
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕
...***...
Jam istirahat pertama pun telah tiba, Randy buru-buru datang ke kelas Maya karena sejak kemarin Maya mengabaikan pesan maupun teleponnya.
"Braaak..." Lamunan Maya buyar mendengar pintu kelasnya dibanting dengan keras.
Tangan Randy mendorong pintu kelas Maya hingga terbuka sepenuhnya. Semua murid menatap ke arah pintu kelas dimana Randy sedang berdiri di sana menatap ke arah Maya yang masih duduk di balik mejanya.
"Maya! Kita perlu bicara berdua!" Ucap Randy dengan keras.
Semua murid berdiri dan berjajar di depan Maya bagaikan pagar.
"Kalau mau bicara, silakan bicara di sini saja, Mas! Kami tidak akan mengijinkan kamu bicara berdua dengan Maya!" Sang ketua kelas angkat bicara.
"Kalau tidak mau bicara di sini, sebaiknya Mas Randy tinggalkan kelas kami!" Sahut siswa yang lain.
"Kalian tidak tahu siapa gue? Gue bisa keluarin kalian dari sekolah karena ikut campur urusan gue!" Randy masih berani mengancam.
"Kami tahu Mas Randy anak pejabat yang berpengaruh di sekolah ini. Demi melindungi teman kami, kami tidak takut dikeluarkan, kalau berani keluarkan kami semua!" Tantang salah satu siswa.
"Kalian sudah mulai berani ya! Liat saja kalian pasti akan menyesal! Aku pastikan kalian semua akan dikeluarkan!" Teriak Randy penuh amarah.
"Maya itu pacarku, kalian tidak berhak ikut campur urusan kami!" Randy masih tidak menerima jika mereka putus.
"Haduh! Bangun dari mimpi dong, Mas Randy Prasetyo Wibowo! Bukannya tadi malam Maya udah mutusin Mas Randy! Pacarmu 'kan si Priska ular." Sahut seorang siswi, bahkan tangannya bergerak-gerak menirukan ular yang meliuk-liuk.
Randy sangat geram dibuatnya. "Kalian beneran nantangin? Okay! Aku akan minta kepala sekolah untuk mengeluarkan kalian!"
"Apa kami akan dikeluarkan hanya karena ingin melindungi teman dari ancaman seorang pemain cinta? Pemain cinta yang ternyata anak pejabat dan hanya mengandalkan harta orang tua. Tidak terima diputus padahal dirinya sendiri yang selingkuh!"
"Apa mentang-mentang anak pejabat lantas bisa seenaknya mengeluarkan kami satu kelas?" Sahut siswi yang lain.
"Kalian bukan siapa-siapa, aku bisa mengeluarkan kalian dengan alasan apapun!" Tandas Randy.
"Kami sudah merekamnya, Mas! Mungkin para wartawan dan pencari berita akan senang dengan video ini!" Seorang siswa balik mengancam.
"Sial...!"
__ADS_1
"Braaak... " Randy menendang meja di depannya dengan begitu keras.
"Kita perlu bicara, May! Aku tidak mau kita putus! Aku masih sangat mencintai kamu, cuma kamu yang aku harap jadi istri masa depan ku!" Pada akhirnya Randy bicara juga dan ingin Maya kembali padanya.
"Apa kami nggak salah dengar, Mas? Tuh Priska kekasih gelap mu masih ada di sini!" Ratih ikut bicara.
"Maya! Kamu harus tahu kalau aku sudah putus dari Priska. Maafin aku, May! Beri aku kesempatan kedua! Aku benar-benar mencintai kamu." Mengabaikan ucapan Ratih.
"Hatiku terlanjur sakit, Mas, perasaan ku padamu sudah tidak ada yang tersisa lagi saat aku tahu kamu hanya menuruti Priska yang ingin menyakiti aku. Bahkan kalian bersekongkol ingin menghancurkan masa depanku. Sungguh tak habis pikir dengan jalan pikiran kalian. Hati ku, perasaan ku, cinta ku, bukanlah mainan yang bisa kalian berdua mainkan sesuka hati!" Maya menolak memberi kesempatan kedua.
"Aku sungguh-sungguh mencintai kamu, May. Aku juga telah membubarkan geng Don Juan demi kamu! Aku mau berubah sedikit demi sedikit demi kamu!" Teriak Randy frustasi.
"Sebelumnya aku mendekati kamu memang karena disuruh Priska, tapi sekarang aku sungguh-sungguh mencintai kamu, May! Tolong beri aku kesempatan." Baru kali ini seorang Randy mengemis cinta pada seorang wanita.
"Terlambat, Mas! Aku tahu kamu tidak sepenuhnya membubarkan geng mu itu! Aku bukan Priska yang menggilai mu! Aku bukan Priska yang rela melakukan apapun demi kamu dan demi mencapai tujuannya!" Sarkas Maya.
Priska yang mendengar itu semua hanya bisa diam, dia juga takut mengusik Maya jika mengingat pesan dari ayahnya kemarin.
"Aku tidak bisa mengusik Maya sekarang, aku tidak mau hidup miskin seperti Kak Bobby. Tunggu waktu yang tepat untuk hancurin Maya, dia tidak boleh lebih bahagia dibanding aku! Aku tidak terima dia mendapatkan segala yang aku inginkan!" Batin Priska.
"Aku bukan Maya yang dulu masih polos dan bisa kalian bohongi!" Teriak Maya.
"Ingat Priska! Kalau kamu tidak segera menyadari kesalahanmu dan hanya menyalahkan aku atas ketidakberuntungan mu, kamu hanya akan terus terjatuh ke dalam lubang yang semakin dalam. Hidupmu tidak tenang karena kamu hanya bisa iri dan menyalahkan orang lain."
"Kalau saja dulu kamu tidak menyuruh Mas Randy mendekati aku, mungkin ini tidak akan terjadi. Kami tidak akan pernah bertemu, bukan 'kah kamu juga yang memberi ide pada Mas Randy agar pura-pura datang menyelamatkan aku! Padahal jelas-jelas orang yang mengganggu waktu itu juga cuma suruhan mu dan Mas Randy 'kan!" Maya berjalan mendekati Priska.
"Kamu menyalah artikan sikap ku yang lembut padamu! Kamu mempermainkan perasaan ku, membuat ku merasa bersalah karena kamu putus sama Dimas! Sekarang sudah cukup, aku ingin mengakhiri permainan kalian berdua!"
"Sial! Kalau kamu sudah tahu kenapa kamu diam saja haaah! Berarti kamu masih mengharap Mas Randy benar-benar mencintaimu 'kan? Kamu berharap bisa merebutnya dariku seperti kamu merebut Dimas!" Tiba-tiba Priska teriak marah.
Plaaakkk... Plaaakkk... Plaaakkk...
Maya menampar Priska hingga 3 kali. Priska ingin menampar balik tapi Maya mendorongnya dengan kuat hingga dia terjatuh.
"Sudah seperti ini tapi kamu masih menyalahkan aku atas kebodohan mu sendiri! Dasar nggak ada otak!" Sarkas Maya.
"Dimas mutusin kamu karena dia emang play boy! Kamu harusnya juga sudah tahu itu! Kamu cuma nekat dan percaya kalau Dimas beneran cinta sama kamu! Kamu yang bodoh dan tidak bisa diingatkan, kenapa nyalahin aku? Jelas saja aku tidak akan menerima Dimas, mau diterima atau tidak sama aja, kamu juga akan tetap nyalahin aku karena pikiran kamu picik!"
"Sekarang salah mu sendiri menyodorkan Mas Randy padaku! Katakan letak salahku dimana? Jangan cuma mental korban bisanya nyalahin orang lain mulu!"
__ADS_1
"Kalau kamu berani menyalahkan aku atas kebodohan mu lagi! Aku akan meminta Mas Bayu benar-benar menindak keluarga mu! Padahal aku sudah berbaik hati meminta Mas Bayu agar tidak menghancurkan keluarga mu, karena aku pikir dulu kita adalah teman." Maya sudah semakin berani melawan.
Teman-teman Maya yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menatap kagum pada Maya. Mereka tidak menyangka, Maya bisa tegas tapi juga masih memikirkan teman yang sudah mencelakai dia.
"Jangan pikirkan Priska lagi, May! Aku mencintaimu, aku memilih kamu daripada Priska. Aku tidak mau kita putus!" Randy masih ngotot tidak mau putus.
"Sebaiknya kamu pergi saja, Mas! Ini di sekolah, jangan buat keributan! Percuma kamu mau ngomong apa aja, aku tidak akan pernah percaya lagi padamu! Bahkan aku tahu apa yang kamu lakukan bersama Priska di taman waktu itu! Saat selesai MOS, waktu aku menolak ajakan mu untuk malam mingguan. Sudah cukup kamu dan Priska membohongi aku!" Maya menguak kebenaran bahwa dia melihat sendiri kelakuan Priska dan Randy.
"Aku khilaf, May! Priska yang menggoda ku!" Meskipun sempat terperanjat kaget, Randy tetap lanjut membela diri.
"Hahaha...! Jangan memutar balikkan fakta, Mas! Jangan jadi pecundang dengan melemparkan semua kesalahan mu pada Priska saja! Kalian berdua sama-sama busuknya! Jangankan mencintaimu, aku pun tidak sudi memaafkan mu!" Dukungan dari Bayu, Andrepati, dan Macan Emas membuat Maya semakin berani untuk melawan Randy.
"Kalau kamu masih mau menganggu aku! Aku akan memberitahu Mas Bayu agar dia bisa memberimu pelajaran! Kamu tahu 'kan siapa Mas Bayu!" Maya mengancam Randy dengan menyebut nama Bayu.
Maya segera mengambil ponselnya dan hendak menelepon Bayu.
"Siaaal...! Ini semua gara-gara loe, Pris!" Randy menendang pintu lalu keluar dari kelas Maya.
Randy langsung pergi, jelas saja dia tahu siapa Bayu, bahkan Tuan Andi semalam sempat memarahi dan mengancam Randy agar tidak membuat masalah dengan Bayu. Tuan Andi cukup tahu diri, kalau dia berani mengusik CEO Andrepati, posisinya bisa terancam dan akan berakhir sama seperti keluarga Bobby.
"Syukurlah, sudah pergi." Semua siswa-siswi di kelas itu bernafas lega, kecuali Priska.
"Wah, ada yang dicampakkan nih!" Sindir seorang siswi.
"Ngiranya ratu, ternyata babu! Nyuruh Mas Randy nyakitin Maya, nggak tahunya dirinya sendiri juga dicampakkan setelah memberikan kehangatan!" Imbuh siswi lain.
"Semuanya diembat sih! Sama Kak Bobby aja mau, mungkin saja sama anggota geng Don Juan lainnya juga mau! Pantas saja dicampakkan." Ledek seorang siswa.
"Nggak semua anggota geng Don Juan jahat guys!" Sahut Ratih, hingga membuat yang lain terheran-heran menatapnya.
"Iya guys, ada yang baik. Tolong kalian jangan buruk sangka sama yang lain. Kita tidak perlu membahasnya lagi. Yang penting Mas Randy sudah pergi, terima kasih atas bantuan kalian semua. Aku sangat terharu." Sahut Maya mencegah Ratih mengungkap Kak Marco, apalagi di situ masih ada Priska.
"Kami bangga padamu, May. Kamu berani melawan. Kami tahu pasti hatimu sakit, perasaan mu masih terluka karena dikhianati teman dan pacar."
"Rasanya kami juga bangga pada diri kami sendiri, May! Berkat kamu dan Mas Bayu, kini kami berani melawan Mas Randy yang semena-mena. Kami sangat berterima kasih padamu dan Mas Bayu." Ketua kelas angkat bicara.
"Aaahhh... Jadi iri deh sama Maya, entar pasti romantis-romantisan lagi waktu dijemput sama Mas Bayu." Sahut siswi lain.
Istirahat berlanjut dengan pembahasan Randy yang diputusin Maya, Priska si ular, dan gossip terhangat keromantisan Maya dan Bayu.
__ADS_1
...***...
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕