CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 38 Partner Kejahatan


__ADS_3

Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼


Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕


...***...


"Apa harus memberhentikannya, Mas? Bukankah dia sudah mengakui kesalahannya? Apa kita tidak bisa memberinya kesempatan kedua?" Maya memberanikan diri bertanya pada Bayu yang sedang emosi dan menahan amarah.


"Maya, masalah ini bukan masalah kecil antara kita dan Fira saja, tapi ini masalah besar yang menyangkut perdamaian dua perguruan besar di kota ini. Jika benar-benar terjadi peperangan antara murid-murid dua perguruan, pasti akan muncul keributan besar dan dendam yang tidak putus-putus hingga bertahun-tahun lamanya. Yang dapat berubah menjadi benang kusut jika semakin banyak murid yang terlibat. Akan lebih parah lagi jika menimbulkan tawuran yang bisa merugikan masyarakat umum, sudah pasti kita akan terlibat dengan hukum."


Di luar dugaan, semua orang mengira Bayu akan menjawab dengan tegas dan keras, namun yang terjadi malah sebaliknya, Bayu menjelaskan pada Maya dengan tenang dan lembut.


"Sial! Aku juga tidak mau dikasihani oleh Maya, perempuan j@lang kampung@n ini. Dia pasti hanya ingin mendapatkan perhatian dari semua orang, khususnya untuk menjerat Mas Bayu. Dasar perempuan perebut pacar orang! Jelas-jelas pacarnya sekarang adalah pacar temannya. Dia pasti ingin mendapatkan Mas Bayu untuk jaga-jaga kalau putus dari pacarnya itu." Amarah di hati Fira justru semakin besar, tidak ada rasa ingin instrospeksi diri. Tangannya mengepal menahan amarah, namun saat ini dia harus bersikap baik karena posisinya sekarang tidak menguntungkan.


"Setidaknya maafkan dia, Mas. Jangan membuat hati dan pikiranmu capek karena membenci. Dia hanya menyukaimu, namun cara yang dia gunakan salah." Maya kaget dengan dirinya sendiri, mengapa dia bisa mengucapkan kata-kata itu. Sejak kapan dia pandai bicara dan menjadi bijak.


"Baiklah, jika itu bisa membuatmu lega, aku akan memaafkannya." Bayu tersenyum pada Maya.


"Ya ampun, Pak. Apa Bayu pikir dunia ini milik dia dan Maya? Sikapnya terlalu kentara hingga membuat orang lain iri dan baper." Bisik Nyi Yanti pada Ki Sopo.


"Sepertinya dia bakal jadi budak cinta alias bucin, sama seperti kamu, Pak." Imbuh Nyi Yanti.

__ADS_1


"Kita ke dalam aja yuk, Mi. Biar diurus Bayu sendiri, sepertinya aku tidak terlihat di mata Bayu, yang terlihat cuma Maya." Ki Sopo merasa kalau istri dan anaknya itu sangat menyukai Maya, padahal baru sebulan bertemu dan awal pertemuannya pun kurang menyenangkan.


"Pak, kita lihat dulu anak dan calon mantu kita." Nyi Yanti memeluk lengan Ki Sopo dan masih bisik-bisik dengannya.


"Aku memaafkan kamu, Fira. Tapi bukan berarti kamu tidak jadi diberhentikan. Aku tetap akan memberhentikan mu dari perguruan ini, segera ganti seragam mu dan tinggalkan seragam dan kartu anggota mu di sini!"


"Aku memberimu waktu 15 menit untuk menggantinya! Jangan membuang waktuku lagi!" Bayu berubah jadi keras dan tegas lagi.


"Baik, Mas." Fira hanya mampu pasrah dan menerima. Banyak mata memandangnya, dia sudah sangat malu dan tidak mungkin bisa melawan lagi.


Ada murid yang berbisik-bisik. "Sepertinya Mas Bayu beneran tertarik sama Maya, lihat saja sikapnya yang berbeda pada Maya."


"Wajar aja sih, karena Maya juga cantik dan berbakat." Bisik murid lain.


"Murid-murid yang lain, kalian sudah mendengar dengan detail masalah Fira yang telah memfitnah Maya untuk tujuan pribadinya. Jadikan ini semua sebagai pembelajaran kita, kelak jangan sampai bertindak karena emosi, kita harus memperhitungkan semua tindakan setelah mengetahui detail kebenarannya. Aku harap kalian tidak mudah terhasut dan tidak mudah menyalahkan atau menghujatnya orang lain lagi. Apa kalian paham?" Suara bariton Bayu memperingatkan semua murid yang hadir latihan hari itu, hampir semua murid hadir, Bayu yakin ini semua skenario dari Fira yang terus menebar fitnah.


"Siap, paham, Mas." Teriak semua murid secara serentak.


Murid-murid lain disuruh pulang lebih awal karena mood untuk melanjutkan latihan sudah hancur setelah permasalahan tadi. Fira telah menyerahkan seragam dan kartu anggotanya pada Dewi, dia menyerahnya di depan mata Bayu. Fira hendak minta maaf dan berpamitan, tapi Bayu menolaknya. Fira akhirnya minta maaf pada Ki Sopo dan Nyi Yanti, lalu dia pergi meninggalkan padepokan.


"Sial! Aku tidak menyangka akan ketahuan semudah ini. Kalau bukan karena salah pilih sasaran, pasti Maya saat ini sedang menanggung malu." Fira menggerutu di atas motornya yang semakin menjauh dari perguruan Macan Emas.

__ADS_1


Fira membelokkan motornya ke salah satu rumah makan, ia pun segera memarkirkan motornya, lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada temannya.


"Cepat ke rumah makan Bu Raminten! Dalam waktu 15 menit kamu harus sudah sampai sini! Aku tidak mau menunggu lama. Jika kamu tidak datang, aku akan katakan pada semua orang bahwa kamu yang menyuruhku memfitnah Maya." Fira mengirim pesan ancaman pada partner jahatnya.


"Sial! Apa secepat itu dia ketahuan? Sungguh tidak becus kerjanya. Semoga saja dia tidak menyebutkan namaku."


"Katanya jago dan pinter, ternyata begitu saja sudah ketahuan. Tahu gitu, lebih baik aku menyuruh orang lain saja." Priska geram karena sudah bisa menebak maksud Fira mengajaknya bertemu.


Fira memesan steak ayam, kentang goreng, sosis bakar, air mineral, dan jus jeruk. Rasa amarahnya harus dituntaskan dengan makan yang cukup banyak. Fira menenggak air mineral dingin untuk meredam amarahnya, namun rasa kesal dan benci juga tak kunjung hilang.


Lima belas menit berlalu tapi Priska belum datang, bahkan semua makanan yang Fira pesan sudah datang hingga membuat ia semakin kesal. "Sial! Apa dia tidak ke sini?"


"Aku muak melihatmu sok baik, Maya! Kalau saja kamu tidak datang ke perguruan Macan Emas, pasti saat ini aku masih bisa mendekati Mas Bayu dengan perlahan." Fira meluapkan emosinya dengan memohon-motong steak yang sudah di depan matanya. Jika orang lain melihat, mungkin mereka akan menganggap Fira gila karena terus-terusan menggerutu sendiri.


"Loe malah enak-enak makan? Padahal loe nggak berhasil menjalankan misi dengan baik kan!" Tiba-tiba Priska sudah duduk di depan Fira dan marah-marah.


"Jaga mulut loe! Gue lebih tua dari loe!" Fira geram karena Priska kasar dan tidak menghormatinya.


"Kalau loe bisa kenapa tidak loe lakuin aja sendiri haaah? Loe itu bisanya cuma nyuruh dan marah-marah doang!" Fira yang sedari tadi bad mood semakin bad mood gara-gara Fira.


...***...

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2