
"Aku kira di sini aku ketuanya, ternyata kalian berdua ketuanya. Hahaha... Aku terlalu bodoh selama ini." Randy tertawa getir ditampar kenyataan.
"Dasar teman tidak tahu diuntung! Sudah dibaikin malah nyolot, dikasih hati malah minta jantung. Loe kira cuma loe orang yang paling bener di muka bumi ini hah!"
"Keluarga loe itu di bawah keluarga gue, kalau loe macem-macem gue tinggal bilang bokap biar nyingkirin bokap loe. Dalam sekejap bokap loe bisa hilang jabatan. Loe kira bokap gue nggak tahu kelakuan bokap loe gimana?" Randy mulai mengeluarkan kartu As yang sejak dulu di pendam.
"Sialan loe! Ini urusan kita kenapa mesti bawa-bawa orang tua?" Ferdy hendak menghajar Randy tapi ditahan oleh Bobby, ia juga tahu bagaimana kekuatan keluarga Randy gimana.
"Loe yang sialan, go blok! Loe sendiri yang dengan berani manfaatin gue, ngaca loe!"
"Padahal saat loe bantuin gue nyari perhatian Maya, gue juga bayar, nggak gratisan. Sekarang yang hitung-hitungan sama temennya sapa hah?"
"Jangan sok jagoan sama gue! Gue bisa bikin loe babak belur sampai loe nggak bisa ngenalin wajah loe sendiri!"
"Sial...!" Ferdy menendang pot bunga di depannya hingga jatuh berantakan, sedangkan yang lain hanya diam tidak berani bicara.
"Loe masih untung gue nggak ngehajar loe! Gue masih mikir persahabatan kita dulu sebelum keadaan semakin berubah gara-gara ulah loe sendiri!"
"Apa perlu gue buka semuanya? Baru loe bisa terima kalau geng ini bubar!" Randy mengancam Ferdy membeberkan semuanya.
"Jangan sok tahu! Gertakan loe nggak mempan ke gue! Loe itu nggak tahu apa-apa tentang gue!" Ferdy tidak takut akan ancaman Randy.
"Hahaha... Hahaha... Hahaha...!"
"Bagus, dengan begitu gue nggak akan ragu lagi bongkar semua tentang loe di depan teman-teman yang lain."
Prok... Prok... Prok... Randy bertepuk tangan seolah menertawakan kebodohan Ferdy.
"Loe benci sama bokap loe yang udah selingkuh dengan tante loe sendiri dan nyakitin nyokap loe!"
__ADS_1
"Loe benci dengan wanita cantik dan benci dengan orang yang punya kekuasaan karena bokap loe yang semena-mena sama nyokap loe!"
"Entah sudah berapa wanita lain yang bergoyang di bawah..." Randy belum sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Stop! Jangan bawa-bawa nyokap gue!" Pikiran Ferdy jadi kacau.
"Hahaha... Gue bahkan tahu kalau loe sengaja deketin Prita, padahal loe tahu kalau Vino suka sama dia. Loe cuma kesal karena Prita suka sama gue, tapi loe nggak mikirin perasaan Vino." Randy membuka kartu As yang menyebabkan perpecahan geng Don Juan. Vino hanya diam menahan amarah karena ini bukan saatnya bicara.
"Terus loe sendiri emang mikirin perasaan Vino hah? Bukannya loe juga menikmati kehangatan Prita!" Ferdy tidak mau disalahkan sendiri.
"Hahaha... Aku tahu Prita menyukai ku, aku tahu Vino menyukai Prita, tapi ia bukan wanita yang baik untuk Vino. Aku menikmati kehangatan Prita yang sudah kamu ambil duluan kan! Tentu Bobby juga sudah nyicip sebelum loe ngebiarin gue dan Vino juga merasakan goyangannya yang cukup dahsyat."
"Gue bubarin geng ini agar Vino dan Marco mendapatkan cinta sejati mereka! Agar mereka tidak takut lagi dengan teman-temannya yang maniak! Ngerti nggak loe bang - sat!"
"Loe teman nggak tahu diuntung dan cuma ngerusak teman sendiri buat pelampiasan kebencian loe!"
"Nggak nyangka Randy mikirin gue, mungkin selama ini gue salah menilai Randy. Gue kira dia cuma percaya Ferdy dan Bobby." Vino berucap dalam hati.
"Semoga kamu aman Maya, semoga kamu bisa lepas dari Randy atau bisa merubah Randy biar lebih baik. Tapi akan lebih baik kamu lepas dari Randy." Marco berdoa dalam hatinya.
Randy, Vino, dan Marco berjalan menjauh meninggalkan Ferdy dan Bobby tanpa menoleh sedikit pun.
"Bisa-bisanya Randy bubarin geng Don Juan, apa dia sudah tahu kalau kita hanya memanfaatkan saja?" Bobby pun merasa kesal tapi tidak ingin melampiaskan kemarahannya seperti Ferdy.
"Dia tahu dari mana? Cuma kita berdua yang tahu, Marco dan Vino pun juga tidak tahu kan?" Ferdy menyulut rokoknya untuk meredam amarahnya.
"Bukannya tidak tahu, mungkin mereka berdua juga tidak sadar. Selama ini memang kita jarang keluar duit untuk senang-senang bersama. Atau mungkin ada yang memicu Randy hingga membuat dia jadi perhitungan dengan kita?" Bobby mulai berasumsi dan menebak-nebak, ia pun ikut menyulut rokoknya.
"Atau Randy sudah jatuh hati pada Maya hingga dia tidak rela membagi Maya pada kita? Bukankah beberapa minggu ini Randy tidak pernah cerita pada kita tentang hubungannya dengan Maya!" Imbuh Bobby.
__ADS_1
"Tapi setahuku Maya dan Randy jarang bertemu, itu yang aku dengar dari anak-anak. Katanya Maya sibuk ikut ekskul." Ferdy memang pernah mendengar cerita dari para ciwi-ciwi yang suka bergossip.
"Bahkan kata mereka, Maya seperti menjauh dari Randy. Katanya ada yang sempat melihat Randy malah berboncengan dengan Priska."
"Apa mungkin Randy ingin serius dengan Priska dan melepaskan Maya? Tapi dia nggak mau membayar taruhannya. Jadi dia mengungkap masalah kita agar bisa bebas." Ferdy terus berasumsi berdasarkan dari gosip yang dia dengar.
"Kalau kita tidak dapat Maya, bisalah Priska sebagai gantinya. Betul nggak?" Bobby memberikan ide yang tak terduga.
"Betul sekali. Randy harus merasakan sakit hati saat wanita yang dia cintai dibuat mende - sah oleh temannya sendiri. Dia harus tahu rasa sakitnya seperti apa." Ferdy menyetujui ide gila Bobby.
"Pasti dia sudah berhasil membobol gawang Priska, makanya dia ingin melindungi Priska dari kita." Ferdy tersenyum sinis.
"Terus Maya kita apakan?" Bobby tidak rela jika tidak mendapat Maya yang sebenarnya lebih cantik dan bodynya lebih bagus dibanding Priska.
"Kita tidak bisa menyentuh dia, aku dengar dia berhasil menjadi murid khusus perguruan Macan Emas. Kita bisa habis jika menyinggung perguruan itu, apalagi mereka yang punya PT Andrepati." Nyali Ferdy menciut saat tahu Maya di bawah lindungan PT Andrepati dan perguruan Macan Emas.
"Apa kamu tidak berlebihan? Kita anak pejabat yang berpengaruh di kota ini, kenapa mesti takut dengan satu PT dan perguruan silat?" Bobby heran kenapa Ferdy malah takut.
"Bodoh!" Menendang kaki Bobby hingga Bobby meringis sakit.
"PT Andrepati itu penyedia layanan bodyguard dan orang tua kita sering memakai jasa mereka. Kalau sampai kita buat ulah, pasti mereka akan memutus kerjasama dengan orang tua kita. Terus kita dicincang habis sama orang tua kita."
...***...
Apa yang akan Bobby dan Ferdy lakukan pada Randy?
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕
__ADS_1