CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 56 Menyinggung Orang yang Salah


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


...***...


"Mungkin saja Priska sekarang mau menemui Randy. Sebaiknya aku membuntutinya." Pikir Ratih.


"Oh iya, kamera video harus on." Ratih mengambil ponselnya dan segera membuka kamera untuk merekam video.


Priska yang sedang kesal pada Randy berjalan dengan cepat menuju taman untuk menemui Randy, hingga tidak sadar ada orang yang mengikuti dia. Sedangkan Ratih yang tidak begitu jauh mengikuti dibelakangnya sudah mulai merekam videonya untuk jaga-jaga.


"Mas Randy... " Teriak Priska saat sudah sampai di bangku taman tempat mereka berdua biasa bertemu.


"Kamu kenapa teriak-teriak sih?" Randy melampiaskan rasa kesalnya karena belum dapat kabar dari Maya.


"Oooh! Jadi sekarang kamu gini, Mas? Membentak aku gara-gara Maya?" Priska tersulut emosi.


"Kamu pikir aku budek? Ngapain teriak-teriak?" Randy marah karena Priska begitu berani padanya, Priska tidak bersikap lembut seperti Maya bersikap padanya.


"Kamu sekarang berubah, Mas! Apa kamu benar-benar jatuh cinta pada Maya?"


"Kamu melupakan janji mu padaku! Kamu lupa kalau kamu harusnya mutusin Maya dan hancurin perasaan Maya!"


"Padahal aku sudah memberikan semuanya padamu!" Priska mencecar Randy.


"Heeey! Kamu jangan membodohi aku! Tanpa kamu cerita, sebenarnya aku juga sudah ragu kalau aku yang pertama untuk mu! Kamu itu tidak lebih seperti wanita mu-ra-han! Beda dengan Maya! Kamu tidak bisa dibandingkan dengan Maya!"


"Jadi wajar saja kalau aku lebih memilih Maya daripada kamu! Awas saja kalau kamu berani menyentuh Maya! Aku akan membuatmu malu menghadapi dunia!" Randy balik mengancam Priska.


"Kalau aku dibilang mu-ra-han, lalu kamu apa, Mas?" Teriak Priska, dia tidak terima disebut mu-ra-han.


"Bukan 'kah kamu sama saja seperti aku? Jangan lupa kalau kamu juga pemain cinta!" Priska mendorong dada Randy.


"Kalau aku disebut mu-ra-han karena pernah berhubungan dengan beberapa lelaki, berarti kamu juga mu-ra-han karena berhubungan dengan beberapa perempuan. Bahkan kamu celup sana celup sini, menembakkan madu cinta pada setiap perempuan yang dekat denganmu!" Telunjuk Priska menunjuk-nunjuk tepat di dada Randy, melimpahkan amarahnya pada Randy.


"Apa aku salah? Bukan 'kah kamu pernah bermain cinta dengan perempuan lain selain aku?"


"Jangan pikir aku tidak tahu, Mas! Aku bisa membeberkan semuanya di depan Maya, aku yakin pasti Maya akan meninggalkan kamu dan mungkin merasa jijik padamu!"


"Hahaha... " Priska tertawa sinis.


"Kamu emang cewek gila! Kamu sendiri yang menyuruh aku memacari Maya, lalu kenapa sekarang kamu gelisah dan cemburu?"

__ADS_1


"Bahkan aku belum berhasil menjerat Maya dan membuatnya terjatuh semakin dalam. Tapi kamu selalu emosi dan menuduh ku jatuh cinta padanya!" Randy mulai berkelit, malas meladeni debat dengan Priska.


"Kamu hanya berkelit, Mas! Kamu hanya mencari keuntungan sendiri!" Maki Priska.


"Hahaha... Kamu bahkan sama saja dengan ku yang mencari keuntungan sendiri. Bukan 'kah kamu hanya memanfaatkan aku sebagai alat balas dendam mu!" Randy mulai tidak sabar menghadapi Priska.


"Kita sama-sama tahu kalau kita hanya seperti friends with benefits. Harusnya kita saling membantu! Bukan malah bertengkar! Kamu masih ingin menghancurkan Maya 'kan?"


"Bersabarlah! Karena semakin lama dia bersama ku maka dia akan semakin mencintai ku, setelah aku bisa mengambil yang paling berharga darinya, aku akan meninggalkan dia. Bukan 'kah itu yang kamu mau?" Menatap tajam pada Priska.


"Tapi kamu bergerak terlalu lamban, Mas!" Protes Priska.


Randy mendekati Priska lalu memeluknya dan menatap mata Priska. "Kamu hanya cemburu, sayang!"


"Aku benar 'kan?" Randy berubah lembut untuk menenangkan Priska.


Randy sedikit menundukkan kepalanya dan bibirnya mencari-cari bibir Priska. Randy menge-cup bibir Priska dengan lembut lalu berubah menjadi luma-tan yang menuntut balas. Awalnya Priska masih marah dan enggan membalas, namun akhirnya dia tidak mampu bertahan dan membalas ciu-man Randy.


"Mas Randy memang lebih baik segalanya dibanding Kak Bobby." Ucap Priska dalam hati. Ia pun mengalungkan tangannya di leher Randy hingga Randy semakin memperdalam ciu-mannya, menarik pinggang Priska agar lebih mendekat lagi. Namun tidak lama kemudian Randy menyudahi ciu-mannya.


"Aku merindukan mu, sayang. Apa kamu tidak merindukan aku?" Randy menyatukan keningnya dengan kening Priska.


"Kamu harusnya bersabar dan tidak terbakar cemburu! Itu sudah konsekuensi kalau kamu menyuruh aku mendekati Maya dan menghancurkan perasaannya. Bukan 'kah aku harus berakting dengan baik agar dia percaya?" Randy tentu tidak mau kehilangan Priska karena ia selalu mau melayaninya disaat Randy membutuhkan kehangatan.


"Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu juga mengucap kata cinta pada Bobby. Dasar bo-doh! Dia mengira dengan membuka kedua kakinya untuk ku dan untuk Bobby, dia akan bisa mencelakai Maya. Dia tidak tahu kalau Bobby masih jadi anak buah ku." Batin Randy.


"Bagaimana kalau nanti kita dinner romantis di Moon Caffe? Itung-itung buat meredam rasa cemburu mu, terus lanjut nginep di rumah ku." Randy menawarkan perdamaian pada Priska.


"Okay, di Moon Caffe jam berapa?" Wajah Priska kembali cerah dan penuh semangat.


"Jam 7 nanti aku jemput, makan malam sampai jam 9 terus lanjut pertempuran di rumahku. Kamar ku sepi tanpa kamu, sayang!" Randy membelai rambut panjang Priska.


"Okay, nanti aku pasti make up yang cantik buat kamu." Priska setuju.


"Yang se-ksie ya?" Goda Randy.


"Iya, iya, sayang."


"Gila! Mereka berdua sakit." Gumam Ratih.


...***...

__ADS_1


"Dasar anak bo-doh! Apa yang kamu lakukan hingga menyinggung pemilik PT Andrepati Haaah?" Ayahnya Bobby langsung menampar Bobby yang baru saja pulang dari main.


"Maksudnya apa, yah?" Bobby belum sadar dengan apa yang terjadi.


"PT Andrepati memblokir kita dari para penyedia body guard. Bahkan beberapa klien kita, memutuskan kerjasama gara-gara PT Andrepati memutuskan kerjasama dengan ayah."


"Anak bo-doh! Apa yang kamu lakukan? Kali ini tidak akan ada yang menolong kita jika kasus suap yang ayah lakukan ketahuan. Bahkan Tuan Andi Prasetyo Wibowo pun tidak bisa berkutik di depan Andrepati."


"Kamu tahu 'kan! Ayah di dinas pariwisata, semua artis yang ayah datangkan perlu pengawalan dari Andrepati. Bahkan Andrepati tahu kasus suap yang ayah lakukan untuk membangun tempat wisata."


"Tinggal cari pengawal dari tempat lain 'kan, yah! Kenapa harus ambil pusing?" Bobby membela diri.


"Dasar anak bo-doh! Tahunya cuma menghabiskan uang saja! Para artis dan pejabat lain hanya percaya team keamanan dari Andrepati."


"Sekarang kita diblokir! Kamu paham nggak! Kita diblokir dan terancam dilaporkan karena kasus suap dan mark up dana pembangunan!"


"Bahkan kamu tidak bisa meminta bantuan dari Randy atau Tuan Andi!" Ayah Bobby memukul Bobby dengan keras tepat di wajahnya sebelah kiri.


"Siapa yang kamu usik? Bagaimanapun caranya kamu harus minta maaf pada Andrepati dan perguruan Macan Emas!" Bentak ayah Bobby.


"Perguruan Macan Emas?" Gumam Bobby.


Bobby segera menelepon anak buahnya yang dia suruh memberi pelajaran pada Maya.


"Hey! Kalian dimana? Apa kalian tidak bisa menjalankan tugas yang aku suruh? Percuma aku membayar kalian!" Cecar Bobby pada orang suruhannya.


"Maaf, Bob. Kami sudah melakukan sesuai yang kamu perintahkan, tapi kami tidak mau dipenjara dan dikeluarkan dari sekolah, terpaksa kami mengaku bahwa kamu 'lah yang menyuruh kami. Kalau kami tahu perempuan yang kami ganggu adalah murid khusus perguruan Macan Emas, kami pasti tidak akan menerima tugas ini."


"Orang-orang dari perguruan Macan Emas sangat kuat, kami sudah melarikan diri tapi tetap saja mereka bisa mengejar dan menangkap kami. Bahkan CEO muda Andrepati ikut turun tangan. Kita sudah menyinggung orang yang salah." Salah satu anak buah Bobby memberikan penjelasan.


Bobby mematikan teleponnya dan melemparkan ponselnya ke sofa. "Sial! Kenapa dia bisa dilindungi oleh CEO Andrepati?"


"Hey anak bo-doh! Siapa yang kamu maksud? Siapa yang kamu usik?" Ayah Bobby amarahnya memuncak karena menyadari kali ini dia akan benar-benar jatuh teramat dalam.


"Pacar Randy, dia murid di perguruan Macan Emas. Aku sungguh tidak menyangka kalau CEO muda Andrepati akan melindunginya." Tutur Bobby, dia memegangi pipinya yang sakit karena pukulan ayahnya.


"Go-blok! Harusnya kamu tidak mengusik perguruan Macan Emas!" Memukul Bobby lagi.


"Aku tidak mau tahu! Bagaimanapun caranya kamu harus minta maaf dan minta mereka tidak memblokir pekerjaan ayah lagi! Kalau kamu tidak bisa! Siap-siap kita hidup miskin!" Ayah Bobby memukuli Bobby dengan sangat keras hingga Bobby terjatuh di lantai.


...***...

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2