CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 36 Pengakuan Fira


__ADS_3

Yeeey... Akhirnya author tetap bisa update 2 bab. Komentar mu semangat ku guys 😘💕


Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼


Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕


...***...


"Maya, maaf karena aku jadi membuat mu kena masalah sampai seperti ini. Sungguh beruntung murid-murid Mawar Hitam tidak emosi dan menyerang mu di luar padepokan untuk balas dendam." Bayu menatap Maya yang sejak tadi di sampingnya.


"Aku tidak masalah, Mas, yang penting Mas Bayu percaya pada ku dan sudah terbukti bukan aku pelakunya." Kenapa ucapan Maya terdengar seperti ucapan seorang kekasih pada pacarnya. Murid-murid lain jadi baper sendiri melihat Bayu dan Maya.


Murid-murid perempuan yang lainnya mulai kasak-kusuk karena merasa telah dipengaruhi Fira untuk menyalahkan dan membenci Maya. Mereka jadi merasa bersalah pada Maya karena mereka dengan mudah-nya langsung menyalahkan dan menghujat Maya.


"Huuu... Katanya Maya yang sok jagoan, nggak tahunya dia sendiri yang mencoba menebar fitnah dan menyebarkan ujaran kebencian." Sindiran dari salah satu murid.


"Hei, pasti Maya melakukan ini untuk menjebak ku! Kalian tadi juga berapi-api menyalah Maya. Belum tentu juga aku yang melakukannya, bisa saja anak tadi suruhannya Maya." Fira tidak terima jika disalahkan sendiri. Namun tidak ada yang mendengarkan pembelaan Fira.


"Pasti Maya hanya menutupi perbuatannya!" Teriak Fira.


"Dia ada bersamaku di sini saat kejadian penyerangan itu." Sanggah Bayu.


"Mana mungkin dia di sini, dia selesai latihan kan jam 16.30." Fira menyangkal dan membuat semua orang menjadi semakin curiga padanya.


"Hati-hati guys! Mungkin saja setelah ini kalian yang akan kena fitnah. Jangan sampai Fira tahu jam kegiatan kalian!" Murid yang lain ikut berkomentar.


"Salah sendiri kalian percaya begitu saja! Sekarang cuma nyalahin orang lain. Ngaca dong!" Pendukung Maya membalas komentar.


"Pasti gara-gara kalah tanding kemarin nih! Nggak terima kekalahan terus balas dendam." Ujar murid yang lainnya lagi.


"Udah pasti karena ngiri sama Maya, tapi nggak mampu bersaing, makanya pakai cara curang untuk ngalahin Maya. Untung murid perguruan Mawar Hitam nggak bodoh kaya kalian pendukung Fira." Pendukung Maya mulai aktif membalas komentar dari murid yang sebelumnya mendukung Fira.


"Mas Bayu, sebaiknya Fira dikeluarkan saja dari perguruan ini, bikin malu dan resah. Untung banget murid perguruan Mawar Hitam tidak menyerang kita balik. Bukannya takut, tapi itu semua akan merusak citra perguruan kita juga." Usul salah satu haters Fira.


"Betul, keluarkan saja! Nggak kebayang kalau perguruan Mawar Hitam dan Macan Emas saling menyerang di luar padepokan. Mungkin saja akan ada keributan atau tawuran yang rusuh, salah-salah malah kita ditangkap polisi gara-gara ribut karena masalah yang tidak jelas." Dewi ikut bicara karena sudah tidak tahan dengan kelakuan Fira juga.


"Tenang! Kita perlu mendengarkan sudut pandang dari Fira. Tunggu para ketua mengadili Fira." Bayu mencoba menenangkan keadaan yang begitu gaduh ini.


"Pasti dia tidak akan mau ngaku, Mas! Padahal sudah jelas anak tadi mengenali suaranya. Penjahat tidak akan ngaku, kalau ngaku penjara udah penuh!" Haters Fira tidak tahan jika Fira selamat karena tidak mau mengaku.

__ADS_1


"Teman-teman tolong tenang lah!" Maya ikut bicara.


"Aku mohon maaf pada kalian semua, jika benar Fira yang melakukan fitnah ini, pasti karena aku mengalahkannya di pertandingan yang dulu. Kalau saja aku mengalah dan tidak menerima tantangannya, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi." Maya menyadari emosinya ingin mengalahkan Fira dan memberinya pelajaran waktu itu justru menimbulkan dendam.


"Tidak seharusnya kamu minta maaf, Maya. Memang Fira yang terlalu percaya diri dan sombong juga. Dia pasti melakukan ini demi merusak nama baikmu agar kamu dikeluarkan dari perguruan Macan Emas. Tentu karena surat cintanya yang tidak dianggap oleh Mas Bayu, pasti dia cuma cemburu sama kamu." Ucap salah seorang murid.


Para ketua telah berdiri di depan pintu padepokan dan mendengar semua kegaduhan yang mereka buat.


"Sekarang dia paham, menerima tantangan saat emosi dan ambisi untuk menang akan menimbulkan dendam. Sebagai seorang ksatria atau pesilat harusnya tahu kapan melawan dan kapan harus mengalah untuk kebaikan." Batin Ki Sopo.


"Apa kalian merasa punya wewenang untuk mengambil keputusan?" Suara bariton Ki Sopo menghentikan suara murid yang tengah berdebat.


Semua murid perempuan yang di depan pintu padepokan diam seribu bahasa. Mereka sadar saat ini Ki Sopo benar-benar marah karena ada murid yang dengan sengaja ingin menyulut peperangan antara Macan Emas dan Mawar Hitam. Ki Sopo paham, pasti ini semua berkaitan dengan Bayu juga.


"Fira!" Tegur Ki Sopo keras.


"I-iya, Ki." Fira sangat ketakutan. Dia sudah tidak mampu berakting menyembunyikan kegelisahannya.


"Aku sangat kecewa padamu! Kamu ingin semua orang tahu alasan mu memfitnah Maya dan aku akan mengusir mu dari perguruan ini dengan tidak hormat? Atau kamu cukup mengakui kesalahan mu dan mengundurkan diri dengan hormat?" Ki Sopo memberikan pilihan pada Fira.


"Sa-saya tidak terima, Ki. Belum tentu benar saya yang melakukan penyerangan, bisa saja itu orang lain yang sengaja ingin mengadu domba perguruan Macan Emas dan Mawar Hitam." Fira masih ingin menyangkal.


"Betul, juga Ki! Mana mungkin orang seperti Fira bisa mengalahkan saya, dia kan murid yang tidak berbakat meski sudah bertahun-tahun latihan, buktinya dia kalah dari Mbak Maya yang merupakan murid baru." Ucap Putri memprovokasi.


"Kamu anak kecil jangan sombong, kamu kalah waktu itu! Ditabrak sedikit saja kamu sudah limbung dan berteriak kesakitan saat jatuh! Kamu saja yang tidak kuat dan tidak siap. Aku tidak selemah itu hingga kalah dari anak kecil seperti mu."


Deg... Deg... Deg...


Tiga detik berikutnya Fira menyadari kata-kata Putri hanyalah ingin menjebaknya. "Mak-maksudku, pasti kamu kalah waktu diserang, makanya kamu tidak terima dan datang ke sini." Fira mencoba menutupi kesalahannya.


"Fira, masih belum terlambat kalau mau mengakui kesalahanmu. Jika kamu mau mengakuinya dan tidak membuat masalah ini semakin runyam, aku akan minta pada bapak agar tidak mengeluarkan kamu dari perguruan ini dan aku juga akan pertimbangan isi surat mu waktu itu." Bayu menawarkan perdamaian.


"Apa Mas Bayu akan memberiku kesempatan dan memaafkan aku?" Tanya Fira antusias.


"Tentu aku akan memberimu kesempatan." Semua orang kaget mendengarkan Bayu akan memberikan kesempatan pada Fira, apa mungkin seorang Bayu justru akan menyukai Fira yang sudah ke-tiga kalinya mencoba menjatuhkan Maya karena alasan cemburu.


"Kenapa Mas Bayu tiba-tiba berubah, apa mungkin perempuan yang berhasil menarik perhatian Mas Bayu adalah Fira?" Ucap Maya dalam hati, ia kaget kenapa Bayu ingin memberi kesempatan pada Fira.


"Bayu! Apa kamu serius dengan ucapan mu?" Tegur Nyi Yanti tidak terima.

__ADS_1


"Aku serius, Mi." Secara cepat Bayu memberi kontak mata pada Miminya.


"Baiklah kalau begitu mau mu." Nyi Yanti paham maksud dari perkataan dan kode yang Bayu kirimkan.


"Bahkan Mas Bayu terang-terang di depan Nyi Yanti dan Ki Sopo, pasti Mas Bayu serius memberiku kesempatan dan akan meminta agar aku tidak dikeluarkan." Fira kegirangan dalam hatinya.


"Bagaimana, Fira? Jangan membuat ku menunggu dan berubah pikiran." Bayu bertanya lagi.


"Me-memang benar apa yang diucapkan Putri. Aku yang menabrak dan menyerangnya. Aku sengaja menyebut nama Maya karena tidak suka dengan gayanya yang sombong karena sudah diangkat menjadi murid Nyi Yanti dan Ki Sopo. Dia harus mendapatkan pelajaran atas kesombongannya." Akhirnya Fira mau berbicara jujur.


"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan meminta maaf pada Maya dan juga Putri yang telah kamu rugikan. Aku juga akan meminta kesempatan agar kamu bisa minta maaf pada ketua perguruan Macan Emas dan Mawar Hitam. Aku pastikan beliau tidak akan menghukum mu dengan keras." Tutur Bayu.


"Terima kasih atas kebaikanmu, Mas." Fira bahagia karena dibela oleh Bayu.


"Tapi setelah ini aku yang akan menghukum mu, kamu tahukan siapa aku dan bagaimana karakterku?" Ucap Bayu penuh penekanan.


"Mak-maksudnya?" Fira kaget sorot mata Bayu begitu sinis dan menunjukkan amarah.


"Aku paling benci dengan orang yang tidak bisa bersaing dengan sehat dan hanya melakukan kecurangan untuk menjatuhkan lawan. Apa kamu tidak tahu jika Maya sudah punya kekasih? Kamu dengan bodohnya menganggap dia adalah saingan mu untuk mendekati ku."


"Bukankah tadi Mas Bayu mengatakan akan memberiku kesempatan, kenapa Mas Bayu ingkar janji, apa seperti itu sifat seorang pesilat." Fira menagih janji.


Semua orang geram karena perkataan Fira yang mempertanyakan kredibilitas seorang Bayu Soponyono. Sorot mata para fans Bayu begitu berapi-api seakan ingin segera menghajar Fira. Ki Sopo berusaha tenang dan ingin melihat bagaimana Bayu akan menyelesaikan masalah ini.


"Apa kamu tidak melihat dirimu sendiri? Apakah kamu pantas di sebut seorang pesilat? Kamu sudah tidak layak dimaafkan, karena kamu tidak instropeksi diri. Sebagai orang yang dirugikan karena perbuatan mu, aku memaafkan mu. Tapi aku tidak terima jika kamu berani mempertanyakan kredibilitas Mas Bayu! Apalagi perbuatan mu memfitnah ku membuat kredibilitas kedua guruku dipertanyakan." Maya tidak tinggal diam, dia kesal sekali karena hampir saja dia akan dikeluarkan secara tidak hormat, padahal tidak mudah untuk menjadi murid Ki Sopo dan Nyi Yanti. Maya juga tahu pasti kedua gurunya itu akan sangat malu jika ia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.


"Aku malu, gara-gara diriku hampir membuat perguruan Mawar Hitam dan Macan Emas jadi berseteru. Apa kamu paham! Kamu hanya terobsesi dengan ku!" Ucapan Bayu begitu dingin.


"Maafkan saya Ki Narto, saya sangat malu sekali. Harusnya saya bisa mencegah ini semua. Saya minta maaf atas nama saya sendiri, saya yang menimbulkan masalah, bukan perguruan Macan Emas." Bayu menundukkan diri meminta maaf pada Ki Narto sebagai ketua perguruan Mawar Hitam.


"Apa aku harus menjauhi Maya agar dia tidak terkena masalah karena aku. Tapi aku ingin sekali membebaskannya dari pacarnya yang jahat itu." Dalam hati Bayu begitu dilema.


...***...


Apakah Bayu akan benar-benar menjauhi Maya?


Hukuman apa yang pantas untuk kejahatan Fira?


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…

__ADS_1


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2