CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 62 Bikin Baper Parah!


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


...***...


Bayu masih terus menggandeng Maya hingga sampai di dekat mobilnya, ia menoleh ke Maya yang terus berjalan di belakangnya tanpa protes. Bayu baru menyadari sedari tadi Maya terus menyeka air matanya.


Bayu melepaskan jasnya dan memakaikannya pada Maya karena udara malam ini cukup dingin. Bayu langsung menarik Maya ke dalam pelukannya dan membiarkan Maya menangis meluapkan rasa sakit di hatinya. Tak sepatah katapun keluar dari mulut Bayu karena dia tidak tahu harus bilang apa. Dia hanya terus mengelus puncak kepala Maya dengan lembut, sedangkan Maya balas memeluk dan terus bersandar di pundak Bayu.


Para bodyguard melihat sang CEO sedang memeluk seorang perempuan, mereka segera berbaris di depan Bayu dan Maya agar orang lain tidak melihat Bayu dan Maya yang sedang berpelukan.


"Gila! Mas Bayu yang anti cewek beneran jatuh cinta sama Maya nih!" Ucap Vero dalam hati.


"Baru kali ini Mas Bayu perhatian dan baik sama cewek, sampai peluk-peluk segala buat nenangin. Harus baik-baik sama calon nyonya nih!" Batin salah satu bodyguard.


"Gila! Baper parah lihat Mas Bayu yang ganteng meluk ceweknya yang juga cantik gini. Mas Bayu pinter banget milihnya. Mana masih muda pula." Batin bodyguard lain.


Bayu merasakan pundaknya mulai basah karena air mata Maya, namun dia tetap diam saja. Tiba-tiba Maya melepaskan pelukannya, Bayu pun ikut melepaskan pelukannya.


"Maaf, Mas. Sepertinya bajumu jadi kotor dan basah karena aku." Berusaha menyeka air matanya, meskipun Randy tak pantas ditangisi, tapi air matanya tak berhenti mengalir.


"Nggak masalah, May! Di dalam mobil ada kaos kok, nanti aku bisa ganti. Jadi kamu nggak perlu khawatir. Coba cek saku jas kanan!" Titah Bayu.


Maya merogoh saku jas Bayu yang sebelah kanan, dia menemukan sebuah coklat bar kesukaannya.


"Coklat kesukaan ku!" Maya girang.


"Perutnya diganjal dulu pakai coklat ya! Di saku sebelah kiri juga masih ada 1. Buat kamu semua!"


"Makasih, Mas, tapi kok bisa tahu aku suka coklat ini?" Penasaran Bayu tahu darimana.


"Tahu dong! Kamu kan sering makan itu kalau istirahat latihan. Di mobil juga masih ada stock banyak."

__ADS_1


"Jadi Mas Bayu selalu memperhatikan aku juga. Padahal sudah sebulan dia nggak keliatan. Jangan-jangan dia sembunyi di rumah!" Pikir Maya.


"Emangnya valentine kok ngasih coklat segala?" Canda Maya.


"Kalau ngasih coklat nggak harus nunggu valentine dong! Masa mengungkapkan rasa sayang cuma 1 hari dalam 1 tahun." Bayu tersenyum manis hingga membuat Maya salah tingkah.


Maya pun langsung membuka coklat itu dan memakannya hingga moodnya sedikit membaik, sekaligus ingin menutupi rasa grogi dan debaran jantungnya yang tidak dapat ia kendalikan. Bayu membuka pintu mobil dan mengambil tissue basah. Maya masih mencoba mengawal hatinya, menguasai debaran jantungnya, tapi tiba-tiba jantungnya kembali berdegup dengan cepat.


"Bersihin dulu nih wajahnya, biar keliatan lebih cantik lagi." Bayu memegang dagu Maya dan membersihkan wajah Maya yang belepotan karena habis nangis dan make-upnya jadi luntur.


Maya terdiam berhenti mengunyah coklat yang ada di dalam mulutnya. Terpesona menatap Bayu yang begitu dekat di depan matanya, bahkan dengan lembut Bayu membersihkan wajah Maya menggunakan tissue basah hingga bersih. Apalagi barusan Bayu bilang cantik pada Maya.


Deg... Deg... Deg...


"Aaahhh hatiku tidak kuat Tuhan, Mas Bayu bilang aku cantik." Maya mematung.


"Sudah bersih wajahnya, jadi kamu mau makan di mana sekarang?" Bayu ikut terpaku menatap Maya, tangannya terhenti saat ingin membersihkan ujung bibir Maya. Sungguh dia tidak menyangka bisa bertindak sampai sejauh itu.


Deg... Deg... Deg...


"Gilaaa...!!! Mas Bayu belajar cinta-cintaan begini dari mana? Aaahhh hatiku nggak kuat melihatnya." Teriak Vero dalam hati setelah dia mengintip apa yang dilakukan Bayu dan Maya di belakangnya. Mereka berdua pun sibuk saling pandang dan tidak memperhatikan kalau ternyata Vero mengintip.


Bayu tersadar dan melepas tangannya yang masih memegangi dagu Maya dan tangan satunya yang terhenti di ujung bibir Maya.


Bayu menghela nafas menahan perasaannya yang terus bergejolak.


"Jadi kita mau makan di mana, May? Kamu mau makan apa?" Bayu mengalihkan fokus.


"Makan di tempat biasa aja, Mas. Apa Mas Bayu tidak keberatan?" Sejenak Maya sadar Bayu anak orang kaya, mana mungkin mau makan di tempat biasa.


"Jangan berpikir aneh-aneh! Bahkan aku juga biasa makan di angkringan, warung tenda yang khas dengan nasi kucing alias nasi dengan sedikit sambal dan ikan. Aku bukan Randy." Bayu terdiam karena merasa salah ngomong.

__ADS_1


"Ya udah, ayok! Kita makan nasi goreng atau mie Jawa aja di abang-abang yang di pinggir jalan, ya?" Tanpa sadar Maya menarik tangan Bayu, namun beberapa detik kemudian dia tersadar dan melepaskan tangan Bayu.


"Aku suka kalau digandeng terus." Bayu tersenyum manis malu-malu.


"Apa sih, Mas?" Maya memukul lengan Bayu menghilangkan rasa canggung.


"Cepat ganti bajunya! 'Kan basah."


Bayu segera membuka kancing bajunya dan memperlihatkan dadanya yang cukup bidang dan abs-nya yang cukup sixpack, meskipun Bayu memang tidak terlalu berisi dibanding dengan Randy.


"Mas Bayuuu!!!" Maya menutup mata dengan kedua tangannya.


Bayu sengaja sekali sedikit lebih lama mengganti bajunya, iseng banget ngerjain Maya.


"Udah, May." Membuka kedua tangan Maya.


Maya yang memejamkan matanya mulai sedikit memicingkan matanya untuk mengintip Bayu apakah sudah pakai baju apa belum. Ia pun membuka kedua matanya setelah yakin Bayu sudah memakai baju ganti.


"Huuuhhh! Mas Bayu bener-bener menggoda, aku takut khilaf. Mana badannya bagus pula." Batin Maya.


Dari kejauhan ada Marco sejak tadi memperhatikan mereka, dia ingin mendekat namun sadar diri waktunya sungguh tidak tepat. Marco melihat semua kejadian di kafe tadi, Ratih memang memberitahunya tentang Maya yang harus menangkap basah perselingkuhan Randy. Ia pun sempat melihat Bayu yang memeluk Maya dan setelah itu dia tidak dapat melihat karena tertutup pagar bodyguard Andrepati.


"Dia benar-benar bisa menjagamu, May. Tidak seperti aku." Lirih Marco.


"Setidaknya aku sudah berusaha menolong mu membuka jalan untuk putus dari Randy. Aku harus berterima kasih pada Ratih yang begitu berani merekam bukti perselingkuhan Randy dan Priska. Aku juga harus memastikan tidak ada yang melihat Ratih membuntuti Priska." Marco pun pergi meninggalkan Moon Caffe karena tidak ada yang bisa dia lakukan.


...***...


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2