawab Maya menguatkan dirinya sendiri. Sebenarnya Maya masih shock karena tiba-tiba diserang.


"Besok kamu ijin tidak masuk sekolah dulu, terus kalau sudah sembuh biar aku yang jemput dan antar kamu ke sekolah." Bayu memberi perintah tanpa persetujuan Maya.


"Tapi, Mas! Nanti pacar ku bisa marah-marah dan cemburu." Tolak Maya.


"Ck... Aku tidak peduli dengan pacarmu yang tidak berguna itu! Aku hanya peduli dengan keselamatan mu. Kamu pikirkan saja alasannya, terserah apa! Biar pacar mu itu tidak cemburuan." Bayu sedikit kesal karena Maya masih memikirkan Randy.


"Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi. Sekarang kamu selamat, tapi nggak tahu nanti. Aku tidak mau menyesal nantinya."


"Cepat naik! Aku antar kamu pulang, sekalian mampir ke apotik beli obat pereda nyeri. Takutnya kamu nggak bisa tidur nanti malam, pasti nanti nyerinya baru terasa waktu mau tidur atau bangun tidur." Bayu begitu perhatian pada Maya meskipun sedikit ketus dan tidak selembut tadi.


"Mas Bayu jadi ketus sekali gara-gara aku bilang soal pacar. Apa mungkin Mas Bayu cemburu? Atau mungkin aku saja yang terlalu percaya diri." Ucap Maya dalam hati.


...***...

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2