CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 25 Peringatan untuk Priska


__ADS_3

Zwiing zwiiingg zwiiiiiiinng zwiiiiiiiiiiinnnggg...


Suara motor anak sekolah saling bersahut-sahutan. Terlihat Maya mengendarai motornya dengan santai tanpa kebut-kebutan, lampu depan menyala dan ia juga menggunakan helm, minus surat ijin mengemudi (SIM) karena ia belum genap 17 tahun. (Jangan ditiru ya reader, kalau nggak mau ditilang Pak Polisi)


Maya membelokkan motornya ke parkiran belakang sekolah yang paling dekat dengan kelasnya, masih cukup pagi dan belum banyak siswa-siswi yang datang hingga dia bisa memarkir motornya dengan leluasa.


Zwiing zwiiingg...


Terdengar ada motor lain yang masuk ke parkiran. Maya menoleh dan dilihatnya Priska yang datang dengan motor maticnya yang masih kinclong dan berbau toko alias baru. Priska memang sering gonta-ganti motor untuk pergi sekolah, Maya tidak heran karena Priska memang anak dari keluarga yang cukup berada, berbeda dengannya yang hanya anak dari keluarga biasa. Ke sekolah naik motor bebek 4 tak keluaran lama, sudah cukup membahagiakan baginya, yang penting ada kendaraan untuk wara-wiri kemana saja.


Priska menghampiri Maya. "Pagi, Maya."


"Pagi Pris... " Balas Maya dengan senyum hangat menyambut temannya itu. Maya jadi teringat untuk memperingatkan Priska perihal Randy, apalagi Maya sempat mendengar dari teman-teman yang lain, ada yang melihat Priska pulang dibonceng Randy saat Maya sudah pulang duluan.


"Pris, bel masuk kan masih lama, aku ingin bicara berdua denganmu." Maya mengajak Priska bicara empat mata saja.


"Apa ada yang penting banget? Bisa kita bicarakan di kelas aja kan?" Priska enggan bicara berdua dengan Maya.


"Ini penting sih, aku pengen ngomong tentang Mas Randy, mau sedikit curhat aja. Itu pun kalau kamu mau sih! Kalau nggak mau juga nggak apa-apa." Maya menyebut nama Randy untuk menarik perhatian Priska, selama ini memang Priska selalu tertarik dengan kisah Maya dan Randy.


"Mau kok, mau bicara dimana? Atau di koridor samping kelas aja yang tidak terlalu ramai." Priska langsung semangat, sudah tentu dia penasaran ada apa dengan Randy dan Maya. Dia berharap Maya menceritakan bahwa dia benar-benar mencintai Randy, apalagi setelah ada kabar geng Don Juan bubar.


"Boleh, ayok ke sana!" Maya menggandeng lengan Priska, tidak pernah terlintas di hati dan pikiran Maya untuk marah atau benci pada temannya itu. Maya hanya tahu bahwa Randy lah yang salah karena menjadi play boy, Maya tidak mau temannya itu menjadi korban seperti dirinya di kehidupan yang lalu.


Maya dan Priska berjalan akrab seperti tidak ada dendam atau kebencian di antara mereka berdua. Orang lain yang melihat terkadang heran, kenapa Maya sepolos itu atau terlalu bodoh karena dibodohi oleh teman dekatnya sendiri. Pasalnya sudah banyak yang tahu dan banyak beredar gossip tentang kedekatan Priska dan Randy, meskipun mereka berdua berusaha menutupi tapi tetap saja bau busuk akan tercium juga.


"Kapan Maya sadar kalau temannya itu busuk ya? Diselingkuhin pacar dan teman dekat sendiri rasanya pasti sakit banget." Ucap salah satu siswi yang dari kejauhan melihat keakraban Priska dan Maya.

__ADS_1


"Iya, kalau aku jadi Maya pasti aku akan sakit hati sekali. Persahabatan jadi permusuhan, sayang menjadi benci, cinta menjadi dendam." Imbuh siswi yang lain.


"Sudahlah! Lebih baik kita tidak ikut campur dengan urusan Mas Randy, daripada kita dapat masalah nantinya." Siswi yang lain menimpali.


Maya dan Priska telah sampai di koridor di samping kelas yang masih sepi. Ini baru jam 6.40, biasanya siswa-siswi datang 5-10 menit sebelum bel masuk, bahkan kadang ada yang telat.


"Jadi, apa yang ingin kamu ceritakan, Maya?" Duduk di kursi di pinggir koridor dan Maya pun ikut duduk di sampingnya namun tidak terlalu dekat.


"Entah, apakah yang aku dengar dari beberapa siswa-siswi yang lain ini benar atau salah, tapi aku hanya ingin mengingatkanmu saja." Maya membuka pembicaraan.


"Maksudmu apa, Maya?" Priska sedikit terkejut karena Maya bicara di luar dugaan.


"Aku dengar kamu kamu pulang bareng Mas Randy saat aku buru-buru pulang duluan." Maya menghentikan ucapannya, menunggu reaksi Priska.


"Jadi kamu curiga sama aku? Kamu lebih percaya dengan omongan siswa-siswi yang lain! Bukankah aku teman dekatmu! Mana mungkin aku berbuat seperti itu!" Priska mengelak dan membuat pembelaan untuk dirinya sendiri, namun Maya melihat perubahan mimik muka Priska yang sedikit gusar.


"Tanpa mendengar dari orang lain pun, aku sudah tahu kamu ada main di belakang dengan Mas Randy, Priska! Bahkan aku melihat kalian kelewat batas." Ucap Maya dalam hati.


"Baguslah kalau kamu percaya padaku. Kita kan teman dekat!" Terlihat raut wajah Priska yang lega karena merasa belum ketahuan.


"Tapi ada satu hal yang ingin aku tekankan." Maya menatap Priska namun ia tidak mau menatap balik dan hanya menatap ke depan, mungkin dia takut Maya bisa mengetahui perubahan raut wajahnya dengan jelas.


"Setelah masuk SMA, tanpa sengaja aku tahu kalau Mas Randy dan gengnya bukanlah lelaki yang baik. Aku harap kamu benar-benar tidak berhubungan dengan Mas Randy atau anggota geng Don Juan!"


"Lalu kenapa kamu masih bersama Mas Randy jika tahu dia bukan lelaki yang baik?" Sahut Priska, merasa tidak terima jika ada yang menjelekkan Randy.


"Kenapa justru memperingatkan aku? Aku kan tidak ada hubungan apa-apa sama Mas Randy!"

__ADS_1


"Katanya tidak percaya gossip, tapi nyatanya kamu masih mencurigai aku, menuduh ku ada hubungan dengan Mas Randy!" Cecar Priska bertubi-tubi.


"Siapa yang menuduh kamu ada hubungan dengan Mas Randy? Aku hanya meminta kamu untuk hati-hati!" Maya tersenyum karena Priska terjebak dengan omongannya sendiri. Orang panik pasti tidak memperhatikan setiap kata yang diucapkan oleh lawannya.


"Aku tidak menuduh kamu berhubungan dengan Mas Randy, aku pikir jika dia mengantarmu pulang karena melihatmu sebagai temanku. Aku benar kan?" Maya memancing Priska lagi.


"Benar! Dia mengantarku pulang memang karena melihatku sebagai temanmu, saat itu sopirku tidak bisa jemput dan aku tidak bawa motor sendiri."


Deg...


Sejenak Priska berhenti bicara dan menyadari bahwa dia salah bicara.


"Ma-maaf, Maya. Bukan maksud ku menyembunyikan ini dari mu. Ku pikir ini tidak penting karena Mas Randy hanya sebatas mengantarku pulang saja. Aku tidak bilang padamu karena takut kalau kamu cemburu atau marah padaku. Waktu itu aku sudah menunggu sopir ku begitu lama, makanya Mas Randy nawarin untuk nganter pulang. Aku benar-benar tidak ada maksud lain." Priska mencoba membuat alasan dan pembelaan lagi.


"Baiklah. Aku akan percaya padamu karena kamu teman dekat ku, tapi aku harap kamu benar-benar tidak ada hubungan dengan Mas Randy atau anggota geng Don Juan lainnya."


"Mas Randy mencintai ku dan membubarkan geng Don Juan demi aku. Kemarin kami makan siang romantis di restoran Korea, Mas Randy sangat lembut dan manis banget, jadi aku percaya kalau dia tidak ada hubungan dengan perempuan lain. Aku yakin dia akan melindungi aku." Maya berekspresi riang agar Priska tidak curiga.


"Tapi, berdasarkan gossip yang beredar geng Don Juan isinya adalah lelaki yang tidak baik. Bahkan Kak Prita juga pernah memperingatkan aku. Katanya sih aku cuma perempuan penghibur Mas Randy, aku juga nggak tahu apa maksudnya. Padahal selama ini Mas Randy baik-baik saja padaku. Dia juga tidak pernah berbuat mesum padaku." Maya masih menutupi kenyataan, secara tidak langsung dia ingin memperingatkan Priska agar hati-hati.


"Aku dengar dari siswa-siswi yang lain, Kak Prita memang pernah berhubungan dengan Mas Randy tapi sudah putus. Nggak tahu juga, apa yang pernah mereka lakukan saat dulu pacaran. Tapi aku tidak ambil pusing, yang penting sekarang Mas Randy masih bersamaku." Ekor mata Maya melirik memperhatikan reaksi Priska, terlihat kegelisahan di wajahnya.


"Sial, apa aku sudah terlambat memperingatkan Priska. Jangan-jangan Mas Randy sudah berhasil cetak gol ke gawangnya?" Dalam hati Maya panik sendiri, takut jika temannya menjadi korban Randy.


...***...


Apa yang akan Priska lakukan selanjutnya?

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2