
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕
...***...
Hati bahagia karena bisa bersama orang yang terkasih. Ki Sopo dan Nyi Yanti telah datang ke rumah Maya, meminta pada Pak Margono untuk menjodohkan Maya dan Bayu. Pak Margono tidak menyangka mereka akan berbesanan, beliau nostalgia bersama Ki Sopo, saling bercerita tentang kisah selama mereka tidak pernah bertemu lagi.
Seusai perkiraan Ki Sopo, Pak Margono meragu untuk menerima perjodohan Bayu dan Maya, beliau masih tidak rela putri kecilnya sebentar lagi akan diambil darinya. Namun Ki Sopo gigih meyakinkan Pak Margono bahwa dia tidak akan jauh dari putrinya, bahkan kalau perlu Maya dan Bayu diperbolehkan sering-sering tinggal di tempat Pak Margono. Sempat disangkal karena perbedaan status social mungkin saja membuat Bayu tidak akan betah di rumah sang mertua, namun Ki Sopo balik menyangkal bahwa Bayu-nya bukanlah anak seperti itu, Ki Sopo telah mendidik Bayu seperti Ki Haryo Kamandanu mendidik dirinya.
Hati orang tua mana yang tidak risau akan perbedaan status sosial, begitu pula dengan Pak Margono dan Bu Parmi. Sebagai orang tua mereka merasa resah dan khawatir kalau orang-orang akan berkata jahat tentang Maya. Takut jika Maya direndahkan oleh keluarga dari pihak pria.
"Apa perlu memikirkan perkataan orang lain yang iri? Kami tidak mempermasalahkan Maya dari keluarga mana, jelas-jelas dia adalah cucu guruku. Guru yang telah membuatku bisa menjadi seperti saat ini, kalau dulu bukan Ki Haryo yang mendidik ku menjadi lebih baik, mungkin masa depanku juga tidak secerah ini, mungkin aku hanya akan menjadi anak manja yang berada di bawah ketiak orang tua. Aku juga mendidik Bayu-ku untuk mandiri dan wajib memperjuangkan masa depannya sendiri, sama seperti yang dilakukan Ki Haryo pada kita dulu. Kamu jangan ambil pusing perkataan atau gunjingan orang lain." Ki Sopo berusaha meyakinkan Pak Margono.
"Kalau begitu apakah ini tidak seperti dirimu seolah-olah ingin membalas budi pada bapakku?" Sangkal Pak Margono.
"Ya ampuuun, Mar! Aku bilang begitu bukan karena hanya ingin balas budi. Justru aku yang berhutang lagi. Bayu-ku sudah tergila-gila pada Maya, putrimu satu-satunya. Padahal sebelumnya banyak perempuan yang mendekati dia, tapi tidak satupun yang ia tanggapi. Bahkan dia menolak perjodohan dengan anak Ki Narto dari Perguruan Mawar Hitam. Cuma Maya yang bisa membuat Bayu jatuh cinta. Kalau Maya berlatih dengan benar, suatu saat dia akan menjadi seperti Ki Haryo. Pasti Ki Haryo bangga padanya." Ki Sopo masih berusaha meyakinkan Pak Margono.
"Anakmu laki-laki, jadi kamu tidak tahu rasanya khawatir dengan anak perempuan. Maya masih kecil juga." Pak Margono masih belum rela.
"Aduh Mar, Mar! Justru itu aku ingin kita menjodohkan Bayu dan Maya, mengikat mereka dengan pertunangan, kalau perlu dengan perjanjian pra-nikah biar Maya aman dan tidak dirugikan. Aku tidak mau Bayu cuma sekedar pacaran dengan Maya." Kata-kata Ki Sopo meluluhkan Pak Margono.
Bu Parmi memegang tangan Pak Margono. "Maya juga mencintai Bayu, Pak."
"Tapi janji ya, Mas! Kalau Bayu sampai menyakiti Maya dan membuat pertunangan ini gagal, aku tidak akan memaafkan Bayu dan tidak akan ada kesempatan kedua lagi. Memang terlalu dini untuk menyatukan mereka dalam pertunangan, tapi sepertinya akan lebih aman dengan status seperti itu."
"Kalau saja hanya memikirkan sah saja, aku akan menyuruh mereka nikah siri." Ki Sopo benar-benar langsung blak-blakan hingga membuat Pak Margono dan Bu Parmi terperajat kaget.
__ADS_1
"Tenang! Itu tidak akan terjadi. Aku dan istriku pasti akan mengawasi Bayu dan Maya juga agar mereka tidak pacaran kebablasan meskipun sudah ditunangkan nantinya. Anakku cuma 1 dan anakmu juga cuma 1, kalaupun menikah harus secara resmi dan aku akan membuatkan resepsi yang bagus untuk mereka." Jelas Ki Sopo.
"Kamu jangan sungkan ya, Mar! Aku tidak memperhitungkan berapa besar biayanya nanti, ku harap kamu tidak tersinggung. Sejak awal kami sudah menganggap Maya seperti putri kami sendiri karena kami rindu dan ingin punya anak perempuan." Ki Sopo berusaha tidak menyinggung calon besannya.
"Tapi seingatku Maya ingin sekali mendaftar beasiswa untuk kuliah, bukankah mahasiswa beasiswa dilarang menikah sampai lulus?" Pak Margono ingat keinginan Maya yang ingin mengejar beasiswa di kampus favorit di kota itu.
"Tenang aja, Mar! Kami tidak akan menghalangi Maya untuk kuliah, kalau mereka berdua ingin menikah muda, Bayu siap membiayai kuliah Maya, tidak perlu nunggu beasiswa. Mereka berdua adalah penerus Perguruan Macan Emas dan Andrepati."
"Aku beruntung sekali Bayu mencintai anakmu dan bukan perempuan lain. Maya penerus Perguruan Macan Emas yang dulunya adalah Perguruan Macan Langit milik kakeknya dan Bayu jadi penerus Andrepati."
"Udah lengkap kan, Mi? Kita serasa punya anak 2 ya?" Menoleh kea rah Nyi Yanti.
"Iya, ya Pak. Bersyukur Bayu memilih Maya dari sekian banyak perempuan, siapa dulu dong Miminya? Bayu pasti memilih perempuan sesuai selera Miminya." Nyi Yanti menyombongkan diri pada suaminya.
"Aku yang ngajarin Bayu!" Sanggah Ki Sopo.
"Itu karena aku mengetes kemampuan Maya dan agar dendam di hatinya tidak merusak latihannya." Menyanggah lagi.
"Maya anakku, muridku! Bayu juga belajar dari aku!" Nyi Yanti tidak mau kalah.
"Sudah-sudah, Mas, Mbak! Maya anak saya." Pak Margono dan Bu Parmi senyum-senyum melihat tingkah Ki Sopo dan Nyi Yanti yang memperebutkan anak.
"Hahaha…" Mereka semua tertawa.
Akhirnya restu dari kedua orang tua pun telah didapatkan. Mereka sepakat mengadakan pertunangan setelah pertandingan atau kejuaraan beladiri silat se-provinsi, sekalian menunggu Maya libur semester.
__ADS_1
...***...
Hari dimana ujian semesteran telah usai dan perhelatan besar pertandingan silat telah tiba. Hiruk pikuk suara stadium penuh dengan teriakan para pesilat dan suporter. Hari ini adalah hari pertandingan tahunan bela diri silat se-provinsi.
Deg-degan dan rasa cemas perlahan merayapi hati yang semula tenang. Ini kali pertama bagi Maya mengikuti turnamen bela diri silat se-provinsi. Sudah 2 minggu menjelang pertandingan, Nyi Yanti dan Ki Sopo bertindak lebih tegas. Beliau berdua membatasi pertemuan Bayu dan Maya demi mempersiapkan diri untuk pertandingan yang amat penting itu. Pertandingan resmi untuk mengawali debut Maya sebagai pesilat yang sesungguhnya.
Bayu dari jauh mengawasi Maya yang siap-siap bertanding, sebenarnya dia ingin sekali mendekat namun Nyi Yanti melarang. Bayu pun memberi semangat dari jauh, bahkan ia memberikan kode love.
Sontak kelakuan Bayu membuat semua orang yang melihatnya menjadi kagum sekaligus iri. Banyak yang berkomentar kalau Bayu beruntung karena mendapatkan cintanya Maya, ada pula yang bilang Maya hanya memanfaatkan kecantikannya untuk memikat CEO sekaligus Ketua Perguruan.
Banyak sekali penonton yang kasak-kusuk membicarakan kemampuan bela diri Maya. Sebagian besar penonton memang belum tahu kemampuan Maya. Mereka bergunjing dan berprasangka buruk serta merendahkan Maya, semakin iri karena Bayu menunjukan cintanya secara terang-terangan.
"Lihat aja! Pasti dia cuma menang cantik dan akan kalah di babak penyisihan. Sayang sekali pertama tanding sudah dapat lawan peringkat 6 tahun lalu." Ucap salah satu penonton perempuan.
"Kita lihat saja nanti! Jangan terlalu cepat menilai orang lain!" Sahut penonton lain.
"Liat aja sikap mereka yang tidak tahu sopan santun dan bermesraan di tempat umum, sudah pasti Maya akan kalah karena cuma bisa sibuk pacaran. Nanti kalau kalah pasti diputusin sama Bayu." Imbuh penonton lain.
"Wah! Jangan karena merasa iri lantas kalian merendahkan orang lain dan sampai berburuk sangka pada Bayu Soponyono! Sepertinya kalian hanya iri karena bukan kalian perempuan yang bisa menakhlukkan Bayu Soponyono sang penerus Andrepati dan Macan Emas."
"Jelas saja Bayu Soponyono tidak akan melirik kalian yang cuma bisa bergunjing dan nyinyir dengan kelebihan dan pencapaian orang lain! Padahal kalian tidak mengenal Maya, harusnya kalian tidak berkata buruk seperti itu"
...***...
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕