CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 71 Kau Pencuri Hatiku


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


...***...


"Kita sudah sampai, May. Ayok turun!"


Maya tidak menyadari Bayu membawanya ke pinggiran desa yang dekat dengan pengunungan. Sawah yang menghijau terhampar luas di samping kiri dan kanan jalan dan di ujung jalan yang tak terlihat seperti menembus ke dalam gunung-gunung yang berjajar dengan indah.


"Loh! Kok kita sampai sini, Mas?" Maya heran, namun dia tetap turun, memandang sekeliling lalu merentangkan tangannya dan menghirup udara segar sambil memejamkan mata.


"Di sini tenang, udaranya juga segar. Kamu suka nggak?"


"Suka, rasanya damai di sini." Kesedihan Maya berangsur-angsur menghilang diterpa semilir angin di kaki pegunungan.


"Kalau aku suntuk, biasanya aku akan datang ke sini sendirian. Menatap pegunungan dan sawah-sawah yang hijau, dan juga menghirup udara yang segar. Sore-sore seperti ini rasanya syahdu banget, membuat pikiran dan hati lebih tenang." Bayu sedikit bercerita.


"Sendirian?" Maya melirik ke arah Bayu.


"Iya, hanya sendiri, untuk mencari ketenangan, meskipun kadang di sini juga ada warga yang lewat. Baru kali ini aku datang bersama orang lain ke sini." Secara tidak langsung Bayu ingin mengatakan pada Maya, bahwa dia istimewa baginya.


"Apa aku terlalu percaya diri atau nggak tahu diri kalau berharap punya tempat di hati Mas Bayu?" Ucap Maya dalam hati.


"Mau aku fotoin nggak? Atau foto berdua mungkin!" Usul Bayu ragu-ragu.


"Tapi wajahku kusut habis nangis. Emang Mas Bayu masih tetep mau foto berdua?"


Bayu langsung menarik Maya ke sampingnya dan membuka kamera depan untuk selfie.


Cekrek...


Setelah take foto dengan cepat, Bayu memperlihatkan hasil fotonya pada Maya.


"Ah... Aku jelek banget, curang nih! Pasti sengaja nih! Biar Mas Bayu yang terlihat ganteng, terus aku yang keliatan jelek!" Maya protes, tapi terlihat imut sekali di mata Bayu.


Bayu mengeluarkan slayer dari dalam jaketnya. "Ya udah bersihin dulu itu wajahnya, ngaca tuh di spion!"


(Slayer di sini maksudnya adalah sapu tangan yang agak besar ya guys... Yang biasa di ikat di kepala.)


"Tapi 'kan! Nggak bisa cuci muka, Mas!" Masih protes.


"Di tas kamu ada air mineral nggak? Buat cuci muka dulu aja, entar mampir warung habis ini, aku beliin minum yang baru." Usul Bayu.


Maya mengikuti usul Bayu. Membasuh mukanya dengan air mineral yang tinggal setengah botol, lalu mengeringkan wajahnya dengan slayer milik Bayu. Dengan percaya diri Maya menggunakan cream pelembab di depan Bayu, ia terus ngaca di depan spion dan mengoleskan cream pelembab di wajahnya tanpa mempedulikan Bayu.

__ADS_1


Bayu senyum-senyum sendiri melihat tingkah Maya, ia pun diam-diam mengambil foto Maya yang sedang berdandan di depan spion motornya.


"Udah cantik lagi, udah fresh! Masa fotonya kusam gitu, entar Mas Bayu dikira foto sama pembantunya!" Maya ngomong sendiri.


"Siapa bilang kamu pembantu? Kamu tuh tukang tambal!" Sahut Bayu.


"Tukang tambal ban?" Maya menatap kesal pada Bayu.


"Bukan! Tapi tukang tambal hati ku yang berlubang." Ucap Bayu malu-malu sambil memegang dadanya, ia tersenyum salah tingkah karena ucapannya sendiri.


Bugh...


"Gombalan mu nggak mempan, Mas!" Maya memukul lengan Bayu dengan keras.


"Udah cantik, sini foto dulu!" Bayu menarik Maya ke sampingnya.


"Kamu aja yang ambil foto, biar hasilnya bagus." Memberikan ponselnya pada Maya.


Dan Maya pun mengambil foto berulang kali.


Cekrek... Cekrek... Cekrek...


"Oh iya, Mas, slayer mu tadi jadi basah loh!" Maya baru ingat.


"Duh! Aku baper mendengar ucapan mu, Mas. Sikapmu padaku juga membuat ku jadi baperan. Aku takut aku yang terlalu berharap kamu mencintai aku." Hati Maya gelisah karena teringat dengan ucapan Randy tadi.


"Kamu harusnya sadar diri dong, May! Cuma aku yang mencintai kamu dan mau menerima mu, apa kamu pikir Bayu akan suka pada anak kecil seperti mu? Pasti Bayu tidak mau denganmu karena dia berpikir kamu sudah aku apa-apain! Kalau pun dia mau sama kamu, pasti hanya karena kasian." Ucapan Randy masih jelas terdengar di telinga Maya dan membuatnya takut kalau apa yang diucapkan Randy benar adanya.


Bayu tidak memperhatikan perubahan raut wajah Maya, dia malah sibuk memilih foto selfie-nya bersama Maya tadi. Bayu memilih foto Maya yang paling cantik menurutnya, setelah itu Bayu mengunggahnya di story akun star-gramnya. Tidak lupa Bayu juga mention akun Maya.


Maya melihat notifikasi di ponselnya lalu ia segera membuka foto yang Bayu unggah. "Mak-maksudnya ini apa, Mas? Nggak takut akan ada orang yang salah paham? Bukankah Mas Bayu sedang menyukai perempuan lain!"



(Anggap aja itu Maya masih pakai seragam ya guys 😊)


"Apa mungkin Mas Bayu menyukai aku?" Dalam hati Maya harap-harap cemas, takut dengan harapannya sendiri.


"Justru itu, aku mengunggah foto ku bersama dengan perempuan yang aku sukai, biar semua orang tahu." Bayu berusaha cool tapi tetap aja pipinya jadi merona.


Deg... Deg... Deg...


Keheningan menyergap, Maya dan Bayu saling menunggu reaksi masing-masing.

__ADS_1


"Aku tahu kamu masih terluka karena Randy. Aku tidak ingin membebani pikiran dan perasaan mu, tapi aku mau jujur padamu." Tutur Bayu memecah keheningan.


Bayu berubah serius, ia berdiri di depan Maya, memegang kedua pundak Maya. Bayu mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaannya pada Maya agar Maya tidak salah paham dan terus-terusan asal menebak.


"Aku menyukai mu, aku mencintaimu, aku sudah jatuh cinta padamu sejak kamu ngotot ingin menjadi murid bapak." Akhirnya Bayu berani mengutarakan perasaannya.


"Mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi aku tidak bisa menahan perasaan ku lagi setelah kejadian tadi." Sorot mata Bayu penuh dengan cinta, tidak ada kebohongan di sana.


Deg... Deg... Deg...


Perasaan Maya tidak karuan antara senang campur gelisah.


Suasana hati Maya kembali memburuk, "Mas Bayu hanya kasian dan ingin melindungi aku saja. Aku tidak sebaik yang Mas Bayu kira. Mas Bayu tahu 'kan kalau aku ini mantan pacar Mas Randy! Mas Bayu pasti juga sudah tahu 'kan gimana kelakuan Mas Randy dengan pacar-pacarnya!"


"Saat aku jatuh hati padamu, aku sudah siap dengan segala konsekuensinya. Apapun keputusan mu, aku akan terima."


"Kamu tidak perlu buru-buru mengambil keputusan, pertimbangkanlah terlebih dahulu, tanyakan pada hatimu!"


"Tapi yang jelas, aku jatuh hati padamu sejak kamu ngotot ingin menjadi murid bapak, tepatnya di pertemuan kita yang ke dua. Aku sempat frustasi, mengapa aku jatuh hati pada perempuan yang sudah punya pacar."


"Bahkan aku sempat egois dan berdoa agar kamu putus dengan pacarmu. Sampai saat aku mendengar dari Mimi kalau kamu ingin putus dari pacarmu, aku mulai semangat lagi dan berusaha mencari informasi tentang kamu dan Randy."


"Sebulan kemarin aku sembunyi dan tidak pernah menemui kamu, itu karena aku khawatir akan keselamatan kamu. Aku sempat takut jika kamu bersamaku, jika orang-orang tahu aku mencintaimu, maka kamu akan menjadi sasaran. Seperti saat Fira berusaha memfitnah kamu."


"Mimi menyadarkan aku, kalau aku benar-benar mencintaimu, harusnya aku datang memperjuangkan cintaku dan melindunginya, bukan malah menghindar. Aku harap kamu bisa menjadikan masa lalu sebagai pelajaran dan pengalaman. Jangan terjebak masa lalu! Jangan takut melangkah untuk masa depan yang lebih baik!" Bayu mengungkapkan semua isi hatinya.


"Kau pencuri hatiku... ❤💞"


"Tatapan Mas Bayu penuh cinta, aku tidak pernah merasakan ditatap seperti ini oleh Mas Randy. Apa benar aku harus melupakan masa lalu dan menerima Mas Bayu?" Pikir Maya dalam hati.


"Apa Mas Bayu tidak takut kalau masih ada sedikit rasa di hatiku untuk Mas Randy?" Sanggah Maya.


"Aku akan menghapusnya perlahan, aku yakin aku bisa mencintaimu dan memperlakukan mu lebih baik dari dia."


Alunan lagu cinta mulai terdengar merdu di benak mereka masing-masing.


"Jantung pun bergetar saat engkau ada di dekatku. Mungkinkah diriku telah jatuh cinta pada dirimu?"


"Sebisa diriku mencoba untuk melupakanmu, namun ku tak bisa, kau pun slalu ada dalam hatiku."


"Dan biarkan semua mengalir apa adanya. Ku yakin kau pun pahami perasaanku, perasaanku..."


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2