CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 58 Memergoki Perselingkuhan 1


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


...***...


Jam sudah menunjukkan pukul 6.45, Randy bergegas mengemudikan mobilnya ke rumah Priska. Randy terlihat cukup tampan dengan kemeja hitamnya. Randy menunggu Priska di depan rumah, kalau dia masuk mungkin akan lain ceritanya, ia justru akan segera menyerang Priska dan menghabiskan malam di rumah Priska.


"Tak... Tak... Tak..." Suara sepatu hak tinggi Priska, mungkin hanya 3 atau 5 cm saja, tidak terlalu tinggi.


"Mas Randy udah nunggu lama?" Sapa Priska.



Mata Randy terpaku pada penampilan Priska. "Sayang, sebaiknya kamu kancingkan blazer mu! Kalau tidak dikancing mungkin saja aku tidak jadi mengajakmu makan malam karena buatku dua susu murni milikmu sudah bisa membuat ku kenyang."


Priska sengaja berdiri tepat di depan Randy, sengaja mencondongkan tubuhnya hingga da-da-nya hampir bersentuhan dengan da-da Randy.


"Aku berdandan sesuai keinginan kamu, Mas! Yang terlihat se-ksie." Jemari tangan kanan Priska sengaja bermain di da-da Randy.


"Kamu jangan menggoda ku sekarang! Kita dinner romantis dulu, setelah itu baru kita nikmati hidangan utamanya." Membelai pipi Priska.


"Ck... Aku disamakan dengan makanan!" Priska kesal.


"Jangan marah! Karena kecantikan mu memang membuat ku ingin memakan mu setiap saat."


"Apalagi bunga pink mu yang ada di bawah sana, begitu indah dan cantik hingga aku ingin memakannya setiap waktu dan membuatmu terus teriak-teriak." Bisik Randy di telinga Priska.


"Mas Randy juga selalu tampan dan gagah." Priska juga melontarkan pujian pada Randy.


"Selain itu senjata Mas Randy juga gagah perkasa dan tahan lama, tiada tandingannya." Priska menambahkan pujian lagi pada Randy.


Randy tidak berlama-lama dan langsung membuka pintu mobilnya untuk Priska. "Pembahasan yang itu nanti lagi, kita dinner dulu buat isi tenaga. Jangan lupa kancingkan blazer mu! Aku tidak mau para lelaki lain melihatnya."


"Iya, sayang." Priska tersenyum karena merasa Randy sedikit cemburu atau posesif padanya.


"Mungkin aku salah sangka sama Mas Randy, nyatanya dia posesif seperti ini. Nggak mungkin Mas Randy memilih Maya, pasti hanya untuk mendapatkan kehangatan sesaat lalu mencampakkan Maya sesuai keinginan ku." Dalam hati Priska sudah kegirangan.


Ada ketenangan sebelum badai, entah apa yang akan Randy lakukan jika tahu Priska menyuruh Bobby mengerjai Maya.

__ADS_1


...***...


Bayu telah menjemput Maya dengan mobilnya, sedangkan 3 bodyguard Andrepati menggunakan mobil lain mengikutinya dari belakang. Semula Bayu hanya ingin membawa bodyguard cowok cewek, tapi akhirnya dia membawa 1 cowok dan 2 cewek agar Maya lebih nyaman dan tidak dikira double date.



(Mas Bayu sama Maya guys. menurut kalian paling cucok pasangan MyBay apa Ranska?)


"Kamu sudah siap, May?" Tanya Bayu khawatir.


"Siap, dong! Ini waktu yang aku tunggu-tunggu." Bohong Maya, kegelisahan jelas terlihat di matanya. Ada rasa takut dan senang campur jadi satu.


"Tenanglah! Ada aku di samping mu. Setelah ini aku pastikan tidak akan ada lagi yang menyakiti kamu." Bayu tiba-tiba menggenggam tangan Maya.


Maya terdiam kaget dan memandangi tangannya yang digenggam oleh Bayu. Sejurus kemudian Bayu tersadar dan melepaskan genggaman tangannya.


"Ya Tuhan, deg-degan banget. Tanganku digenggam sama Mas Bayu... Aaaaaa... Asli deg-degan banget ini. Apa aku nggak salah dengar kalau kemarin Mas Bayu akan melindungi orang yang dia sayang? Terus sekarang bilang nggak akan membiarkan ada orang yang menyakiti aku. Aaaaaa... Ya Tuhan, jantung ku nggak kuat, Mas Bayu bikin baper parah." Jerit Maya dalam hati.


"Makasih sudah mau membantuku, Mas. Nggak tahu deh kalau nggak ada Mas Bayu gimana. Beruntung banget jadi muridnya Ki Sopo dan Nyi Yanti." Maya berusaha menghilangkan rasa grogi dan canggung alias awkward.


"Jadi Mas Bayu cemburu nih gara-gara Mimi lebih sayang sama aku? Lagian Mas Bayu sibuk sih! Sampai sebulan nggak keliatan."


"Ooppss...! Duh salah ngomong nih! Ketahuan kalau aku perhatiin Mas Bayu." Batin Maya.


"Sibuk skripsi sama kerjaan. Bentar lagi juga beres." Sahut Bayu tanpa meledek Maya karena sudah memperhatikan dia, salah-salah malah bikin Maya jauh dan nggak mau perhatian lagi.


"Ternyata dia diam-diam sampai menghitung hari saat aku tidak muncul di hadapannya." Bunga-bunga memenuhi hati Bayu.


"Berarti aku gangguin dong?" Ucap Maya dengan ekspresi begitu imut.


"Ya Tuhan, kalau gini terus mana tahan kalau nggak bilang cinta." Dalam hati Bayu berusaha menahan perasaan.


"Ingat, Yu! Malam ini harus berhasil bikin Randy dan Maya putus. Setelah itu baru mikirin cara bilang cinta ke Maya." Wajah Bayu secerah sinar mentari pagi, penuh harapan.


"Nggak! Nggak ganggu sama sekali, jangan dipikirkan! Aku juga butuh keluar sekalian refreshing. Entar kalau aku wisuda kamu datang ya!" Bayu memang modus ingin pamer juga punya pasangan seperti Maya di acara wisuda.


"Hehehe... Bukannya Mas Bayu sedang tertarik dengan seseorang ya? Suruh aja orang itu buat datang." Maya ingat waktu akan dijodohkan dengan anak Ki Narto, Bayu menolak karena sedang tertarik dengan perempuan lain.

__ADS_1


"Eeemmm... Ini aku juga lagi ngajakin dia." Kata-kata Bayu sedikit samar dan tidak terdengar jelas.


"Aaa... Berarti aku dong! Eit... Nggak mungkin kayaknya." Dalam hati Maya bingung sendiri menafsirkan kata-kata Bayu.


"Nanti kira-kira gimana ya, Mas? Kan nggak mungkin kita masuk duluan sebelum Mas Randy di sana. Kalau mereka tahu aku di sana juga, mereka pasti tidak jadi masuk." Maya mengalihkan pembicaraan, untuk saat ini yang paling penting adalah putus dengan Randy dulu.


"Tenang! Aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi di sana. Kita akan muncul di waktu yang tepat." Bayu berbicara dengan senyum yang mengembang.


"Ya Tuhan, maafkan hamba karena mengharap Maya putus dari pacarnya. Dia tidak baik untuk Maya. Apa tadi dia mendengar ucapan ku? Tapi yang penting sekarang Maya harus putus dulu dengan Randy, setelah itu baru mikir cara menyatakan cinta ❤😘." Batin Bayu.


Bayu menepikan mobilnya di pinggir jalan yang dekat dengan lokasi Moon Caffe. Dia menunggu kabar dari anak buahnya yang sudah berada di dalam kafe untuk memantau kedatangan Randy.


Maya sangat tegang menunggu kedatangan Randy dan Priska, harap-harap cemas karena takut jika gagal memergoki perselingkuhan mereka.


"May, kamu tidak perlu cemas! Kalau pun hari ini kita gagal memergoki mereka, aku akan bantu kamu biar bisa putus dari Randy. Ada aku, jadi kamu tidak perlu takut lagi!" Bayu berusaha menenangkan Maya yang masih gelisah.


Ponsel Bayu berbunyi, ada pesan dari anak buahnya yang ada di dalam kafe. "Lapor, Mas. Target sudah masuk dan sedang memesan makanan. Masih terlihat biasa, sebaiknya Mas Bayu standby di depan, nanti saya kabari lagi waktu yang tepat untuk masuk."


"Okay, saat mereka terlihat mulai mesra, segera kasih info." Balas Bayu.


Para bodyguard yang bernaung dibawah Andrepati semuanya memanggil Bayu "Mas" atas permintaan Bayu sendiri. Mereka awalnya canggung namun lama-lama terbiasa. Bayu memang tidak suka dipanggil dengan sebutan, Pak, Tuan, ataupun Bos. Bayu mengelola Andrepati dengan baik hingga para anggota Andrepati semuanya respect terhadapnya. Meskipun kadang Bayu tegas dan sangat disiplin, itu semua semata-mata untuk menjaga kualitas mereka semau sebagai bodyguard nomor 1 di kota bahkan di provinsi itu. Tua ataupun muda, semua anggota Andrepati menghormati Bayu sama seperti mereka menghormati Ki Sopo, itu semua juga karena kualitas Bayu yang tidak kalah dari bapaknya meskipun masih di bangku kuliah.


"Kita parkir dulu di depan kafe, sambil nunggu momen yang tepat." Sambil mengemudi Bayu memberitahu Maya.


"Maya nanti kita masuk bertiga saja dengan salah satu cewek dari Andrepati. Biar tidak terlalu ramai, takutnya mengundang banyak perhatian orang. Dua orang lagi biar bantu mengawasi di luar, kalau nanti Randy mengejar kita keluar biar mereka yang menghalangi."


"Okay, Mas. Aku nurut aja sama rencana Mas Bayu." Pikiran Maya memang belum bisa tenang, secara dia masih kelas 1 SMA yang kadang masih labil dan kadang terlalu polos.


"Gemes banget sih!" Bayu memegang puncak kepala Maya.


Dua-duanya jadi terdiam karena merasa canggung, keheningan menyergap hingga 3 orang dari Andrepati menghampiri mobil Bayu, menunggu instruksi dari sang CEO muda.


...***...


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2