CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 87 CEO Baru dan Calon Ketua Baru


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


...***...


Pertarungan final cukup sengit, meskipun sedikit kewalahan awalnya akhirnya pertandingan tetap dimenangkan boleh Maya. Para murid Perguruan Macan Emas ikut bangga menyaksikan kemenangan Maya, mereka bersorak-sorai, bertepuk tangan riuh menyambut kemenangan Maya.


Pertarungan Bayu tak kalah sengit, namun sejak round 1 Bayu menguasai keadaan, hanya saja lawannya melawan dengan gigih. Maya yang lebih dulu selesai bertanding memutuskan untuk menyaksikan pertandingan Bayu.


Saat istirahat jeda round 1 ke round 2, Maya berteriak memberi semangat pada Bayu.


"Mas Bayu, aku sudah menang. Mas Bayu harus menang juga ya. Love you 😘" Maya berteriak tanpa rasa canggung, sepertinya virus bucin juga sudah menular padanya.


Ki Sopo dan Nyi Yanti tercengang mendengar teriakan Maya. Semua yang mendengar teriakkan Maya juga ikut tercengang, namun sejurus kemudian mereka berteriak ikut memberikan dukungan dan semangat pada Bayu.


"Ahhh... Mereka so sweet banget sih, couple goals banget. Satu ganteng jago silat, CEO pula. Satu sang Cinderella yang cantik dan jago silat juga." Salah seorang penonton memandang kagum ke arah Bayu dan Maya secara bergantian.


"Ini yang kemarin menghina Maya cuma ngandelin kecantikan doang, sekarang mereka pasti pada bungkam nggak berani cuit-cuit lambe turah, suka nyiyirin keberhasilan orang." Ucap penonton lain.


"Bener banget sih, mereka serasi banget. Maya juga terlihat dewasa, seperti orang dewasa yang baby face. Bayu juga baby face, meskipun terkadang terlihat garang." Imbuh penonton lain.


Setelah mendengar teriakan Maya, Bayu senyum-senyum sendiri. Dia bisa tersipu juga, pasalnya dia sungguh tak menyangka Maya berani berteriak seperti itu. Round 2 dan round 3 Bayu semakin menunjukkan kehebatannya dalam bertarung, lawannya kalah telak meski berusaha melawan, namun pada akhirnya hanya mampu bertahan dan menghindari serangan Bayu.


Pertandingan final putri remaja kelas B dimenangkan oleh Maya Sari Hadi Suwarno. Pertandingan final putra dewasa kelas B dimenangkan oleh Bayu Soponyono.


Selesai bertanding Bayu langsung berlari ke arah Maya dan memeluknya lalu mengangkat tubuh Maya dan mengayunkannya memutar. Saking bahagianya Bayu lupa tempat, ke-bucinan mereka membuat orang yang melihatnya menjadi iri.


"Apa kalian tidak pernah diajari sopan santun?" Tegur Ki Sopo.


Bayu melepaskan pelukannya, mereka berdua menunduk di hadapan Ki Sopo. Mereka pikir Ki Sopo akan marah tapi ternyata Ki Sopo justru merangkul lengan Bayu.


"Kamu selalu berjuang dengan keras, hingga mampu menjadi juara bertahan se-provinsi. Aku bangga padamu." Tersenyum hangat pada Bayu.


Nyi Yanti ikut merangkul Bayu. Maya hanya bisa melihatnya saja karena ibunya masih di tribun penonton dan ayahnya juga sedang kerja. Nyi Yanti langsung menarik Maya dan merangkulnya juga. Mereka tertawa bersama.


"Kita punya anak dua ya, Pak?" Ucap Nyi Yanti.

__ADS_1


"Iya, yang satu anak kandung yang satu anak mantu." Sahut Bayu cepat.


"Hahaha... Iya, iya, Yu. Kalian bukan kakak beradik." Nyi Yanti tersenyum gemas melihat tingkah anaknya itu.


Usai pengumuman juara dan penyerahan piala dan hadiah. Mereka semua langsung pulang dan acara syukuran akan dilakukan di rumah Ki Sopo di samping padepokan. Semua murid dipersilahkan hadir, Ki Sopo sudah menyiapkan makan-makan besar di padepokan untuk para murid. Syukuran yang diadakan di rumah khusus untuk para tamu undangan dari kolega Perguruan Macan Emas maupun PT Andrepati.


Acara syukuran sangat meriah sekali, mereka semua tersenyum bahagia karena Perguruan Macan Emas membawa pulang 2 mendali emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Baik di dunia nyata dan di sosial media, nama Bayu dan Maya menjadi tranding topic. Semua mengelu-elukan kehebatan mereka berdua, terutama kehebatan Maya sebagai pendatang baru.


Kedua orang tua Maya juga datang ke acara syukuran, bahkan mereka dijemput oleh bodyguard Andrepati dengan mobil. Maya sengaja tidak diantar pulang, Maya sedang di salah satu kamar tamu untuk di rias. Bayu mendatangi Maya karena tidak sabar menunggu, ia pikir ini sudah sangat lama untuk berdandan.


Bayu mengetuk pintu kamar tamu yang Maya gunakan. Pintu terbuka namun yang keluar bukan Maya tapi seorang wanita setengah baya.


"Silakan Mas, Mbak Maya sudah selesai di rias, sudah siap ke acara. Saya permisi." Wanita itu pergi karena tugasnya sudah selesai sekaligus tak ingin menganggu.


Maya masih melihat dirinya di dalam cermin, saat Bayu masuk ke kamar. Bayu sengaja menutup pintu kamar itu sebelum dia masuk. Bayu berdiri di belakang Maya, tersenyum manis dan menatap kagum pantulan wajah Maya yang ada di cermin.


"Kamu cantik sekali, sayang." Bayu melontarkan pujian.


Maya pun terkesima dengan penampilan Bayu yang rapi menggunakan jas.


"Udah aslinya cantik tambah di-make-up jadi makin cantik, hatiku nggak kuat kalau nanti di acara jamuan/syukuran banyak mata memandang dan mengagumi mu. Gimana kalau kamu pakai masker aja?" Bayu mulai posesif.


"Udah aslinya ganteng, pakai jas gini makin tambah ganteng, udah gitu ini wajah udah ganteng dan bersih masih pakai pelembab dan bikin keliatan makin glowing. Aura-aura CEO Tampan bakal bikin para perempuan di luar sana akan klepek-klepek begitu melihat Mas Bayu-ku. Apa sebaiknya kamu pakai masker, Mas?" Maya membalikkan kata-kata Bayu, hingga membuat Bayu gemes dibuatnya.


"Ihhh... Gemes banget sih!" Bayu hendak mencubit pipi Maya.


"Stop! Dilarang mencubit, Mas! Entar make up ku jadi rusak." Maya memegang tangan Bayu yang hendak mencubitnya.


Cuuuppp... 😘


Bayu langsung mengecup bibir Maya dengan singkat hingga membuat Maya jadi merona.


"Okay, kita tidak perlu saling cemburu berlebihan, aku percaya kamu, sayang." Bisik Bayu di telinga Maya.


"Ayo keluar, waktunya dipamerin ke para tamu, Maya-ku yang cantik." Langsung menggandeng Maya keluar. Lagipula kalau terus di dalam kamar, Bayu tidak tahan untuk tidak melanjutkan ciumannya. Manusia tetaplah manusia yang kadang bisa khilaf dan sebelum itu terjadi, ketika akal masih berjalan, harus segera ambil tindakan agar tidak kebablasan.

__ADS_1


Maya nurut aja sama Bayu, dia mengekor di belakang Bayu dan tentu tangannya masih digandeng oleh Bayu juga.


"Sini jalannya barengan, tidak ada yang di depan tidak ada yang di belakang. Kita maju bersama buat masa depan kita. Kamu partner hidupku, meskipun aku yang akan jadi kepala keluarga, kita akan berjalan beriringan. Kita bukanlah manusia sempurna, sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, jadi kita harus saling melengkapi." Ucap Bayu sambil berjalan dan menggandeng Maya di sampingnya.


Maya deg-degan, dia sungguh tak menyangka dicintai seorang Bayu Soponyono. Meskipun dia tahu ada beberapa kekurangan pada Bayu, yang terkadang cemburuan, terkadang manja, terkadang jadi pelupa karena banyak kerjaan. Satu hal yang membuat Maya makin sayang sama Bayu, ketika marah dia hanya diam dan meredakan emosinya terlebih dahulu, baru setelah itu bicarakan bersama. Meskipun Bayu jago silat, dia tidak pernah kasar.



Semua mata langsung tertuju pada Maya dan Bayu, ketika mereka masuk ke ruang tamu yang cukup besar dan sudah banyak kolega yang datang di sana. Selain di ruang tamu, masih banyak para tamu yang ada di halaman depan juga.


Melihat Bayu dan Maya yang sudah datang, Ki Sopo segera memulai acara.


"Selamat malam para hadirin semuanya, terima kasih telah berkenan datang ke acara syukuran atau jamuan yang kami adakan. Selain untuk syukuran karena telah membawa 2 mendali emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Saya ingin mengumumkan, sebagai CEO PT Andrepati menyatakan, mulai saat ini jabatan CEO PT Andrepati akan saya serahkan pada anak saya, Bayu."


Proook... Proook... Proook...


Semua tamu bertepuk tangan dan mengucapkan selamat.


Bayu kaget mendengarnya, pasalnya Ki Sopo belum membicarakan ini sebelumnya.


"Tidak usah kaget ya, Yu! Kamu sudah lulus, tinggal nunggu wisuda. Meskipun kamu yang menjabat sebagai CEO, bapak akan tetap berada di belakang mu untuk membantumu setiap saat." Lanjut Ki Sopo.


Bayu merasa lega mendengar penjelasan bapaknya. Dia sebenarnya masih deg-degan menunggu bapaknya mengumumkan sesuatu hal yang lebih penting dari sekedar jabatan CEO.


"Pengumuman kedua yaitu, kelak yang mewarisi atau menjadi calon ketua Perguruan Macan Emas bukanlah Bayu." Ki Sopo sengaja menjeda kata-katanya hingga membuat para tamu kasak-kusuk penasaran.


"Perguruan Macan Emas akan dipimpin oleh Maya Hadi Suwarno, yang ternyata adalah cucu dari guruku Ki Haryo Kamandanu yang nama aslinya adalah Haryo Hadi Suwarno." Papar Ki Sopo.


Maya kaget bukan main, kenapa justru dia yang disuruh menjadi ketua.


"Tapi, Ki. Saya ini perempuan, sebaiknya Perguruan Macan Emas tetap dipimpin oleh Mas Bayu." Maya menolak, Ki Sopo memang belum membicarakannya pada Maya, tapi langsung memberi pengumuman atau keputusan seperti itu.


Para tamu juga heran mengapa Ki Sopo justru menyerah posisi ketua pada seorang perempuan.


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2