
"Kalau begitu, sekarang kita mulai latihan pertama. Kamu harus lari naik turun tangga ini sebanyak-banyaknya!"
"Aku ingin tahu sejauh mana staminamu!" Maya melongo dibuatnya.
"Kenapa melongo? Ayo cepat!" Tegas Nyi Yanti.
"Ba-baik Nyi." Maya kaget.
Tanpa pikir panjang Maya mulai lari naik turun tangga sesuai intruksi dari Nyi Yanti. Menjadi kuat itulah yang ada dipikiran Maya saat ini, perintah apapun dari sang guru akan dia lakukan. Awalnya Maya lari dengan penuh semangat dan kecepatan penuh hingga nyaris jatuh karena kurang konsentrasi. Dengan keras Nyi Yanti berteriak dari jauh mengingatkan Maya agar lebih konsentrasi jika tidak ingin celaka atau terjatuh di tangga, meskipun tangga pelataran rumah bagian belakang itu hanya terdiri dari 15 anak tangga tapi kalau jatuh pasti akan sakit juga.
Maya merubah ritme larinya, kini dia berlari dengan perlahan untuk menjaga pernafasan agar bisa bertahan cukup lama. Ia menahan semangatnya yang menggebu-gebu dan berkonsentrasi penuh pada setiap pijakan kakinya agar tidak meleset dan jatuh. Setelah 10 menit Maya sudah terengah-engah dan dia istirahat sejenak, Nyi Yanti datang menghampiri Maya membawa satu gelas air putih
"Minumlah!" Nyi Yanti memberikan satu gelas air putih yang dia bawa pada Maya.
"Apa boleh, Nyi?" Maya kaget dengan sikap Nyi Yanti.
"Terima saja, sebelum Mimi berubah pikiran. Jarang sekali ada murid yang mendapatkan kehormatan seperti itu." Tiba-tiba terdengar suara Ki Sopo.
Maya menerima air putih pemberian Nyi Yanti lalu menegaknya sampai habis. "Terima kasih, Nyi, tenggorokanku sudah tidak berteriak karena kekeringan." Maya masih mengenggam gelasnya.
"Apa kamu menyiksanya, Mi?" Tanya Ki Sopo pada istrinya, tapi Nyi Yanti hanya melirik sebentar kea rah Ki Sopo.
"Bukan menyiksa, Ki! Nyi Yanti menyuruhku berlari naik turun tangga, pasti juga ada tujuannya." Maya tidak setuju dengan kata-kata menyiksa.
"Hahaha… Jadi sekarang kamu membela Mimi, gurumu. Kamu tidak ingin menjadi muridku lagi?" Ki Sopo tertawa.
"Bu-bukan begitu, Ki! Saya hanya mengatakan yang sebenarnya saja. Saya juga tidak merasa disiksa, saya tidak membela salah satu. Anda berdua adalah guru saya."
"Kamu disuruh lari naik turun tangga masih bilang tidak disiksa? Kalau aku tidak akan menyuruhmu seperti itu." Pancing Ki Sopo.
"Setiap guru pasti memiliki caranya sendiri untuk mengajar muridnya dan pasti caranya berbeda-beda, tidak harus sama. Mungkin maksud dari latihan ini agar saya lebih konsentrasi dan meningkatkan kekuatan kaki saya." Maya sendiri heran kenapa dia bisa menjawab seperti itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Nyi Yanti menyerang Maya dengan tendangan sapuan namun Maya berhasil melompat ke atas untuk menghindar. Ki Sopo ikut mengarahkan tendangan ke arah lengan kiri Maya dan berhasil ditahan oleh Maya.
"Tidak salah aku mengambilmu sebagai muridku. Tidak hanya pandai bicara, kamu juga cukup cepat dalam belajar. Tapi kamu tidak boleh cepat puas dan tidak boleh sombong!" Nyi Yanti mengakui tekad belajar Maya sangat kuat.
"Itu tadi hanya kebetulan saja, Nyi. Kalau Nyi Yanti dan Ki Sopo menyerang dengan serius belum tentu saya dapat bertahan." Maya belum puas, menurutnya dia bisa menghindar dan menangkis karena Nyi Yanti dan Ki Sopo tidak menggunakan kekuatan penuh.
"Gadis pintar! Apa kamu sudah memperbaiki niatmu? Kalau belum aku tidak akan mengijinkan Mimi mengajarimu lebih jauh lagi." Ki Sopo memberi kode pada Nyi Yanti yang ingin memprotes. Nyi Yanti pun mengikuti permainan sang suami.
"Sudah, Ki. Saya sudah menemukan jawabannya." Maya semangat.
"Jangan terlalu kegirangan, aku akan mempertimbangkan dulu jawabanmu."
"Niat saya belajar silat adalah untuk menjadi kuat…" Maya belum selesai mengatakan tujuannya sudah keburu dipotong oleh Ki Sopo.
"Masih itu? Jangan buang waktuku kalau begitu!" Ki Sopo hendak pergi.
"Pak, dengarkan dulu! Jangan main potong penjelasan Maya!" Nyi Yanti memberi kesempatan pada Maya karena beliau tahu masih banyak yang ingin Maya sampaikan.
"Baiklah." Ki Sopo tidak jadi pergi.
"Saya tetap ingin menjadi kuat untuk melindungi diri saya sendiri dan orang di sekitar saya. Silat untuk kebaikan, bukan untuk mendendam atau mencelakai orang. Mungkin Ki Sopo bisa menilai bahwa ada dendam di hati saya hingga Ki Sopo menyuruh saya untuk memperbaiki niat saya belajar silat. Saya tahu saya masih labil dan emosi saya masih naik turun, oleh kerena itu mohon bimbingannya, Ki." Maya menunduk memberi hormat pada Ki Sopo.
Sejenak Ki Sopo terdiam dan berucap dalam hati. "Secepat itu dia memahami maksudku, mungkin karena kekuatan tersembunyi yang ada di dalam dirinya. Dasar anak ini pandai bicara, pasti tadi Mimi memberi air putih yang sudah dia beri doa-doa untuk membuka pikiran dan kekuatan anak ini."
"Baiklah, aku akan menerimamu menjadi muridku." Belum selesai Ki Sopo berucap, Maya sudah kegirangan.
Maya meletakkan gelasnya di tepi pagar teras yang ada di sampingnya. Ia kegirangan dan memeluk Nyi Yanti karena diterima sebagai murid Ki Sopo. "Yey… Akhirnya diterima jadi murid Ki Sopo."
"Hey…! Jangan peluk-peluk istriku!" Ki Sopo cemberut istrinya dipeluk orang lain.
"Ya ampun, Pak! Dia seperti anak perempuanku! Sudah lama aku ingin dipeluk oleh anak perempuanku seperti ini, apalagi sekarang Bayu sudah tidak mau dipeluk-peluk sama ibunya sendiri." Nyi Yanti memang ingin punya anak perempuan, tapi beliau bersyukur Tuhan sudah memberinya satu anak yang tampan dan pintar.
__ADS_1
"Maaf, Ki, saya hanya terlalu bahagia karena diterima menjadi murid anda."
"Maaf, Nyi, kalau sikap saya kurang sopan."
"Hahaha… Jangan membuatnya jadi canggung, Pak. Biarkan dia jadi anak perempuanku. Kamu sama Bayu aja." Nyi Yanti senang dengan sikap Maya yang paham situasi dan menghormati yang lebih tua, tidak searogan kemarin.
"Kita akan kerja sama melatih Maya, jangan serakah dong, Mi! Aku juga pengen punya anak perempuan, Bayu malah betah ngejomblo, didekati wanita-wanita cantik malah nggak mau." Ki Sopo dan Nyi Yanti malah berebut.
"Bayu mirip denganmu, Pak! Dulu kamu juga jual mahal, sama seperti Bayu sekarang. Giliran jatuh cinta sama seorang wanita jadi kelimpungan. Hahaha…" Nyi Yanti tertawa puas. Maya heran melihat tingkah kedua gurunya itu, pasalnya di depan para murid-murid perguruan Macan Emas mereka berdua terlihat sangat keras dan tegas.
"Hush…! Jangan buka kartu! Padahal Mimi dulu juga sama aja seperti Maya kan?" Ki Sopo masih asyik bercanda dengan istrinya.
"Udah, Pak! Jangan buka semua kartunya. Liat tuh! Maya kebingungan melihat tingkah kita." Nyi Yanti berhenti tertawa.
"Maya, aku menerimamu menjadi muridku, dengan syarat kamu harus sanggup berlatih lebih keras lagi. Lari naik turun tangga itu belum seberapa, besok akan lebih berat lagi, apalagi gurumu ada dua. Tapi tugas utamamu adalah sekolah, jangan sampai prestasimu di sekolah menurun karena kamu lebih fokus belajar silat. Kalau sampai aku tahu prestasimu di sekolah menurun, maka aku tidak akan melatihmu lagi, begitu juga dengan Mimi. Apa kamu paham?" Ki Sopo menjelaskan panjang lebar, beliau tidak mau Maya justru mengalami kemunduran di bidang akademiknya.
"Siap, Ki. Saya akan berusaha keras untuk berlatih dan akan membagi waktu dengan baik agar prestasi sekolah saya tidak menurun. Kalau perlu, saat waktunya terima rapot, saya akan membawa rapot saya ke sini untuk diperlihatkan pada Ki Sopo dan Nyi Yanti." Maya berjanji.
"Baiklah, lanjutkan latihannya dengan Mimi untuk hari ini. Mulai senin besok jam latihan diubah. Hari Sabtu siang sampai sore latihan denganku, hari Minggu siang samapi sore latihan dengan Mimi. Senin sampai Jum’at kamu hanya boleh datang latihan satu atau dua kali, tidak boleh setiap hari!" Terang Ki Sopo.
"Apa cukup dengan waktu segitu, Ki?" Maya mempertanyakan jadwal yang Ki Sopo berikan. Ki Sopo hanya diam dan menatap Maya dengan tajam.
"Maaf, Ki, mulut saya masih lancing. Siap, laksanakan perintah." Maya pun tidak membantah lagi.
...***...
Akhirnya Maya berhasil menjadi murid Ki Soponyono. Akankah Maya berhasil menjadi kuat dan mengalahkan Randy and the gang?
Kekuatan apakah yang ada pada diri Maya hingga membuat Ki Sopo dan Nyi Yanti tertarik menjadikannya murid?
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
__ADS_1
Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕