
Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼
Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕
...***...
"Aku akan mendukung mu, aku juga akan mengawasi mu di sana. Jadi tenang saja! Kalau ada apa-apa, ada aku yang akan melindungi kamu." Ucapan Marco menyejukkan hati Maya.
"Apa aku boleh menganggap Kak Marco sebagai kakak laki-laki ku?"
Duuuaaar....
Hancur hati Marco mendengar permintaan Maya. Bagaimana hatinya tidak hancur, sebenarnya dia berharap bisa menjadi kekasih Maya.
"Bagaimana kalau aku melihat mu sebagai seorang wanita, bukan seorang adik?" Marco memberanikan diri.
"Memangnya Kak Marco ingin bersaing dengan Mas Randy? Statusku masih pacar Mas Randy loh!"
"Aku kan sudah bilang dia bukan lelaki yang baik! Kenapa kamu nggak putus dengannya?" Marco kesal namun nada suaranya tidak berubah marah, mana mungkin dia marah pada Maya.
"Apa buktinya?" Sahut Maya.
"Dia dan Priska-" Marco tidak jadi melanjutkan kata-katanya, dia takut jika Maya tidak percaya karena Priska adalah teman dekatnya.
"Maksud, Kak Marco?" Maya kaget karena sepertinya Marco tahu mengenai Priska dan Randy.
"Kamu hanya tidak ingin menjawab pertanyaan ku 'kan? Bagaimana kalau aku melihat mu sebagai wanita dan tidak mau jika kamu menganggap ku sebagai kakak?" Marco mengalihkan pembicaraan agar tidak membahas Randy dan Priska.
"Meskipun suatu saat aku benar-benar putus dari Mas Randy, aku belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun." Maya trauma dan merasa takut jika lelaki yang dia pilih ternyata salah dan ia akan bernasib sama seperti di kehidupannya yang lalu.
"Aku akan menunggu mu." Janji Marco.
"Jangan berjanji dan jangan mengekang hati dan perasaan mu, Kak! Kamu berhak bahagia, meski bukan dengan ku. Aku tidak bisa berjanji untuk membalas perasaan mu. Menunggu sangat menyakitkan." Maya tidak ingin Marco terjebak dalam perasaan ingin melindungi Maya, entah Marco benar-benar mencintainya atau hanya simpati padanya.
"Apa itu artinya kamu menolak ku? Bahkan aku belum menyatakan perasaan ku." Ada nada kecewa dalam ucapan Marco.
Bugh...
Maya memukul punggung Marco. "Dasar tidak romantis! Kak Marco menanyakan soal perasaan di atas motor dan di tengah kebisingan kota. Bahkan aku belum putus dengan pacarku."
"Hahaha, sepertinya aku terlalu terburu-buru. Semoga lain waktu ada kesempatan yang lebih tepat." Marco sedikit lega.
"Mungkin masih ada kesempatan bagiku. Aku harus minta Ratih mempercepat mencari bukti untuk Maya." Batin Marco.
Marco membelokkan motornya ke halaman kafe Ngopi Santai. Kafe terbuka yang menyuguhkan berbagi es kopi dan aneka bakaran seperti sosis, bakso, dan lain sebagainya. Ternyata Fira sudah menunggu di sana beberapa menit yang laku.
"Kak Marco? Kenapa Maya datang bersamanya? Apa mungkin Maya juga berhubungan dengannya?" Gumam Fira saat ia melihat Maya datang dengan dibonceng oleh Marco.
__ADS_1
Maya turun dari boncengan dengan memegang pundak Marco, karena motor yang Marco bawa adalah motor sport yang cukup tinggi. Marco pun dengan sigap memegang salah satu tangan Maya yang memegang pundaknya, jaga-jaga karena takut Maya terjatuh.
"Kenapa mereka seperti pasangan?" Fira mulai kesal dan membenci Maya lagi, pasalnya dia ingin sekali mengenal Marco lebih jauh lagi.
"Aku langsung ke temenku ya, Kak! Kakak langsung ke meja yang lain aja." Ucap Maya saat sudah turun dari Motor.
"Iya, bawel!" Marco sengaja banget menggoda Maya.
Bugh...
"Tuh rasain! Kak Marco seneng ditabok 'kan?" Maya memukul lengan Marco, meskipun tidak terlalu keras.
"Kalau yang nabok kamu tidak berasa!" Ledek Marco.
Maya pun langsung mencubit lengan Marco. "Nih, rasain nih!"
"Ampun-ampun! Sakit, May!" Marco tidak tahan saat Maya mencubitnya.
"Nanti kalau jadi merah-merah kamu harus tanggung jawab ya!" Canda Marco.
"Katanya nggak sakit?" Maya meledek balik.
"Nggak sakit! Liat kamu senyum langsung sembuh." Marco tersenyum manis sekali, memperlihatkan kedua gigi taringnya.
"Dasar Don Juan! Gombal mulu!" Maya meninggal Marco dengan wajah yang sedikit merona. Marco pun sempat melihat Maya yang sedikit tersipu.
"Aku akan tunggu meskipun kamu tidak mengijinkan aku menunggu." Ucap Marco dalam hati.
"Baru 5 atau 10 menit." Jawab Fira sedikit jutek.
"Maaf, jadi membuat Mbak Fira menunggu. Tadi ban motor ku kempes, untung ada yang nganterin jadi nggak terlalu lama telatnya." Terang Maya.
"Dia bukan Randy pacarmu 'kan? Kenapa kalian terlihat seperti pacaran?" Sinis Fira.
Maya berusaha sabar menghadapi Fira. "Oh Mbak Fira tahu kalau Mas Randy pacarku?"
"Tahu lah! Kamu kan merebutnya dari Priska!"
Deg...
"Sial keceplosan lagi. Bodoh banget sih kamu Fira!" Mendengus kesal dalam hati.
"Maksud ku, yang aku tahu pacarmu Randy bukan Marco." Fira salah ngomong lagi.
"Mbak Fira kenal Kak Marco? Tapi kok Kak Marco diam aja dan nggak nyapa?" Pertanyaan Maya menyulut rasa kesal dan gengsi Fira.
"Mungkin dia lupa karena baru kenal beberapa hari yang lalu saat nggak sengaja bertemu waktu aku ketemu Priska." Fira menatap Marco, namun Marco tidak melihatnya.
__ADS_1
"Oh... Berarti Mbak Fira kenal Priska juga?" Maya sengaja menanyai Fira yang sedang tidak fokus karena menatap Marco.
"Mbak Fira suka Kak Marco ya?" Pancing Maya.
"Suka, ehh nggak!" Fira sadar dan mengalihkan pandangannya pada Maya.
"Sepertinya Mbak Fira harus berjuang keras kalau ingin mendapatkan Kak Marco. Mbak Fira lihat sendiri sikap Kak Marco padaku tadi 'kan?" Maya mulai memprovokasi.
"Kamu tidak puas merebut Randy dari Priska? Merebut Mas Bayu dariku? Sekarang juga ingin merebut Kak Marco?" Ucap Fira dengan mata yang menyala-nyala marah.
"Sejak kapan aku merebut Mas Randy dari Priska? Mas Randy adalah pacarku dan semua orang tahu itu? Mas Randy juga tidak pernah pacaran dengan Priska!"
"Sejak kapan aku merebut Mas Bayu? Apa Mas Bayu sudah menjadi pacar Mbak Fira? Apa salahku jika Mas Bayu, Ki Sopo dan Nyi Yanti lebih memperhatikan aku? Apa aku dengan terang-terangan pernah mengejar Mas Bayu?"
"Apa karena Mas Bayu perhatian padaku lalu aku disebut merebut? Apa orang perhatian selalu berarti cinta?"
"Aku yang lebih dulu mengenal Kak Marco, Mbak Fira baru saja mengenalnya kemarin. Lalu apa aku disebut merebut jika Kak Marco lebih perhatian padaku?"
"Jangan terlalu naif dan mengira semua itu salahku. Harusnya kamu berpikir kenapa mereka semua lebih perhatian padaku!"
"Apa aku pernah mencoba menjatuhkan mu atau memfitnah mu? Apa aku pernah mencoba menghina mu?"
"Aku hanya bereaksi atas perlakuan Mbak Fira. Apa aku harus pasrah jika ada orang yang menghina dan merendahkan aku? Tentu aku harus melawan. Bukankah itu naluri manusia melawan ketidakadilan yang terjadi pada dirinya?"
"Apa Mbak Fira pikir aku takut? Aku punya Mas Randy, kamu tentu tahu siapa Mas Randy Prasetyo Wibowo 'kan?"
"Bahkan Kak Marco juga siap menjadi pelindungku. Mbak Fira pikir untuk apa Kak Marco ikut ke sini kalau bukan karena khawatir dan ingin menjagaku?"
"Coba Mbak fira pikir? Apa lelaki akan menyukai perempuan jahat?"
"Perlu Mbak Fira tahu! Kak Marco adalah anggota perguruan Mawar Hitam, sudah pasti dia tahu masalah yang terjadi di antara kita?"
Setiap kata yang Maya lontarkan penuh penekanan, nada suaranya pelan namun mengintimidasi.
Fira terdiam mendengar dan berusaha mencerna setiap kata yang Maya katakan. "Apa buktinya kalau kamu tidak merebut Randy dari Priska?"
"Aku tidak tahu apa yang Priska katakan padamu, tapi kamu bisa tanyakan pada semua anak SMA 2, mereka semua tahu kalau aku adalah pacar resmi Mas Randy, tidak ada yang lain! Bahkan mereka semua mengetahui statusku sebagai pacar Mas Randy sebelum aku masuk SMA."
"Atau tanyakan pada Kak Marco! Apa aku perlu memanggil Kak Marco untuk bergabung ke sini?" Tawar Maya.
"Atau coba kamu tanyakan sendiri pada Priska, apa dia akan jujur padamu atau sekedar ingin memanfaatkan Mbak Fira saja?"
Ucapan Maya mengingatkan perlakuan Priska padanya saat terakhir bertemu. "Apa betul apa yang aku rasakan? Priska hanya ingin tujuannya tercapai dan tidak peduli denganku, dia hanya menggunakan aku sebagai alat."
Waiters datang membawakan pesanan Fira, Maya memesan cappucino kesukaannya sambil menunggu reaksi apa yang akan Fira tunjukkan.
...***...
__ADS_1
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕