
Tolong mampir ke karya baru author ya guys ya 😊🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Klik profile author lalu klik Karya dengan judul Dendam Mantan Kekasih Sang CEO
...****************...
Yukk lanjut sama Mas Bayu dan Maya, happy reading. Maaf kalau author belum bisa menyuguhkan cerita yang lebih oke.
...****************...
Dengan perasaan gelisah, takut dan malu campur aduk jadi satu. Meski masih dengan mata yang sembab dan wajah tanpa polesan, Priska memberanikan diri datang ke rumah Ki Sopo. Tidak terbayangkan olehnya, akan tiba saat-saat seperti ini, saat dia harus memohon belas kasih Maya.
"Aku sangat membencinya, tapi sekarang hanya dia yang bisa menolong ku. Kalau saja kak Vino mau tanggung jawab terhadap bayi ini, aku tidak akan meminta pertanggungjawaban dari mas Randy. Apalagi dia sudah bangkrut, tapi aku yakin ibunya masih memiliki beberapa aset." Batin Priska.
Terbayang dan terngiang-ngiang suara Vino yang menolak untuk bertanggung jawab atas bayi yang dia kandung.
"Aku tidak akan tanggung jawab, aku tidak yakin itu bayi ku. Bukankah kamu masih setia sama Randy? Yang kamu lakukan dengan ku kemarin hanya untuk bersenang-senang. Karena kamu tidak puas kalau hanya dengan satu pria saja!"
"Tapi kamu yang tidak pakai pengamanan, mas! Ini anak mu! Teriak Priska histeris.
"Ck... Ck... Ck... Tidak perlu teriak-teriak! Memangnya kamu punya bukti kalau bayi itu adalah benih ku? Dari mana aku bisa percaya kalau hanya aku yang tidak pakai pengamanan?"
"Apa kamu bisa dipercaya? Bisa jadi kamu tidak hanya melakukannya dengan ku atau Randy. Bisa saja kamu melakukannya dengan yang lain juga. Jangan-jangan kamu masih berhubungan juga dengan Ferdy dan Bobby?"
"Jangan gila, kak! Aku tidak mungkin melakukannya dengan mereka berdua!"
"Hahaha... Itu karena kamu tahu mereka berdua sudah tak punya apa-apa. Aku tidak sudi tanggung jawab, bisa jadi itu bayi Randy karena kamu lebih sering bersamanya."
"Lagipula kita melakukannya juga tidak cuma-cuma! Aku sering membawa mu jalan-jalan wisata, membawa mu makan enak, sering membelanjakan baju atau aksesoris juga. Jadi aku tidak akan tanggung jawab karena aku sudah membayar semuanya." Cibir Vino.
"Kamu mau keluar sendiri dari rumah ku atau aku panggilkan satpam untuk membawa mu keluar? Sadar diri dong kamu itu tak lebih dari seorang pela-cur!"
"Dan kamu juga tidak lebih dari seorang baj-ingan yang munafik!" Sarkas Priska sebelum keluar dari rumah Vino.
__ADS_1
Kata-kata Vino benar-benar sadis, Vino bersikap seperti itu pada Priska karena dia dendam pada Randy. Vino sudah sangat senang membayangkan Randy harus bertanggung jawab pada bayi yang tidak jelas siapa bapaknya. Meskipun dia merasa iba jika benar itu adalah bayi hasil dari benihnya, tapi Vino benar-benar tidak yakin.
"Aku suka Prita, tapi Prita sudah dirusak Ferdy, Bobby dan Randy. Jadi sekarang biar Randy yang bertanggung jawab." Tersenyum sinis.
...****************...
Priska gelisah menunggu Maya di ruang tamu. Apalagi saat ini sorot mata tajam Nyi Yanti sedang mengawasinya, bagaikan induk singa yang mengawasi mangsa.
"Apa mungkin dia mengenali ku?" Batin Priska.
"Ada perlu apa kamu mencari, Maya? Bukankah kamu Priska yang dulu selalu ingin berbuat jahat pada Maya?" Menatap tajam dan mengintimidasi.
Tangan Priska gemetar, kondisinya saat ini memang tidak sebaik dulu. Keberaniannya yang dulu kini menciut karena berhadapan dengan lawan yang lebih kuat.
"Sa-saya, ada sesuatu yang perlu saya sampaikan pada Maya, Bu." Jawab Priska bergetar.
Nyi Yanti masih terus menatap tajam pada Priska hingga membuat Priska semakin takut. Tak berapa lama Maya datang karena dipanggil oleh bibi ART.
"Priska! Ada perlu apa datang ke sini?" Tanya Maya tanpa basa-basi.
"Apa kita bisa bicara berdua?" Priska memelas.
"Tidak bisa!" Sahut Maya dan Nyi Yanti serentak.
"Kalau mau bicara langsung saja bicara di sini!" Maya duduk di samping Nyi Yanti.
"Sudah makan siang belum, May?" Tanya Nyi Yanti.
"Belum Mi, nungguin Mas Bayu malah belum pulang-pulang, katanya jam makan siang mau pulang."
"Iss… Anak itu, berani-beraninya membiarkan istrinya nahan lapar! Nanti biar Mimi marahin." Nyi Yanti langsung mengambil ponselnya dan segera mengirim pesan pada Bayu.
"Belum lapar, Mi. Paling Mas Bayu banyak kerjaan dan sekarang baru di jalan." Maya membela Bayu.
__ADS_1
"Hahaha… Iya, iya… Suaminya dibelain." Nyi Yanti tertawa bahagia.
"Kenapa Maya selalu mendapatkan yang terbaik? Bahkan sekarang dia sangat disayang oleh mertuanya." Batin Priska iri.
"Kamu kalau mau bicara cepat bicara! Jangan buang-buang waktu Maya! Sebentar lagi harus makan siang sama Bayu." Menoleh ke arah Priska dengan lirikan tajam dan nada bicara yang tinggi.
"May… Eeemmm…" Mengumpulkan keberanian.
"Aku ke sini ingin meminta mu mencabut tuntutan terhadap Mas Randy." Pelas Priska.
"Tidak bisa! Aku yang menuntutnya, bukan Maya! Randy mu itu sudah mencemarkan nama baik Maya dan Bayu. Biar saja dia merasakan bagaimana rasanya hidup di penjara." Nyi Yanti langsung memotong ucapan Priska.
"Mi, bolehkah kita dengarkan dulu dia mau ngomong apa?" Pinta Maya pada Nyi Yanti.
"Baiklah, tapi yang jelas kamu tidak boleh mundur, May. Kamu sudah sering disakiti oleh mereka. Kamu tidak lupa kan?" Nyi Yanti bicara dengan santai pada Maya, berbanding terbalik saat bicara dengan Priska, selalu mengeluarkan taring (marah).
"Kita dengarkan dulu aja, Mi." Maya sudah sedikit goyah karena melihat tampilan Priska yang memelas.
"Aku hamil anak Mas Randy, May. Aku hanya tidak ingin saat nanti bayi ini lahir, ayahnya justru di penjara." Air mata membasahi pipi, dia mengelus perutnya yang masih datar.
"Itu salah mu dan salah Randy, kenapa Maya yang harus mengalah? Kalian telah berbuat jahat, jadi mau tidak mau kalian harus menerima konsekuensinya!" Nyi Yanti tidak memberikan Maya kesempatan untuk berubah pikiran.
"Apa tidak ingat saat kamu meminta Randy untuk men-jahati Maya, berpura-pura jadi pacar yang baik tapi hanya ingin merenggut kehormatan Maya?"
"Apa kamu tidak ingat saat menyuruh Fira untuk memfitnah Maya dan memicu permusuhan antara perguruan Macan Emas dan Mawar Hitam?"
"Apa kamu tidak ingat saat kamu meminta Bobby mencelakai Maya?"
"Apa kamu tidak ingat beberapa kali kamu mencoba memberikan obat pencahar untuk mempermalukan Maya di pertandingan silat se-provinsi?"
"Mas Randy tahu aku tidak akan berhasil membujuk Maya untuk mencabut tuntutan, makanya Mas Randy setuju menikahi ku kalau aku berhasil membujuk Maya." Ucap Priska dalam hati, air matanya mengalir deras bagaikan hujan di bulan Januari, menyadari tidak akan ada yang mau bertanggung jawab pada bayi yang dia kandung.
...****************...
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕