CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 39 Pertemuan Fira dan Marco


__ADS_3

Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼


Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕


...***...


"Loe malah enak-enak makan? Padahal loe nggak berhasil menjalankan misi dengan baik kan!" Tiba-tiba Priska sudah duduk di depan Fira dan marah-marah.


"Jaga mulut loe! Gue lebih tua dari loe!" Fira geram karena Priska kasar dan tidak menghormatinya.


"Kalau loe bisa kenapa tidak loe lakuin aja sendiri haaah? Loe itu bisanya cuma nyuruh dan marah-marah doang!" Fira yang sedari tadi bad mood semakin bad mood gara-gara Fira.


"Loe aja yang emang nggak becus! Katanya pinter dan jago silat, nyatanya kalah sama Maya yang baru belajar." Priska masih terus menyalahkan dan merendahkan Fira.


Plaaakkk...


Fira menampar Priska yang begitu menyebalkan dan membuat moodnya semakin hancur.


"Sialan loe!" Priska hendak marah saat tiba-tiba Fira menamparnya.


"Loe ini teman macam apa haaah?" Suara Fira meninggi hingga beberapa pengunjung lain dan waiters melihat ke arah mereka.


"Pelan 'kan suara mu! Kamu nggak malu dilihatin mereka?" Priska melirik ke kiri dan kanan melihat pengunjung lain memperhatikan mereka berdua. Ia langsung menganggukkan kepala dan tersenyum manis agar para pengunjung lain tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan mereka berdua.


"Loe ingin mempermalukan gue?" Priska menatap tajam pada Fira.


"Loe kira gue takut kalau loe melotot gitu? Loe itu cuma bisa memanfaatkan orang lain untuk kepentingan loe sendiri!" Sarkas Fira.


"Loe nggak ada nyali! Tidak seperti gue yang bekerja dengan tangan sendiri." Sindiran Fira sukses membuat Priska terbakar amarah.


"Gue yakin usaha loe untuk menjatuhkan Maya, semuanya gagal total. Loe bekerja nggak pakai otak! Kalau loe pinter harusnya loe tidak bertindak sendiri dan akhirnya gagal seperti ini." Ucapan Priska membuat Fira semakin geram, Maya tidak pernah berkata sekasar itu meskipun dia sudah memfitnahnya.


"Apa mungkin aku salah menilai Maya? Seharusnya aku mencari tahu dulu bagaimana hubungan Maya dan Priska sebenarnya. Aku malah sudah terbujuk dan bekerja sama dengan manusia tidak punya hati seperti Priska. Sebagai partner dia sama sekali tidak menghargai usahaku dan terus menyalahkan ku karena rencana kami gagal. Sepertinya yang paling penting bagi Priska hanyalah menjatuhkan Maya." Hati dan pikiran Fira mulai goyah dan menyadari kesalahannya.


"Biarlah nanti aku selidiki dulu, sekarang aku harus berakting menjadi partner Priska dulu. Aku tidak mau hancur karena menuruti Priska yang egois ini, kemungkinan besar aku juga cuma dijadikan alat olehnya. Dia tidak benar-benar menganggap ku sebagai partner." Ucap Fira dalam hati.


"Kenapa loe diam?" Tegur Priska.

__ADS_1


"Mengomel 'lah sesuka loe!" Fira tersenyum sinis.


"Sepertinya loe hanya peduli dengan rencananya berhasil atau tidak, bahkan tidak sedikitpun loe peduli tentang gue. Loe nggak tanya apa yang terjadi dan langsung marah-marah dan terus menyalahkan kegagalan gue."


"Hebat sekali!" Sinis Fira.


"Bukan gitu, maksud gue cuma mau ngasih tahu loe aja! Harusnya loe bertindak dengan meminjam tangan orang lain, jadi loe nggak bakal ketahuan!" Priska segera membela diri.


"Emangnya apa yang terjadi sama loe?" Tanya Priska basa-basi.


"Udahlah! Pertanyaan loe sudah basi!" Fira telah menghabiskan semua makanannya, tidak ada niat untuk menunggu Priska yang sejak tadi belum sempat pesan makanan atau minuman.


"Loe yang bayar semua makanan gue!" Perintah Fira.


"Gila! Gue nggak mau, loe yang makan sebanyak itu, malah nyuruh gue yang bayar." Priska begitu perhitungan.


"Sial! Nih cewek beneran sakit jiwa. Nggak ada otak sama sekali, nggak ada perasaan peduli sama partnernya. Padahal anak orang kaya juga, tapi kok pelit. Gue salah berteman nih!" Batin Fira.


"Ingat! Gue punya bukti kalau loe yang menghubungi gue duluan untuk loe ajak kerja sama. Gue juga punya bukti chat saat loe nyaranin ide buat memfitnah Maya. Kalau loe macem-macem sama gue! Gue akan bongkar semuanya biar teman-teman loe di SMA 2 tahu kebusukan loe!" Fira tertawa sinis penuh ancaman.


"Sial! Harusnya aku tidak berpartner dengan cewek, akan susah sekali mengendalikannya. Kalau partner cowok sudah pasti gampang, tinggal diajak yang enak-enak udah nurut." Pikir Priska.


Fira melangkahkan kakinya keluar dari restauran dengan sedikit bahagia karena berhasil mengancam Priska. "Setidaknya dia harus merasakan khawatir jika kebusukannya terbongkar, aku tidak mau menderita sendiri. Bahkan sekarang aku tidak bisa berguru ke perguruan lain dan semakin jauh dari Mas Bayu." Batin Fira.


Bruuukkk...


Karena tidak fokus alias setengah melamun, Fira menabrak seorang laki-laki yang hendak masuk ke dalam restauran.


"Maaf, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya lelaki itu.


Fira menoleh, menatap lelaki yang bertabrakan dengannya. "Gila! Gue nabrak laki-laki ganteng dan atletis gini, berkah kali ya? Tapi tetep lebih ganteng Mas Bayu." Batin Fira kegirangan.


"Apa kamu nggak apa-apa?" Tanya lelaki itu sekali lagi.


"Oh, nggak apa-apa kok kak." Jawab Fira.


"Baiklah kalau gitu." Lelaki itu hendak masuk ke dalam restauran meninggalkan Fira.

__ADS_1


"Emm... Apa boleh kenalan kak?" Tanya Fira sedikit ragu.


"Boleh, mau makan bareng?" Tanya lelaki itu.


"Aku sudah makan barusan, mungkin lain kali. Kalau tukar nomor ponsel atau akun star-gram boleh nggak?" Fira memberanikan diri mengajak kenal duluan.


"Boleh, bagi barcode chat-application mu saja." Lelaki itu mengeluarkan ponselnya, begitu pula dengan Fira. Akhirnya mereka bertukar akun chat-application.


"Fira loe masih di sini?" Ternyata Priska yang datang, dia tadi langsung membayar makanan Fira dan tidak mood untuk lanjut makan sendirian.


Lelaki itu menoleh karena mendengar suara yang sepertinya dia kenal. "Priska, kamu di sini juga?"


"Eh, Kak Marco." Priska sedikit kaget karena bertemu Marco di situ, takut jika ada yang tahu bahwa dia bertemu Fira di situ.


"Kalian saling kenal?" Tanya Fira.


"Oh, dia temennya Maya, pacar temenku, jadi aku sedikit kenal." Sahut Marco.


"Ya sudah, aku masuk duluan ya, temanku sudah menunggu." Marco memilih pergi.


Fira tidak ada niat bertanya tentang Marco pada Priska. Fira pun langsung berlalu pergi mengambil motornya meninggalkan Priska. "Lebih baik nanti aku tanya ke Kak Marco mengenai hubungan Priska dan Maya. Aku penasaran sekali, apa benar yang diceritakan Priska padaku."


"Sialan si Fira, udah minta dibayarin terus ninggalin gue gitu aja." Priska kesal sendiri.


"Lebih baik aku cari cara lain untuk menghancurkan Maya. Kalau Mas Randy tidak segera bertindak aku bisa menyuruh Kak Bobby." Rencana licik lain muncul di otak seorang rubah seperti Priska.


"Kak Bobby sepertinya lebih mudah dikendalikan dari pada Mas Randy. Kalau dikasih susu murni dan madu cinta, pasti dia akan menuruti semua permintaan ku." Priska dengan percaya diri menganggap dia akan mampu mengendalikan Bobby. Pikiran Priska terlalu picik, dia tidak sadar bahwa Bobby hanya memanfaatkannya saja.


...***...


Apa rencana Priska selanjutnya?


Apa Fira akan bertobat dan tidak lagi membenci Maya?


Apa Fira pindah ke lain hati dan mengejar Marco karena sudah tidak bisa mengejar Bayu?


Apa Marco juga tertarik pada Fira?

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2