
Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼
Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕
...***...
"Kemarin dia sempat bilang padaku, kalau dia sedang tertarik dengan seorang gadis." Kata-kata Ki Sopo membuat hati Maya gundah lagi, dia menunduk dan menghentak-hentakkan kakinya pelan.
"Aku baru SMA kelas 1, Mas Bayu bentar lagi lulus kuliah, kami sangat beda jauh. Bahkan Mas Bayu adalah penerus Andrepati dan padepokan ini. Jika dibandingkan dengan ku, aku bukanlah apa-apa. Aku harusnya fokus membalas dendam pada Mas Randy and the gang, aku tidak boleh tergoda dengan urusan lain." Ucap Maya dalam hati.
Maya bimbang dengan perasaannya sendiri, satu sisi sepertinya dia tertarik pada Bayu, di sisi lain dia harus membalaskan dendamnya terlebih dahulu dan di sisi lain lagi Bayu tertarik pada seorang gadis yang tidak diketahui siapakah gerangan. Maya tidak lagi memperhatikan apa yang mereka bicarakan, Ki Narto masih berusaha untuk mempererat hubungan Macam Emas dan Mawar Hitam.
Alunan lagu mulai terngiang ditelinga Maya. Lagu sedih yang sering dia dengar, lagu yang mengingatkan dia bahwa kekasihnya Randy benar-benar hanya membawanya ke jurang ke hancuran. "Well, you almost had me fooled. Told me that I was nothing without you. But after everything you've done. I can thank you for how strong I have become. Cause you brought the flames and you put me through hell. I had to learn how to fight for myself. And we both know all the truth I could tell."
Terjemahan lirik lagu. "Kamu hampir membuatku tertipu. Memberitahuku bahwa aku bukan apa-apa tanpamu. Tapi setelah semua yang telah kau lakukan. Aku bisa berterima kasih padamu karena aku menjadi kuat. Kamu membawa api dan memasukkan ku ke dalam neraka. Aku harus belajar bagaimana berjuang untuk diriku sendiri. Dan kita berdua tahu semua kebenaran yang bisa ku katakan."
Di halaman padepokan Bayu berlari menghampiri murid-murid yang sedang berlatih. "Dewi, Angga, hentikan dulu latihannya!"
Dewi dan Angga langsung menghentikan latihan mereka. Angga yang sedari tadi penasaran segera bertanya pada Bayu, "Apa masalahnya sudah selesai, Mas? Maya gimana, Mas?"
Nampak raut wajah Dewi yang kurang suka melihat Angga yang khawatir dengan keadaan Maya. Namun dia mencoba menetralisir cemburu yang berlebihan, apalagi memang Dewi dan Angga belum resmi menjalin hubungan, salah-salah justru Angga malah jadi ilang feeling padanya. "Iya, Mas, bukan Maya kan pelakunya?"
"Kalian tidak usah khawatir dan tidak perlu pikirkan itu lagi! Aku yakin bukan Maya pelakunya." Terlihat Bayu yang lebih percaya diri dan semangat.
Sebagian murid senang melihat perubahan mood Bayu, pasti memang bukan Maya pelakunya karena Bayu terlihat sangat percaya diri dan lebih tenang daripada tadi. Namun ada juga yang kesal karena tahu Maya aman-aman saja.
"Ck... Kenapa dia bisa selamat sih? Padahal aku sudah nunggu dia dikeluarkannya dari perguruan ini. Pasti ini karena Mas Bayu yang membelanya. Dasar cewek nggak tahu diri! Kenapa juga Mas Bayu harus membelanya terus, padahal jelas-jelas dia nggak sopan sama Mas Bayu. Sok ke-centilan, sok cantik, pura-pura nggak suka tapi nyatanya nyari-nyari perhatian Mas Bayu juga." Fira terus menggerutu di dalam hatinya.
"Latihannya sementara dihentikan dulu. Murid-murid perempuan wajib berkumpul di depan pintu padepokan, nanti yang mimpin Dewi. Baris yang tertib dan jangan membuat gaduh atau berbisik-bisik!" Bayu memberi perintah.
__ADS_1
"Murid laki-laki lanjutkan latihan seperti biasa dengan Angga!" Lanjut Bayu.
"Maaf, Mas, kita kenapa harus baris di depan pintu? Terus latihan kami bagaimana?" Tanya seorang murid perempuan.
"Nanti kalian juga akan tahu sendiri! Ikuti saja perintah dari ku!" Bayu belum mau menjelaskan.
"Ingat! Tidak boleh ada yang pergi kemanapun!" Bayu memberi kecaman.
"Baik, Mas." Mereka menuruti tanpa banyak bertanya lagi.
Putri dan seorang murid perguruan Mawar Hitam datang saat para murid perempuan telah siap berbaris di depan pintu padepokan. Putri adalah siswi SMP murid perguruan Mawar Hitam yang telah diserang waktu itu. Dari segi postur tubuh memang tidak jauh beda dengan Fira maupun Maya, mungkin hanya terpaut 3-5 kg dan tinggi badannya159 cm lebih pendek dari Maya.
Bayu melihat ada yang datang langsung segera menemuinya, "Apa kalian dari perguruan Mawar Hitam juga?"
"Iya, kak." Putri terpesona dengan ketampanan Bayu, hingga membuatnya bengong beberapa saat.
Mereka berdua berjalan masuk ke arah padepokan mengikuti Bayu.
"Dia datang ke sini, semoga saja dia tidak mengenali aku. Harusnya dia tidak mengenali aku karena kemarin aku memakai masker."
"Untung aku tidak baris di paling depan, kalau aku baris di paling depan, takutnya dia akan mengenali aku." Seseorang ketakutan karena murid yang sudah dia targetkan untuk memfitnah Maya justru datang ke perguruan Macan Emas.
"Sial! Kenapa tidak berjalan sesuai rencana! Harusnya setelah aku serang dia akan membalas ke murid yang lain, tidak tahunya malah langsung ke sini beserta gurunya." Semakin gelisah karena takut ketahuan.
Deg... Deg... Deg....
Hatinya ketar-ketir saat Putri, anak yang dia serang itu melewati barisan mereka di depan pintu. Namun Putri buru-buru masuk mengikuti Bayu tanpa memperhatikan para murid-murid perempuan yang sedang berbaris di sana.
"Loh, Mbak Sari di sini juga?" Putri kaget melihat Maya di sana, dia tidak tahu jika Maya sekarang menjadi murid di perguruan Macan Emas.
__ADS_1
"Loh, kamu juga ngapain di sini, Put?" Maya tak kalah kaget.
"Sebenarnya siapa yang kamu maksud Sari?" Ki Sopo sudah tidak bisa menahan diri lebih lama.
"Nama saya Maya Sari, Ki. Putri tahunya nama saya adalah Sari." Jawab Maya.
"Jadi kalian saling kenal?" Ki Narto ikut penasaran.
"Iya, Ki." Jawab Maya dan Putri berbarengan.
"Dia yang bernama Maya, apa dia yang menyerang mu?" Tangan Ki Sopo menunjuk ke arah Maya dan bertanya dengan tegas pada Putri.
"Rumah saya jauh dari tempat Mbak Sari tapi saya adik kelasnya waktu SD, Ki. Saya kenal baik dengan Mbak Sari, tidak mungkin Mbak Sari yang menyerang saya! Saya juga masih ingat postur dan sorot mata perempuan yang menyerang saya, sangat berbeda dengan Mbak Sari."
Bagaikan disiram hujan, hati Ki Sopo, Nyi Yanti dan Bayu teramat lega mendengar bahwa Maya tidak bersalah, bukan Maya yang menyerang Putri.
"Bagus kalau begitu, tinggal menyelidiki siapa yang sebenarnya ingin memfitnah Maya dan perguruan Macan Emas. Sekarang kamu ikut aku melihat para murid perempuan di sini, siapa tahu yang menyerang mu adalah salah satu dari mereka." Bayu sudah tidak sabar ingin memastikan, berharap bukan murid perguruan Macan Emas yang telah menyerang Putri.
"Baik, kak. Tapi sebentar, saya mau minta maaf ke Mbak Sari dulu." Sahut Putri.
"Mbak Sari, maaf ya, bukan maksud membuat Mbak Sari dalam posisi sulit, tapi aku benar-benar tidak tahu menahu kenapa orang itu menyebutkan nama Maya, yang ternyata adalah Mbak Sari. Padahal aku juga tidak punya musuh." Papar Putri.
"Tak mengapa, yang penting sekarang sudah terbukti aku tidak bersalah. Ayo kita cari tahu bersama-sama, siapa yang ingin mencelakai aku." Maya mengajak Putri ikut ke halaman depan sesuai instruksi Bayu.
...***...
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕
__ADS_1