CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 52 Belum Cukup Umur


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


...***...


"Kamu yakin nggak mau keluar ikut latihan, Yu?" Nyi Yanti masuk ke ruangan kerja Bayu, berjalan ke arah Bayu yang masih sibuk di depan layar laptopnya, sibuk menyelesaikan skripsi dan juga kerjaannya di PT Andrepati.


"Udah hampir sebulan loh kamu nggak ikut latihan. Emangnya nggak kangen?"


"Nggak, Mi. Mau selesaikan pekerjaan dan skripsi dulu. Lagian masih ada yang lain yang bisa menangani latihan. Masa pemimpin disuruh melatih sendiri." Bayu masih setia menatap data-data yang ada di layar tanpa melihat ke arah ibunya.


"Ya ampun! Belum resmi jadi ketua perguruan sudah sombong nih anak!" Nyi Yanti menepuk pundak Bayu dengan keras.


"Mimi...! Mimi gangguin nih! Nanti nggak kelar-kelar revisian dan kerjaannya." Bayu protes.


"Kan Bapak dan Mimi yang pengen! Maunya pensiun muda biar bisa mesra-mesraan mulu. Nggak ingat umur! Nggak kasian sama anaknya yang jomblo!" Bayu mulai ngomel-ngomel.


"Hahaha... Yakin kamu nggak ikut latihan? Nggak kangen sama Maya? Nggak takut Maya deket-deket sama cowok lain?" Nyi Yanti mulai memprovokasi Bayu lagi.


"Nggak!" Sahut Bayu.


"Yakin nggak pengen tahu tentang Maya? Sepertinya dia sudah putus loh!" Bohong Nyi Yanti.


"Belum, Mi! Menurut informasi dia masih sama Randy." Tanpa sadar Bayu malah menunjukkan kalau dia diam-diam memperhatikan Maya.


"Kamu tahu dari mana? Jangan sok tahu, Yu!"


"Bukan sok tahu, Mi! Emang aku tahu." Bayu nggak terima dikatain sok tahu.


"Jangan-jangan kamu menyuruh informan untuk memata-matai Maya ya?"


"Parah...! Jangan-jangan kamu mau jadi penguntit! Privasi itu, Yu!" Memukul lengan Bayu dengan keras.


"Mi! Tolong jangan main pukul-pukul dong! Perasaan kalau sama Maya, Mimi nggak main pukul-pukul gitu kalau lagi ngobrol. Anakmu siapa sih, Mi?"


"Aku anakmu, Mimi!" Bayu gemas sekali dengan ibunya.


"Kamu diam-diam selalu perhatiin Maya 'kan! Tapi jangan jadi penguntit dong, Yu! Ingat privasi orang! Kalau Maya tahu, pasti dia marah." Nyi Yanti coba mengingatkan anaknya.


"Aku tidak menguntit, Mi! Aku cuma menyuruh 2 orang body guard buat jaga Maya kalau di luar rumah." Bayu langsung terdiam dan menutup mulutnya.

__ADS_1


"Aduh! Kenapa malah keceplosan sih?" Batin Bayu.


"Wah...! Pengen dong dijaga juga sama Mas Bayu." Nyi Yanti senyum-senyum menggoda anak laki-lakinya yang mengemaskan itu.


"Inikah namanya cinta? Inikah cinta? Cinta pada jumpa pertama. Inikah rasanya cinta?Inikah cinta? Terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya."


Nyi Yanti menyanyi meledek Bayu. "Pantesan nggak mau keluar latihan tapi bilang nggak kangen. Ternyata diam-diam memantau."


"Uluh-uluh, gemesnya anakku yang sedang jatuh cinta ini." Nyi Yanti mengacak-acak rambut Bayu karena gemas.


"Mimi...! Please, jangan sampai ada yang tahu. Termasuk bapak juga nggak boleh tahu, nanti bapak nyuruh aku langsung serius sama Maya, padahal Maya 'kan baru kelas 1 SMA." Memohon pada ibunya.


"Ck... Kamu seneng daun muda ya!" Nyi Yanti masih bercanda.


"Mi, please...🙏🏼" Bayu menangkup kedua tangannya memohon pada sang ibu untuk menjaga rahasia.


"Ini semua aku lakukan juga demi keselamatan Maya, Mi. Aku tidak mau ada kejadian fitnah seperti yang dilakukan Fira. Meskipun masalah sudah selesai, tapi aku masih belum bisa memaafkan. Hatiku masih risau akan keselamatannya, kasian dia jadi banyak musuh karena masalah cowok." Bayu menjelaskan.


"Iya, Mimi tahu. Mimi senang kamu menjaga Maya." Menepuk-nepuk pundak Bayu.


"Tapi jangan terlalu mengandalkan bodyguard, kamu harus turun tangan kalau mau mendapatkan cintanya juga."


"Bagus. Selesaikan revisian mu! Sebelum kamu merevisi perasaan mu itu! Yang jelas kalau kamu mau menjauh dan cuma mengirim bodyguard, itu tidak akan sepenuhnya menjamin keselamatan Maya." Nyi Yanti masih saja menilai tindakan Bayu belum seratus persen benar.


"Lalu aku harus apa, Mi?" Bayu bingung.


"Nikahi saja Maya. 'Kan beres!" Nyi Yanti melenggang santai, meninggal Bayu yang terbengong-bengong.


"Mimi kalau ngasih ide jangan yang nggak-nggak dong!" Bayu berjalan menyusul ibunya.


"Kalau udah nikah 'kan gampang yang jagain." Jawab Nyi Yanti dengan entengnya.


"Mimi kebelet pengen punya anak perempuan 'kan? Buat aja sendiri sama Bapak tuh!" Bayu kesal dan meledek ibunya.


Nyi Yanti langsung menyerang Bayu dengan cubitan- cubitan khas emak-emaknya. "Dasar anak kurang ajar ya!"


"Habisnya Mimi kasih ide benar-benar gila! Maya tuh masih SMA kelas 1, masa iya mau dinikahin?" Protes Bayu.


"Yang suruh nikahin sekarang siapa? Kamu aja yang kebelet pengen cepet-cepet nikah sama Maya. Ngaku!" Ledek Nyi Yanti.

__ADS_1


Bayu tersenyum kecut, garuk-garuk kepala meskipun tidak gatal. Sepintas dia memang berpikir untuk segera menikahi Maya kalau saja perasaan mereka saling suka.


"Ya, aku sih mikirnya daripada berbuat kelewat batas, Mi. Bukankah lebih baik menikah?" Bayu tersenyum terus, khas orang jatuh cinta.


"Hei...! Ingat itu anak orang masih kelas 1 SMA! Bukannya tadi kamu yang bilang begitu!"


"Dijaga dulu sampai lulus sekolah, baru dinikahin! Paham nggak?"


"Sana selesaikan skripsi dan kerjaan mu! Jangan menghayal di sore hari! Maya belum cukup umur untuk menikah!" Nyi Yanti mendorong Bayu untuk kembali ke ruang kerjanya.


"Maya mau menikah, Mi?" Tiba-tiba Ki Sopo datang.


"Dengan siapa? Bukannya dia baru masuk SMA? Apa yang terjadi sama Maya?" Ki Sopo memberondong dengan pertanyaan.


"Nggak, Pak! Maya belum mau menikah karena belum cukup umur. Kemarin dia curhat mau mutusin pacarnya si Randy Prasetyo Wibowo."


"Macan Emas dan Andrepati siap melindungi Maya 'kan, Pak?" Nyi Yanti menepati janjinya untuk tidak bilang ke Ki Sopo mengenai Bayu yang mengirim body guard untuk Maya.


"Pasti siap dong! Iya kan, Yu?" Ki Sopo mengagetkan Bayu.


"I-iya, Pak." Jawab Bayu.


Ki Sopo menggandeng istrinya meninggalkan Bayu yang khawatir bapaknya sudah tahu tentang apa yang dia lakukan.


"Lakukan yang perlu dilakukan! Kamu 'kan calon CEO baru. Cepat lulus ya!"


"Hahaha... " Ki Sopo tertawa meninggalkan Bayu yang makin terbengong-bengong.


Ponsel Bayu tiba-tiba berbunyi.


"Lapor, Mas. Sepertinya dua orang yang kemarin memang mengikuti Mbak Maya setiap pulang sekolah. Sepertinya sekarang mereka juga menunggu Mbak Maya pulang latihan."


...***...


Siapa orang yang membuntuti dan mengawasi Maya?


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2