CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 80 Diserang Sikap Romantis


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


...***...



Mas Bayu yang sensitif akhirnya luluh juga oleh senyuman Maya, nggak jadi cemberut lagi deh.


Hari yang sangat membahagiakan setelah semua rasa sakit akan pengkhianatan. Restu dari Ki Sopo dan Nyi Yanti telah diperoleh, restu dari Bu Parmi pun sudah diperoleh, tinggal menunggu nanti Pak Margono bagaimana. Yang namanya bapak, pasti beliau akan sulit melepaskan anak perempuan satu-satunya. Baru juga usia 16 tahun, sudah ada yang berniat meminangnya.


Sore itu Bayu dan Maya lanjut kencan di taman, sesuai keinginan Maya yang ingin makan kebab di taman kota. Mereka berdua mengenang pertemuan ke-dua mereka di taman itu.



(Anggap aja itu di taman ya guys.)


"Mas Bayu masih ingat 'kan? Waktu kita bertemu untuk ke-dua kalinya di sini." Maya mengenang awal-awal pertemuan mereka.


"Mas Bayu waktu itu sombong dan over PD dan mengira aku sengaja mendekati Mas Bayu." Maya meledek Bayu.


Sedangkan Bayu hanya senyum-senyum saja. "Pada akhirnya aku yang mengejar mu dan mendekati mu. Sepertinya aku kena karma baik, meskipun aku ke-pede-an mengira kamu mengejar ku, aku bersyukur akhirnya aku mendapatkan cintamu juga."


"Pertemuan ke-dua kita waktu itu adalah hari dimana aku mengetahui perselingkuhan Priska dan Mas Randy. Sepertinya pertemuan kita sudah diatur sedemikian rupa oleh Yang Maha Kuasa."


"Hatiku sebenarnya nggak kuat ketemu mas-mas judes tapi ganteng." Maya lebay berkata seperti itu sambil memegangi dadanya.


"Hatiku juga nggak kuat ketemu cewek cantik tapi sedikit tomboy, apalagi kalau udah latih tanding silat, bikin hatiku klepek-klepek." Bayu ikutan lebay.


"Hahaha... " Mereka berdua tertawa bersama karena menyadari tingkah mereka yang lebay gara-gara bucin.


"Aku seneng kamu yang ceria dan suka bercanda gini, May, tidak seperti sebelumnya." Tutur Bayu.


"Emang sebelumnya gimana, Mas?" Heran sendiri.

__ADS_1


"Sebelumnya kamu masih jaga jarak dan jarang bercanda. Sekarang kamu lebih sering senyum. Kalau ada apa-apa jangan dipendam sendiri ya! Aku ingin hubungan yang terbuka, saling komunikasi dan terus terang agar tidak ada kesalahan pahaman." Pinta Bayu.


"Tadi yang mulai salah paham siapa? Siapa yang pergi begitu aja dengan wajah manyun tanpa dengerin semuanya?" Maya masih terus meledek Bayu.


"Iiihhh... Gemes banget sih! Kalau lamaran ditolak itu rasanya sakit dan bikin frustasi." Bayu mencubit pipi Maya.


"Maaas... Pipiku sakit nih." Maya mengelus pipinya pura-pura kesakitan.


Cuuppp... 😘


Bayu langsung mencium pipi Maya. "Jelas saja rasanya sakit kalau kamu sampai menolak ku. Meskipun baru kenal 3 bulan tapi hatiku terlanjur mencintaimu dan tidak menginginkan yang lain. Cuma kamu yang bisa menggerakkan hatiku."


Sejenak Maya terdiam karena diserang sikap romantis Bayu.


"Fans mu banyak loh, Mas! Cantik-cantik, se-ksi dan feminine." Terkadang muncul rasa kenapa Bayu bisa menyukainya, padahal menurut Maya para fans Bayu lebih cantik dan se-ksi daripada dia.


"Jangan sibuk membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Kamu harus lebih percaya diri, bagiku kamu nomor 1 di hatiku. Aku pun berharap aku juga menjadi nomor 1 di hatimu." Menggenggam tangan Maya dengan erat.


"Nomor 1 tetap ayah dan ibu, Mas Bayu nomor 2. Hahaha..."


"Sekarang 'kan belum! Hahaha..." Maya suka sekali menggoda Bayu.


"Haduh...! Gimana aku sabar nunggu kalau tiap waktu kamu gemesin kaya gini! Jadi pengen nguyel-nguyel." Kedua tangan Bayu sibuk menguyel-nguyel pipi Maya.


"Maaas... Lepasin! Diliat orang loh!"


"Biarin mereka tahu kalau Bayu sekarang milik Maya dan Maya miliknya Bayu."


Seperti biasa, dalam benak mereka mengalun lagu cinta.


"Once in your life you find someone. Who will turn your world around. Bring you up when you're feelin' down. Nothin' can change what you mean to me. There's lots that I could say. But just hold me now. 'Cause our love will light the way. And baby you're all that I want. When you're lyin' here in my arms. I'm findin' it hard to believe. We're in heaven. Love is all that I need


And I found it there in your heart. It isn't too hard to see. We're in heaven. I've been waitin' for so long. For somethin' to arrive. For love to come along. Now our dreams are comin' true. Through the good times and the bad. I'll be standin' there by you. And baby you're all that I want. When you're lyin' here in my arms. I'm findin' it hard to believe. We're in heaven."

__ADS_1


"Sekali dalam seumur hidup kamu menemukan seseorang. Yang akan mengubah dunia mu. Membawamu bangkit saat merasa sedih. Tidak ada yang bisa merubah arti kehadiranmu bagiku. Ada banyak yang bisa aku katakan. Tapi pegang saja aku sekarang. Karena cinta kita akan menyinari jalan. Dan sayang kamu adalah semua yang aku inginkan. Saat kamu berbaring di sini di pelukanku. Aku merasa sulit untuk percaya. Kita di surga. Dan cinta adalah semua yang aku butuhkan. Dan aku menemukannya di hatimu. Tidak terlalu sulit untuk dilihat. Kita di surga. Aku sudah menunggu begitu lama. Untuk sesuatu yang datang. Untuk cinta yang datang. Sekarang mimpi kita menjadi kenyataan. Melalui waktu-waktu yang baik dan buruk. Aku akan berdiri di samping mu. Dan sayang, hanya kamu yang aku inginkan. Saat kau berbaring di sini dalam pelukanku. Saya merasa sulit untuk percaya. Kita di surga."


...***...


Di lain tempat di sebuah cafe kecil, Marco sedang bertemu dengan Ratih. Marco sengaja mengajak Ratih untuk berbicara di luar sekolah agar tidak ada yang memperhatikan mereka dan tentu agar Randy and the gang juga tidak tahu.


"Ada perlu apa lagi, Kak?" Tanya Ratih membuka pembicaraan.


"Bukankah Maya sudah berhasil putus dengan Randy, apa masih ada hal lain lagi?" Imbuh Ratih.


"Aku sungguh tidak menyangka Maya justru minta tolong pada Bayu Soponyono. Apa mereka memiliki hubungan khusus? Aku lihat setiap hari Maya juga diantar jemput olehnya?" Marco menanyakan semua yang membuatnya penasaran, meskipun dia sudah bisa menebak apa yang terjadi antara Maya dan Bayu.


"Kak Marco menyukai Maya 'kan?" Ratih mulai menebak-nebak perasaan Marco yang jelas terlihat.


"Nggak! Aku hanya menganggapnya sebagai adik saja." Marco berbohong.


"Aku bertanya hubungan Maya dan Bayu hanya ingin memastikan Maya dalam keadaan aman. Aku hanya tidak mau setelah terlepas dari Randy, Maya menghadapi masalah yang lain. Aku tidak mau hati Maya terluka lagi." Terang Marco.


"Tenang aja, Kak! Maya aman bersama Mas Bayu. Kelihatan kok kalau Mas Bayu sayang banget sama Maya. Kita nggak perlu khawatir lagi. Apalagi Mas Bayu bisa mengatasi Mas Randy." Jelas Ratih.


"Iya, tidak seperti aku yang tidak bisa melindungi dia dari Randy."


"Kalau Kak Marco suka sama Maya harusnya bilang aja, jangan dipendam." Sahut Ratih.


"Kami hanya kakak adik, tidak lebih. Oh iya, tidak ada orang yang menganggu kamu 'kan?" Marco mengalihkan pembicaraan.


"Nggak ada sih, Kak! Emangnya kenapa, Kak?" Tidak tahu apa yang dimaksud oleh Marco.


"Aku diam-diam menghapus rekaman CCTV waktu kamu membuntuti Priska. Aku takut kalau Randy tahu kalau kamu yang telah merekam bukti perselingkuhan mereka berdua. Pihak sekolah pun sepakat menganggap CCTV waktu itu rusak karena mereka juga takut dengan Andrepati dan Macan Emas." Akhirnya Marco mengatakan yang sebenarnya.


"Terima kasih, Kak. Mungkin kalau nggak ada kakak, bisa saja Mas Randy sudah membuatku keluar dari sekolah. Aku teledor juga, nggak memperhatikan di sekolah kita ada CCTV." Ratih terpesona akan kebaikan Marco yang berusaha melepaskan Maya dari Randy namun juga memikirkan keselamatannya juga.


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2