
Tolong mampir ke karya baru author ya guys ya 😊🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Klik profile author lalu klik Karya dengan judul Dendam Mantan Kekasih Sang CEO
...****************...
Yukk lanjut sama Mas Bayu dan Maya, happy reading. Maaf kalau author belum bisa menyuguhkan cerita yang lebih oke.
...****************...
"Mas Randy tahu aku tidak akan berhasil membujuk Maya untuk mencabut tuntutan, makanya Mas Randy setuju menikahi ku kalau aku berhasil membujuk Maya." Ucap Priska dalam hati, air matanya mengalir deras bagaikan hujan di bulan Januari, menyadari tidak akan ada yang mau bertanggung jawab pada bayi yang dia kandung.
"Tuk… Tuk… Tuk…" Suara langkah kaki Bayu memasuki rumah.
"Sayang…" Bayu langsung menyapa Maya, memecah kebisuan Priska yang sejak tadi tidak mampu menyanggah ucapan Nyi Yanti.
"Mas… Sini dulu…" Menunjuk sofa di sampingnya.
Tatapan Bayu penuh pertanyaan melihat Priska yang berani datang ke rumahnya. Bayu menatap ibunya tapi tidak menemukan jawaban, ia pun langsung duduk di samping Maya.
"Kamu sudah dapat jawabannya kan! Sebaiknya kamu segera pergi dari sini, Maya dan Bayu mau makan siang, jadi jangan menganggu lagi!" Nyi Yanti buru-buru mengusir Priska karena tidak mau kalau Maya berubah pikiran dan meminta tuntutannya dicabut.
"Ada apa sebenarnya, Mi?" Bayu akhirnya tidak tahan untuk bertanya.
"Dengan tidak tahu malu dia meminta Maya untuk mencabut tuntutan terhadap Randy. Mereka berdua yang jahat, sudah wajar sekarang mereka menuai hasil perbuatannya. Kenapa harus Maya yang mengalah? Apa dia pikir kejahatannya sejak dulu bisa dimaafkan begitu saja?" Nyi Yanti kembali mengungkit kesalahan Priska.
"Meskipun kamu memohon maaf sampai sujud di sini satu hari satu malam pun, aku tidak akan mencabut tuntutannya." Tegas Bayu.
"Sudah cukup kalian menyakiti Maya!" Sorot mata tajam Bayu benar-benar mengintimidasi Priska, hingga dia tidak berani berkata-kata lagi.
"Tapi, Mas… Priska hamil anaknya Mas Randy." Menatap Bayu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Bayu tertegun mengingat kembali apa yang pernah Maya ceritakan mengenai gambaran masa depannya jika bersama Randy.
"Sayang, aku tahu kamu kasian pada bayinya yang tak bersalah, tapi apa mungkin Randy mau bertanggung jawab jika kita mencabut tuntutannya? Kita harus tahu keterangan dari pihak Randy seperti apa." Menggenggam tangan Maya dengan erat, ia tahu hati Maya yang rapuh jika menyangkut Priska dan Randy, mantan pacar dan sahabat yang mengkhianatinya.
"Yang ku tahu, Mas Randy tidak akan mengakuinya, Mas! Dia tidak akan mengakui bayi yang Priska kandung." Tersirat sorot mata penuh kecemasan, mengenang bayangan kelam masa depannya jika bersama Randy.
"Aku jadi ikut merasakan bagaimana sakitnya hati Priska saat ini. Jika aku tidak putus dari Mas Randy, mungkin saat ini akulah yang berada di posisi Priska." Ucap Maya dalam hati.
"Mas, kalau kena undang-undang ITE, bukankah hukumannya cukup berat? Nanti keburu bayinya Priska lahir dan tidak ada bapaknya, kan kasian Mas!" Rengek Maya.
__ADS_1
"Kalau pencemaran nama baik di media sosial, berarti akan terkena Pasal 27 ayat (3) UU ITE diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016. Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta."
"Paling lama 4 tahun, aku rasa dia tidak akan dipidana sampai 4 tahun. Jadi biarkan saja." Ucap Bayu enteng.
"Apa Mas Bayu tidak kasihan pada bayinya? Dia belum lahir dan tidak bersalah, Mas! Apa dia harus menanggung dosa orang tuanya?"
"Aku harus bicara dengan bapak!" Maya sontak berdiri dan ingin memanggil Ki Sopo yang sebenarnya baru di ruang kerjanya.
"Ada apa mencari ku, May?" Ki Sopo datang dari dalam rumah.
Ki Sopo tidak kaget melihat Priska duduk di sana. Ki Sopo pun langsung duduk bersebelahan dengan Nyi Yanti. Maya pun duduk kembali dan mulai bicara saat Ki Sopo sudah duduk.
"Priska hamil anaknya Mas Randy, Pak. Jadi dia meminta agar kita mencabut tuntutan kita pada Mas Randy. Kasian kalau bayinya lahir tapi bapaknya di penjara." Tutur Maya.
"Apa kamu sudah tanya Randy mau bertanggung jawab atau tidak? Jangan-jangan itu hanya akal-akalan mereka agar Randy terbebas dari tuntutan. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan, May!" Ki Sopo menjelaskan dengan tenang.
Deg… Maya baru menyadari dirinya gegabah dan tidak berpikir sampai sejauh itu.
Priska mengelap air matanya dan memberanikan diri untu bicara. "Mas Randy mau bertanggung jawab pada bayi ini, jika Maya mau mencabut tuntutannya. Aku mohon, May, tolong cabut tuntutannya! Aku tidak mau anak ini lahir tanpa ayahnya di sampingnya."
"Jika setiap kejahatan langsung dimaafkan, untuk apa ada hukum di dunia ini?" Ki Sopo langsung memotong pembicaraan sebelum Maya mulai goyah lagi.
"Maya sudah memaafkan mu atas kesalahan mu yang dulu. Saat kamu menjebak Maya agar berpacaran dengan Randy."
"Saat kamu menyuruh Bobby mencelakai Maya dengan dua orang preman, dan saat kamu menaruh obat pencahar yang menjadi boomerang untuk mu sendiri." Ki Sopo kembali merinci kejahatan Priska.
"Apa kamu tidak berpikir, dengan kasus-kasus itu kami bisa melaporkannya dan kamu juga akan dipenjara? Apa kamu pikir kami tidak punya bukti?" Ki Sopo benar-benar kesal namun berusaha terlihat stay cool.
"Bayu punya semua bukti kejahatan mu. Jika kami mau, kami bisa memenjarakan mu juga. Di penjara sana juga pernah ada seorang penjahat wanita melahirkan anaknya." Menatap tajam pada Priska.
"Ti-tidak Ki! Saya mohon maaf atas kesalahan saya yang terdahulu. Mohon jangan laporkan saya! Setidaknya kasihanilah bayi ini!" Priska memohon belas kasih.
"Harusnya kamu tahu diri! Kami sudah memaafkan kesalahan mu karena kami pikir kamu masih sekolah. Sekarang kami tidak bisa mentolerir kesalahan kalian lagi."
"Fitnah yang Randy sebar luas di sosial media, tidak hanya merugikan Andrepati dan Perguruan Macan Emas. Kalau kerugian materi, aku tak begitu peduli, harga saham sempat turun, aku juga tidak peduli. Tapi fitnah itu mencoreng nama baik Bayu dan Maya."
"Sebagai orang tua aku sangat tidak terima kesucian dan kehormatan menantu ku diragukan! Bahkan sekarang terbukti sebenarnya siapa yang harusnya diragukan kesuciannya!" Tersenyum sinis.
"Pulanglah! Kamu tidak akan mendapatkan yang kamu inginkan di sini!" Ki Sopo mengusir Priska.
"Selesaikan sendiri masalah mu dengan masalah Randy! Itu sudah menjadi tanggung jawab kalian sendiri, itu bukan tanggung jawab Maya!" Ki Sopo menekankan sekali lagi.
__ADS_1
Maya tidak berani melawan keputusan Ki Sopo, namun dia masih berpikir bagaimana caranya menolong Priska.
Priska beranjak dari duduknya, namun Maya menahannya. "Tunggu, Pris!"
"Jika kamu mau, kami bisa membantu mu untuk tes DNA pada janin mu. Mungkin itu bisa dilakukan jika kandungan mu sudah berusia 4 atau 5 bulan."
"Dari tes DNA kita bisa tahu siapa ayah dari bayi yang kamu kandung. Jika nantinya Mas Randy tidak mau tanggung jawab setelah ada bukti tes DNA, kamu bisa membuat laporan atau tuntutan agar dia mau bertanggung jawab."
Priska duduk kembali, rasanya dia mendapat harapan dari solusi yang Maya tawarkan.
"Kalau Mas Randy tidak mau bertanggung jawab, dia akan terkena Pasal 417 ayat 1. Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori 2 sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah)."
"Atau kalau tidak! Kamu bisa menggunakan jalur perdata. Kamu bisa menggugat Mas Randy sebagai kekasih mu karena telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (“PMH”) dan kamu juga bisa meminta sejumlah ganti rugi (bisa pada keluarganya) karena tak mau bertanggung jawab." Maya mengingat pasal-pasal yang pernah dia baca.
"Tapi itu hanya bisa dilakukan jika kamu punya bukti yang menunjukkan bahwa Mas Randy mau menikahi mu jika kamu sampai hamil! Kalau kamu tidak punya bukti dan itu kamu lakukan atas dasar suka sama suka, kamu tidak bisa menuntutnya! Karena di sini bukan hanya pihak pria yang salah, tapi pihak wanita juga berperan."
"Kalau terbukti ada janji menikahi, tapi diingkari. Atau ada bukti paksaan/perko-saan, maka kamu bisa membuat tuntutan." Maya menjelaskan dengan rinci.
"Wow… Sejak kapan menantu ku ini jadi paham pasal-pasal?" Nyi Yanti tersenyum bangga menatap Maya.
"Kalau Mas Bayu sibuk terpaksa baca-baca buku, Mi. Di perpustakaan mini punya Mas Bayu adanya cuma buku tentang hukum semua. Persiapan mau kuliah hukum juga sama kaya Mas Bayu." Jawab Maya.
"Kalau sudah siap mau kuliah, bilang aja sama bapak nanti! Biar bapak yang urus." Saran Nyi Yanti.
"Baiklah, kalau kamu tidak berbohong dan mencoba menipu kami, sebaiknya lakukan tes DNA saja saat usia kehamilan mu sudah 4 bulan." Tatapan Nyi Yanti beralih pada Priska.
"Itu pun kalau kamu yakin itu anaknya Randy!" Tandas Ki Sopo dengan tatapan tajam.
"Tenang saja, kalau keluarga mu tidak ada biaya untuk melakukan tuntutan, aku akan membantu. Iya kan, Mas?" Maya menatap Bayu dengan penuh harap.
Bayu yang ditatap nggak kuat kalau nggak mengiyakan permintaan Maya. Bayu menatap bapak dan ibunya sekilas, Nyi Yanti dan Ki Sopo mengangguk serempak.
"Iya, kita akan membantunya demi anaknya." Bayu mengabulkan permintaan Maya.
"Aaahhh… Makin cinta deh…!" Maya kelepasan dan memeluk Bayu dengan mesra.
"Hmmmmm…" Ki Sopo ber-dehem.
"Maklum, Pak, pengantin baru." Canda Nyi Yanti.
"Bagaimana setelah tes DNA ternyata bayi yang ku kandung adalah benih dari Kak Vino. Apakah Maya akan tetap membantu ku?" Batin Priska khawatir.
__ADS_1
...****************...
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕