
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕
...***...
Maya hanya garuk-garuk kepala, padahal jelas kepalanya tidak gatal. "Nggak, Nyi!"
"Kamu nyari siapa? Sejak tadi pandangan matamu itu seperti mencari-cari sesuatu."
"Apa kamu nyari Bayu?" Goda Nyi Yanti.
"Nggak... Nggak, Nyi!" Sahut Maya cepat.
"Nyari Ki Sopo, kok!"
"Eit! Jangan macam-macam sama Bapak ya! Hahaha..."
(Ki Soponyono versi pendekar dan pebisnis. Keren nggak nih?)
"Yakin? Kalau nggak nyari, ya sudah! Aku tidak akan kasih tahu Bayu di mana dan sedang apa." Nyi Yanti terus menggoda Maya.
"Aiss... Apaan sih, Mi! Masa gitu?" Maya mulai bersikap seperti anak-anak yang bercanda dengan ibunya.
Deg... Deg... Deg...
"Jangan-jangan Mimi mau bilang ke Maya kalau aku di sini." Di balik pintu Bayu sudah deg-degan.
"Kamu cerita dulu, kenapa kemarin tidak datang latihan? Baru setelah itu aku akan kasih tahu Bayu di mana." Tawar Nyi Yanti.
"Saya mau cerita, tapi Nyi Yanti harus janji tidak akan marah." Tawar Maya ragu-ragu.
"Okay." Sahut Nyi Yanti.
"Kemarin saya pergi menemui Fira, Nyi." Maya mulai bercerita.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? Kenapa kamu bodoh dan malah menemui dia? Apa yang dia lakukan padamu?" Belum jadi cerita Nyi Yanti malah marah-marah duluan.
"Aiss, Mimi! Tadi katanya janji nggak marah?" Protes Maya.
"Kamu ini malah mendatangi bahaya!" Memegang telinga Maya seperti mau menjewer.
"Kalau kamu kenapa-kenapa gimana, Mayaaa?" Nyi Yanti gemas dan beralih mencubit lengan Maya.
"Mimi, dengerin dulu! Saya hanya ingin membawa misi perdamaian dan sudah berhasil." Maya menjawab dengan cepat karena takut dimarahi Nyi Yanti.
"Kamu serius?" Nyi Yanti heran kenapa Maya bisa berdamai dengan Fira.
"Serius, Mi! Kemarin Mbak Fira sudah minta maaf dengan sungguh-sungguh, saya juga memastikan dia tidak akan mendekati Mas Bayu lagi. Ternyata Mbak Fira cuma dihasut oleh teman dekat saya yang tidak menyukai saya, semua masalahnya berawal dari cowok sih, Mi!" Maya sedih mengingat pengkhianatan Priska.
"Cowok lagi? Fira menyerang mu dan memfitnah mu gara-gara Bayu, terus teman dekat mu tidak suka padamu juga karena cowok, siapa cowok itu?" Nyi Yanti penasaran, takutnya ada cowok lain yang disukai Maya.
"Itu, Mi. Gara-gara mantan pacar teman dekat saya, suka sama saya tapi saya tolak. Teman dekat saya ini juga menyukai Mas Randy, pacar saya yang sekarang." Papar Maya.
"Ngeselin banget sih, Mi! Bingung cara mutusin Mas Randy gimana?" Maya terbawa suasana dan malah curhat.
"Ini masalah hati, Nyi! Saya tidak ingin main-main, takutnya malah hati saya yang terluka. Takut baper alias bawa perasaan, Mi!" Maya duduk di pagar teras yang terbuat dari bata dan semen.
Nyi Yanti pun ikut duduk di samping Maya. "Baper gimana? Emangnya kamu tidak suka sama Bayu?"
"Saya jadi malu, Nyi." Tertunduk malu.
"Perempuan mana yang tidak suka sama Mas Bayu, tapi saya sadar diri siapa saya, Nyi."
"Aaawww... " Maya berteriak kesakitan karena Nyi Yanti mencubitnya dengan keras.
"Kamu ini! Kenapa rendah diri seperti itu? Kalau suka tidak akan pandang derajat, pangkat, miskin ataupun kaya! Aku sebagai ibunya, akan merestui kalau Bayu sama kamu jadian." Nyi Yanti semangat memprovokasi.
"Hehehe... Terima kasih, Nyi. Itu mungkin karena Nyi Yanti yang menganggap saya sebagai anak perempuan Nyi Yanti sendiri."
"Jadi ada kemungkinan dia juga menyukai aku." Di balik pintu Bayu tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Kamu berhasil memukul mundur fans Bayu, harusnya dia mau membantu menyelesaikan masalah pacar mu itu." Nyi Yanti berucap dengan keras, sengaja agar Bayu mendengarnya.
"Kamu aja berani bertemu dengan Fira untuk menyelesaikan masalah, tanpa peduli resiko disakiti Fira. Masa Bayu tidak bisa!" Nyi Yanti terus melontarkan sindiran.
"Hehehe, kemarin saya ditemani kakak kelas saya, Mi. Jadi lebih aman, kebetulan Mbak Fira juga tertarik sama kakak kelas saya ini." Tak sengaja Maya menceritakan keberadaan Marco.
"Maksudmu kamu ditemani laki-laki lain? Bukan pacar mu juga? Jangan-jangan dia menyukaimu!" Nyi Yanti kaget.
"Hehehe... Dia bilangnya suka sih, Nyi, tapi saya belum menjawabnya. Maaf saya jadi curhat lagi." Maya tersenyum malu-malu.
"Apa benar kata Mimi, aku akan kehilangan kesempatan karena tidak datang mendekat dan mencoba membantunya. Sepertinya menghindar bukan cara terbaik untuk melindunginya." Hati dan pikiran Bayu mulai gundah karena tersadar banyak pesaing yang akan mendekati Maya.
"Saya mau ikut latihan ya, Nyi." Maya hendak pamit undur diri.
"Bayu sedang sibuk skripsi, pasti dia akan datang mencari mu setelah urusan kuliahnya selesai. Aku pasti akan memintanya untuk membantu mu." Janji Nyi Yanti.
"Saya sudah senang sekali di bawah perlindungan perguruan Macan Emas dan PT Andrepati, Nyi. Saya tidak mau serakah. Terima kasih atas kebaikan Nyi Yanti dan Ki Sopo." Maya beranjak dari duduknya lalu membungkuk memberi hormat pada Nyi Yanti.
"Saya permisi ikut latihan, Nyi."
"Ya, pergilah latihan dengan sungguh-sungguh dan jadilah kuat agar kamu bisa melindungi dirimu sendiri, aku merestui mu." Sahut Nyi Yanti.
"Terima kasih, Nyi." Maya kembali ke depan untuk latihan bersama dengan murid-murid yang lain.
"Maya sudah pergi, kamu tidak mau keluar! Bukan 'kah dari tadi kamu menguping pembicaraan kami!" Nyi Yanti menegur Bayu.
"Galak banget sih, Mi? Sama Maya aja nggak se-galak itu." Gerutu Bayu.
"Kalau kamu sudah dengar pembicaraan kami, sekarang pikirkan baik-baik! Jangan sampai kamu menyesal karena ada lelaki lain yang melindungi Maya dan mendapatkan cintanya juga!" Nyi Yanti meninggalkan Bayu.
"Tapi aku belum yakin dengan perasaan ku, Mi! Baru juga kenal, belum ada dua bulan juga!"
"Bertindak 'lah! Atau kamu akan kehilangan dia!" Teriak Nyi Yanti tanpa menoleh.
...***...
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕