CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 37 Perdamaian


__ADS_3

Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼


Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕


...***...


"Ini bukan kesalahanmu, Nak Bayu! Jika ada 10 perempuan yang menyukaimu dan ingin di sisimu, lalu apakah kamu akan menerima semuanya untuk menghindari perselisihan? Tentu tidak kan?" Kata-kata Ki Narto memang ada benarnya juga.


"Aku adalah guru silat, mungkin juga tidak begitu paham tentang percintaan. Namun setahuku, cinta akan diperoleh dengan kasih sayang yang tulus, bukan dengan obsesi dan menghalalkan segala cara. Obsesi justru membuat cinta kita semakin jauh, itu berdasarkan pengalamanku sendiri. Dan yang paling utama adalah perasaan cinta itu memang susah dikendalikan, namun cinta juga tidak bisa dipaksa."


"Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menerima perasaan cinta kita. Jatuh cinta punya dua konsekuensi, pertama saling jatuh cinta dan saling menerima dan kedua adalah cinta sepihak dan ditolak. Kita tidak tahu akan jatuh cinta pada siapa, namun kita bisa memilih untuk lanjut mencintai atau berhenti."


"Aku sudah seperti konsultan cinta saja, hahaha." Ki Narto tertawa.


"Ternyata Bayu sangat mirip denganmu ya, Sopo?" Ki Narto menepuk lengan Ki Sopo, ia ingin sekali bercanda dengan temannya itu seperti dulu. Namun Ki Narto juga sadar dia tidak bisa se-akrab dulu karena mereka pernah bersaing memperebutkan cinta Nyi Yanti.


"Hahaha… Dan kamu mirip Fira, tapi bedanya kamu tidak senekat dia hingga ingin menghancurkan perdamaian dua perguruan besar. Aku juga minta maaf karena kesalahan yang murid ku lakukan." Ki Sopo berjiwa besar dan mau meminta maaf atas kesalahan muridnya, bagaimanapun juga Fira tetaplah muridnya terlepas setelah ini apakah dia akan diberhentikan atau tidak.


"Kita memang tidak bisa mengontrol semuanya, Sopo! Dan itu juga bukan salahmu. Seperti yang ku bilang tadi, obsesi justru menghancurkan kita dan menjauhkan kita dari yang kita cintai. Selesaikan secara internal saja! Aku sudah cukup senang sudah mengetahui pelaku sebenarnya, semoga ini menjadi pelajaran bagi murid-murid kita semua." Ki Narto tidak ingin memperpanjang masalah ini, dia juga sudah cukup senang mendengar permintaan maaf dari Bayu dan Ki Sopo.


"Aku sangat berterima kasih padamu, murid-murid mu tidak emosi dan menyerang balik murid ku. Pasti ini juga karena Putri yang tidak menyimpan dendam hingga tidak memprovokasi murid-murid mu yang lain untuk membantu balas dendam."


"Kamu harus melatihnya dengan baik, pasti kelak akan jadi bibit unggul di perguruan Mawar Hitam. Kita juga akan bertemu di pertandingan daerah 6 bulan lagi, mari kita bersaing dengan sehat." Ki Sopo mengakui memang Putri lebih sabar dan tidak mendendam.

__ADS_1


"Semoga kamu juga bisa sabar dan bisa mengendalikan emosimu, Maya. Aku memang belum tahu kenapa kamu menyimpan dendam dan amarah yang begitu besar. Mungkin ini ada kaitannya dengan cincin yang kamu kenakan, tapi aku masih belum mengingatnya, itu seperti cincin seseorang yang aku kenal." Ucap Ki Sopo dalam hati.


"Baiklah, aku pamit dulu. Aku tidak ingin mencampuri masalah internal perguruan mu, tapi ku harap Fira diberi hukuman setimpal karena dia sudah mengancam persahabatan perguruan kita. Aku juga ingin murid-murid ku bertanding dengan fair play di pertandingan daerah nanti." Ki Narto pamit undur diri.


"Kami pasti akan mengabari perguruan yang lain nanti, Ki." Sahut Bayu ikut bicara.


"Maksudmu?" Pemikiran Ki Narto langsung tertuju ke arah pemecatan secara tidak hormat dan di-blacklist dari perguruan lain.


"Sesuai yang anda pikirkan, Ki, itu sepadan dengan apa yang dia lakukan." Ucap Bayu mantap.


"Nak Maya dan Nak Bayu tidak perlu merasa bersalah. Kita memang tidak bisa menuruti keinginan semua orang, kita bebas mencintai tapi kita tidak berhak dan tidak bisa memaksa orang lain membalas cinta kita." Ki Narto memberikan dukungan untuk Maya dan Bayu, beliau tahu betul kedua anak itu merasa bersalah atas kejadian ini, padahal bukan mereka yang melakukan kejadian.


"Terima kasih, Ki." Ucap Bayu dan Maya berbarengan sambil menunduk memberi hormat.


"Ah, aku jadi curiga kalau Maya adalah perempuan yang menarik perhatian Bayu. Tapi penilaian Bayu memang tidak salah, seperti bapaknya. Aku kalah cepat, harusnya dia jadi menantu ku saja. Bayu dengan anak perempuan ku, Maya dengan anak laki-laki ku, pasti akan jadi pasangan yang menggemparkan dunia persilatan. Tapi, ya sudah lah!" Ucap Ki Narto dalam hati.


Setelah Ki Narto beserta rombongan pergi, Ki Sopo segera menyuruh semua murid berkumpul termasuk murid laki-laki yang tidak mendengar langsung apa yang sejak tadi terjadi. Ki Sopo menyuruh Fira menceritakan kronologi kejadian penyerangan yang ia lakukan. Mereka semua tidak habis pikir mengapa Fira berani mempertaruhkan perdamaian kedua perguruan silat itu.


"Bayu, segera putuskan hukuman apa yang ingin kamu berikan pada Fira! Karena ini juga menyangkut dirimu." Ki Sopo memberi instruksi.


"Maaf, Ki, saya mohon ijin untuk mengatakan sesuatu terlebih dahulu." Maya meminta ijin untuk menyampaikan pendapatnya.


"Fira! Maksudku, Mbak Fira. Aku tahu kamu pasti masih sakit hati karena aku kalahkan waktu itu. Aku tidak berniat mempermalukan kamu, waktu itu aku terlalu emosi dan menerima tantangan darimu. Aku minta maaf jika apa yang aku lakukan tetap saja tidak berkenan bagimu. Tapi yang jelas, apapun yang kamu lakukan aku sudah memaafkannya. Aku harap setelah ini kamu bisa memperbaiki semuanya."

__ADS_1


Maya tidak ingin ada dendam lagi di antara mereka berdua, meskipun ia siap dengan serangan apapun yang akan terjadi. Pahitnya kehidupan yang lalu membuat Maya menjadi perempuan tangguh.


"Seperti yang Mbak Fira tahu, awalnya Ki Sopo menolak ku sebagai murid khusus, itu semua karena hatiku diliputi dendam. Ki Sopo baru menerima ku sebagai murid setelah aku bisa mengendalikan emosiku dan mengurangi dendam yang menyelimuti hati ini. Dendam hanya akan membuat kita tersesat dan terjerumus dalam kesalahan yang semakin dalam. Aku berharap Mbak Fira juga bisa mengendalikan emosi dan dendam di hati Mbak Fira agar hidup kita lebih tenang."


Tidak ada sorot mata dendam di hati Maya, ia hanya ingin perdamaian, jika bisa berdamai dan saling memahami untuk apa ada peperangan yang merugikan semua pihak.


"Aku minta maaf padamu, Maya. Mungkin benar apa yang dikatakan Mas Bayu dan Ki Narto, aku terlalu terobsesi dan aku justru semakin jauh dari orang yang aku sukai. Terima kasih karena kamu mau memaafkan kesalahan ku."


"Kamu hanya pura-pura baik di depan semua orang, pasti hanya ingin memikat Mas Bayu, Nyi Yanti dan Ki Sopo. Jangan pikir aku tidak tahu taktik mu, Maya!" Tutur Fira dalam hati.


"Meskipun Maya sudah memaafkan mu, aku tidak bisa semudah itu memaafkan mu, Fira!" Ucap Bayu dengan keras dan tegas, sorot matanya masih menunjukkan kekecewaan dan amarah. Bagaimana dia tidak marah, Bayu merasa gagal menjadi calon ketua perguruan Macan Emas, gara-gara dirinya hampir saja dia perguruan besar saling bermusuhan.


"Aku minta maaf, Mas. Ini semua ku lakukan karena aku terlalu menyukaimu." Dengan tidak tahu malu Fira masih membela dirinya dan seakan-akan menyalahkan Bayu yang tidak mau menerima perasaannya.


"Apapun alasannya, perbuatan mu tetaplah salah. Karena perbuatan telah mengancam perdamaian, maka aku putuskan untuk memberhentikan mu dari perguruan Macan Emas." Ucap Bayu dengan lantang.


"Aku tidak butuh penjelasan apa-apa lagi. Segera kemas barang-barang mu, tinggalkan kartu anggota perguruan dan seragam mu di sini! Aku tidak mau kamu menyalahgunakannya suatu saat nanti." Bayu sudah lelah dan tidak ingin mendengarkan apapun.


"Apa harus memberhentikannya, Mas? Bukankah dia sudah mengakui kesalahannya? Apa kita tidak bisa memberinya kesempatan kedua?" Maya memberanikan diri bertanya pada Bayu yang sedang emosi dan menahan amarah


...***...


Apakah Fira jadi dikeluarkan dari perguruan Macan Emas?

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2