
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕
...***...
"Sialan! Apa yang dilakukan Bobby? Pasti ini karena kamu 'kan?" Randy membentak Priska karena dia yakin pasti Priska yang menyuruh Bobby.
"Sebaiknya kita pulang dulu, Mas. Bajuku basah, bajumu juga." Masih membersihkan wajah dan bajunya dengan tissue.
"Sialan si Maya! Berani-beraninya dia mengancam aku, kita lihat aja di sekolah nanti seperti apa. Dia yang bakal di jauhi kalau aku menyebar gosip bahwa dia yang selingkuh dari Mas Randy demi lelaki yang lebih tampan. Haaah...! Kenapa dia bisa dibela orang setampan Bayu Soponyono tadi." Priska kesal, dia merencanakan hal jahat lagi untuk menjatuhkan Maya.
Randy memanggil waiters dan meminta bill-nya, ia pun langsung memberikan sejumlah uang tanpa minta pengembalian. Randy berlalu pergi tanpa mempedulikan Priska, ia merasa sangat malu karena baru kali ini dia diputusin oleh cewek, bahkan itupun di depan umum.
"Mas Randy, tunggu!" Priska sedikit berlari mengikuti Randy.
Semua mata yang semula menatap, kembali sibuk dengan urusannya masing-masing, seakan mereka tahu kalau mereka terus memperhatikan pasti akan kena amukan Randy. Tampangnya berubah menjadi sangat masam dan penuh aura dendam hingga membuat orang lain enggan menatap dan berurusan dengannya.
"Mas Randy, tunggu!" Priska buru-buru masuk mobil Randy karena tidak mau ditinggal begitu saja.
Randy menahan amarahnya, pandangannya lurus ke depan dan melajukan mobilnya ke jalan yang menuju rumah Priska. Pikirannya penuh tanda tanya, apa yang dilakukan Bobby hingga membuat Bayu Soponyono menghancurkan keluarganya.
"Mas, ini kan jalan ke rumah ku?" Priska baru sadar.
"Terus?" Sembur Randy.
"Bu-bukannya tadi kamu berniat membawaku ke rumahmu setelah makan malam?" Bodohnya dia tidak menyadari Randy yang sangat kesal.
Randy diam menahan amarah karena tinggal sedikit lagi sampai di depan rumah Priska.
"Ck... Kenapa bisa seorang Bayu Soponyono melindungi Maya? Aaaaaahhh..." Teriak Randy di balik kemudi.
"Itu sudah pasti karena Maya yang kecentilan menggodanya, kalau tidak! Mana mungkin dia mau melindungi Maya!"
"Harusnya Mas Randy tidak mengijinkan Maya ikut berlatih di perguruan Macam Emas! Semua rencana menghancurkan Maya jadi gagal!" Priska dengan tidak tahu diri menyalahkan Randy.
"Dasar perempuan sialan! Go-blok! Tidak tahu diuntung!" Teriak Randy.
"Memang Maya perempuan si-" Belum selesai Priska ingin menghujat Maya, Randy tiba-tiba mengerem mendadak menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Priska dan langsung membentaknya.
__ADS_1
"Loe yang sialan! Loe yang go-blok! Loe yang nggak tahu diuntung!"
"Loe pikir, loe siapa haaah!" Randy melotot ke arah Priska.
"Loe pikir loe dewi dari khayangan? Loe pikir loe paling cantik? Loe pikir gue akan suka rela loe permainkan?"
Priska terdiam mendengar bentakan Randy, kepercayaan dirinya yang merasa mampu menguasai Randy seakan-akan langsung menghilang tak bersisa.
"Loe itu cuma peduli sama rencana jahat loe sendiri! Loe hanya peduli dengan dendam loe sendiri! Loe itu cewek mu-ra-han! Sama seperti Ferdy yang menyalahkan orang lain atas kesialannya. Loe itu cuma cemburu sama Maya karena dia memang lebih cantik dan lebih baik dari loe! Loe sampah!" Suara Randy menggelegar penuh amarah, ia meluapkan emosinya.
"Mas Randy jangan seenak jidat mengata-ngatai aku! Mas Randy sendiri juga tukang main perempuan!" Priska tak mau mengalah dan hendak menyalahkan Randy.
"Dasar ja-lang tidak tahu diri! Loe pikir, loe itu siapa! Berani-beraninya sama Randy Prasetyo Wibowo!"
"Haaa... Haaa... Haaa... " Randy tertawa sinis.
"Loe itu cuma bonekaku! Loe itu tak lebih seperti piala bergilir, penghibur buat aku dan Bobby!"
Priska terdiam tak berani membantah Randy. "Sial! Apa mungkin Kak Bobby cuma mau enaknya doang? Tapi kenapa Kak Bobby berani menyerang Maya sesuai permintaan ku? Terus kenapa dia nggak memberitahu kalau Maya dilindungi oleh Bayu Soponyono?"
"Katakan! Apa yang telah kamu lakukan pada Maya?" Tiba-tiba Randy menjambak rambut Priska.
"Kalau kamu tidak segera bicara, aku pastikan rambut mu yang cukup indah ini akan tercabut dari akarnya!" Tersenyum sinis.
"A-aku menyuruh Kak Bobby memberinya pelajaran sedikit." Ucap Priska terbata-bata karena menangis dan menahan sakit.
"Pelajaran apa?" Teriak Randy di telinga Priska.
"Kak Bobby... Dia menyuruh orang mengikuti Maya dan berniat sedikit melecehkannya." Priska terpaksa memberitahu Randy.
"Melecehkannya!" Bentak Randy.
"Bu-bukan, hanya membuatnya jatuh dari motor." Sahut Priska.
"Harusnya saat ini Maya terluka karena terjatuh, tapi kenapa dia baik-baik saja?" Gumam Priska.
"Dasar ja-lang! Loe berani ingin melecehkan Maya! Dia itu pacar masa depanku! Calon istri masa depanku!" Bentak Randy, lalu dia melepaskan, melemparkan rambut dan kepala Priska begitu saja hingga nyaris kepala Priska terbentur ke kaca jendela.
__ADS_1
"Aku pacarmu, Mas! Aku yang harusnya jadi istri masa depanmu! Aku tidak terima!" Priska masih tidak tahu situasi.
"Bukannya loe bilang cinta sama Bobby sambil bergoyang keenakan di bawah Bobby?"
"Haaa... Haaa... Haaa... " Randy tertawa sinis menghina Priska.
"I love you Kak Bobby, aaahhh..." Randy menirukan teriakkan Priska.
"Kamu tidak layak menjadi pacar ataupun istri! Loe hanya seorang penghibur yang menganggap bahwa dirinya paling berharga, paling berkuasa. Loe harusnya sadar siapa yang berkuasa di sini!"
"Randy Prasetyo Wibowo yang bisa mempermainkan perempuan, loe cuma perempuan ja-lang! Jangan berpikir bisa mempermainkan gue!" Mendorong Priska hingga terbentur pintu.
"Ini semua karena Maya 'kan! Pasti Mas Randy hanya ingin merenggut kesucian Maya 'kan! Aku ini pacar mu Mas! Aku yang menyuruhmu pacaran dengan Maya dan menghancurkannya!" Priska masih tidak bisa menerima kenyataan.
"Bodoh! Haaa... Haaa... Haaa... " Terus tertawa menghina.
"Apa loe nggak ngaca dan nggak sadar diri? Maya jauh lebih baik dalam segala hal dibanding loe!"
"Dia cantik, dia masih suci, dia pintar, dia mandiri, dia tidak matre, bahkan dia bisa bela diri juga. Dia sosok sempurna untuk dijadikan pendamping di masa depan, pendamping yang bisa gue bangga-banggakan."
"Tapi gara-gara loe! Dia mutusin gue! Turun loe dari mobil gue! Detik ini juga kita putus 💔!" Bentak Randy, mengusir Priska.
"Tapi, Mas!" Priska ingin protes.
"Turun nggak loe?" Randy menunjuk ke arah pintu di samping Priska.
"Awas saja kalau loe macam-macam sama Maya dan bikin gue nggak bisa ngejar dia balik! Gue akan habisin loe beserta keluarga loe!" Masih mengancam sebelum Priska benar-benar keluar dari mobilnya.
Priska turun dari mobil Randy dengan perasaan yang campur aduk, dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Tapi itu semua tak menghentikannya untuk berbuat jahat lagi.
"Aku harus menyebar gossip kalau Maya mengkhianati Mas Randy." Bergegas membuka ponsel.
"Ke-kenapa ada berita seperti ini?" Keringat dingin bercucuran, wajahnya membeku menatap semua chat di group kelasnya. Bahkan kini ayahnya terus-terusan menelepon.
...***...
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕