CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 30 MEMBAGI MADU CINTA +++ 2


__ADS_3

Sekali lagi author ingatkan ini tidak untuk ditiru ya guys!!! Maaf karena imajinasi author terlalu liar dan membuat pikiran reader travelling.


Happy Reading, jangan lupa like, komentar, favorit, vote dan kasih hadiah biar author semakin semangat nulis ya. Terima kasih 😘💕


...***...


"Sayang, apa aku boleh menye - sap madu mu hingga habis." Bisik Randy di telinga Maya.


Maya mengangguk lemah, "Cepat, Mas! Aku ingin kamu menghi - sapnya." Entah berapa banyak obat yang Randy campurkan pada jus yang Maya minum hingga membuat Maya hilang kendali dan berucap nakal seperti itu.


Randy mere - bahkan Maya di sofa dan membuka lebar-lebar kedua kaki putih itu, membuka jalan menuju lembah kenikmatan. Lalu ia pun segera mensejajarkan kepalanya dengan bunga pink milik Maya, meniupnya perlahan memberikan sensation yang membuat darah Maya bergolak.


"Hmmm.... Cepat, Mas!" Maya tak sabar. Randy pun segera menge - cup dan menci - umi bunga pink yang memabukkan itu seakan-akan itu adalah bibir Maya. Lidah pinknya menjulur dan menyapu bunga pink itu dari bawah sampai atas. Lidah pinknya mengabsen setiap inchi dari bunga pink milik Maya, tak lupa ia menggelitik biji bunga itu hingga getarannya membuat Maya semakin gila. Maya mendongakkan kepalanya ke atas dan bergerak dengan liar, dia memajukan ping - gulnya dan tangannya menekan kepala Randy agar terus memperdalam tusukan lidah pink milik Randy ke dalam lembah nan lembab itu.


"Hmmm, Mas, cepetan! Segera masukkan senjata mu!" Maya sudah tidak kuat menahan gejolak jiwanya yang membara. Namun Randy tidak menghiraukan ucapan Maya, ia masih mencu - mbu bunga pink yang indah itu hingga beberapa menit hingga Maya menggelepar tak berdaya dibuatnya. Maya semakin menekan kepala pacarnya itu, bunganya memancarkan madu cinta yang sangat banyak. Tanpa rasa jijik Randy menye - sap madu cinta kekasihnya itu hingga habis.


"Kamu puas, sayang?" Senyum Randy.


"Kamu nakal, Mas, tapi aku suka." Jawab Maya lemah, mengumpulkan sisa-sisa tenaga setelah mengeluarkan madu cinta.


Randy bangkit memposisikan dirinya di antara kedua kaki Maya, ia berdiri dengan kedua lututnya dan sedikit duduk, lalu mengganjal punggung Maya dengan bantal sofa. Dengan satu tangannya ia memasukkan ujung senjatanya ke dalam lembah yang sudah sangat lembab itu namun dia keluarkan lagi. Ia masukkan ujung senjatanya lagi lalu dikeluarkan lagi hingga beberapa kali. Lalu ia hanya memainkannya di permukaan bunga pink milik Maya, menggesekkan-nya dan memukul-mukul-kan senjatanya pada biji bunga pink yang sudah merekah itu hingga membuat Maya bagaikan ikan tanpa air.

__ADS_1


Maya mengalungkan tangannya ke leher Randy dan mengajaknya saling berciu - man serta melu - mat. "Mas, please jangan menggoda! Cepat masukkan senjata mu!"


Dengan cepat senjata Randy menyerang hingga dalam. Pengaruh obat yang diberikan di jus tadi membuat Maya semakin liar, ping - gulnya bergerak seirama dengan ping - gul Randy, senjata Randy keluar masuk menyerang lembah yang kian dalam dan lembab itu dan Maya ikut mendorongnya dari arah berlawanan. Mata mereka terpejam merasakan sensation yang luar biasa.


"Lebih dalam lagi, Mas!" Teriak Maya sambil ikut mendorong agar senjata itu terbenam sempurna ke dalam lembah yang lembab dan licin itu.


"Apa di sini, sayang?" Randy menghentakkan senjatanya hingga menghujam dengan keras dan dalam.


"Iya, Mas, terus di situ. Serang lebih dalam lagi." Sahut Maya dengan semangat menggebu-gebu, berebut oksigen dengan Randy.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka saling menembakkan madu cinta. Saat peperangan mereka usai, tiba-tiba ketiga teman Randy datang mendekat. "Sayang, kamu sangat ingin senjata ku masuk menyerang mu lebih dalam kan? Sekarang tidak hanya satu senjata, senjata milik teman-teman geng Don Juan akan bergantian menyerang mu dan menembaki mu dengan madu cinta, menghisap madu mu hingga kering."


Ketiga teman Randy mendekat tanpa menggunakan penutup, sedari tadi mereka memperhatikan aktivitas Randy dan Maya dari jauh.


"Sayang, jangan marah! Bukankah kamu juga suka jika susu murni mu dipe - ras dengan kencang?" Randy merampas penutup yang Maya pegang dan melemparkannya ke sembarang arah. Dia pun meme - ras kedua susu murni itu dengan kencang dan menarik ujungnya ke depan hingga membuat Maya mendesis. Maya reflek menutupi susu murni itu dengan kedua tangannya dan menyilangkan kakinya.


"Kawan, kini giliran kalian menghisap madunya. Setelah ini perjanjian kita lunas. Kalian tadi mendengar dan melihat sendiri kan! Bunga sekolah kita merengek ingin dihisap madunya, ingin ditembak lebih dalam." Nada suara Randy begitu menghina, Maya tidak menyangka dia seperti penghibur di hadapan pacar dan teman-temannya. Maya menangis, dia tahu kalau dia tidak bisa lari dari keadaan itu, apalagi ini di tempat yang asing dan saat ini dia tidak mengenakan penutup sama sekali.


"Sayang! Apa maksudmu dengan perjanjian? Perjanjian apa?" Maya bingung karena dia tidak tahu perjanjian apa yang Randy maksud.


"Kamu… Mereka membantuku agar aku bisa memacari kamu dengan syarat mereka juga harus ikut menikmati madu cintamu. Sudah lama mereka menunggu, dari saat pertemuan kedua kita hingga saat ini, mereka semua yang membantuku dengan segala cara agar kamu terjerat dan mau menjadi pacarku." Randy beranjak pergi meninggalkan Maya.

__ADS_1


"Tunggu! Kenapa kamu tega sekali? Apa kamu tidak sedikit pun mencintaiku?" Maya tidak sanggup menerima kenyataan yang begitu pahit ini. Air matanya mulai bercucuran membasahi pipinya.


"Aku mencintaimu, tapi hanya sedikit. Aku hanya butuh kehangatan darimu saja!" Randy mulai berjalan menjauh.


"Tapi aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh, Mas! Kenapa kamu tega melakukan ini padaku? Padahal aku setia padamu dan memberikan semuanya padamu!" Maya masih berusaha meminta pertolongan Randy, berharap Randy berubah pikiran namun ternyata sia-sia.


"Udahlah! Jangan menangis atau mengucap cinta, nanti kamu juga akan menikmatinya!" Bagaikan disambar petir di siang bolong, Maya hancur sehancur-hancurnya. Ia hanya mampu menangis meratapi kemalangan-nya.


"Kenapa kamu tega sekali, Mas? Harusnya dari dulu aku mendengarkan nasihat orang tuaku dan teman-temanku. Kamu memang baj - ingan!" Maya mengumpat pada Randy.


"Jangan buang-buang tenaga mu, aku tidak mau mendengarnya lagi. Kalau kamu cinta aku, beginilah diriku. Kamu harus mau membagi madu cinta mu pada teman-temanku!"


"Kamu kenal Prita kan? Dia adalah pacar Ferdy, dia pun juga membagi madu cintanya pada semua anggota geng Don Juan. Jadi sekarang kamu terimalah kenyataan, kamu juga harus melakukan hal yang sama seperti Prita."


"Jangan khawatir! Aku juga sudah menambahkan obat pada jus yang kamu minum tadi. Jadi nikmati saja permainannya, pasti kamu akan puas dengan empat senjata sekaligus. Bahkan kamu akan lupa berhenti dan menginginkannya terus dan terus." Kata-kata Randy menghujam bagai pedang. Maya menangis dan menjerit minta tolong, namun Randy tidak peduli dan meninggalkannya bersama teman-temannya.


...***...


Sekali lagi maaf kalau ceritanya bikin otak travelling, tidak pantas ditiru ya guys!


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…

__ADS_1


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2