CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 81 Kya yahi pyar hai? Apakah ini cinta?


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


...***...



(Anggap saja itu Maya yang cium Bayu sebelum Bayu pulang ya guys...)


Bayu masuk ke rumah dengan wajah penuh senyum, ciri khas orang jatuh cinta. Bersiul-siul merdu bagaikan tanpa dosa dan seakan dunia telah jadi miliknya. Ki Sopo dan Nyi Yanti pun cuma bisa geleng-geleng kepala melihat anaknya begitu bahagia karena sedang kasmaran.


Bayu masih lanjut bernyanyi, senyum-senyum sendiri membayangkan Maya yang tersenyum manis dan berubah menjadi gadis yang riang. Menyentuh pipinya dan mengenang kembali saat Maya mencium pipinya. Rasanya kebahagiaan begitu membuncah, 🌺🌻🌹🌷 bunga-bunga bersemi dan jantung berdetak lebih cepat.


"Chalte chalte yunhi ruk jaata hoon main. Baithe baithe kahin kho jaata hoon main. Kahte kahte hi chup ho jaata hoon main. Kya yahi pyar hai!?Kya yahi pyar hai? Haan yahi pyar hai. Haan yahi pyar hai."


"Ketika berjalan tiba-tiba aku terhenti. Ketika terduduk tiba-tiba tersesat dalam lamunan. Ketika berbicara, tiba-tiba aku terdiam. Apakah ini cinta? Apakah ini cinta? Ya... Inilah cinta. Ya... Inilah cinta..."


"Tumpe marte hain kyon, hum nahin jaante. Aisa karte hain kyon, hum nahin jaante. Band galiyon se chup chup ke. Hum guzarne lage. saari duniya se rah rah kar. Hum to darne lage. Hai ye kya karne lage? Kya yahi pyar hai? Kya yahi pyar hai? Haan yahi pyar hai. Haan yahi pyar hai."


"Mengapa aku memujamu, aku pun tidak tahu. Mengapa aku merasa begitu, aku pun tidak tahu. Diam-diam di jalan yang tertutup ini. Aku mulai melewatinya. Hidup di dunia seluas ini. Aku mulai merasa takut. Apa yang telah mulai aku lakukan. Apakah ini cinta, apakah ini cinta. Apakah ini cinta? Apakah ini cinta? Ya... Inilah cinta. Ya... Inilah cinta..."


Maya masuk ke kamar dengan wajah yang begitu cerah, bahagia melanda mengobati semua luka yang pernah diderita. Apalagi setelah tahu bahwa semua pengalaman pahitnya bersama Randy belum benar-benar terjadi dan dia bisa mencegahnya.


Seakan hati telah tertaut, Maya pun bernyanyi riang di dalam kamarnya, mengelus pipinya dan menyentuh bibirnya, seakan ciuman Bayu masih terasa. Bu Parmi yang mendengar hanya bisa senyum-senyum sendiri karena ikut bahagia akan kebahagiaan putrinya.


"Chalte chalte yunhi ruk jaata hoon main. Baithe baithe kahin kho jaata hoon main. Kahte kahte hi chup ho jaata hoon main. Kya yahi pyar hai!?Kya yahi pyar hai? Haan yahi pyar hai. Haan yahi pyar hai."

__ADS_1


"Ketika berjalan tiba-tiba aku terhenti. Ketika terduduk tiba-tiba tersesat dalam lamunan. Ketika berbicara, tiba-tiba aku terdiam. Apakah ini cinta? Apakah ini cinta? Ya... Inilah cinta. Ya... Inilah cinta..."


"Teri baaton mein ye, ek shararat si hai. Mere honton pe ye, ek shikayat si hai. Teri aankhon ko aankhon se choomne hum lage. Tujhko baahon mein le lekar, jhoomne hum lage. Hai ye kya karne lage? Kya yahi pyar hai? Kya yahi pyar hai? Haan yahi pyar hai. Haan yahi pyar hai."


"Dalam kata-kata mu ini, ada suatu ketidakjujuran. Di dalam bibirmu ini, ada suatu keluhan. Mataku mulai mencium matamu dengan tatapan. Memelukmu dalam pelukanku, aku mulai menari. Apa yang telah mulai aku lakukan? Apakah ini cinta? Apakah ini cinta? Ya... Inilah cinta. Ya... Inilah cinta..."


...***...


Priska pov:


Hari-hari ku semakin buruk semenjak Maya putus dari Mas Randy. Aku sangat membenci Maya, dia merenggut segala yang ku inginkan. Aku tidak kalah cantik dari dia, bahkan aku terlahir dari keluarga kaya, tidak seperti dia yang cuma dari keluarga biasa.


Dimas mutusin aku karena dia tertarik pada Maya. Dia pemain cinta tapi aku tetap menyukainya dan termakan rayuannya. Harusnya Maya mengalami apa yang aku alami karena Dimas. Dia telah merenggut kesucian ku dengan sikap dan kata-kata manisnya. Harusnya Dimas melakukan hal yang sama pada Maya seandainya Maya menerima pernyataan cinta dari Dimas.


Aku bodoh sekali menggunakan Mas Randy untuk membalas dendam ku, Mas Randy yang bodoh justru benar-benar jatuh cinta pada Maya. Kak Bobby juga tidak ada gunanya, cuma disuruh ngasih pelajaran pada Maya aja tidak becus.


Aku akan membuat Maya membayar semua penderitaan yang aku alami. Karena dia juga orang tua ku memarahiku habis-habisan, di sekolah pun aku dikucilkan. Tidak ada teman lagi bagiku, aku harus mencari sekutu untuk menghancurkan Maya. Aku yakin pasti ada siswa atau siswi yang sama seperti diriku, tidak menyukai Maya yang selalu beruntung.


...***...


Ratih pov:


Kak Marco begitu baik menganggap Maya seperti adiknya, atau mungkin sebenarnya dia menyukai Maya. Kak Marco ganteng dan laki banget, aku nggak nyangka masih ada orang baik seperti Kak Marco di antara para anggota geng Don Juan yang begitu be-jat.


Kalau saja Kak Marco nggak ada rasa sama Maya, mungkin saja ada kesempatan buat ku. Tapi entahlah, aku tidak akan terlalu berharap karena belum tentu Kak Marco tertarik padaku. Kalau dibandingkan dengan Maya, aku nggak sanggup deh.

__ADS_1


Aku sudah cukup senang karena Maya sekarang sudah aman bersama Mas Bayu, meskipun agak takut awalanya, akhirnya aku bisa memberanikan diri untuk membantu Maya. Siapapun orangnya yang nggak kuat iman dan nggak mampu bersyukur pasti akan iri dengan Maya. Aku harus kerjasama dengan Kak Marco lagi, takutnya Priska akan merencanakan hal jahat lagi pada Maya. Hitung-hitung sekalian pendekatan sama Kak Marco, syukur-syukur kalau berhasil.


"Ratih, saat ini kita tidak boleh lengah terhadap Randy dan Priska. Mereka berdua bisa saja sewaktu-waktu nekat untuk mencelakai Maya. Kamu yang tiap hari bersama Maya di sekolah harus bantu mengawasinya. Aku salut akan keberanian mu yang telah merekam perselingkuhan mereka, tapi lain kali jangan terlalu nekat, kalau ada apa-apa aku pasti siap membantu jadi jangan bertindak sendirian." Pesan dari Marco pada Ratih.


"Wah 😮...!" Ratih senang membaca pesan dari Marco.


"Apa ini artinya Kak Marco khawatir dengan keselamatan ku?" Ratih kegirangan sendiri.


"Iya, Kak. Aku masih memantau keadaan sekitar, Priska masih diam saja, tapi mungkin saja dia sedang merencanakan sesuatu. Nanti kalau ada sesuatu yang mencurigakan, aku pasti mengabari Kak Marco. Mas Bayu sendiri juga sudah titip pesan padaku untuk mengawasi pergerakan Priska dan tidak membiarkan Maya kemana-mana sendirian." Ratih membalas pesan dari Marco.


Marco tertegun membaca balasan dari Ratih. "Jadi mereka benar-benar sudah berhubungan semakin dekat, hatiku sakit, Maya. Kamu tidak pernah memikirkan pernyataan rasa sukaku padamu. Atau mungkin aku yang terlalu berharap kamu membalas perasaan ku?"


"Okay, jangan lupa kamu juga harus hati-hati! Jangan sampai malah kamu sendiri yang celaka!" Marco membalas pesan Ratih lagi.


"Okay, Kak. Terima kasih sudah diingatkan." Balas Ratih cepat.


"Uwwwaaa... Gimana aku nggak kepedean kalau Kak Marco perhatian gini?" Ratih kegirangan sendiri dan mengira Marco juga ada rasa dengannya.


"Aduh... Aku nggak boleh baper duluan! Takutnya malah kecewa nantinya." Ratih segera sadar, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan kalau Marco juga ada rasa padanya.


"Tapi sepertinya aku benar-benar tertarik pada Kak Marco. Apa mungkin ini Cinta?"


"Ah... Baru juga segitu, aku terlalu cepat mengambil kesimpulan, mungkin ini hanya perasaan sesaat setelah kerjasama membantu Maya." Ratih sendiri belum yakin dengan perasaannya.


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2