
Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼
Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕
Maaf karena persiapan lebaran dan author masih masuk kerja, mulai tanggal 27 besok author hanya bisa up satu episode. 🙏🏼
Judulnya diganti CEO tampan sesuai dengan Mas Bayu 😊. Happy Reading.
...***...
Bayu masih memegangi tangan Maya dan membawanya masuk ke dalam padepokan. Pembicaraan berhenti seketika, perhatian mereka beralih pada Bayu dan Maya. Terlihat raut wajah Ki Sopo yang tidak bersahabat, sepertinya beliau menahan amarah. Jika benar Maya yang melakukan penyerangan, sudah pasti Ki Sopo dan Nyi Yanti akan sangat malu, nama perguruan Macan Emas pun akan ikut tercoreng.
"Suruh dia berdiri di sini, Yu." Nyi Yanti menyuruh Maya berdiri di sampingnya.
"Jadi dia yang bernama Maya?" Ki Narto memperhatikan Maya.
"Iya, saya Maya." Maya menyahut.
"Diam-lah kalau aku tidak menyuruhmu bicara!" Tegur Ki Sopo.
"Maaf, Ki, kalau saya tidak sopan." Jawab Maya.
"Pantas saja kamu dan istrimu mengangkatnya sebagai murid. Aku tadi benar-benar penasaran kenapa kalian tiba-tiba mengangkat murid perempuan sebagai murid khusus." Ki Narto berkomentar.
"Ki Sopo, kamu jangan terlalu kaku. Bukankah kita sebenarnya teman? Tapi beda perguruan. Aku ingin bertanya sendiri pada anak ini, apa kamu keberatan?" Ki Narto minta ijin dulu karena dia tahu saat ini dia berada di kandang lawan.
"Silakan, aku tidak keberatan. Kalau memang dia salah dia akan mendapatkan hukumannya." Jawab Ki Sopo tegas.
"Maya, namaku Ki Narto dari perguruan Mawar Hitam. Apa kamu tahu perguruan Mawar Hitam?" Ki Narto mulai menginterogasi Maya.
"Salam kenal dan salam hormat, Ki." Maya sedikit membungkuk untuk menunjukkan penghormatan.
"Saya baru 1 bulan ini belajar silat, saya tahu perguruan Macan Emas dari SMA tempat saya sekolah. Sebelumnya saya kurang tahu tentang perguruan lain, mungkin karena waktu SMP saya agak kurang pergaulan." Maya mulai menjelaskan.
"Baiklah, hari Minggu kemarin kamu kemana saja?" Lanjut Ki Narto.
"Paginya lari pagi keliling kampung, terus bantuin ibu di warung, siangnya baru ke sini, Ki."
__ADS_1
"Sore waktu pulang apa kamu bertengkar dengan seorang perempuan di jalan?"
Ki Narto mengubah pertanyaan dan tidak mengaitkan dengan perguruan Mawar Hitam. Saat perempuan yang merupakan anak SMA kelas 1 itu diserang, dia memang tidak menggunakan seragam silat. Tentu orang lain tidak akan tahu bahwa dia adalah murid perguruan Mawar Hitam.
"Maaf, Ki, tapi hari Minggu sore saya hanya pergi ke sini dan berlatih dengan Ki Sopo. Kira-kira jam 5 sore saya baru pulang." Maya menjawab dengan tampang lugunya, hingga membuat Bayu yang memperhatikannya jadi gemas sekaligus lega karena Maya punya alibi yang kuat.
"Jam berapa kamu latihan?" Sahut Ki Narto.
"Jam 2 siang sampai jam 4.30 sore, Ki." Jawab Maya.
"Apa benar seperti itu, Ki Sopo?" Ki Narto balik bertanya pada Ki Sopo.
"Waktu itu Nyi Yanti dan Mas Bayu juga ada, Ki. Sebelum pulang saya numpang istirahat sebentar, makanya saya pulang jam 5." Maya menyahut lagi, namun segera terdiam karena lirikan maut dari sang guru.
"Iya, benar. Dia berlatih dengan ku setiap Minggu siang sampai sore. Sebenarnya kejadian itu terjadi jam berapa dan di mana?" Ki Sopo bertanya dengan tegas karena ini mempertaruhkan harga dirinya dan padepokan ini.
"Aku belum tanyakan tepatnya jam berapa." Ki Narto agak ragu, apalagi setelah mendengar penjelasan Maya, beliau merasa bukan Maya yang melakukan penyerangan.
"Maaf, Ki, bukan maksud saya lancang, harusnya sebelum kesini Ki Narto sudah mengetahui detailnya dulu agar lebih mudah diklarifikasi atau membawa korban ke sini untuk dimintai keterangan. Ini bukan sekedar alibi atau kami ingin melindungi Maya, tapi memang benar adanya kalau Maya hari Minggu sore di sini latihan dan pulang jam 5 sore." Bayu ikut bicara membenarkan bahwa Maya memang di perguruan Macan Emas di sore itu.
"Iya, Ki. Terus mana murid yang katanya di serang? Kenapa tidak diajak ke sini sekalian?"
"Jangan asal sebut nama tanpa bukti! Apa buktinya kalau saya yang menyerang murid Ki Narto? Saya justru merasa difitnah kalau seperti ini." Maya menyahut penjelasan Bayu.
"Maya!" Ki Sopo hendak memarahi Maya karena begitu berani terhadap Ki Narto.
"Hahaha... Kamu sungguh pemberani! Memang pantas jadi muridnya Nyi Yanti, kamu mirip dengannya waktu muda dulu. Berani bicara dengan tegas dan power full." Semua heran kenapa Ki Narto malah justru memuji Maya.
"Kamu jangan bawa-bawa istriku, kamu belum move on?" Ki Sopo menyindir Ki Narto.
"Hahaha... Kamu masih saja seperti dulu, Sopo! Aku dan kamu sudah memiliki satu anak laki-laki, tapi aku juga punya anak perempuan. Aku sudah move on dari dulu." Ki Narto tidak marah meskipun Ki Sopo sedikit menyinggung masalah pribadi saat dulu memperebutkan cinta Nyi Yanti.
"Sebentar lagi murid yang kamu serang kemarin akan ke sini. Kita buktikan apakah benar kamu yang menyerangnya apa bukan?" Saat mereka menunggu kedatangan Maya, Ki Narto sudah menyuruh salah satu muridnya untuk membawa korban ke perguruan Macan Emas.
"Saya tidak menyerang siapapun, Ki! Saya baru bertanding 1 kali, itupun di perguruan ini." Maya menjawab dengan berani, tidak terima jika dia dianggap sebagai tersangka penyerangan.
"Baiklah, Ki. Saya akan meminta murid-murid perempuan untuk berkumpul dan menunggu di depan padepokan. Saya khawatir ada salah satu dari mereka yang mungkin menggunakan nama Maya untuk melakukan penyerangan terhadap murid anda. Murid anda bisa melihat para murid perempuan untuk memastikan penyerangan yang terjadi apa benar dilakukan oleh murid perguruan Macan Emas." Bayu memberi usul.
__ADS_1
"Segera kumpulkan saja!" Ki Narto setuju.
Bayu bergerak cepat karena ingin membantu membuktikan memang bukan Maya yang melakukan penyerangan. Dia langsung melangkah dengan cepat ke luar Padepokan.
"Sopo, anakmu ganteng ya, terlihat akan jadi penerus mu yang handal. Kalau dijodohkan dengan anak perempuanku gimana? Dia sekarang baru semester 2 di kampus A." Tawar Ki Narto.
Ekspresi Maya tidak bisa ditutupi, ada raut kekecewaan saat mendengar usulan dari Ki Narto. Nyi Yanti jelas melihat perubahan itu.
"Duh, kok aku jadi kesel dan nggak terima sih? Ingat Maya, Mas Bayu bukan siapa-siapa kamu! Baru kenal sebulan ini, masa iya suka. Ingat balas dendam pada Randy and the gang yang paling utama saat ini." Ucap Maya dalam hati.
Nyi Yanti masih berharap Maya dan Bayu bisa ada hubungan. "Maaf, Ki Narto, aku tidak setuju. Tidak baik langsung menjodohkan begitu, Bayu ku orang yang sulit jatuh cinta. Biarkan anak-anak memilih pasangannya sendiri!"
Maya lega mendengar ucapan dari Nyi Yanti, raut wajahnya kembali cerah seperti biasa. Nyi Yanti ingin tersenyum tapi beliau tahan.
"Ya kenalkan dulu, kalau cocok lanjut." Tawar Ki Narto.
"Aku sudah pernah melakukannya dan itu justru membuat dia marah dan tidak mau mengurus Andrepati. Dia ingin bebas dengan pilihannya sendiri, kecuali jika dia yang minta dikenalkan atau dicarikan jodoh."
"Kenapa kamu malah bahas anakku?" Ki Sopo balik bertanya.
"Aku senang melihatnya, cocok dijadikan mantu. Kalau anakku dan anakmu berjodoh, sama saja kita menyatukan Mawar Hitam dan Macan Emas." Ucapan Ki Narto memang ada benarnya juga.
"Mawar Emas bagus, Mawar Macan nggak cocok, Macan Hitam nggak cocok, Macan Mawar jelek dong!" Maya bergumam sendiri dan jadi kikuk saat semua yang ada di ruangan itu memperhatikan ucapannya. Dia sudah takut bakal kena marah.
"Hahahaha, tidak cocok, Narto!" Ki Sopo malah senang.
"Mawar Emas cocok, Sopo!" Ki Narto protes.
"Dari 4 nama yang cocok cuma 1, itu berarti tidak cocok. Yang pasti aku tidak akan memaksa untuk menjodohkan anakku. Kemarin dia sempat bilang padaku, kalau dia sedang tertarik dengan seorang gadis." Ki Sopo tidak setuju dan mencari-cari alasan, namun benar adanya waktu itu Bayu sempat bilang pada bapaknya itu, kalau dia sedang tertarik pada seseorang gadis.
"Kamu cuma alasan saja, Sopo! Atau kamu tidak mau berbesanan denganku?" Ki Narto jadi sedikit kesal.
"Kalau kamu tidak percaya, tanyakan saja padanya nanti!" Ki Sopo menyerah memberi penjelasan pada Ki Narto. Tentu dia akan kekeh ingin menjodohkan, seperti dia dulu kekeh mengejar Nyi Yanti meski sudah tahu Nyi Yanti tidak tertarik padanya.
...***...
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
__ADS_1
Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕