CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Bayi Priska dan Randy?


__ADS_3

Tolong mampir ke karya baru author ya guys ya 😊🙏🏽🙏🏽🙏🏽


Klik profile author lalu klik Karya dengan judul Dendam Mantan Kekasih Sang CEO


...***...


Yukk lanjut sama Mas Bayu dan Maya, happy reading. Maaf kalau author belum bisa menyuguhkan cerita yang lebih oke.


...***...


Wajah pucat, mata sembab dengan pandangan sayu penuh keputusasaan, rambutnya pun hanya dikuncir kuda. Priska datang menjenguk Randy di tahanan sementara.


"Saudara Randy, ada yang datang menjenguk! Sudah ditunggu di ruang tunggu, waktunya 15 menit!" Ucap sang sipir, penjaga penjara.


"Siapa, pak?" Tanya Randy antusias.


"Seorang wanita, lihat saja sendiri!" Jawab sang sipir.


Kunci penjara dibuka, Randy keluar dengan wajahnya yang sedikit lebam karena habis berkelahi dengan tahanan yang lain. Tiba di ruang tunggu, raut wajah Randy berubah kesal karena melihat Priska yang datang menjenguknya.


"Mas Randy, kenapa wajah mu lebam seperti ini?" Priska memegangi wajah Randy.


"Lepaskan tangan mu! Kamu tidak lihat ini di mana?" Geram Randy.


Mereka duduk berhadapan dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kalau saja dulu aku putus dengan mu lebih awal dan mempertahankan Maya, mungkin aku sekarang yang sedang bahagia bersama Maya. Bukan Bayu!" Dalam hati Randy menyalahkan Priska.


"Harusnya aku tidak kembali bermain cinta dengan Priska setelah semua yang terjadi waktu itu. Tapi aku terlalu haus kehangatan hingga menjadikan Priska sebagai pemuas hasrat ku. Itu semua justru membuat Maya semakin benci pada ku." Sesal Randy.


"Mas, aku kesini karena ingin memberitahu mu sesuatu." Tutur Priska.


Randy hanya menatapnya dengan jenggah.


"Jangan menatap ku seperti itu! Kamu di sini bukan karena aku, tapi karena ulah mu sendiri!" Priska lama-lama tidak tahan juga menghadapi sikap Randy yang dingin.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, aku akan menunggu mu sampai keluar dari sini. Aku juga akan meminta ayah ku untuk membantu mu agar bisa segera keluar dari sini." Priska tahu, dengan menawarkan bantuan, pasti Randy akan berubah menjadi bersikap baik padanya.


"Apa yang dapat ayah mu lakukan? Yang kita hadapi adalah PT Andrepati dan Perguruan Macan Emas, sangat sulit untuk berkelit karena mereka memiliki bukti-bukti yang cukup kuat." Randy malas karena dia tahu akan sulit untuk melakukan perlawanan.


"Aku akan membantu mu untuk segera keluar dari sini, bagaimanapun caranya! Aku tidak mau ayah dari calon bayi yang ku kandung mendekam di penjara lebih lama lagi." Priska akhirnya mengatakan bahwa dia sedang hamil.


"Apa kamu bilang? Calon bayi?" Randy sangat terkejut.

__ADS_1


"Ya, bayi kita. Aku hamil 2 bulan." Lirih Priska.


"Oleh karena itu bagaimanapun caranya aku harus mengeluarkan mu dari penjara secepat mungkin. Kamu harus tanggung jawab pada bayi ini!" Ucap Priska memelas.


"Apa kamu yakin itu anak ku? Bukankah kamu juga melakukannya dengan laki-laki lain!" Ucap Randy sinis.


"Bukankah dulu kamu sengaja mencelakai Maya dengan bantuan Bobby. Kamu juga bermesraan dengannya di belakang ku. Lantas… Bagaimana aku bisa mempercayai mu saat ini? Sangat mungkin diri mu melakukannya dengan laki-laki lain di belakang ku, sama seperti dulu!"


"Aku sudah tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain, semenjak kamu dan Maya putus. Percaya pada ku, aku hanya melakukannya dengan mu!" Priska mencoba meyakinkan Randy.


"Atas dasar apa aku harus percaya? Kamu sudah sering berbohong! Kamu yang membuat ku tidak bisa memiliki Maya!" Sarkas Randy, dia mulai emosi.


"Aku yang selalu ada untuk mu! Aku yang memberi mu kehangatan! Kenapa malah justru Maya dan Maya yang selalu kamu bahas? Sadarlah! Maya sudah menikah dengan Bayu." Nada bicara Priska mulai meninggi.


"Jangan berteriak pada ku! Maya tidak pernah seperti itu!" Menatap tajam dan mengintimidasi.


"Jangan banding-bandingkan aku dengan Maya! Yang jelas kamu harus bertanggung jawab! Aku mau kita menikah setelah kamu keluar dari penjara!"


"Jangan gila! Aku pilih dipenjara dulu, daripada harus bertanggung jawab pada bayi yang belum tentu adalah bayi ku!" Randy masih tidak mau mengakui bayi yang Priska kandung.


Priska menangis mendengar ucapan Randy yang tidak mengakui bayi yang sedang dia kandung.


"Jika bukan karena kamu yang menyuruh ku memberikan pelajaran pada Maya, tentu ceritanya tidak akan seperti ini! Aku tidak akan berakhir di penjara." Terang-terangan menyalahkan Priska.


"Kalau saja Mas Randy tetap menjalankan rencana seperti semula dan tidak jatuh cinta pada Maya, ini semua tidak akan terjadi!" Sarkas Priska.


"Dan kamu…! Kamu hanya perempuan yang membawa ku ke dalam kehancuran. Karena mu, sekarang ayah ku juga dilaporkan, keluarga ku sudah bangkrut. Apalagi yang kamu harapkan dari ku?"


"Sudah pasti aku tidak akan bertanggung jawab atas bayi mu, yang entah siapa sebenarnya bapaknya!" Tegas Randy.


Priska terdiam, hatinya sakit namun dia sadar bahwa itu kenyataan pahit buah dari perbuatannya sendiri. Namun dia tidak tahu harus bagaimana selain meminta pertanggungjawaban Randy.


"Jika aku bisa memohon pada Maya agar tuntutannya pada mu dicabut, apa kamu mau bertanggung jawab menikahi ku?" Tawar Priska.


"Cinta ku saja tidak bisa membuat Maya luluh dan memaafkan ku, apalagi diri mu penyebab dari semuanya!" Cibir Randy.


"Kalau kamu bisa memohon pada Maya dan tuntutannya pada ku dicabut, aku akan menikahi mu." Tersenyum sinis karena merasa percaya diri bahwa Maya tidak akan mengabulkan permohonan Priska.


"Baiklah, aku akan pergi memohon pada Maya dan keluarganya. Jika kamu mengingkari janji mu, aku akan membiarkan mereka memenjarakan mu lebih lama lagi."


"Aku rasa makanan di penjara juga tidak seenak makanan di luar sana. Tempat tidur di penjara juga tidak senyaman tempat tidur di rumah mu. Apalagi para tahanan lain tidak seperti anak buah mu yang penurut dan takut pada mu."


"Harusnya kamu sadar! Sekarang kamu bukan siapa-siapa! Masih untung ada perempuan yang masih mau dengan mu." Priska berlalu pergi meninggalkan Randy yang masih termenung di meja tempat kunjungan.

__ADS_1


"Kenapa sekarang aku jadi khawatir? Aku takut jika Priska berhasil membujuk Maya. Aku yakin belum tentu bayi yang Priska kandung adalah bayi ku!" Gumam Randy.


...****************...


Di lain tempat, di suatu universitas di kota itu. Marco sedang mengantar Ratih mendaftar kuliah.


"Hai Co…! Bawa siapa nih? Boleh dong kenalin." Sapa Baim, teman kuliah Marco.


"Hai cantik kenalan, dong!" Teman Marco yang bernama Daniel mengulurkan tangan hendak mengajak Ratih berkenalan.


"Plaaak…" Marco memukul tangan Daniel sebelum Ratih sempat menerima jabat tangannya.


"Galak banget sih! Biasanya juga nggak peduli sama cewek!" Daniel menggerutu.


"Yang ini beda. Jangan gangguin!" Jawab Marco.


"Apanya yang beda? Sama-sama cewek juga!" Seloroh Baim.


"Kenalin, namanya Ratih. Tapi nggak perlu pakai jabat tangan!" Titah Marco.


"Ya ampun pelit amat!" Gerutu Daniel.


"Oooh… Jadi ini Ratih? Yang sering kamu ceritain itu?" Baim ingat kalau Marco sering menceritakan satu cewek.


"Kalau boleh tahu cerita apa kak?" Ratih memberanikan diri untuk bertanya.


"Jangan dengerin mereka! Ayo!" Tiba-tiba Marco menggenggam tangan Ratih dan membawanya menuju ruang admin pendaftaran calon mahasiswa baru.


"Cie… Cie… Marco akhirnya bakal satu kampus sama ayang." Teriak Daniel menggoda.


"Sialan si Daniel! Ratih denger nggak ya? Mana kenceng banget, nggak mungkin kalau nggak denger." Keluh Marco dalam hati.


"Ayang? Jadi kak Marco…? Apa mungkin kak Marco cerita kalau aku pacarnya? Ah mana mungkin, paling bilang gitu karena nggak mau dikira jomblo atau biar nggak ada cewek yang deketin aja." Ucap Ratih dalam hati.


Deg… Deg… Deg…


"Jantung ku nggak kuat kalau gini! Mana tangannya dari tadi nggak dilepas. Diliatin orang lain juga, kak Marco kenapa sih ini?" Ratih bingung sendiri.


"Belum juga nembak, mulut tuh bocah ember banget sih! Awas aja nanti kalau ketemu lagi!" Rutuk Marco dalam hati.


Sudah sampai ruang admin penerimaan mahasiswa baru, Marco baru sadar kalau sejak tadi dia terus menggenggam tangan Ratih.


"Sorry…" Lirih Marco sembari melepaskan genggamannya.

__ADS_1


...****************...


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2