
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕
...***...
Breeem... Breeem... Breeem...
Motor gede milik Bayu berbelok ke halaman rumah Maya, sontak Bu Parmi ibunya Maya kaget melihatnya.
"Siapa ya? Kok ada motor bagus nyasar kesini!" Bu Parmi heran dan bergegas keluar dari warung kecilnya untuk melihat siapa yang datang.
"Maya...!" Bu Parmi makin kaget karena ternyata motor itu mengantar Maya.
Maya dengan perlahan turun dari motor gede milik Bayu, dengan sigap Bayu pun memegangi tangan Maya yang bertumpu di pundaknya.
"Loh kok kamu diantar, May? Motor mu kemana?" Bu Parmi panik.
"Tadi jatuh, Bu. Motornya dibawa ke bengkel." Tutur Maya.
"Mana yang sakit? Udah ke puskesmas buat diobatin belum?" Bu Parmi mengkhawatirkan keadaan anak perempuan satu-satunya itu.
"Nggak apa-apa kok, Bu! Udah beli obat di apotik juga. Cuma lecet-lecet dikit, nggak parah kok!" Jelas Maya, tidak ingin membuat ibunya khawatir.
Bu Parmi menoleh pada Bayu yang sejak tadi sudah turun dari motornya.
"Kok bukan Randy, May?" Bisik Bu Parmi pada Maya, namun Bayu dapat mendengarnya.
Bayu mengulurkan tangan untuk salim dengan Bu Parmi. "Perkenalkan saya Bayu Soponyono, Bu."
Bu Parmi senang karena Bayu bersikap sangat sopan. "Bayu Soponyono, maksudnya anaknya Ki Soponyono yang punya perguruan Macan Emas?"
"Iya, Bu. Mohon maaf karena saya berkunjung ke sini dalam suasana seperti ini. Sebenarnya dari kemarin-kemarin saya ingin berkunjung ke sini, tapi Maya melarangnya. Maya belum siap untuk cerita ke orang tuanya, kalau sekarang dia adalah pacar saya, bukan pacar Randy lagi."
"Motor Maya sudah diurus oleh teman saya, besok kalau Maya ke sekolah biar saya yang antar jemput. Jadi ibu dan bapak tidak perlu khawatir, saya jamin Maya aman bersama saya." Ucapan Bayu sukses membuat Maya terbengong-bengong.
Bu Parmi menyenggol Maya, "Kenapa kamu tidak cerita kalau pacaran sama anak Ki Soponyono? Kalau sama yang ini sih, ibu setuju."
"Bu, mendingan ibu ambilin minum buat Mas Bayu. Kasian loh udah capek bantuin Maya tapi nggak dikasih minum." Maya berniat mengusir ibunya agar dia bisa bicara dengan Bayu.
"Iya, iya! Ibu ambilin minum. Ayo duduk dulu, Nak Bayu." Bu Parmi mempersilahkan Bayu duduk di teras lalu beliau ke dalam rumah untuk mengambil minum.
Maya celingak-celinguk melihat ibunya, setelah ibunya masuk ke dapur dan tidak terlihat, Maya buru-buru menghakimi Bayu.
"Apa maksud Mas Bayu bilang kaya gitu ke ibuku? Aku masih pacarnya Mas Randy." Maya bicara dengan nada kesal.
"Apa kamu segitu mencintainya? Bukankah kamu ingin putus dengannya?" Bukannya menjawab, Bayu justru balik bertanya.
__ADS_1
"Tapi nggak gini juga caranya, Mas! Orang-orang akan menilai akulah yang tidak tahu diri dan selingkuh." Jawab Maya kesal.
"Cuma ibumu yang tahu kalau kamu pacarku. Itu cara aman agar beliau mengijinkan aku antar jemput kamu. Aku cuma nggak mau kalau kamu terluka dan dalam bahaya lagi." Bayu menjelaskan maksudnya.
"Jadi cuma karena mengkhawatirkan keselamatan ku, dia cuma mau melindungi aku sebagai murid khusus Ki Sopo dan Nyi Yanti, bukan karena dia menyukai aku." Ucap Maya dalam hati.
"Ck... Kenapa rasanya sakit sekali? Kenapa aku kecewa setelah tahu alasannya melindungi aku?" Batin Maya.
"Sebaiknya kamu segera putus dari pacar mu yang toxic dan tidak berguna itu. Kamu harus pikirkan perasaan kamu sendiri. Bukan aku mau menjelekkan dia, tapi pasti kamu sudah tahu bagaimana kelakuan pacarmu itu." Bayu memberi saran, meskipun di balik saran itu Bayu memang mengharap Maya segera terbebas dari Randy.
"Jangan takut sama Randy! Kamu boleh menggunakan aku sebagai tameng mu, sebagai pelindung mu." Bayu belum berani untuk bilang cinta, suasananya sedang tidak baik, apalagi mereka belum lama kenal.
"Nak Bayu, ini diminum dulu! Camilannya juga dimakan ya! Ini buatan ibu sendiri." Bu Parmi datang membawa teh hangat dan kue kering buatannya.
"Terima kasih, Bu, maaf merepotkan." Bayu mencicipi kue kering buatan Bu Parmi.
"Wah! Enak, Bu." Ucap Bayu jujur.
"Syukurlah kalau suka." Bu Parmi senang.
"Bu, mohon maaf, tolong jangan bilang ke yang lain kalau saya pacaran dengan Maya. Cukup ibu dan bapak saja yang tahu. Nanti kalau hubungan Maya dan Randy sudah bisa diatasi, baru kami akan go public tentang hubungan kami." Bayu mengajak calon mertua untuk kompromi.
"Tenang aja! Ibu jaga rahasia." Bu Parmi langsung setuju.
Bayu dan Bu Parmi sempat berbincang-bincang sebelum Bayu pamitan.
"Apa tidak merepotkan, Nak Bayu? Pasti kamu ada kerjaan lain 'kan!" Bu Parmi sungkan.
"Kerjaan yang lain gampang, Bu, yang penting bagi saya adalah keselamatan Maya." Bayu tersenyum dengan tulus hingga membuat Bu Parmi langsung luluh.
Akhirnya Bayu pun pulang meskipun sebenarnya Maya masih menatapnya dengan kesal. Pikiran Maya berkecamuk, risau akan hubungannya dengan Randy dan juga alasan Bayu melindunginya.
"Ya Tuhan, maaf kalau saya serakah. Saya sempat berharap dia mencintai saya." Batin Maya.
...***...
"Bayu! Maya gimana, Yu?"
"Siapa yang berani menyerang Maya?"
"Kamu harus segera selidiki siapa yang menyerang Maya!"
Nyi Yanti heboh saat melihat Bayu pulang, pasalnya sudah ada yang melapor pada Ki Sopo dan Nyi Yanti tentang insiden penyerangan pada Maya yang baru saja terjadi.
"Tenang 'lah, Mi! Bayu sudah membereskannya. Orang-orang yang menyerang Maya sedang ditahan dan diinterogasi di kantor Andrepati." Ki Sopo menyela.
__ADS_1
"Bapak sudah tahu, kenapa tidak memberitahu sejak tadi?" Nyi Yanti memarahi suaminya.
"Pak, setelah selesai skripsi, aku ingin menikahi Maya." Ucap Bayu.
Ki Sopo dan Nyi Yanti saling pandang tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Bayu yang terkenal sulit jatuh cinta kenapa tiba-tiba ingin menikah muda.
"Kamu kalau ngomong jangan sembarangan! Belum tentu Maya mau menikah denganmu, apalagi dia masih sekolah SMA. Dia belum cukup umur, Yu!" Ki Sopo memarahi Bayu.
"Apa kamu nggak mikir masa depan Maya? Bagaimana tanggapan orang-orang sekitar kalau Maya menikah di usia dini? Yang ada Maya dituduh hamil duluan!" Ki Sopo menatap tajam pada Bayu.
"Apa yang membuatmu ingin menikahinya? Apa kamu yakin dengan perasaanmu? Jangan-jangan kamu hanya simpati padanya?"
"Pernikahan itu bukan untuk satu atau dua hari, kalau bosan dan sudah tidak cocok lalu putus! Harusnya kamu pertimbangkan dengan matang-matang! Jangan cuma karena keputusan sesaat!" Ki Sopo terus menceramahi Bayu.
"Tapi aku benar-benar jatuh cinta padanya sejak awal bertemu, Pak!" Bayu membela diri.
"Jangan pedo-pil, Yu! Ingat dia belum cukup umur!" Nada suara Ki Sopo langsung meninggi.
"Pak…" Nyi Yanti memegangi lengan Ki Sopo.
"Jangan emosi! Bayu hanya mengungkapkan rasa cintanya saja. Maya sudah 16 tahun, Pak. Bayu bukan pedo-pil. Kenapa kamu kejam sekali mengatai anakmu sendiri seperti itu?" Nyi Yanti tidak terima Bayu dimarahi oleh bapaknya.
"Tapi Maya masih sekolah, Mi!" Ki Sopo tidak berani meninggikan suara pada sang istri.
"Bagaimana kalau mereka bertunangan dulu? Mereka bisa menikah setelah Maya lulus SMA." Nyi Yanti memberikan solusi.
"Kamu kira Maya akan setuju? Dia masih belum putus dari pacarnya kan?" Ki Sopo mengingatkan kenyataan bahwa Maya memang masih bersama Randy.
"Pertunangan atau pernikahan harus berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. Kamu tidak bisa seenaknya menyuruh orang menikah dengan mu, Yu!"
"Meskipun aku setuju kalau kamu memilih dia, tapi aku tidak setuju jika kamu memaksanya!"
"Dia masih muda dan berbakat, jalannya masih panjang!" Ki Sopo tidak setuju dengan pernikahan dini.
"Ingat! Umur minimal menikah itu 18 tahun."
"Ingat! Aku tidak akan merestui jika kamu nekat menikah hanya sah secara agama!"
...***...
Apa yang akan Bayu lakukan?
Apakah Ki Sopo akan menikahkan Bayu dengan Maya dan tidak peduli masalah umur Maya?
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕