CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 70 Maya-ku


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


...***...


Sudah seminggu Bayu mengantar jemput Maya ke sekolah dan tidak pernah sekalipun telat. Semua murid SMA 2 mulai hafal setiap pagi mereka akan melihat pemandangan indah bagaikan drama di kehidupan realita saat Bayu mengantar Maya, meskipun tidak seromantis saat pertama kali mengantar.


Bayu tidak meminta Maya untuk salim lagi, tentu untuk menjaga agar tidak beredar gossip yang tidak-tidak tentang Maya, apalagi Bayu belum memastikan apa hubungan mereka saat ini.


Seminggu ini keadaan lebih tenang, Randy pun seolah-olah telah menerima kenyataan dia sudah putus dari Maya. Setelah semua teman sekelas Maya berani padanya waktu itu, Randy mencoba tidak mengusik Maya.


Suasana yang tenang dan Randy yang tidak muncul di depan Maya, membuat teman-teman Maya lengah. Saat pulang sekolah, Maya ke toilet sebentar dan dia hanya seorang diri. Perut Maya yang sedikit mules membuatnya agak lebih lama di toilet. Bayu sedang menunggunya di dekat gerbang sekolah jadi khawatir.


"Loh, Mas Bayu? Masih nungguin Maya?" Sapa Ratih.


"Iya, tumben dia belum keluar." Bayu khawatir terjadi sesuatu pada Maya, perasaannya tidak enak.


"Tadi aku lihat, sepertinya Maya sudah keluar duluan deh Mas!" Ratih juga jadi khawatir.


"Atau mungkin dia ke toilet dulu." Tebak Ratih.


"Toiletnya sebelah mana?" Bayu khawatir dan ingin menyusul Maya.


"Di belakang kelas yang itu! Dekat dengan parkiran belakang." Sahut Ratih.


"Sial! Semoga saja perasaan ku salah!" Bayu berlari ke toilet yang dimaksud oleh Ratih.


Di depan toilet Randy mencegat Maya. "May, dengarkan penjelasanku dulu!"


Maya tidak menghiraukan ucapan Randy, ia langsung mengelak dan ingin pergi secepatnya dari situ. Namun dengan cepat Randy menarik lengan Maya lalu mengunci pergerakannya, Randy menekan Maya hingga membentur tembok dan tidak bisa lari.


Randy mencium paksa Maya hingga membuat Maya meronta dan menggigit bibir Randy.


"May, aku kangen kamu. Aku cinta sama kamu, May. Tolong kasih aku kesempatan!" Suara Randy terdengar jelas, hingga membuat Bayu yang ingin mendekat menghentikan langkahnya.


"Lepasin, Mas! Aku tidak mencintai mu!" Teriak Maya.

__ADS_1


"Jangan bohong, May! Aku tahu kamu juga mencintai aku. Tidak mungkin kamu melupakan aku, cinta pertama kamu, pacar pertama kamu!"


"Bahkan kamu meminta ku untuk berubah! Apalagi kalau bukan karena cinta?" Randy masih yakin kalau Maya masih memiliki perasaan cinta padanya.


"Jadi dia masih mencintai Randy." Bayu hendak pergi.


"Aku sudah tahu perselingkuhan mu dan Priska sejak aku masuk SMA. Sejak itu pula aku hanya pura-pura mencintaimu! Cinta ku padamu sudah lama hilang!" Teriak Maya.


"Kalau bukan demi mendapatkan bukti perselingkuhan mu, aku tidak akan bertahan 3 bulan dengan lelaki yang aku benci!" Tandas Maya.


"Aku bisa merasakan cintamu ketika aku mencium bibir mu, May!" Memegang dagu Maya.


"Bullshit! Kamu tidak akan pernah merasakan cinta karena kamu hanya penikmat nafsu dunia! Jangan pikir aku bodoh, Mas! Aku tidak sudi merelakan masa depanku hanya demi perasaan sesaat yang seperti cinta monyet ini! Aku tidak mencintaimu lagi!" Maya meronta ingin lepas namun tidak bisa.


"Cinta monyet katamu! Kamu ternyata sama saja dengan Priska! Kamu bilang seperti ini karena kamu sedang mendekati Bayu Soponyono 'kan! Karena kamu sudah mengincar lelaki lain!"


"Memangnya kenapa kalau aku mengincar Mas Bayu? Dia jauh lebih baik dalam segala hal dibanding Mas Randy! Wajar saja kalau aku jatuh hati padanya!" Jawab Maya tak kalah kerasnya dari suara Randy.


"Dia jatuh hati padaku?" Batin Bayu sembari memegangi jantungnya yang berdebar-debar.


"Dasar lelaki me-sum! Psikopat! Lepasin." Maya yang tidak fokus dan pikirannya kacau tidak mampu memusatkan konsentrasi untuk melepaskan diri dari Randy.


Bayu berlari ke arah arah Randy dan Maya, Bayu langsung mencengkeram kerah belakang Randy lalu menariknya. Randy melepaskan Maya hingga membuat Maya terjatuh. Pertarungan tidak dapat dielakkan. Bayu geram karena Randy menyakiti dan mengancam Maya.


Bayu melayang tinjunya hingga mendarat dengan keras di pipi dan sudut bibir Randy. "Itu buat loe yang suka bicara sembarangan dan mengumbar rayuan serta kebohongan."


"Kamu lupa siapa aku?" Tiba-tiba suara Bayu berubah menjadi suara bariton seperti suara khas Ki Sopo.


"Aku ingatkan lagi! Aku ketua Perguruan Macan Emas dan CEO Andrepati." Ucap Bayu penuh penekanan.


"Memangnya kenapa kalau kamu CEO? Kamu tidak malu mendapatkan perempuan bekas ku?" Tertawa menghina.


Bayu langsung melancarkan serangan pada Randy secara bertubi-tubi. Mereka berdua saling baku hantam, kali ini Randy cukup bisa menangkis serangan Bayu.


"Siapa bilang kalau Maya adalah bekas mu! Dia hanya mantan pacarmu, aku percaya Maya tidak bodoh, dia tidak akan merelakan kehormatannya untuk lelaki seperti mu!" Bayu sepenuhnya percaya pada Maya.

__ADS_1


"Go-blok! Kamu tidak tahu apa-apa! Orang pacaran pasti pernah melakukan hal itu! Harusnya kamu tahu 'lah maksud ku apa? Masa seorang CEO tidak tahu begituan!" Randy memprovokasi Bayu agar meragukan Maya.


"Aku tidak peduli dengan masa lalu Maya! Yang aku pedulikan adalah Maya yang saat ini adalah seorang perempuan baik-baik!" Di luar dugaan Randy, Bayu tidak terprovokasi dan tetap membela Maya tanpa ragu sedikit pun.


"Kamu hanya masa lalunya! Akulah masa depan, Maya!" Tandas Bayu.


Bayu menghajar Randy hingga babak belur, bibirnya mengeluarkan darah dan pipinya lebam-lebam karena terkena pukulan dari Bayu yang sangat keras. Randy pun akhirnya tumbang dan tak mampu melawan Bayu lagi setelah tendangan Bayu mengenai perutnya.


"Ingatlah rasa sakit ini! Rasa sakit mu sekarang ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang Maya rasakan! Kamu akan merasakan sakit yang lebih dari ini nantinya! Aku pastikan kamu tidak akan pernah bahagia lagi karena telah menyakiti Maya-ku!" Ancam Bayu.


Bayu teringat Maya, ia melihat ke arah Maya yang terduduk di lantai dan berurai air mata.


"May, apa kamu tidak apa-apa?"


Bayu membantunya Maya berdiri dan menggandengnya pergi dari situ.


Maya diam membisu tak menjawab pertanyaan Bayu. Dia hanya mengikuti Bayu tanpa menoleh pada Randy. Bayu pun tidak memaksa Maya untuk berbicara. Tiba-tiba Ratih yang khawatir, datang menghampiri mereka dengan berlari.


"May! Kamu kenapa menangis?" Ratih memeluk Maya karena khawatir.


"Randy menyerang Maya, sepertinya dia mengintimidasi atau mengancam Maya." Bayu yang menjawab karena Maya masih terus terdiam.


"Maaf, May. Harusnya tadi aku mengikuti kamu dan tidak membiarkan kamu pergi sendirian." Sesal Ratih.


"Ini bukan salahmu." Jawab Maya singkat.


"Biarkan Maya tenang dulu, aku akan mengantarnya pulang. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri, Maya aman bersama ku, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi! Terima kasih karena sudah care sama Maya. Kami permisi duluan." Menggandeng Maya pergi meninggalkan Ratih.


Ratih pun bergegas pulang karena tidak ada yang bisa ia lakukan.


"Semoga kamu baik-baik saja, May. pasti Mas Randy mengancam dan bilang yang tidak-tidak hingga membuat mu shock seperti itu. Semoga Mas Bayu bisa mengobati luka hati dan trauma mu." Ratih setulus hati mendoakan Maya.


Sepanjang perjalanan Maya hanya diam, bahkan Maya tidak tahu Bayu membawanya kemana.


...***...

__ADS_1


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕


__ADS_2