CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Cinta yang lain?


__ADS_3

Maaf ya guys, author lama menghilang. Author kasih ekstra part untuk menuntaskan cerita ini.


...***...


Setelah Maya lulus SMA.


Saat ini Maya dan Bayu berlibur ke Bali. Maya mengekor mengikuti Bayu masuk ke kamar hotel yang ditempati oleh Bayu, berjalan sampai ke jendela lalu membuka tirainya.


"Wah, pemandangan malam dari sini memang bagus, Mas. Curang nih, Mas Bayu pilih kamar yang lebih bagus!" Protes Maya.


Bayu mendekat dan meme-luk Maya dari belakang, "Kan aku udah pilihin kamar dengan pemandangan pantai buat kamu. Kalau mau tukar juga boleh, kok!"


Maya berbalik menghadap Bayu, sedangkan Bayu tidak ingin melepaskan pelu-kannya. "Mas Bayu, lengket banget kaya perangko!"


Bayu hanya tersenyum mendengar ucapan Maya. Jelas saja dia lengket seperti perangko, momen liburan dan perayaan kelulusan Maya yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Dengan susah payah mereka berdua mendapatkan ijin untuk liburan, meskipun Vero dan bodyguard lain juga ada yang ikut, tapi mereka sadar diri dan tidak ingin merecoki kemesraan Bayu dan Maya.


Flask back on


Maya teringat kata-kata Randy, saat itu Randy memaksanya ngobrol berdua saja di pesta perpisahan kelulusan angkatan Randy di sekolah. "Ingatlah, May! Laki-laki itu makhluk visual dan terkadang susah mengendalikan naf-su, apalagi dengan kekasihnya. Naf-su dan cinta itu beda tipis. Aku yakin, tidak akan lama lagi Bayu juga akan melakukannya denganmu."


"Kalau Bayu tidak melakukannya denganmu! Berarti dia bukan laki-laki yang normal! Atau bisa jadi, dia mendapatkan kehangatan dari perempuan lain. Secara dia laki-laki dewasa, tampan dan mapan." Tutur Randy yang mencoba untuk menghasut Maya.


Maya berusaha menahan amarahnya waktu itu. "Aku percaya Mas Bayu tidak seperti Mas Randy yang tega berselingkuh dengan beberapa perempuan, bahkan dengan teman dekatku juga."


"Aku mencintaimu, Maya! Tapi kamu menolak setiap sentuhan ku, hingga membuat ku frustasi dan melampiaskannya pada perempuan lain!" Randy menyalahkan Maya atas kesalahannya sendiri.


"Hahaha… Itu karena kamu tidak benar-benar mencintai aku, Mas! Makanya kamu bisa melakukannya dengan perempuan lain." Jawab Maya sinis.


"Kalau kamu benar-benar mencintaiku, pasti kamu tidak akan mengkhianati-ku. Jangan menyalahkan aku atas kesalahanmu sendiri! Kamu yang tidak bisa menahan ha-sratmu."


Secepat kilat Randy membawa Maya ke dalam pelukannya, Maya yang berontak didorongnya ke tembok. Tu-buh Randy menghimpit tu-buh Maya, karena lengah Maya belum sempat melawan. Pikiran Maya kacau saat merasakan ada pergerakkan di bawah sana.


"Kamu merasakannya kan, May?" Terus menghimpit tu-buh Maya ke tembok.


"Jangan teriak! Atau aku akan berbuat semakin nekad!" Perintah Randy


"Aku cuma ingin memberimu pelajaran, ini yang selalu aku tahan saat bersamamu, hingga aku melampiaskannya pada perempuan lain." Suara nafasnya memburu seperti sehabis berlari.


"Hanya melihatmu saja membuatnya berdiri tegak, apalagi kalau sedang meme-lukmu. Pasti Bayu juga merasakannya." Randy mulai lengah dan mengendurkan pelukannya karena Maya berhenti melawan.


Maya menarik nafas perlahan. Begitu melihat adanya kesempatan, Maya langsung menendang tepat di senjata milik Randy yang sudah berdiri tegak. Randy meringis kesakitan, sedangkan Maya berlari meninggalkan Randy.


Flask back off


Seperti mematahkan kata-kata Randy, selama 2 tahun menunggu Maya lulus SMA, Bayu dan Maya hanya berpacaran secara wajar saja. Namun Maya gelisah karena takut akan kata-kata Randy, mungkin saja Bayu yang tidak normal atau dia mencari pelampiasan lain.

__ADS_1


"Maya…" Panggil Bayu. Namun Maya tidak bergeming.


"Sayang, kok malah melamun sih?" Jemari Bayu memegang dagu Maya, hingga membuat Maya tersadar.


"Iya, sayang." Maya menatap Bayu.


Bayu menatap dengan lembut dan penuh cinta, hingga tanpa sadar Bayu mencondongkan tu-buhnya, memiringkan kepalanya dan mulai menge-cup bibir Maya yang berwarna merah muda. Sejenak mereka berdua hanyut dalam suasana ciu-man yang romantis. Perlahan tanpa bisa dikendalikan Bayu mempererat pelukannya, jemari tangannya mencoba merengkuh ping-gul Maya yang bagaikan buah persik. Maya pun merasakan pergerak di bawah sana, namun dia masih menikmati ciu-man Bayu yang mulai menggebu.


"Mas Bayu masih normal, hanya saja selama ini kami tidak pernah berciu-man dan berpelu-kan seerat ini." Ucap Maya dalam hati.


"Haaaaahhhh…." Tiba-tiba Bayu menghentikan ciu-mannya dan melepaskan pelu-kannya.


"Maaf, May. Sebaiknya kamu kembali ke kamar mu saja, maafkan aku." Bayu mengusap wajahnya dengan kasar, merasa bersalah dan sedang mencoba meredam ha-sratnya.


"Apa Mas Bayu memiliki cinta yang lain, selain aku?" Ingatannya akan kata-kata Randy membuat Maya berani bertanya seperti itu.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, May?" Bayu seperti tidak percaya akan pertanyaan Maya.


"Kenapa Mas Bayu berhenti? Apa karena Mas Bayu bisa melakukannya dengan perempuan lain? Dan aku tidaklah menarik di matamu?"


"Aku hanya tidak ingin merusakmu, sayang." Memegang kedua pundak Maya dan menatapnya dengan lembut penuh cinta.


"Bukan aku memiliki cinta yang lain!"


"Aku hanya tidak ingin menjadi binatang buas yang menerkam mu sebelum waktunya." Dengan sabar Bayu menjawab keraguan Maya.


Raut wajah Maya berubah menjadi sedih, "Kalau kita tidak pernah melakukannya, berarti Mas Bayu mencari pelampiasan lain."


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, sayang?" Menangkup wajah Maya dengan kedua tangannya.


"Selama ini aku menahannya karena aku menghormatimu, karena kamu juga masih sekolah. Aku tidak mungkin merusak orang yang aku cintai, yang aku harapkan segera menjadi istriku."


"Lalu bagaimana Mas Bayu bisa mengatasi gejolak itu?" Maya terheran-heran dengan pertanyaannya sendiri, mengapa dia begitu berani membahas hal semacam itu.


"Kalau ku jawab jujur apa kamu akan marah?" Bayu ragu-ragu untuk menjawab.


Maya diam tak bergeming, karena sejujurnya dia takut jika Bayu benar-benar memiliki cinta yang lain, atau mungkin melampiaskan ha-sratnya pada perempuan lain meskipun tak cinta.


"Maaf, May. Saat aku benar-benar tak mampu menahan gejolak ini, aku selalu menuntaskannya sendiri dengan membayangkan dirimu."


Maya inisiatif menci-um Bayu sejenak, lalu melepaskannya. "Sekarang kan udah lulus SMA, tidak ada larangan mahasiswa berstatus menikah."


"Jadi, aku tidak perlu menunggu lebih lama lagi?" Mata Bayu berbinar bahagia.


Maya hanya mengangguk saja, sebenarnya dia juga tidak ingin kehilangan Bayu.

__ADS_1


"Daripada Mas Bayu mencari cinta yang lain, lebih baik kita secepatnya menikah." Jujur Maya.


"Meskipun harus menunggu kamu lulus kuliah, aku tidak akan mencari perempuan yang lain, May!"


Maya menci-um Bayu lagi, hingga ciu-man itu berubah jadi saling melu-mat. Bayu menghentikan ciu-mannya lagi, menempelkan keningnya ke kening Maya.


"Aku sangat mencintai kamu, May. Aku tidak pernah seperti ini dengan perempuan lain. Sedikitpun tidak pernah terpikir. Aku akan segera mengurus pernikahan kita setelah pulang dari sini.


...***...


" Pak, apa kita tidak salah membiarkan Maya dan Bayu berlibur berdua? Harusnya kita ikut, aku tak percaya dengan para bodyguard. Mereka pasti takut pada Bayu atau Maya." Tutur Nyi Yanti gelisah.


"Hahaha... Paling nanti kalau mereka pulang liburan, ujung-ujungnya minta dinikahkan." Ki Sopo menjawab dengan sangat santai.


"Bagaimana bisa, pak? Kalau Bayu macam-macam pada Maya bagaimana?" Sebagai seorang wanita Nyi Yanti tentu khawatir.


"Mereka kan sudah tunangan, kalaupun apa yang kamu takutkan itu terjadi, kita tinggal menikahkan mereka saja."


"Hahahaha... " Ki Sopo malah tertawa bahagia.


"Sudah lah! Jangan khawatir!"


"Toh Maya sudah lulus SMA, kalau nikah juga sudah cukup umur." Kelakar Ki Sopo.


"Bapak, ngaco bicaranya! Meskipun sudah tunangan, mereka belum sah menikah, Pak!" Nyi Yanti mengambil ponselnya dan hendak menghubungi bodyguard yang bertugas mengawal Bayu dan Maya.


"Bu, mereka sudah dewasa. Kalaupun benar-benar terjadi, itu karena mereka saling cinta."


"Percayalah, setelah mereka pulang, pasti mereka minta dinikahkan." Ki Sopo malah senyum-senyum.


"Bapak ini bener-bener deh!" Memukul lengan Ki Sopo.


"Berhubungan sebelum menikah itu bukan budaya kita, Pak! Aku takut mereka kebablasan."


"Ya sudah, telepon langsung aja ke Bayu atau Maya. Video call aja biar jelas."


Belum sempat Nyi Yanti video call, ada pesan masuk dari Bayu.


"Mi, aku bahagia sekali. Akhirnya Maya bersedia menikah dengan ku. Mimi cepat siap-siap ya! Pulang liburan langsung persiapan pernikahan, takutnya Maya berubah pikiran 😊" Pesan Bayu pada Nyi Yanti.


Nyi Yanti kaget bercampur bahagia.


...***...


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2